Showing posts with label Dorkas. Show all posts
Showing posts with label Dorkas. Show all posts

Sunday, February 20, 2011

Mengunjungi Ibu Surbakti Di RS Awal Bros

Cuaca yang teduh pagi ini membuat kami tidak merasa bahwa hari sudah siang. Hari Selasa 15 Februari 2011, kebetulan hari libur. Tepat pukul sepuluh pagi kami sudah berkumpul di lobby RS Awal Bross, Bekasi, dimana Ibu Surbakti sudah dirawat selama 5 hari. Ada Ibu Reni dan Ibu Imelda kedua putri beliau yang menemani ketika kami masuk di ruang 410. Dengan penuh sukacita Ibu Surbakti menyambut kedatangan kami. Ruangan rawat inap ini terasa hangat karena beliau dengan semangat langsung memberikan kesaksian bagaimana begitu banyak keajaiban yang dialami padahal peristiwa duka baru dilalui (ketika suami meninggal secara mendadak) dimana ketika itu beliau sendiri dalam pengawasan dokter karena sakit jantung. Rancangan Tuhan memang kita tidak bisa mengerti tetapi di balik semua itu Tuhan memiliki kuasa yang ajaib terbukti dari kejadian yang dialami beliau karena walaupun sakit tetapi beliau masih memiliki kemampuan untuk berfikir secara cermat dan bijaksana sehingga perawatan yang diberikan oleh dokter bisa dilakukan dengan baik.

Kami menyampaikan pesan bahwa jemaat Kemang Pratama selalu mendoakan Ibu Surbakti agar mendapat kesembuhan sempurna dari Tuhan. Ibu Meiske selaku pimpinan Departemen Dorkas dan BWA juga menyampaikan bingkisan kasih. Sebagai pembuka kebaktian lagu “Percaya Yang Menang” dinyanyikan bersama-sama,doa buka dilayangkan oleh Bapak David Tampubolon. Sebelum renungan yang dibawakan Ibu Evelyn, lagu sepesial dinyanyikan oleh trio Velan, Veber dan Junior. Renungan kali ini diambil dari kitab Efesus, yang berisikan, “agar kita senantiasa bersyukur untuk segala sesuatu di dalam nama Yesus.” “Mengartikan ayat ini memang tidaklah mudah karena bagaimana mungkin jika kita di dalam susah kita bersyukur. Tetapi jika kita renungkan bahwa yang dimaksud adalah jika kita mengalami peristiwa demi peristiwa maka kita akan bersyukur karena kita jadi mengerti bagaimana kita bisa melalui setiap perkara bersama dengan Yesus.”, kata ibu Evelyn. “Kita tidak bisa menjadi kuat dan mengerti jika kita tidak lebih dahulu mengalami peristiwa demi peristiwa. Itu terbukti dari kesaksian yang disampaikan oleh Ibu Surbakti tadi beliau dimampukan untuk melalui semua kesusahan yang datang.”, lanjut ibu Evelyn menutup renungan di pagi ini. Lagu “Tiada Sahabat Seperti Yesus” yang dinyanyikan bersama terasa begitu menyejukkan hati karena memang tidak ada sahabat yang penuh ajaib selain Yesus.

Sebelum mengakhiri kunjungan kami kembali mendengarkan begitu banyak pengalaman yang sangat berharga yang sudah dialami oleh Ibu Surbakti ketika masih muda dahulu yang betul-betul menguatkan iman, kerinduan beliau saat ini jika masih ada kesempatan beliau ingin menggunakan masa tua ini untuk bersaksi kepada orang lain agar orang bisa mengerti bahwa mujisat itu nyata. Tetapi yang tak kalah penting dari semua itu beliau juga ingin bisa bernyanyi trio bersama kedua putri tercinta. So, buat Reni dan Imelda jangan ditunda-tunda lagi, semoga di Sabat nanti jemaat Kemang Pratama sudah bisa menyaksikan penampilan dari Tiga Diva Surbakti.

Get well soon ya ibu Surbakti…


-butterfly-

Cepat Sembuh Ya Preacy…

Segera setelah meninggalkan R.S. Global Awal Bros hari Selasa 15 Maret 2011, kami beranjak menuju R.S. Mitra Keluarga dimana si kecil Preacy sedang dirawat. Beruntung juga hari libur jadi anak-anak bisa bergabung bersama kami. “Dorkas datang…”, seru kami dengan riang, yang disambut senyuman dari Preacy dan orangtuanya. Lagu “Yesus Cinta Anak-anak” dinyanyikan oleh Velan, Veber dan Junior untuk menghibur Preacy yang terlihat senang karena melihat rombongan cukup ramai di ruangannya. Doa buka dilayangkan oleh Bapak Ramlan Sormin.

Bapak David Tampubolon membawakan firman yang terdapat di dalam kitab Amsal yang menyebutkan, “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri.” “Jadi walaupun anak sedang sakit, kita sebagai orang tua jangan panik atau terlihat susah, karena itu sangat berpegaruh kepada anak yang sakit.”, kata Bapak David di awal renungan yang disambut anggukan dan senyum dari Bapak Karel Arsyad dan Ibu Ririn. “Dengan bergembira, hati kita penuh dengan semangat. Kalau Preacy melihat wajah papa dan mamanya gembira, hatinya juga akan gembira dan akan menolong untuk cepat sembuh”, lanjut Bapak David lagi. Mengakhiri renungannya, Bapak David menyampaikan agar Preacy cepat sembuh dan kembali pulang ke rumah. Lagu tutup “Yesus Sayang Semua” yang juga lagu kegemaran dari Preacy, dinyanyikan bersama. Terdengar Preacy ikut bernyanyi dengan wajah yang riang. Doa tutup disampaikan oleh Ibu Susy Eman. Waktu sudah semakin siang. Sambil tersenyum, Preacy menyambut salam dari Bapak Jeff Eman, dan juga kami semua yang pamit pulang. Semoga Preacy cepat sembuh dan bermain lagi bersama adek Farrel di rumah ya…

-butterfly-

Friday, February 11, 2011

Menjenguk Michael di RS MMC Kuningan

Mendapat kabar bahwa Michael, anak dari Ibu Melanie Nayoan, tengah dirawat di rumah sakit, saya dan Ibu Meiske Tampubolon pergi melawat pada hari Selasa, 8 Februari 2011. Ibu Susy Eman ikut bergabung dalam perlawatan. Karena posisi rumah yang berjauhan maka kami mencari tempat yang tepat untuk bisa bertemu. Ketika saya menemui Meiske di Pompa Bensin Petronas, dari kejauhan saya melihat payung bertuliskan GMAHK Jemaat Kemang Pratama membuat wajah Meiske menjadi mudah untuk ditemukan. “Wah kita sudah kesiangan nih…”, katanya sambil tersenyum. “Semoga enggak macet ya Meis…”, jawab saya. Duet kami berdua mengarah ke Supermarket Super Indo tempat dimana Ibu Susy sudah menunggu. Kalau biasanya rumah sakit yang dituju adalah di seputaran Bekasi, kali ini kami menuju Jakarta dimana Michael, putra dari Ibu Melanie, dirawat di R.S. MMC, Kuningan. Walau udara sedikit mendung tetapi jam sudah menunjukkan pukul 10.30 ketika kami berangkat. Ada rasa khawatir juga jika nanti anak-anak terlambat dijemput dari sekolah. Maklumlah, daerah Kuningan terkenal macet. Tetapi kami beruntung karena Ibu Susy ternyata sangat piawai dalam mengemudi kendaraan serta mencari jalan alternatif.

Pukul 11.30 kami tiba di rumah sakit dan langsung menuju kamar 411. Ada Ibu Melanie yang tersenyum lebar menyambut kedatangan kami. “Dorkas dan BWA datang nih dari Bekasi…”, kata kami sebagai salam pembuka. Michael yang masih diinfus tersenyum tipis mengucapkan terima kasih ketika Ibu Meiske menyerahkan bingkisan kasih dari Jemaat Kemang Pratama. Ibu Susy menyapa dan bertanya, “Sakit apa Michael?". "Kata dokter infeksi saluran pencernaan tante. Mudah-mudahan besok sudah boleh pulang, karena sudah lebih baik dari kemarin, kok”, jawab Michael pelan. Ketika kami akan memulai kebaktian ibu Melanie memanggil Lady, kakak Michael, yang kebetulan sedang ada di kamar sebelah menjenguk temannya. Sambil menunggu kami berbincang seputar pekerjaan dan kegiatan Michael selama ini. Dua menit kemudian pintu terbuka. Terlihatlah wajah Lady bersama seorang wanita remaja yang ternyata adalah Nikita Willy, bintang sinetron televisi, yang ikut menjenguk Michael sejenak. Setelah Nikita kembali ke ruangan sebelah, maka Ibu Meiske selaku pimpinan memulai kebaktian dengan mengajak menyanyikan lagu “Berkat Yang Tentu Tuhan Janji” yang dinyanyikan bersama-sama.

Ibu Evelyn Sormin menyampaikan renungan yang terdapat dalam kitab Mazmur berbunyi, ” Jika kita berteriak minta tolong kepada Tuhan, maka Tuhan akan menyembuhkan”. "Kita percaya bahwa di dalam kuasaNya Tuhan dapat melakukan apa yang baik untuk kita. Sementara itu, kita juga harus berusaha untuk melakukan hal-hal yang baik di mata Tuhan seperti makan yang teratur, menjaga pola hidup yang sehat, karena terkadang karena merasa masih muda kita terlalu sibuk bekerja tanpa disadari lupa menyeimbangkan antara rutinitas dengan kekuatan tubuh.”, kata Ibu Evelyn menasehati Michael yang mendengar dengan tekun. “Mewakili jemaat Kemang Pratama, kami mendoakan agar Michael boleh cepat sembuh, kembali beraktifitas lagi dan berkumpul bersama mama dan kakak tercinta.", lanjut Ibu Evelyn mengakhiri renungan pagi itu. Kami tutup perbaktian dengan doa yang dilayangkan oleh Ibu Susy. Ketika kami mau pamit, Lady mengajak kami untuk ikut menjenguk ke sebelah agar bisa mendoakan adik dari Nikita Willy yang juga sedang dirawat di kamar sebelah. Nikita dan keluarga senang untuk kami doakan. Winona, nama adik dari Nikita, menderita DBD. Di dalam kamar ada ibunya dan Nikita, yang lebih dikenal dengan nama Amira di dalam sinetron salah satu stasiun televisi. Sebelum kami pulang ibu dari Nikita mengucapkan terima kasih atas doa yang disampaikan, juga untuk tips-tips yang kami utarakan agar trombosit bisa cepat naik. Mengingat kami harus segera menjemput anak-anak, maka kami pun pamit undur diri. Tetapi sebelumnya, kami mendapat kesempatan untuk foto bersama. Wah…, kali ini Dorkas dan BWA melawat disertai dengan foto bareng artis hehehe….

Tuhan memberkati Michael supaya cepat sembuh ya…

-butterfly-

Wednesday, February 09, 2011

Melawat Bapak Gilbert Sinaga

Karena hujan yang tidak kunjung berhenti, hari Minggu 6 Februari 2011 kemarin membuat kita menjadi enggan untuk keluar rumah. Rasanya lebih nikmat diisi dengan bersantai saja. Saya sedang duduk menonton film Mr. Bean bersama anak-anak ketika suamiku mendapat info bahwa bapak Gilbert Sinaga dirawat di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat. Info saya teruskan kepada Ibu Meiske Tampubolon yang ketika dihubungi sedang mengantarkan putranya, Junior, les musik. Kami pun sepakat untuk melawat pada malam hari. Ibu Meiske ditemani Pak David Tampubolon dan Junior sudah menunggu kami di lobby. Segera kami menuju kamar 534 dimana bapak Gilbert dirawat. Ibu Meiske menyampaikan bingkisan kasih dari jemaat Kemang Pratama, seraya menyalam pak Gilbert. Belum lama kami menyapa Gilbert, tiba-tiba pintu terbuka. Ternyata wajah pak Jeff Eman dan ibu Susy yang terlihat, maka kedatangan kami menjadi seperti rombongan.

“Departemen BWA dan Dorkas kali ini datang membawa rombongan besar, tidak hanya berdua saja seperti biasa. jadi ini perlawatan spesial loh!” kata Ibu Evelyn membuka pembicaraan malam itu sambil tertawa diikuti yang lain. Walaupun sakit, wajah Pak Gilbert terlihat cukup ceria. Beliau memulai cerita kenapa sampai harus dirawat. “Jadi seperti biasa, jam makan siang saya ke Senayan City. Saya tertarik untuk mencoba makan Pecel Madiun. Katanya sih tidak pedas, tetapi ketika dimakan ternyata pedasnya sudah terasa di mulut. Mulai dari situ perut rasanya kurang enak dan tidak lama setelah itu suhu tubuh mulai naik.”, kata Pak Gilbert dengan lancar. Sementara Gilbert masih bercerita, kembali pintu terbuka. Kali ini Ibu Fanny, istri dari Gilbert, bersama Jenny, adik ipar, datang juga, “ Oh jadi bukan DBD ya…?”, tanya Pak Ramlan. “Syukur, bukan itu penyakitnya…”, sambung Gilbert lagi. “Wah baguslah. Berarti diberi keringanan ya…”, sambung pak Ramlan. Semua kami jadi tertawa. “Dipaksa, supaya cuti tuh…!”, celetuk Jenny. Semua kami jadi tertawa lagi. Kebaktian singkat dipimpin oleh Ibu Meiske dengan mengajak semua menyanyi dari Lagu Sion berjudul “Tiada Lain Pelindung Sperti Yesus”. Doa pembuka dilayangkan oleh Bapak Jeff Eman. Sebuah lagu spesial menjadi lebih istimewa karena dibawakan oleh kwartet kaum pria.

Renungan singkat yang disampaikan oleh Ibu Evelyn diambil dari buku Mazmur yang menyebutkan, “Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya.” “Hal ini mengingatkan kita bahwa pada awal mulanya semua yang Tuhan jadikan itu baik. Tetapi karena dosa, maka ada penyakit, kesusahan, kekecewaan dan kesedihan. Tetapi Tuhan juga memberikan kita rahmat untuk kita mengerti bahwa ada penyertaan dan penghiburan jika kita percaya kepadaNya.”, kata Ibu Evelyn memberi semangat kepada Pak Gilbert dan Ibu Fanny. “Kita percaya Pak Gilbert akan segera mendapat kesembuhan sempurna dari Tuhan melalui semua doa dan usaha yang dilakukan”, tutup Ibu Evelyn mengakhiri renungannya. Setelah menutup dengan doa, kami pun bergegas pamit. Tetapi terhenti karena kembali pintu terbuka. Wahhh… kali ini wajah Pendeta Sonny Kapitan yang terlihat. Maka rombongan kami bertambah lagi. Hahaha… Karena waktu yang cukup ketat, karena kami semua harus ke gereja untuk mengikuti malam Doa Bersama, maka Pendeta Sonny kembali melayangkan doa untuk Pak Gilbert. Kami pun semua pamit pulang.

Kita doakan semoga Pak Gilbert bisa segera pulang dan kembali berkumpul bersama Vicky, Kayla, dan Geoffrey, dan juga mamanya anak-anak ya… Tuhan memberkati kita semua.

-butterfly-

Wednesday, February 02, 2011

Menjenguk Jeremy Yang Sakit

“Kita jadi jenguk Jeremy pagi ini ya…”, ucap Meiske Tampubolon mengingatkan di telepon pada hari Selasa pagi 1 Februari 2011. Kami janjian untuk langsung bertemu di lobi R.S. Mitra Keluarga Bekasi Barat. Dari kejauhan saya melihat wajah Ibu Meiske yang terlihat tidak begitu cerah. “Aku ditabrak motor ketika mau menyeberang jalan.”, katanya sambil tetap tersenyum. “Ya ampun Meiske, kasihan sekali !”, ujar saya kaget. Saya lihat kaki kanannya bengkak, sementara kaki kirinya terluka dan memar. Tapi Meiske dengan tenang mengatakan bahwa dia tidak merasa terganggu dan tetap ingin melakukan pelayanan. Pertolongan pertama yaitu obat gosok minyak Tawon sudah diberikan.

Berjalan sedikit perlahan kami menuju lift yang membawa ke lantai 4. Karena sedang dibersihkan maka pintu 407 terlihat terbuka. Melongok sedikit saja kami sudah langsung bisa melihat wajah Leni yang sedang memberikan susu untuk Jeremy. “Hallo Jeremy….!”, sapa kami disambut senyum ramah khas Jeremy yang selalu kita temui jika bertemu di kebaktian. “Jeremy sakit ya…?”, tanya saya, yang langsung disambut anggukkannya. Dia hampir tidak terlihat seperti anak yang sakit karena wajahnya cerah ceria. Hanya selang infus-lah yang menandakan dia sedang sakit. Sementara Ibu Meiske menyerahkan bingkisan kasih dari jemaat, Jeremy yang sedang asyik minum susu sambil tiduran sama sekali tidak terganggu. Dia hanya tersenyum menandakan dirinya sudah sangat mengenal kami. Jeremy diopname karena radang tenggorokan. Setiap diberikan makanan dan minuman dia muntah. Itu sebabnya harus diberikan infus supaya dia tidak lemas. Kami katakan kepada Lenny, berdasarkan pengalaman memang anak usia di bawah lima tahun masih rentan terhadap penyakit. “Nanti juga kalau sudah sekolah pasti jarang sakit ya….!”, kata kami kepada Jeremy. Kepalanya yang mungil kembali mengangguk, seakan mengerti apa yang kami katakan.

Lagu “Sebrang Langit Biru” adalah lagu pembuka yang telah dipilih Ibu Meiske selaku pimpinan Dorkas dan BWA. Seperti biasa kami mendengarkan renungan singkat. Ibu Evelyn Sormin membawakan renungan yang diambil dari buku Tesalonika. Isinya mengatakan bahwa Tuhan itu selalu baik dan melindungi kita. “Sebagai umat Tuhan kita pantas berterima kasih dan bersyukur karena Tuhan selalu memberi tahu akan hal-hal yang dengan setia Dia lakukan untuk umatNya. Kita percaya Jeremy akan segera sembuh dan bisa kumpul lagi bersama papa dan mamanya. Karena itulah janji Tuhan dalam firman-Nya.”, ucap Ibu Evelyn memberikan kekuatan kepada Ibu Lenny Silitonga. Ibu Evelyn juga menyampaikan bahwa Jemaat Kemang Pratama ikut mendoakan untuk kesembuhan Jeremy. Kami tutup kebaktian dengan berdoa bersama-sama.

“Kalau makannya banyak, rencananya dokter hari ini akan mencopot infusnya.”, kata Lenny pada kami. “Porsi makan dari rumah sakit cukup nggak?”, tanya Ibu Meiske. "Kurang kak… ", jawab Lenny. “Wah kalau dia doyan minta tambah aja Len ! Jangan malu-malu. Karena makanan anak-anak kan tidak bisa dibeli sembarangan.”, kata saya melanjutkan. ”Okelah, nanti saya minta tambah deh. Benar juga apa yang dikatakan Kak Meiske dan Kak Evelyn,” jawab Lenny dengan senang. Karena sudah waktunya, kami mohon diri. Lambaian tangan yang diberikan Jeremy membuat kami jadi tertawa gembira. Anak-anak memang selalu membuat kita bisa terhibur, walau mereka sedang sakit sekali pun.

Sampai ketemu hari Sabat di gereja ya Jeremy …! Tuhan memberkati kita semua.

-butterfly-

Thursday, January 27, 2011

Kemajuan Kesehatan Nenek Karo

Masih pukul delapan lebih tiga puluh menit pagi hari, tetapi matahari bersinar terik sekali ketika kami berangkat menuju ke Rumah Sakit Awal Bros di hari Rabu 26 Januari 2011 kemarin. Setibanya di rumah sakit kami langsung menuju kamar 302 dimana ibunda dari Chandra Perangin-angin dirawat. Pimpinan Dorkas dan BWA Kemang Pratama Ibu Meiske Tampubolon menyerahkan bingkisan kasih kepada Bapak Perangin-angin, ayah dari Chandra, yang menyambut kami dengan hangat saat itu. Terlihat jelas di wajahnya kekhawatiran bercampur dengan keletihan. Ditemani oleh Ibu Yuli, kakak ipar dari Chandra, kami mendengar kesaksian bagaimana kemajuan sangat besar dirasakan oleh keluarga ketika ibu ini dipindahkan dari kamar ICU ke ruang rawat 302 ini. Puji Tuhan ! Selasa pagi ini Ibu Peranginangin sudah mengikuti renungan pagi dan dapat berbicara sedikit. Selama pembicaraan kami menyaksikan bagaimana Bapak Peranginangin dengan penuh kasih sayang melayani dan terus memperhatikan istrinya. Ibu Tama Peranginangin, yang dipanggil dengan Nenek Karo oleh cucunya, sesekali menggerakkan tangannya. Gerakan sesekali ini membuat wajah Bapak Peranginangin terlihat begitu gembira, seluruh kegelisahan yang ada seakan terlupakan walau hanya sejenak.

Ibu Meiske memimpin perbaktian dengan mengajak semua menyanyikan lagu “Aku Mau Turut, Ya Tuhan“. Harus diakui dalam suasana seperti ini terasa sekali manfaatnya jika kita menyempatkan diri untuk menyanyi, karena dengan mendengar dan menyanyikan lagu hati kita menjadi lebih terhibur. Renungan yang terdapat dalam buku Korintus yang disampaikan oleh Ibu Evelyn Sormin mengingatkan bahwa selaku manusia kita memiliki keterbatasan secara fisik. Kekuatan tubuh menurun seiring dengan bertambah umur atau adanya penyakit. Tetapi kita diingatkan oleh Firman Tuhan ini agar kita terus bertumbuh secara rohani. Kita diajak agar menaruh hati kita tetap tertuju kepada Firman Tuhan karena di dalamnya kita mendapat penghiburan, kekuatan dan kesukacitaan. “Setiap orang tentu memiliki permasalahan masing-masing, baik itu mengenai kesehatan ataupun hal lain. Tetapi kita memiliki Tuhan tempat kita mengadu kesusahan kita, berlindung padaNya dan memohon belas kasihNya, maka kita akan diberi kekuatan untuk menghadapi semua itu, karena Dia Maha Kuasa dan Maha Pengasih.”, kata Ibu Evelyn memberi kekuatan bagi keluarga. “Jemaat Kemang Pratama selalu mendoakan kepulihan kesehatan Ibu Peranginangin baik di dalam kebaktian-kebaktian di gereja maupun di dalam keluarga. Kita percaya bahwa Tuhan akan menuntun bagi kepulihan Ibu Peranginangin.”, lanjut Ibu Evelyn sekaligus mengakhiri renungan singkatnya. Kami tutup perbaktian dengan berdoa yang dilayangkan oleh Bapak Ramlan Sormin. “Kami mengucapkan terimakasih atas perhatian dari Jemaat Kemang Pratama serta pelayanan yang telah diberikan. Mohon agar Jemaat Kemang Pratama terus mendoakan istri saya agar mendapat kesembuhan…”, sambut Bapak Peranginangin untuk pelayanan pagi ini. Dalam perbincangan usai renungan kami mengingatkan Bapak Peranginangin dan keluarga untuk tidak lupa menjaga kesehatan, karena dalam situasi seperti ini terkadang kita yang mendampingi lupa bahwa kita juga harus tetap memperhatikan kesehatan kita. Sudah hampir pukul 10 pagi, kami pun pamit kepada keluarga Peranginangin. Tuhan memberikan kekuatan dan kesehatan kepada Nek Karo ya…

-Butterfly-

Friday, January 07, 2011

BWA dan Dorkas Melawat Ibu Lies Purnama

“Tolong doakan Ibu Lies yang saat ini dirawat di rumah sakit.”, demikian bunyi pesan yang sampai di handphone suami saya. Saya buat janji dengan pemimpin BWA dan Dorkas jemaat Kemang Pratama, Ibu Meiske Tampubolon, untuk melawat ibu Lies. Hari Kamis, 6 Januari pagi kita tetapkan untuk melawat. Saya tiba di SPBU Petronas di ujung jalan Pekayon sekitar 10 menit lewat dari jam 10 pagi. Sesuai janji, dari kejauhan saya melihat Ibu Meiske tersenyum lebar melihat kedatangan saya. Tidak membuang waktu, segera kami meluncur ke Rumah Sakit Global Awal Bros Kalimalang Bekasi, dimana Ibu Lies Purnama dirawat sejak hari Selasa 4 Januari yang lalu.

Ketika kami masuk di kamar rawat no. 607, kami disambut oleh ibunda dari Ibu Lies, yang biasa kami panggil Oma di gereja. “Dorkas datang !”, kata kami serentak sebagai salam pembuka. Salam kami langsung disambut dengan senyum gembira dari Ibu Lies. Mewakili jemaat, Ibu Meiske menyampaikan bingkisan kasih kepada Ibu Lies. Setelah bercakap ringan sejenak, maka Ibu Meiske memimpin kebaktian untuk Ibu Lies. Lagu spesial yang dibawakan oleh Junior Tampubolon dan Oma sangat menghibur karena 4 ayat diselesaikan dengan baik dan merdu. Kemudian dilanjutkan dengan renungan yang disampaikan oleh Ibu Evelyn Sormin yang terdapat di dalam buku Matius tentang kekhawatiran. Renungan ini mengajak agar kita sama-sama mengingat bahwa khawatir adalah sesuatu hal yang memang akrab dengan kita manusia. Tetapi kita tidak boleh lupa apa yang Tuhan katakan, bahwa kekhawatiran tidaklah membantu. Apalagi dalam keadaan sakit, seringkali kita semakin khawatir.

“Yang namanya ibu pasti semakin banyak khawatirnya. Bukan hanya penyakit saja yang dikhawatirin, tetapi juga khawatirin apakah anak, suami dan rumah bisa baik-baik saja selama ditinggal di rumah sakit ini… ”, kata Oma menambahkan komentar dari isi renungan. “Makanya saya ingin cepat pulang nih !”, kata Ibu Lies menimpali sambil tersenyum. “Pulangnya kalau sudah disuruh dokter dong bu, daripada nanti enggak tuntas sembuhnya.”, tambah ibu Meiske yang disambut anggukan tanda setuju dari semua. Sebagai penutup kebaktian kami berdoa bersama yang dipimpin oleh Ibu Evelyn. Setelah selesai kebaktian, kamipun berbincang-bincang santai. Bicara tentang keluarga dan kehidupan sehari-hari. Tidak terasa sudah pukul dua belas lewat 10 menit. Kami pun segera pamit untuk pulang. Semua kita mendoakan agar Ibu Lies bisa segera sembuh dan kembali pulang berkumpul dengan keluarga, terutama Dave yang katanya sudah dikangenin banget! Cepat sembuh ya bu…! J

Tuhan memberkati.

Butterfly