Tuesday, January 31, 2012

Hari Bersejarah Yang Kurang Diingat

Mazmur 78:42, “Mereka tidak ingat kepada kekuasaan-Nya, kepada hari Ia membebaskan mereka dari pada lawan.”

Kebanyakan orang merasa perlu untuk mengingat hari-hari penting dalam hidupnya seperti: hari kelahiran, hari jadian untuk pasangan muda-mudi yang sedang berpacaran, hari pertama memasuki pekerjaan, hari ketika mendapatkan promosi, hari pernikahan, dan lain sebagainya. Tidak sedikit orang yang membuat perayaan dalam bentuk pesta syukuran baik dalam skala kecil maupun besar, mengundang para sahabat, kerabat dan handai taulan bahkan keluarga untuk mengadakan jamuan makan siang maupun malam tepat di hari ulang tahun kelahiran maupun ulang tahun pernikahan teristimewa ketika ulang tahun pernikahan emas dan lain sebagainya. Demikian pentingnya untuk mengingat tanggal atau hari bersejarah bagi beberapa pribadi dan keluarga hingga mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk merayakannya sebagai pertanda sukacita atas kebaikan Tuhan bagi diri mereka.

Malam itu saya sedang asyik membaca bagian Alkitab yang terdapat di dalam 1 Samuel 7:3-12 yang menceritakan bagaimana nabi Samuel meminta kepada seluruh bangsa Israel untuk berbalik kepada Allah yang telah menunjukkan kasih setia-Nya kepada mereka dan mengingat hari di mana Allah memberikan kelepasan dari tanah Mesir memasuki tanah Kanaan serta berbalik setia kepada-Nya sepanjang masa. Pikiran saya tiba-tiba terbayang kepada satu hari di mana manusia secara umumnya tidak hiraukan dan bukan menganggap sebagai hari yang penting, yakni hari ketika saya menerima ‘baptisan’ sebagai wujud deklarasi iman saya kepada Yesus. Bagaikan sedang menonton film yang sedang diputar, jelas dalam ingatanku perubahan perjalanan hidup saya sejak saat itu, walaupun hanya tempat saya dibaptiskan dan siapa yang membaptiskan yang saya ingat namun tanggal ketika saya dibaptiskan saya tidak mengingatnya sama sekali.

“Terima kasih ya Allah, sungguh Engkau baik bagi hidupku. Terlalu banyak keajaiban pemeliharaan tangan Tuhan yang saya terima sejak deklarasi iman hingga kini Engkau telah memberikan seorang isteri dan mengaruniakan tiga orang anak yakni putra dan putri sebagai buah hati dalam keluargaku. Sungguh aku lalai untuk mengingat hari ketika aku dilahirkan secara rohani, namun Engkau tak pernah lalai untuk mengingatku dalam hidupku setiap hari’, doa ini terucap dari bibirku sebagai wujud kekaguman atas kebaikan dan keagungan Allah yang telah menciptakanku. Ingatlah hari itu dan berdiri dalam kekaguman dari kasih karunia-Nya yang menakjubkan dan itu akan terus mengalirkan rasa syukur dalam hati anda. Adakah saudara mengingat dan merayakan hari di mana Tuhan telah melepaskan kita dari kuasa DOSA dan menjadi ciptaan baru dalam YESUS? Eben-Haezer, “Sampai di sini Tuhan menolong kita”, kata Samuel sambil mengambil sebuah batu yang dijadikan sebagai batu peringatan atas kasih Tuhan, semoga saudara dan saya setiap hari mengingat pertolongan Tuhan setiap hari terjadi dalam hidup kita. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini:

Monday, January 30, 2012

SMS

Filipi 1:20–22, ”Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

Saat sekarang ini hampir semua lapisan masyarakat mempunyai alat komunikasi telepon genggam atau handphone paling sedikit satu, mulai dari yang tipe sederhana hingga yang canggih atau Smartphone. Demikian juga dengan kartu yang digunakan ada yang bersifat isi ulang maupun bayar bulanan dengan segala promosi-promosi yang diberikan oleh pihak penyedia jasa layanan tersebut. Oleh karena fungsinya, kita tidak mau terpisah dengan handphone ini. Tak heran walaupun kita telah bergerak jauh dari rumah, pasti kita akan tetap kembali mengambil handphone itu tatkala kita lupa untuk membawanya ketika kita keluar rumah. Tak heran seseorang bisa lebih membutuhkan handphonenya selalu mendampinginya dibandingkan istri atau suaminya yang selalu mendampinginya.

Saya yakin para pembaca roti pagi pun pernah mengalami pengalaman yang saya alami. Saya sering menerima SMS dari orang-orang yang tak bertanggung jawab dan bermaksud menipu misalnya, “Uangnya dikirim aja kesini Bank BNI a/n Bpk MHD RIDWAN FAHRURIZHY, No rek;023-995-6146. SMS aja klo udah kirim trims”; “Mama lagi di kantor Polisi, tolong kirim pulsa Rp 20,000 ke nomor 08121245678, penting.”; “Selamat anda telah mendapatkan undian hadiah sebesar Rp 100 juta dari TELKOMSEL, diundi tadi malam di stasiun TV pada jam 23:00. Untuk info hubungin Ir. Sudaryanto di nomor 021-5678900. Bermacam-macam reaksi kita jika mendapatkan SMS seperti di atas. Ada yang langsung menghapus SMS tersebut atau membalas SMS tersebut dengan makian.

Saya berpikir, “Mengapa tidak kita gunakan SMS ini untuk penginjilan?” Seperti ayat roti pagi kita hari ini, marilah kita gunakan kesempatan dan media yang tersedia untuk penginjilan dengan membalas dengan kata–kata yang baik, ketika SMS yang tak bertanggung jawab dan berniat menipu mengganggu hidup saudara dan saya. Saya pun melakukan hal yang sama ketika tadi malam saya mendapatkan sms yang tak bertanggung jawab dan menjawabnya dengan mengatakan, “Bertobatlah karena kerajaan Allah sudah dekat.” Banyak media komunikasi yang canggih seperti sekarang ini yang dapat kita gunakan untuk memperkenalkan Kristus sang Juruselamat kepada banyak orang. Sama seperti rasul Paulus berkata pada pagi ini, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Buah apakah yang sedang kita tumbuhkan kepada orang lain saat ini, ketika hayat masih di kandung badan atas seijin Allah? Semoga kita selalu menghasilkan buah yang baik bagi setiap orang dan hanya nama Kristus yang ditinggikan. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini:

Sunday, January 29, 2012

Gotong Royong

Galatia 6:2, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hokum Kristus.”

Berita ini kami terima tepatnya dua hari sebelum tahun 2011 akan berakhir. Tatkala banyak orang sedang sibuk untuk menyambut datangnya tahun baru, kami disibukkan dengan persiapan untuk berangkat ke kampung halaman guna menghadiri pemakaman nenek kami yang meninggal di usia 96 tahun. Telah satu bulan lamanya Ibu kami berada di kampung halaman untuk merawat nenek kami bahkan beberapa waktu sebelum Ibu kami tiba pun nenek ini sudah lama sakit. Saya mengadakan perjalanan kurang lebih dua jam lamanya melalui pesawat udara bersama dengan abang sepupu dan keluarganya untuk tiba di kota dan beberapa jam lamanya pula masih harus kami tempuh dengan menggunakan jalan darat untuk tiba di kampung nenek. Perjalanan itu kami lakukan tepatnya jatuh di hari pertama tahun 2012.

Menarik perhatian saya keadaan di rumah nenek ketika kami menginjakkan kaki di kampung halaman. Beberapa orang bekerja di rumah di mana nenek kami disemayamkan. Para bapak sedang membersihkan halaman rumah, memasang tenda, membawa alat-alat masak dengan ukuran besar, mempersiapkan tempat perapian untuk memasak dan memasang kabel-kabel lampu. Saat yang sama para ibu sibuk menyiapkan beras, bumbu-bumbu masak dan mempersiapkan semua peralatan makan yang tidak sedikit jumlahnya. Masing-masing orang bekerja dengan rajin dan seksama tanpa suatu komando. Tugas itu dikerjakan dan diselesaikan dengan gembira dan penuh sukacita untuk memberikan pelayanan terbaik buat keluarga yang berduka. Mereka ini adalah para tetangga dan sebagian keluarga Ibu saya yang tinggal di kampung yang letaknya lumayan jauh dari kampung nenek saya. Mata pencaharian mereka umumnya bertani dan hidup mereka cukup sederhana.

Sungguh luar biasa kehidupan mereka di sana, tidak diimbangi dengan tingkat pendidikan yang tinggi bahkan hidup sebagai petani maupun peladang yang serba sederhana, namun mereka hidup saling tolong-menolong seperti anjuran Allah melalui ayat roti pagi hari ini. Tanpa berhitung atas kerugian materi yang mereka korbankan karena beberapa hari lamanya tidak pergi ke lading, para petani dan peladang yang sederhana ini hidup bergotong-royong dipenuhi sukacita. Sulit bagi kita mendapatkan kehidupan seperti ini di kota besar seperti tempat kita tinggal saat ini. Masing-masing sibuk dengan kehidupan keluarga kita masing-masing tanpa peduli dengan kehidupan tetangga dan orang lain pada umumnya. Dapatkah tuntutan hukum Kristus dalam ayat kita pagi ini terlaksana dalam hidup kita saat ini? Sudahkah saudara dan saya hidup sebagai orang yang selalu siap tolong menolong dalam menjalankan misi pelayanan gereja yang Khalik kita telah tugaskan kepada kita? Atau mungkin kita sibuk dengan kegiatan kita masing-masing yang kelak menghasilkan keagungan pribadi kita gantinya keagungan nama Khalik, si Pemberi Hidup itu? Mari kita renungkan ayat pagi ini. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini:

Saturday, January 28, 2012

Quiz Follow The Bible 28 Januari 2012

Pilihlah jawaban dengan memilih pilihan pada kotak yang disediakan.
Setelah itu klik Melihat Hasil


Pertanyaan #1: Bagaimana cara Musa membelah laut Teberau?




Pertanyaan #2: Bagaimana cara Musa, dengan pertolongan Tuhan, membuat air di Mara menjadi manis?




Pertanyaan #3: Mengenai apakah hukum ke-4 dan hukum ke-9?




Pertanyaan #4: Jika meminjamkan uang kepada orang miskin, maka harus:




Pertanyaan #5: Dalam satu tahun, berapa kali bangsa Israel mengadakan perayaan bagi Tuhan?




Pertanyaan #6: Tabut perjanjian terbuat dari:




Pertanyaan #7: Minyak untuk lampu di Kemah Pertemuan, terbuat dari:




Pertanyaan #8: Pada usia di atas berapa tahunkah yang wajib memberikan persembahan khusus kepada Tuhan?




Pertanyaan #9: Minyak urapan yang kudus terbuat dari mur, kayu manis, tebu serta:




Pertanyaan #10: Kedua loh hukum Allah, loh batu, ditulis oleh:





“Wiper” Penolongku

Mazmur 51:9, 11, 14-15 “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku. Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.”

Hari telah cukup malam, telah lewat pukul Sembilan. Bulan dan bintang-bintang terlihat enggan untuk memantulkan sinarnya. Menatap ke langit, yang terlihat hanya awan gelap dan tebal. Langit tak kuasa menahan butiran-butiran air yang terkumpul di awan-awan, sehingga jatuh demikian derasnya dalam bentuk hujan yang membasahi bumi. Saya pun berlindung dari deraian hujan yang demikian derasnya di dalam mobil sambil mengemudikannya pulang menuju ke rumah.

Putaran demi putaran mobil pun bergerak maju dengan lancar, masih terlihat banyak kendaraan roda empat yang lalu lalang di jalanan pada malam itu. Hujan pun bertambah deras menumpahkan air ke bumi, wiper mobil pun saya nyalakan untuk mengimbangi derasnya aliran air yang turun ke atas kaca mobil agar tidak mengganggu perjalanan saya. Namun, di luar dugaan saya … tiba-tiba angin puting beliung pun datang. Terlihat jelas olehku, air hujan bagaikan diputar oleh kincir air, ibarat penari yang sedang bergoyang-goyang di atas panggung, ia pun menari-nari di udara, berputar sekencang-kencangnya. Tak satu pepohonan pun yang sanggup bertahan untuk tidak bergoyang akibat kekuatan tenaga angin puting beliung tersebut. Cuaca tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat, bahkan wiper mobil saya pun tak sanggup menandingi kencangnya deburan air yang jatuh di atas kaca. Lebih mengkhawatirkan saya yakni jarak pandang saya ke mobil yang berada di depan saya untuk sejauh tiga meter saja pun sudah sulit terlihat dengan jelas. Hampir seluruh mobil yang bergerak di jalan raya menyalakan lampu “darurat” sambil berjalan dengan kecepatan 20-30 km/jam maksimum.

“Wow … demikian hebatnya dosa menutupi pandangan kita dari kasih Yesus”, pikirku dalam hati. Sama seperti gelapnya cuaca bahkan kabut yang meliputi menghalangi perjalanan saya malam itu, demikian jahatnya dosa dan kecenderungan kita untuk berbuat dosa yang berdiam dalam diri kita, menghalangi perjalanan dan pergerakan hidup rohani kita untuk bertumbuh setiap hari. Roh Kudus yang selalu memberikan tuntunan bagi kita pun sulit kita lihat dan kenali sehingga arah perjalanan yang kita tempuh tidak jarang berbalik arah dari arah jalan yang seharusnya kita lalui oleh bimbingan Roh-Nya. Kita memerlukan Alkitab sebagai bahan pedoman bagi perjalanan hidup kita, bagaikan “wiper” yang berfungsi untuk memberikan penerangan dalam perjalanan kita. Dalam doa yang berserah dan dengan menggunakan Alkitab sebagai “wiper” dan “kompas”, maka kita akan sanggup melewati setiap jenis perjalanan dan tiba di terminal tujuan rohani kita yakni “kerajaan surga” dengan selamat dan bersukacita. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini:

OPERATION GLOBAL RAIN

Doa Bersama Memasuki Malam Terakhir


Jumat malam 27 Januari 2012 terasa sejuk di Perumahan Kemang Pratama. Udara dingin berusaha menelisik ke dalam tubuh Di langit sebelah Barat, bulan sabit bersinar agak redup. Tetapi cuaca cukup cerah. Sepanjang hari ini jalanan di Jakarta, Bekasi, Cikarang macet total. Demo buruh berlangsung seharian. Banyak anggota jemaat Kemang Pratama yang terjebak macet hingga cukup larut malam ini. Namun anggota jemaat yang telah tiba di rumah, bergegas untuk hadir di gereja. Jam menunjukkan pukul 19:55 saat acara Doa Bersama di malam ke-10 ini dimulai. Bapak Mulana Simanjuntak sebagai Prayer Leader memimpin di mimbar. Doa buka dilayangkan oleh Didin.


Tema Doa Bersama malam terakhir ini adalah “Rasa Syukur Yang Menggembirakan”. Renungan dibawakan oleh gembala jemaat Pendeta Sonny Kapitan. “Tuhan mau agar kita mengangkat rasa syukur kepada Tuhan bila kita memasuki pelataran-Nya. Tuhan ingin kita bersyukur di dalam kaabah-Nya,” ucap Pendeta Sonny memulai renungan dengan membuka Mazmur 100 : 4. “Kita acap lupa untuk bersyukur Sepatutnya kita tidak hanya meminta kepada Tuhan. Kita juga patut bersyukur dan memuji Dia untuk semua yang kita telah peroleh.” lanjut Pendeta Sonny kepada jemaat yang mendengarkan dengan tekun. “Raja Daud selalu bersyukur kepada Tuhan karena keadilan-Nya dan bermazmur bagi nama Tuhan yang Maha Tinggi. Bermazmur adalah menyanyi dan memuji Tuhan. Ini perlu kita lakukan selalu,” kata Pendeta Sonny seraya mengutip Mazmur 7 : 18. Di akhir renungan singkat 10 menit ini, Pendeta Sonny menyimpulkan bahwa iblis berusaha menghalau kita saat kita mau memuji Allah. Kita harus tetap mengangkat pujian bagi Allah, karena dengan memuji Allah maka kita akan mengalahkan musuh jahat itu dan kita akan memperoleh kemenangan.

Jemaat berpisah ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk bersekutu bersama dalam doa.
Bapak Mulana memandu di depan. Pokok-pokok doa yang akan didoakan dalam persekutuan Doa Bersama malam terakhir ini adalah : memohon kecurahan Roh Kudus untuk menuntun

jemaat Kemang Pratama di dalam pelayanan kepada Tuhan, agar Roh Kudus memimpin langkah setiap anggota jemaat untuk melaksanakan tugas pelayanan dalam roh persatuan. Kita juga mendoakan yang dalam pemulihan kesehatan yaitu Bapak Erie dan Ibu Surbakti, mendoakan rencana operasi dari Ibu Rachel Hasyim dan Bapak Sontani Purnama. Kita bawakan dalam doa keluarga Tina Wira agar anak-anak dan cucu-cucu boleh menerima kebenaran, mendoakan anak-anak ibu Etty Sukaryati. Kita berdoa bagi keluarga Riwayat Peranginangin yang merindukan kehadiran keturunan dalam rumah tangga. Tak lupa kita sisipkan dalam doa satu rumah tangga yang tengah mengalami pergumulan. Mendoakan bagi keluarga yang membutuhkan pekerjaan dan berdoa untuk setiap keluarga di jemaat Kemang Pratama.

Tiap-tiap anggota dalam kelompok kecil bergantian mengucapkan 4 bagian doa
yaitu, pujian, pengakuan dosa, bersyukur
dan permohonan. Di akhir dari tiap bagian, Prayer Leader menyanyikan satu ayat dari Lagu Sion yang diikuti oleh semua kelompok. Satu ayat dari alkitab dikutip dan disambung dengan doa singkat oleh Bapak Mulana. Di akhir bagian permohonan, lagu "Kepada Allah Bri Puji" dinyanyikan bersama. Pendeta Sonny Kapitan menutup kebaktian Doa Bersama dengan doa berkat.

Puji syukur kepada Tuhan yang telah memimpin jemaat Kemang Pratama
selama 10 malam berturut-turut mulai tanggal 18 Januari 2012 hingga malam ini. Jemaat merasakan berkat sukacita dari malam ke malam bersekutu bersama dengan penuh kasih persaudaraan, menyembah Tuhan, berdoa dan melayangkan permohonan agar Roh Kudus tercurah kepada semua anggota jemaat. Puji Tuhan untuk persekutuan yang indah di dalam Operation Global Rain, Doa Bersama 10 hari, yang penuh berkat. Roh Kudus kiranya memimpin setiap langkah pelayanan dan kehidupan kita dari sekarang hingga Maranatha. Amin !

- goodnews -

OPERATION GLOBAL RAIN : Kelas Anak-anak

Doa bersama 10 Hari, Jumat hari ke-10

Kelompok Doa Anak-anak

Tema : Rasa Syukur Yang Menggembirakan

Malam Sabat ini merupakan malam terakhir doa sepuluh malam. Tanpa terasa anak-anak meng-akhiri malam doa hari ke-10 dengan tetap semangat. Acara dimulai tepat pukul 19.30. Anak-anak yang hadir malam kesepuluh atau malam doa ter-akhir yaitu Angela K., Dennis, Verel Sormin, Kimberly, Irel, Yehu, Yehezkiel beserta beberapa ibu.

Pemimpin acara oleh Yeheskiel Kapitan dan acara dimulai dengan mengundang kehadiran Roh Suci dengan berdoa didalam hati masing-masing. Lagu pembukaan dengan judul “Tuhan Pimpin" dengan pianis Kimberly Simanjuntak dan dilanjutkan dengan doa buka oleh Angela K. Sebuah lagu special dibawakan oleh Irel dan Kimberly Simanjuntak kemudian dilanjutkan dengan kesaksian permohonan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan oleh setiap anak serta kesaksian ketika mengikuti malam-malam doa selama sembilan malam.

Renungan Firman Tuhan diberikan secara singkat oleh ibu S. M Kapitan dan Kimberly Simanjuntak beserta semua anggota dan juga anak-anak yang hadir, yang diambil dari materi sepuluh malam doa. Setiap anak kembali membacakan satu ayat dari Alkitab, yang merupakan ayat-ayat yang diambil dari materi pembahasan, kemudian memberikan sedikit penjelasan dari ayat yang mereka baca yang merupakan aplikasi atau contoh kehidupan yang terjadi yang berhubungan dengan rasa syukur yang menggembirakan dan doa penyembuhan bagi orang orang yang sakit.

“Doa Persatuan” diikuti oleh semua anak-anak yang hadir yang diselingi oleh lagu pujian sebelum menyampaikan urutan-urutan doa dimulai dari doa Penyembahan dan Pujian, doa Pengakuan, doa Permohonan dengan topik doa : mendoakan Firman Tuhan, mendoakan Pendeta, Pengabar Injil, orang tua, bayi-bayi yang baru lahir yaitu Vanya, Scott dan Nia Simanjuntak, mendoakan kehadiran anak-anak, mendoakan anak-anak yang sedang sakit, dan mendoakan anak-anak yang sedang ujian, dll. dilanjutkan dengan doa ucapan Syukur. Sebagai lagu penutup doa persekutuan yaitu lagu sion nomor 2 “Kepada Allah Bri Puji” dan diakhiri dengan “Doa Bapa Kami” yang diucapkan secara bersama-sama sambil bergandengan tangan. Tuhan Memberkati. Amin. Selamat Sabat.


-Sitimei K.-

Friday, January 27, 2012

Tidak Ada Dalam Kamus Saya


Amsal 18:12, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”










“Malam bos, sorry kalau ganggu, saya lagi di Jakarta mengikuti workshop dari kantor. Sehatkan Pak?” Pesan singkat ini saya terima pada pukul Sembilan lewat dua puluh dua menit di malam hari. Mata saya belum terpejam karna mengikuti kegiatan Doa Bersama di gereja, bahkan saya sedang menyetir mobil saat pesan singkat itu masuk. Mengingat pesan singkat ini datang dari mantan tim kerja di perusahaan sebelumnya sekitar enam tahun yang lalu, saya merasa penting untuk menelepon dia saat itu juga.

“Apa kabar nih yang udah jadi orang hebat”, tegurku melalui telepon. Kami pun terlibat dalam obrolan panjang pada malam itu. “Liat”, itulah nama aslinya. Seorang yang berpenampilan sederhana, memiliki latar belakang ilmu hukum. Pembawaannya yang tenang itu membawa keberhasilan dalam tugasnya sebagai seorang Manajer Personalia di perusahaan bahkan karirnya pun bertambah meningkat terbukti dengan keberhasilannya mendapatkan pekerjaan yang baru dengan penghasilan lebih dari dua kali lipat lebih besar dari penghasilan di perusahaan sebelumnya. “Boleh donk Liat agat sombong sedikit nih … gimana nggak sombong, sekarang kerja lokasinya persis di tengah kota, perusahaannya cukup bagus belum lagi penghasilannya berlipat di terima”, demikian ucapan keluar dari mulut saya memancing reaksinya. “Wah …. gak gitulah Pak. Mudah-mudahan dalam hal ini saya tidak akan berubah, “nggak adalah kamus sombong untuk saya”. Lagian kenapa harus jadi sombong kalau pun kita mendapatkan berkat yang lebih, justru harus bersyukur dan merendahkan hati”, jawab sang ayah dari dua anak yang masih berusia tiga puluhan tahun dan beragama Kristen ini.

Memang benar, bahwa ia sesungguhnya sangat rendah hati. Tidak heran dia dapat dengan baik menyelesaikan permasalahan perburuhan di perusahaan acapkali hal itu harus dihadapinya, karena sifatnya yang rendah hati. Patut untuk kita teladani orang-orang yang rendah hati dalam segala hal sama seperti teladan Yesus ketika ia hidup di dunia ini. Ingin dihormati orang lain? Hiduplah dengan rendah hati, siap melayani setiap orang dengan tulus dan sukarela, kehormatan itu dengan sendirinya akan mendampingi hidup saudara dan saya. Lebih dari itu, marilah masing-masing kita mencapai kehormatan yang datangnya dari Allah, maka kita akan menjadi warga surga kelak. Siapakah yang dapat memberikan kehormatan lebih besar dibanding kehormatan yang Allah berikan sehingga kita layak menjadi anak Allah dan warga surga? Sejak hari ini, hiduplah rendah hati dan kejarlah kehormatan yang datangnya dari surga dan kekal gantinya kehormatan yang diberikan dunia ini dan bersifat sementara. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan tombol “Tell A Friend” dibawah in

OPERATION GLOBAL RAIN

Doa Bersama 10 hari malam ke-9
Tema : Obedient Surrender/Maturity in Christ
Di tengah hujan yang cukup deras, doa bersama 10 hari Gereja Kemang Pratama memasuki malam ke-9. Acara dimulai tepat pukul 19.30 WIB. Sebagai pemimpin acara Sdr. Viertin Tobing. Diawali lagu pembukaan lagu sion no. 83 – “Berserah kepada Yesus”, dan di lanjutkan dengan doa buka disampaikan oleh Ibu Ully Tambunan. Mendahului firman, sebuah lagu special dibawakan oleh seluruh bapak-bapak. Pembawa firman malam ini adalah Bp. Jeffry Eman, dengan judul “Obedient Surrender-Maturity in Christ”.

Firman dibuka dengan membacakan sebuah ayat dari buku Kisah Para Rasul 1 : 14 – “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, Ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus”. Ketika Yesus akan meninggalkan dunia ini, di dapati bahwa murid-muridnya merasa mereka lebih penting daripada yang lain. Memiliki ego yang tinggi dan selalu mementingkan diri sendiri. Akan tetapi sebelum Yesus naik ke surga, Dia menyatakan kepada murid2nya agar meninggalkan tabiat menonjolkan diri, dan menanggalkan sifat Ego dan mementingkan diri sendiri. Murid-murid Yesus bertekun dalam doa bersama-sama, dan mereka menerima kecurahan Roh Kudus atas penyerahan diri mereka kepada Allah. Bp. Jeffry Eman menambahkan, kecurahan Roh Kudus akan kita terima saat kita meninggalkan kepentingan pribadi, penyerahan diri secara total kepadaNya, mengikut DIA dan memikul SalibNYa. Seperti tertulis dalam Matius 4 : 25 – “Maka orang banyak berbondong-bondong mengikut DIA, mereka datang dari Galelia dan dari Dekapolis, dari Yerusalem, dan dari Yudea, dan dari seberang Yordan”.

Selanjutnya, kelompok doa dibentuk dengan beranggotakan 5 orang tiap kelompok. Adapun pokok2 doa yang di sampaikan adalah sbb: 1. Kerinduan Oma Tina dan Ibu Adelin agar anak, menantu dan cucu menerima kebenaran, 2. Anggota keluarga yang bersukacita atas bertambahnya anggota keluarga baru – Kel. Donny Ham, Erhart Tobing dan Pada Simanjuntak, 3. Rencana Sdri Vira untuk melahirkan bulan Feb, 4. Kesehatan kandungan Sdri. Diana Tampubolon, 5. Sdr2 yang sedang mencari pekerjaan, 6. Anggota jemaat yang sedang sakit ; Bp. Eri, Ibu Surbakti, Bp. Sontani Purnama, Ibu Rachel, 7. Kerinduan Kel. Riwayat Perangin-angin untuk mendapatkan keturunan, 8. Family of the Month bulan January – Kel. Richard Pelaupessy, 9. Persatuan dan kesatuan Jemaat Kemang Pratama di dalam pelayanan, 10. Gereja Tambun & Cibadak dalam hal Ibadah.

Doa ACTS dan bacaan ayat2 Alkitab dipimpin oleh Sdr. Viertin Tobing dan Bp. Munas Tambunan dalam hal puji2an dan doa. Setelah seluruh process doa Adoration-Confession-Thanks Giving-Supication berakhir, seluruh anggota menyanyikan lagu sion no. 2 “Kepada Allah Bri Puji” dan dilanjutkan doa berkat yang dilayangkan oleh Gembala Jemaat Pdt. Sonny Kapitan. Acara doa bersama 10 hari malam itu berakhir tepat pukul 21.10 WIB, diakhiri dengan anggota jemaat keluar secara teratur dan bersalaman dengan pembawa acara. Seluruh anggota jemaat yang hadir merasa terberkati atas doa2 yang telah dilayangkan pada malam itu. Semoga berkat luar biasa ini dapat diterima kembali pada besok malam. Mari datang bersekutu di jemaat Kemang Pratama besok malam, karena minggu sembahyang doa bersama 10 hari akan memasuki hari terakhir, hari ke 10 pada besok malam.

Terimalah berkat sukacita atas doa2 yang telah kita sampaikan. Terimalah berkat sukacita atas penyerahan diri sepenuhnya kepadaNYA. Dan, terimalah berkat sukacita atas Hujan Akhir. Tuhan memberkati!

-Lynda Karman-

OPERATION GLOBAL RAIN : Kelas Anak-anak

Doa bersama 10 Hari, hari ke-9, Kamis.

Kelompok Anak-anak

Tema : Penurutan Yang Berserah

Malam Doa hari ke-8, setiap anak-anak datang dengan penuh sukacita hadir untuk mengikuti 10 hari doa. Acara dimulai tepat pukul 19.30. Kehadiran anak-anak mulai dari yang belum sekolah hingga yang remaja. Anak-anak yang hadir malam kesembilan yaitu Arthur, Angela, Kimberly, Irel, Yehu, Yeheskiel beserta beberapa orang ibu.

Acara dimulai dimana setiap anak-anak berdoa didalam hati masing-masing yang dipimpin oleh Irel. Lagu pembukaan dinyanyikan dengan judul “Inilah Jamku Berdoa” dengan pianis Kimberly Simanjuntak dan dilanjutkan dengan doa buka oleh Arthur. Sebuah lagu special dibawakan oleh Angela K dan Irel. Selanjutnya anak-anakpun memberikan kesaksian berupa permohonan untuk didoakan dan ucapan syukur kepada Tuhan.

Firman Tuhan dibawakan oleh oleh ibu Donna Kore dan juga semua anggota yang hadir, yang diambil dari materi sepuluh malam doa dimana setiap anak berpartisipasi dalam membacakan ayat-ayat Alkitab sambil menerangkan isi dari ayat yang mereka baca yang merupakan contoh-contoh kehidupan sehari hari yang memiliki aplikasi dari kehidupan dan lebih dijelaskan lagi oleh ibu Donna Kore agar anak anak dapat menuruti perintah Allah dan melakukannya dengan penuh penyerahan.

Selanjutnya “Doa Persatuan” diikuti oleh semua anak-anak yang hadir yang diselingi oleh lagu pujian sebelum menyampaikan urutan-urutan doa dimulai dari doa Penyembahan dan Pujian, doa Pengakuan, doa Permohonan dengan topik doa : mendoakan Firman Tuhan, mendoakan Pendeta, Pengabar Injil, orang tua, bayi-bayi yang baru lahir yaitu Vanya, Scott dan Nia Simanjuntak yang baru lahir hari ini, mendoakan kehadiran anak-anak, dan mendoakan anak-anak yang sedang ujian, dll. dan dilanjutkan dengan doa ucapan Syukur. Lagu penutup doa persekutuan dari lagu sion nomor 2 “Kepada Allah Bri Puji” dan diakhiri dengan “Doa Bapa Kami” yang diucapkan secara bersama-sama sambil bergandengan tangan. Tuhan Memberkati. Amin. Sampai berjumpa..

Pelajaran Sekolah Sabat - 4

Kita ikuti pembahasan pelajaran Sekolah Sabat nomor 4 "Sekilas tentang Allah kita - Allah Kasih Karunia dan Penghakiman" dibawakan oleh Pdt David Panjaitan - Direktur Pemuda Advent UIKB dan Ev. Bruce Sumendap.  Selamat mengikuti.

Thursday, January 26, 2012

Palu Penghancur Kaca Tapi Pembentuk Baja


Yakobus 1:12, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

“Palu menghancurkan kaca, tapi palu membentuk baja”, demikian pepatah kuno dari Rusia menyebutkan. Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini? Jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu masalah menghantam kita, maka dengan mudah kita putus asa, frustrasi, kecewa, marah dan remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

“Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja!” Mental baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur ketika masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya. Mengapa demikian? Sebab orang yang bermental baja selalu menganggap bahwa masalah adalah sebuah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah terlebih dahulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mental baja selalu menyadari itu adalah baik bagi dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru. Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita gantinya kita melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita, jika kita adalah “kaca”. Pemikiran ini yang menguatkan hati saya pagi ini ketika kemarin pagi istri saya tiba-tiba berkata, “Oh .. ya Ma, aku terima bbm katanya abang memutuskan keluar dari perusahaan tempat ia kerja karena diminta harus masuk pada hari Sabtu.” Sesungguhnya, hati saya merasa sedih, mengapa masalah ini muncul dan muncul kembali, sementara abang kami baru beberapa bulan yang lalu pindah kerja .. eeh .. sekarang sudah harus menganggur lagi untuk sementara waktu mencari pekerjaan. Saya teringat kepada cerita dan pengalaman Ayub. Namun karena Ayub memiliki mental “baja”, ia mengalami sebuah proses pematangan jiwa dan imannya dengan sempurna hingga akhirnya ia pun menikmati apa yang disebut dengan “happy ending”. Allah menolong kita hari ini untuk selalu bermental “baja”, sebab besar upah yang disediakan Khalik kita kelak. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini:

OPERATION GLOBAL RAIN

Doa Bersama 10 hari malam ke-8
Tema : Berkorban dengan rendah hati/Keuangan yang mendukung Pekerjaan Tuhan
Memasuki malam ke-8 doa 10 hari bersama umat Advent sedunia di Kemang Pratama, Puji Tuhan, firman telah disampaikan oleh Penasihat Wilayah IV, Pendeta Arbeni Sagala selaku Direktur Komunikasi Konferens DKI Jakarta.

Acara di mulai sedikit terlambat dengan tujuan menunggu beberapa anggota jemaat yang belum tiba mengingat malam itu turun hujan.
Tepat pukul 07.45 WIB acarapun di mulai, dengan pemimpin acara Sdr. Jamesson Silitonga. Lagu pembukaan diambil dari LS No. 170 – “Aku suka dalam kerja rajaku”, dilanjutkan doa buka dibawakan oleh Sdr. Jamesson Silitonga. Mengawali firman, sebuah lagu special dibawakan oleh Kel. Pdt. Sonny Kapitan dan Kel. Jamesson Silitonga, lagu dibawakan dengan begitu baik oleh karena di dalamnya terselip bahasa Mandarin. Puji Tuhan!

Firman disampaikan oleh Pdt. Arbeni Sagala, didahului dengan pemaparan singkat mengenai apa dan bagaimana 10 hari berdoa bersama Umat Advent Sedunia, dan mengapa kita perlu berdoa. Di dalam penjelasannya, Doa merupakan nafas hidup. Doa menghubungkan kita dengan Sang Pencipta. Doa adalah komunikasi vertikal kita dengan Allah Penguasa bumi dan segala isinya. Banyak berdoa, banyak kuasa. Sedikit berdoa, sedikit kuasa. Tidak berdoa, tidak ada kuasa.

Sebuah ayat pembuka dari Pilipi 2:3-9 - “Jangan biarkan sesuatu pun dilakukan karena ambisi suka mementingkan diri sendiri atau kecongkakan, tetapi di dalam kerendahan hati membiarkan setiap orang menganggap orang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. Biarlah setiap orang mencari bukan hanya kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Biarlah pikiran ini berada didalam mu yang terdapat juga didalam kristus Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan , melainkan telah mengosongkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”.

Pendeta Arbeni Sagala menambahkan, dalam satu kutipan buku Roh Nubuat – The Desire of Ages, page 173, mengatakan “Ketika Roh Allah ada di dalam hati, Roh Allah mengubah hidup. Pemikiran-pemikiran yang penuh dosa akan menjauh, perbuatan jahat ditinggalkan; kasih, kerendahan hati, dan damai mengambil tempat kemarahan, iri hati, dan perselisihan. Kegembiraan mengambil tempat kesedihan, dan wajah akan memantulkan cahaya dari surga”.
Kelompok2 doa dibentuk dengan beranggotakan 5 orang tiap kelompok, beberapa pokok doa yang perlu di doakan, spt : Anggota Jemaat yang sedang sakit Bp. Eri, Ibu Surbakti, Bp. David Tampubolon, Ibu Yunita, Bp. Sontani Purnama. Permohonan Oma Tina dan Ibu Adeline agar anak, menantu dan cucu untuk dapat menerima kebenaran, keluarga2 yang tengah berbahagia atas bertambahnya anggota keluarga baru – Kel. Donny Ham, Erhart Tobing, dan Padan Simanjuntak, kerinduan keluarga Riwayat Perangin-angin atas kehadiran seoarang anak, Family of the Month bulan January – Kel. Richard Pelaupessy atas permohonan yang telah mereka sampaikan agar berkenan kepadaNya dan Dia menjawab doa2 mereka, Gereja Tambun dan Cibadak dalam hal perbaktian, persatuan dan kesatuan jemaat Kemang Pratama di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.
Doa ACTS di pandu oleh pemimpin acara, Sdr Jamesson Silitonga dengan membacakan ayat2 Alkitab dan lagu2 sion sebagai pendukung tiap tahapan doa. Setelah semua tahapan doa Adoration-Confession-Thanks Giving-Supplication berakhir, anggota jemaat menyanyikan lagu sion no.2 “Kepada Allah Bri Puji”, dilanjutkan doa berkat yang disampaikan oleh Gembala Jemaat Pdt. Sonny Kapitan. Acara doa bersama 10 hari malam ini berakhir tepat pukul 21.00 WIB, diakhiri dengan bersalaman dengan pembawa acara selanjutnya mengambil foto bersama.
Mari kita datang kembali pada besok malam, DIA menanti untuk membagikan berkatNYA kepada kita. Berkat Tuhan kiranya menjadi bagian kita semua. Bersiaplah menerima curahan Roh Kudus melalui Hujan Akhir.Tuhan memberkati!
-Lynda Karman-
Doa Bersama 10 Hari, hari ke-8 Kelas Anak-anak

Tema : Berkorban dengan Rendah Hati

Malam doa hari ke-8, dimana anak-anak dengan sukacita datang kembali untuk menghadiri 10 hari doa. Acara dimulai tepat pukul 19.30. Beberapa anak datang setengah jam sebelum acara dimulai dan anak-anak yang hadir malam kedelapan yaitu Arthur, Angela, Jeremy, Kimberly, Irel, Yehu, Yeheskiel beserta beberapa ibu.

Acara dimulai dengan mengundang kehadiran Roh Suci dengan berdoa didalam hati masing-masing yang dipimpin oleh ibu Lenny S. Lagu pembukaan dinyanyikan dengan semangat oleh anak-anak dengan judul “ Tuhan Pimpin “ dengan pianis Kimberly Simanjuntak dan dilanjutkan dengan doa buka oleh Irel. Sebuah lagu special dibawakan oleh Semua anak dan dilanjutkan dengan kesaksian permohonan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan oleh masing-masing anak.

Renungan Firman Tuhan diberikan secara singkat oleh ibu S. M Kapitan beserta semua anggota dan juga anak-anak yang hadir, yang diambil dari materi sepuluh malam doa. Masing-masing anak membacakan satu ayat dari Alkitab, yang merupakan ayat-ayat yang diambil dari materi pembahasan, kemudian memberikan sedikit penjelasan dari ayat yang mereka baca yang merupakan aplikasi atau contoh kehidupan yang terjadi sehari hari yang sering terjadi dan memiliki makna berkorban dengan rendah hati kepada Tuhan, serta menekankan pentingnya anak-anak untuk memberikan persembahan kepada Tuhan dengan tulus dan penuh sukacita kerendahan hati.

“Doa Persatuan” diikuti oleh semua anak-anak yang hadir yang diselingi oleh lagu pujian sebelum menyampaikan urutan-urutan doa dimulai dari doa Penyembahan dan Pujian, doa Pengakuan, doa Permohonan dengan topik doa : mendoakan Firman Tuhan yakni Keuangan yang mendukung pekerjaan Tuhan, mendoakan Pendeta, Pengabar Injil, orang tua, bayi-bayi yang baru lahir yaitu Vanya, Scott dan Nia Simanjuntak, mendoakan kehadiran anak-anak, mendoakan anak-anak yang sedang sakit, dan mendoakan anak-anak yang sedang ujian, dll. dilanjutkan dengan doa ucapan Syukur ..Sebagi lagu penutup doa persekutuan yaitu lagu sion nomor 2 “Kepada Allah Bri Puji” dan diakhiri dengan “Doa Bapa Kami” yang diucapkan secara bersama-sama sambil bergandengan tangan. Tuhan Memberkati. Amin. Sampai berjumpa pada malam doa ke-9.

-Mei-

Wednesday, January 25, 2012

Ketemuan Yuk

Amsal 22:1, “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada emas dan perak.”



“Lagi sibuk? Kapan ketemuan kalau lagi ngantor di TB Simatupang”, pesan ini saya terima dari mantan atasan saya melalui sms tepat pada pukul 8.43 di malam hari. “Hello Pak, saya atur waktu minggu ini. I will let you know Pak”, jawab saya melalui fasilitas pesan singkat yang sama. Beliau adalah seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan industri manufaktur di Jakarta ini. Saya menjadi tim beliau untuk masa kerja selama hampir tiga tahun lamanya. Hubungan kami sangat baik selama bekerja, memiliki beberapa persamaan dalam sifat dan cara kerja, sehingga tidak ada kesulitan bagi saya untuk mengetahui selera yang ia inginkan, bahkan demikian dekatnya hubungan saya dengan beliau, sehingga terasa seperti sahabat, saling berbagai cerita baik pekerjaan maupun mengenai pribadi dan rumah tangga di antara kami berdua.


Tujuh bulan lamanya saya telah melanjutkan berkarir di tempat yang lain, namun komunikasi kami selalu terjalin. Empat hari berselang, saya mengirimkan sms kepada beliau, “Pak, saya rencana jam 2 mampir ke kantor, apa bapak available? Delapan menit kemudian saya menerima jawaban, “Saya ada meeting, jangan ke kantorlah, ketemu di luar aja jam 4 sore atau jam 5 sore sambil nyantai.” Sore itu pun saya bertemu dengan beliau sekitar jam empat lebih dua puluh menit di tempat yang telah kami sepakati. “Ngomong-ngomong, sampai jam berapa nih kita bisa ngobrol. Ini kan hari Jumat, saya tau kamu jam mahgrib sudah harus meninggalkan semua pembicaraan bisnis”, tanya sang mantan bos sesaat pertemuan kami mulai. Kami pun berbincang-bincang hingga pukul lima lebih tiga puluh menit di sore hari itu.


Perbincangan sore itu cukup berkesan buat saya. Beliau menceritakan panjang lebar tentang situasi perusahaan yang saya tinggalkan tujuh bulan yang lalu secara detail. Banyak pertanyaan yang saling dilontarkan dalam pembicaraan kami berdua. Satu hal yang saya garis bawahi bahwa beliau meminta pertolongan saya untuk tetap memberi motivasi dan bimbingan kepada mantan tim saya sebelumnya di perusahaan itu untuk dapat memberikan pelayanan seperti yang pernah saya lakukan kepada beliau. Juga beliau membuka kesempatan agar saya mau untuk kembali bergabung kelak dengan perusahaan, jikalau proyek yang saat ini tengah menunggu jawaban disetujui. Ayat renungan kita pagi ini menandaskan bahwa nama baik sangat perlu dijaga dan dipertahankan dalam hubungan dengan setiap orang, bahkan melebihi kekayaan besar. Seberapa pun kekayaan seseorang, itu semua dapat dinilai, namun nama baik tidak dapat dinilai dengan uang tetapi tidak pernah hilang dari perasaan. Hendaknya umat-umat Tuhan memiliki reputasi, nama baik yang tetap terpelihara dengan baik sehingga nama Yesus ditinggikan oleh banyak orang melalui kehidupan kita. Amin.


Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini: