Tuesday, January 25, 2011

Cepat Sembuh Ya Nenek Karo ...

Pagi ini, Selasa 25 Januari 2011, saya menyempatkan diri untuk datang ke rumah sakit Awal Bros, Bekasi. Puji Tuhan, menurut sdr. Chandra Perangin-angin, kondisi mamak sudah lebih baik. Sudah bisa merespon, walaupun hanya dalam bentuk kedipan mata dan genggaman yang erat. Mamak memang sedang menjalani pengobatan, karena ditemukan tumor di bagian kepalanya. Dan baru Minggu kemarin beliau menjalani terapi.

Masih menurut sdr. Chandra, kondisi mamak sebenarnya sudah lebih baik karena pengobatan yang dilakukan. Bahkan, hampir tidak pernah lagi mengeluh sakit. Namun, Senin pagi, kondisinya melemah, dan beliau ingin beristirahat. Barangkali karena terlalu lelah dalam perjalanan hari Minggu, karena pengobatannya dilakukan di daerah Soreang, Bandung.

Menjelang siang, sampai sore hari ketika sdr. Chandra kembali dari kantor, kondisi beliau masih dalam keadaan tidur. Bahkan mengorok. Dan, menurut bapak (suami dari mamak), mamak sempat muntah, namun tetap dalam keadaan yang setengah tidur. Biasanya, bila muntah, maka sebentar kemudian, tubuhnya akan segar dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala. Kali ini, tidak. Sehingga, akhirnya kira-kira jam empat sore, disepakati untuk membawanya ke rumah sakit.

Di rumah sakit pertama, mamak diharuskan untuk langsung dioperasi, namun pihak keluarga masih menimbang-nimbang, sehingga diputuskan untuk memindahkan ke rumah sakit yang lain. Di rumah sakit Awal Bros ini, akhirnya mamak dimasukkan ke ruangan ICU.

Menurut dokter di sini pun, mamak harus dioperasi. Bahkan, operasi harus dilakukan 2 kali. Yang pertama untuk mengeringkan cairan yang ada di belakang kepala. Untuk itu perlu dibuat saluran yang akan mengalirkan cairan itu ke perut. Cairan ini memang ada pada setiap orang, dan cairan ini akan dibuang melalui saluran pembuangan sehingga tidak akan terjadi penumpukan. Pada kasus mamak, saluran pembuangan ini tidak berfungsi sehingga terjadi penumpukan cairan. Setelah 3 sampai 4 bulan, barulah tumor tersebut dapat diangkat. Namun, menurut paman dari saudara Chandra, yang juga seorang dokter, operasi ini sangat beresiko, sehingga dianjurkan untuk tidak dilakukan.

Kita doakan agar ibu Peranginangin boleh mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Tuhan adalah dokter segala dokter. Tidak ada satu penyakit pun yang tidak dapat disembuhkanNya.

Kurang lebih jam delapan tadi pagi, saat sdr. Chandra, Imelda dan Pdt. Sugiatno dari Jatinegara diperbolehkan masuk ke ruang ICU, kami mendengar berita yang menggembirakan. Mamak sudah membuka mata dan melihat, menggerakkan tangan dan kakinya dan bahkan menganggukkan kepala untuk merespon percakapan mereka. Memang mamak belum bisa berbicara, karena ada peralatan yang dipasang pada mulutnya.

Cepat sembuh ya, Nenek Karo...
(Nenek Karo, adalah sebutan Irel - anak dari keluarga Chandra - kepada neneknya).

Reach Up, Reach Across & Reach Out

Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat tanggal 22 Januari 2011 dibawakan oleh Sdr. Jamesson Silitonga. Pada promosi ini, sdr.Jamesson mengajak kita untuk menginjil dan ada 3 hal yang perlu kita lakukan yaitu :
  1. Reach up yaitu hubungan pribadi dengan Tuhan yang berarti jangkauan ke atas melalui: Follow the Bible dan ada kolom bacaan tahunan dan berdoa 777 yaitu Masehi Advent hari ke7, Berdoa 7 hari setiap jam 7 pagi atau malam, dan diharapkan terjadi perubahan dalam kehidupan kita.
  2. Reach across yaitu memiliki hubungan yang baik dengan sesama jemaat. Minggu sembahyang 10 hari merupakan hujan awal dan hujan akhir akan membuat hubungan kita lebih baik lagi dengan sesama jemaat.
  3. Reach out yaitu menjangkau keluar yang akan membentuk 7 KPA untuk Gereja dan diharapkan baptisan mencapai 13 jiwa.
Sdr.Jamesson menghimbau kita agar menjalankan 3 hal ini dan menghadiri 10 hari minggu sembahyang untuk menjalankan penginjilan kita.

Tuhan memberkati

Monday, January 24, 2011

Success is My Right

"Selamat Sabat untuk kita semua!", itulah sambutan protokol pada malam Vesper yang dipimpin oleh Pdtm. Sumenahem. Acara Vesper dimulai tepat pukul 19.30 dan diawali dengan mengundang Roh Kudus dalam hati masing-masing untuk mempersiapkan diri menerima Firman Tuhan. Umat-umat Tuhan sudah datang tepat pada waktunya. Jemaat menyanyikan lagu pembukaan "Kalau Serta Tuhan" (LS. 145) yang dilanjutkan dengan doa buka. Lagu special dibawakan dengan penuh semangat oleh kelas Adveturer. Firman Tuhan malam ini disampaikan oleh Sdr. Erhart Tobing dengan judul "Success is My Right".

"Banyak orang yang ingin sukses, dan salah satu cara untuk mendapatkan kesuksesan yang dilakukan adalah dengan mengapai Pendidikan dengan setinggi-tinginya dan mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Mereka rela mengeluarkan banyak uang untuk mengikuti seminar-seminar dan banyak hal lainnya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan demi mencapai kesuksesan. Tapi sebenarnya sebagai umat-umat Tuhan semua tips mencapai kesuksesan dan Ilmu pengetahuan itu sudah ada pada kita, di dalam sebuah buku yaitu Alkitab", kata pembicara dengan penuh semangat.

7 kiat untuk mencapai sukses yang disampaikan pembicara pada malam ini yaitu :

1. Bersandar pada kebijaksanaan Tuhan

Amsal 3 : 5, 6 mengatakan, "Percaya kepada Tuhan senantiasa dan jangan bersandar pada pengertian sendiri, mengakui Tuhan dalam setiap langkah kehidupan."

Dunia mempunyai banyak ahli yang memberikan ilmu pengetahuan, namun seiring berubahnya zaman maka ilmu pengetahuan itu sering kali di “update” atau diperbaharui untuk disesuaikan dengan zaman yang sedang berlangsung.

2. Rajin dan Cekatan

‘Bila ingin sukses haruslah rajin dan cekatan. Semua pemimpin menginginkan tenaga kerja yang rajin dan cekatan untuk membantu dia dalam melakukan suatu usaha, sehingga dapat mencapai kesuksesan. Orang yang sukses atau makmur biasanya adalah orang yang rajin dan cekatan’.

Amsal 14 : 23 mengatakan, ..."Dalam setiap jerih payah ada keuntungan…"

3. Cari dan Gunakan Pengetahuan

Sebuah peribahasa menyebutkan, "Malu bertanya sesat di jalan".

Amsal 19:2 mengatakan, "Tanpa pengetahuan pun kerajinan pun tidak baik."

Pengetahuan penting untuk mendukung kita mencapai kesuksesan.

4. Kejujuran adalah harta yang tidak dapat dicuri

Harta yang kita miliki dapat dicuri tetapi pengetahuan yang kita miliki tidak dapat dicuri."

Amsal 10: 16 mengatakan, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan."

Dalam mencapai kesuksesan diperlukan kejujuran.

5. Kekanglah mulutmu

Amsal 10 : 19 ; 21:23 "Orang yang berakal budi dan yang memelihara mulutnya adalah orang yang berakal budi dan akan dijauhkan dari kesukaran."

6. Kesabaran dan ketenangan adalah modal seorang pahlawan

Amsal 16 : 32 menyebutkan, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan…. Melebihi orang yang merebut kota." Orang yang membabi buta adalah orang yang jarang sukses’., Tetapi seorang yang sabar dan tekun akan mendapatkan kesuksesan.

7. Jangan ingin cepat kaya

Amsal 10:22 mengatakan, "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya…"

Amsal 10:28 mengatakan, "Harapan orang benar akan membawa sukacita…"

Kekayaan yang kita miliki adalah merupakan suatu berkat dari Tuhan. Tetapi jika kita mengutamakan harta kekayaan diatas segalanya maka kekayaan itu akan membuat seseorang tidak bahagia, bahkan dapat membuat kita tidak dekat dengan Tuhan, melupakan Tuhan, membuat keluarga tidak harmonis, kesehatan terganggu, dan hal yang tidak membawa suatu sukacita.

Di dalam Firman Tuhan, yaitu Alkitab banyak tips atau cara yang diberikan Tuhan kepada kita umatnya untuk mencapai kesuksesan. Bilamana kita menggunakan Alkitab sebagai pedoman di atas segala ilmu pengetahuan dalam kehidupan kita maka Allah akan memberikan kesuksesan itu dan kesuksesan akan menjadi bagian kita. Matius 6:33 mengatakan, "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu." Amin.

Untuk menyambut Firman Tuhan yang baru disampaikan, jemaat menutup dengan menyanyikan Lagu Sion no.103 dan ditutup dengan doa. Dengan penuh sukacita jemaat keluar ke halaman gereja dan membentuk lingkaran sambil mengucapkan, "Selamat Sabat, Tuhan Memberkati." Sampai berjumpa Sabat pagi di Gereja…!


Sampai Berjumpa Lagi Opung !

Pagi-pagi sekali, kami dikejutkan oleh berita duka yang masuk ke telepon selular kami. Opung Marina, ibunda dari bapak Marlan Sianturi, anggota jemaat Kemang Pratama, telah diijinkan beristirahat sementara. Opung ini memang sudah lama sakit sehingga harus dirawat di RS Mitra Keluarga Depok. Baru beberapa hari yang lalu, jemaat Kemang Pratama datang melawat opung ini, yang terbaring di tempat tidurnya dalam kesadaran yang hampir tidak ada. Dokter maupun keluarga sudah meyerahkan kepada Tuhan agar diberikan yang terbaik kepada opung ini. Pdt. Sonny Kapitan beserta dengan beberapa anggota jemaat telah mengadakan upacara peminyakan. Dan, pada hari Sabat 22 Januari 2011, jam 00:39, opung menghembus nafas terakhirnya.

Opung Marina, terlahir 75 tahun yang lalu dengan nama Otih bin Enjum. Menikah dengan Almarhum Marpe Sianturi, yang sudah lebih dahulu beristirahat sementara menanti pagi yang cerah. Opung mempunyai 3 orang anak: Marlan Sianturi menikah dengan Syuul, Maruli Sianturi menikah dengan Wiwin dan Maryani Sianturi menikah dengan Hidayat. Beliau dikaruniai cucu sebanyak 6 orang: Marina, Tesya, Masrisya, Marida, Lucky dan Lucy, dan seorang cicit bernama Rio.

Prosesi upacara pelepasan jenazah dilaksanakan di rumah duka Kemuliaan, Karawang dan dilayani oleh Gereja Kristen Pasundan Karawang, tempat dimana opung ini bergereja. Sedangkan upacara pemakaman dilaksanakan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, jemaat Kemang Pratama.

Tepat jam 15:30, Bapak Viertin Tobing, pemimpin departemen Rumah Tangga, memimpin acara ini dengan mengajak sidang perkabungan untuk menyanyikan Lagu Sion nomor 122, “Satu Masa Yang Tertentu”. Doa pembukaan dilakukan oleh ketua Munas Tambunan.

Renungan dibawakan oleh Pdt. Sonny Kapitan yang mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini mempunyai batas waktu (Pengkotbah 3:2). Pengharapan akan hidup yang kekal ada atas kedekatan kita dengan Yesus (Yohanes 11:17). Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Barang siapa yang percaya kepada-Nya akan tetap hidup walaupun telah mati. (Yohanes 11:25). Firman Tuhan ini memberikan jaminan melalui Yesus yang akan memberikan kebangkitan dan hidup. Kita tidak akan pernah tahu, kapan kita meninggal. Hanya saja, janji kebangkitan dan hidup dari Tuhan Yesus yang memberikan pengharapan (1Tesalonika 4:13).

Untuk menerima pengharapan itu, kita harus mempunyai 3 konsep hidup. Yang pertama, dalam perjalanan hidup, kita harus tetap setia. Kedua, kita percaya pengharapan kita adalah suatu kesempatan istimewa, karena kuasa dan kasih Yesus. Dan yang ketiga, kita harus selalu mengingat, bahwa segala sesuatu ada waktunya. Oleh sebab itulah, kita harus tetap setia.

Lagu “Malam Tak Disana” mengiringi petugas saat menurunkan jenazah ke liang lahat. Tanah menjadi tanah dan debu menjadi debu. Pdt. Sonny Kapitan melemparkan tanah ke liang lahat, kemudian mempersilahkan keluarga dan yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dengan menaburkan bunga. Setelah itu, petugas mulai menimbun peti jenazah dengan tanah.

Dalam sambutannya, ketua David Tampubolon bersyukur kepada Tuhan karena acara ini dapat berjalan dengan baik, dalam cuaca yang mendung, namun tidak sempat turun hujan. Beliau juga mengungkapkan bela sungkawa dari jemaat dan berharap dapat saling mendoakan dan menguatkan satu dengan yang lainnya. Ketua jemaat GMAHK Karawang, juga turut menyatakan bela sungkawanya. Dan terakhir, Dr. Edwin Simatupang, mewakili keluarga, mengingatkan agar kita tetap setia seraya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan.

Sampai berjumpa lagi opung !

Friday, January 21, 2011

Undangan Acara Pemuda Advent Kemang Pratama

Siang hari yang terik, berganti awan mendung dan tetesan hujan yang jatuh silih berganti dengan sinar matahari semakin menambah semangat anak-anak dan pemuda Kemang Pratama di hari Sabat 15 Januari 2011.


Siang itu, seusai makan siang bersama, anak muda Kemang Pratama sudah menyiapkan diri untuk pembuatan video baru mereka. Rupanya pembuatan video ini memang direncanakan oleh Team Pemuda Advent dan juga sponsor mereka: Om Willy Wuisan, Bang Viertin Tobing, Tante Susy Eman, Kak Evelyn Sormin dan Tante Annie Simanjuntak.

“Mau bikin video apa sih kali ini?”, tanya saya pada ketua PA. "Kita mau bikin undangan untuk acara PA Sabat depan.", begitu kata Adriel Suhardjo, ketua PA tahun 2011 dengan antusias.


Setelah persiapan cukup matang, dimulailah kegiatan shooting. Siang itu, Om Willy telah menyiapkan Video Camera-nya yang high-tech. Natalia Tampubolon dan Dodi Manurung juga tidak kalah sibuk membantu merapikan barisan serta memastikan semua anak-anak sudah berlatih di bagian mereka masing-masing.


Kita semua pasti ingin tahu bagaimana hasil shooting anak-anak muda PA ini. Pastikan Anda datang hari Sabat ini, tanggal 22 Januari 2011. Atau kalau sudah penasaran ingin melihatnya, bisa lihat video di bawah ini.


Sampai jumpa di edisi PA berikutnya yaaa....


Nantikan terus berita-berita lainnya yang tak kalah menarik dari PA Kemang Pratama... Pastikan kita semua datang dan membawa serta anak-anak kita...


God Bless Us.


Thursday, January 20, 2011

Tujuh Diaken

Acara kebaktian Permintaan Doa Rabu malam 19 Januari 2011 ini, dimulai pukul 19.20 wib dengan lagu-lagu yang dipimpin oleh Pdtm. Sumenahem Sibarani. Kemudian acara dimulai oleh ibu Fanny Saragih yang memimpin acara ini. Yang membawakan firman Tuhan malam ini adalah ibu Annie Simanjuntak. Lagu ‘Kerjalah-Kerjalah” dinyanyikan sebagai lagu pembukaan dan doa buka dilayangkan oleh ibu Lenny Silitonga. Firman Tuhan melalui “lagu Pujian” disampaikan oleh keluarga Viertin Tobing, berupa duet Bapak Viertin dengan putrinya, Ivana, diiringi oleh permainan piano dari Ibu Sari Tobing.

Di jam kesaksiannya, oma Tina mengatakan “Doa adalah berbicara kepada Tuhan. Dengan Iman, ibu Tina mendapatkan kesembuhan akan matanya yang sakit dan merah terkena virus. “Saya bersyukur kepada Tuhan karena doa saya dijawab oleh Tuhan”. Bapak Dharlen Simanjuntak mengucapkan syukur kepada Tuhan, “Karena kebaikan Tuhan kepada keluarga kami, kami sekeluarga yaitu anggota keluarga saya dapat berkumpul bersama sama, walaupun kami memiliki kesibukan-kesibukan dan berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan”. Dan untuk menyatakan rasa syukur, maka nyanyian pujian "Di Topi Ni Aek Jordan i" dikumandangkan oleh bapak Dharlen Simanjuntak bersama opung Sormin dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan atas segala penyertaan Tuhan kepada keluarga. Kemudian Ibu Annie Simanjuntak menyaksikan perlindungan Tuhan, “Pada waktu Perjalanan ke YPM di Manggarai angin kencang dan banyak atap rumah beterbangan. Tiba-tiba pohon di depan kami rubuh. Dan Puji Tuhan, mobil yang melaju kencang dapat direm dengan mendadak sehingga tidak terjadi sesuatu yang membahayakan. Itu semua berkat tangan Tuhan yang menolong, Karena Kebaikan Tuhan maka kami dapat terhindar dari bahaya."

Kesaksian selanjutnya dari bapak Ramlan Sormin: “Ketika melawat kerumah sakit dan Firman Tuhan disampaikan, itu memberikan pengaruh yang baik kepada opung Sianturi (Ibundanya Bapak Marlan Sianturi). Kaki opung bergerak walau lemah. Opung Sianturi dapat mengikuti firman yang disampaikan. Puji Tuhan ! FirmanNya selalu memberikan kekuatan bagi kita.” Bapak Sontani Purnama menyaksikan bagaimana seseorang menilai atau melihat kehidupan kita. Sudahkah hidup kita mencerminkan Yesus, sehingga orang lain dapat mengenal Allah melalui perbuatan dan kehidupan kita? Atau orang lain tidak dapat membedakan kita dengan orang lain karena kehidupan kita sama dengan dunia. Terakhir kesaksian dari ibu Fanny Saragih, “Syukur kepada Tuhan atas penyertaanNya sepanjang tahun dan mohon didoakan agar sehat selalu sehingga dapat kembali pindah ke rumah kami dengan lancar.”

Pokok-pokok doa pada malam ini meliputi: bapak Zepelin Sijabat yang mengalami kecelakaan, ulang tahun ke-10 Verel Sormin, ulang tahun ke-15 Timothy Purnama, Family Of the Month kel. Pdt. Saiman Saragih, keluarga kita masing-masing, dan pelayanan jemaat Kemang Pratama. Setelah kesaksian selesai maka umat-umat Tuhan berdoa bersama-sama dua atau tiga orang untuk mendoakan kesaksian kesaksian yang telah disampaikan.

Renungan malam ini dibahas dari Buku Alfa dan Omega Jilid 7 Bab 9 “ Tujuh Diaken”. Tujuh orang ini dipilih untuk melayani orang miskin. Ketujuh diaken yang dipilih, dikenal sebagai orang baik dalam tingkah laku, tutur kata dan jiwa pelayanan. Juga didukung oleh ayat2 Alkitab: Yohanes 17:11,14; 1 Petrus 5:2, 3; 1 Korintus 12:14; 1 Tawarikh 28:1,89,10; Titus 1:7-9. Firman TUHAN di dukung dengan illustrasi kehidupan dan kepemimpinan Musa & Daud yang menunjuk pemimpin seribu, seratus, lima puluh dan sepuluh. Ini semua menunjukkan ada tenaga pendukung dan peran serta dalam melayani yang didasari persatuan, demikian pula penerapan untuk kita dalam gerejaNya.

Di dalam Kisah 6 : 1-7 ditemukan terjadi ketidakadilan dalam pelayanan kepada para janda sehingga diperlukan diaken untuk dapat membantu dalam pelayanan. Dan dalam Kisah 6: 3 dijelaskan bahwa pengorganisasian dapat memberikan pelayanan Firman Allah yang lebih baik didalam rumah Tuhan.

Oleh sebab itu seorang diaken haruslah dipilih dari orang yang terkenal baik, dari tingkah laku, tutur kata, dan memiliki jiwa pelayanan. Seorang diaken juga haruslah penuh Roh Kudus dan hikmat seorang yang rohaniawan dan seperti Stefanus yang penuh iman dan Roh Kudus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus. Kemudian diaken ini akan didoakan dan ditumpangkan tangan oleh rasul-rasul. Sehingga dengan adanya tujuh diaken ini Firman Allah makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem makin banyak. Banyak orang yang menyerahkan diri dan percaya.

Menjadi pelayan bagi Tuhan bukanlah menjadi suatu kesombongan tetapi adalah merupakan suatu bentuk memberikan teladan yang baik. Karunia - karunia yang berbeda beda dalam melakukan pelayanan akan menambah keselarasan dalam pekerjaan pelayanan. Pelayanan yang kita berikan kepada Tuhan akan membawa berkat bilamana kita selaras satu dengan yang lain di dalam jemaat Allah. Menggunakan karunia karunia yang berbeda-beda untuk satu tujuan yaitu pelayanan kepada Tuhan dengan sukacita.

Untuk meng-aminkan Firman Tuhan yang baru disampaikan, maka jemaat menutup acara malam permintaan doa dengan menyayikan Lagu Sion No. 100 “Berkat Yang Tentu Tuhan Janji dan doa penutup oleh ibu Annie Simanjuntak. Tuhan Memberkati.


- Mei -


Pengurapan Diakon dan Perlawatan

Pada hari Sabat 15 Januari 2011, sebelum acara kebaktian Khotbah, telah dilaksanakan pengurapan untuk dua orang diakon baru yang akan bertugas dalam tahun ini, yaitu sdr. Donny Ham dan sdr. Daniel Kore yang dipimpin Pdt. Saiman Saragih.

Pada acara tsb Pdt. Sonny Kapitan sebagai Gembala baru untuk Jemaat Kemang Pratama turut juga menumpangkan tangan kepada Diakon yang baru. Dengan pengurapan ke-dua Diakon ini, maka kita berharap pelayanan oleh departemen Diakon akan lebih baik.

Selamat untuk sdr. Donny dan sdr. Daniel.


Perlawatan Diakon

Dan pada Sabat sorenya, beberapa anggota jemaat yang dipimpin oleh Pemimpin Diakon melaksanakan kunjungan perlawatan ke rumah sdr. Darmaji di perumahan Limus Pratama, dikarenakan ibu mertua sdr. Darmaji sedang sakit di rumah. Pendeta Saiman Saragih memberikan firman dan doa khusus oleh ketua jemaat Bapak Jeff Eman. Untuk itu dimohon pada kita semua agar kiranya medoakan ibu ini sehat dan sukacita dalam usia tuanya.

(Dharlen Simanjuntak – Dept. Diakon)

Wednesday, January 19, 2011

Tetaplah Berdoa

Ayat Bersahutan pada perbaktian Khotbah, Sabat 15 Januari 2011, ini diambil dari kitab Matius 6 : 5-8, dan dibacakan secara bergantian oleh bapak Jeff Eman dan jemaat. Kemudian ibu Debby Simanjuntak sebagai pemimpin pujian mengundang jemaat untuk menyanyikan lagu sion nomor 172, “Pada jam ku berdoa”. Doa syafaat dilayangkan oleh bapak Viertin Tobing, dan dilanjutkan dengan respon jemaat dalam memberikan persembahan. Doa persembahan dilayangkan oleh bapak Larry Manurung.

Sebelum masuk pada pekabaran khotbah, terlebih dahulu paduan suara anak-anak Kemang Pratama membawakan lagu pujian untuk Tuhan. Setelah itu, semua anak-anak diundang untuk ke depan, untuk mendengarkan cerita anak yang dibawakan oleh ibu Fanny Saragih.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Saiman Saragih dengan mengambil ayat inti dari 1Tes 5:17 "Tetaplah berdoa." Inilah hal yang ditekankan oleh Tuhan, yaitu kita harus terus tetap berdoa. Pengalaman beliau pada waktu hendak pergi menuntut ilmu di UNAI, sesuai dengan kebiasaan adat batak, dipanggilah keluarga dan dipotong ayam serta diberikan nasehat, dan tentunya didoakan agar di dalam perantauaan sambil nenuntut ilmu harus baik-baik dan agar pulang dengan membawa kesuksesan. Itulah doa dan harapkan orang tua. Jadi doa itu juga merupakan penyemangat sekaligus senjata yang paling ampuh untuk mengalakan kuasa-kuasa kejahatan.


Di tengah-tengah khotbah sebuah lagu pujian

berjudul "Doa Mengubah Segala Sesuatu" dinyanyikan oleh “3S Voice of Lord” yaitu Caca Saragih, Velan Sormin, dan Kimberly Simanjuntak. Dan sebagai penutup pembicara mengajak jemaat Kemang Pratama untuk selalu melakukan apa yang tertulis dalam 1 Tesalonika 5:17 "Tetaplah Berdoa."


Mengakhiri kebaktian khotbah, jemaat diundang untuk menyanyikan Lagu Sion nomor 183 “ Inilah Jam ku Berdoa”, kemudian Pdt. Saiman Saragih melayangkan doa berkat sekaligus doa penutup.


(Sumenahem Sibarani)


Memaafkan Membuat Hidup Lebih Indah

Hari jumat 14 Januari 2011, tepat pukul 19:30, setelah berdoa di dalam hati agar Roh kudus hadir dalam kebaktian, ibu Fanny Saragih sebagai pemimpin acara mengundang jemaat untuk berdiri dan membuka Lagu Sion nomor 41 “Kasih Surga Yang Terindah” sebagai lagu buka acara kebaktian Vesper. Doa pembukaan dilayangkan oleh Ibu Fanny Saragih. 2 lagu special berturut-turut dinyanyikan oleh pemuda/i jemaat Kemang Pratama dan keluarga Gilbert Sinaga. Ibu Yunita Wuisan, yang menyampaikan Frman Tuhan, memberikan pelajaran dengan judul "Memaafkan Membuat Hidup Lebih indah”.

Hari jumat 14 Januari 2011, tepat pukul 19:30, setelah berdoa di dalam hati agar Roh kudus hadir dalam kebaktian, ibu Fanny Saragih sebagai pemimpin acara mengundang jemaat untuk berdiri dan membuka Lagu Sion nomor 41 “Kasih Surga Yang Terindah” sebagai lagu buka acara kebaktian Vesper. Doa pembukaan dilayangkan oleh Ibu Fanny Saragih. 2 lagu special berturut-turut dinyanyikan oleh pemuda/i jemaat Kemang Pratama dan keluarga Gilbert Sinaga. Ibu Yunita Wuisan, yang menyampaikan Frman Tuhan, memberikan pelajaran dengan judul "Memaafkan Membuat Hidup Lebih indah”.

Ada dua Presentasi yang dibuat oleh ibu Yunita dan ditampilkan di layar proyektor yang dapat membuat kita renungkan: Apakah memaafkan adalah suatu tindakan terhormat yang perlu dilakukan, bila dibanding dengan sakit hati yang dirasakan ketika seseorang melukai engkau begitu dalam, secara tidak adil? Adakah alternatif lain selain memberi maaf? Haruskah kita membenamkan diri kita dalam ketidak nyamanan masa yang lalu? Apakah anda memilih duniamu tetap diam, dengan menyimpan kenangan peristiwa masa lalu yang tidak bisa diubah kembali? Atau bersediakah kita menempuh jalan yang lebih baik?

Balas dendam adalah keinginan yang begitu besar untuk membuat keadaan menjadi berimbang. Namun masalahnya, kita tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Tindakan balas dendam akan mengikat baik yang disakiti maupun yang menyakiti pada rantai penderitaan pada sebuah tangga berjalan. Kedua belah pihak akan tetap terikat pada tangga berjalan tersebut, sejauh posisi imbang dikehendaki, dan tangga berjalan tersebut tidak pernah berhenti bergerak! Mata ganti mata, akan menjadi kaki ganti kaki, dan akhirnya nyawa ganti nyawa. Tidak peduli alat apa yang kita gunakan dalam membalas dendam : pakah itu dengan kata-kata, pentungan, panah, senapan, bom, bom nuklir sekalipun, balas dendam akan menempatkan kita pada tindakan menyakiti orang yang semakin meluas.

Mahatma Gandhi pernah mengatakan : Apabila kita hidup dengan falsafah “mata ganti mata” maka seluruh dunia akan menjadi buta. Oleh sebab itu, satu-satunya jalan adalah mau memaafkan. Pengampunan / memaafkan mempunyai kekuatan yang besar untuk menarik kita keluar kita dari masa lalu yang penuh dengan derita. Ia dapat menghentikan reaksi yang tidak habis-habisnya, sehingga menciptakan situasi dimana baik yang berbuat salah maupun korban dapat memulai sesuatu yang lebih baik. sebaliknya balas dendam hanya mengingatkan kepada sakit hati masa lalu.

Balas dendam membenamkan orang ke dalam pengulangan kenangan masa lalu yang tidak nyaman. Sementara oleh memaafkan, itu mematahkan cengkraman sakit hati di masa lalu yang ada dalam pikiran kita, dan memungkin kita untuk menghadapi hari esok yang lebih baik, meskipun dengan banyak ketidak pastiannya. Memaafkan orang yang menyakiti kita, adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit hati.

Dalam banyak hal memaafkan membutuhkan iman untuk melakukannya. Memerlukan iman untuk percaya bahwa rasa damai akan datang ke dalam hati kita yang susah, setelah kita memaafkan, dan percaya bahwa pembalasan adalah bagian Tuhan, seandainya perlu, dan bukan bagian kita.

Kemampuan untuk memaafkan adalah salah satu kemampuan terbesar yang diberikan kepada manusia, dan ini adalah salah satu dari sifat Allah. Apabila kita mempraktekkannya, kita mempraktekkan tabiat Allah. Apabila kita mampu untuk memaafkan, itu berarti kita memiliki kemampuan diatas rata dari umumnya manusia dengan sifatnya yang fana.

Yesus datang untuk membawa pengampunan dan keselamatan dari dosa, Dia juga datang untuk membebaskan kita dari sifat manusiawi kita. Ketika kita menerima Dia sebagai Juruselamat, kita juga menerima bagian dari sifat kemanusianNya yang luar biasa yaitu mengampuni. Ketika kita menerima Dia, seberapa besar sifat Yesus sudah menguasai hidup kita, tentu saja itu terserah kita, dan itu nampak dalam setiap pilihan kita.

Karena salah satu sifatNya yang menonjol adalah kesediaan untuk mengampuni, seberapa cepat kita bersedia mengampuni orang yang bersalah kepada kita, menjadi indikasi yang baik untuk menilai apakah kita mengijinkan tabiat Yesus yang agung mengendalikan diri kita. Apakah orang itu berhak atau tidak mendapat pengampunan dari kita, bukanlah menjadi masalah utama. Yang penting adalah kita melakukan yang benar, yaitu mau mengampuni atau member maaf.

Sebenarnya tidak seorangpun layak menerima pengampunan. Bila seorang berbuat salah, dia berhak mendapat hukuman. Tapi pengampunan lebih besar dari hukuman. Memberikan hukuman adalah sifat manusia, sementara mengampuni adalah tabiat Ilahi. Dan di akhir kotbah dari ibu yunita mengajak kita agak kita mengikuti sifat dari Yesus yang selalu mengampuni dan memaafkan ketika orang lain bersalah atau mungkin kita berbuat salah baik orang yang lebih muda atau tua dari kita. Lalu lagu tutup khotbah dengan menyanyi lagu sion nomor 103 “Jalan serta Yesus” lalu doa Tutup oleh Ibu Yunita Wuisan.

Seperti biasa setiap selesai acara vesper jemaat yang hadir menuju halaman gereja membuat lingkaran sambil bergandengan tangan dan mengucapkan selamat sabat tiga kali Tuhan memberkati.

S. Sibarani

Tuesday, January 18, 2011

Jumpa - Pisah Gembala

Satu tahun berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin jemaat Kemang Pratama mengadakan acara serah terima gembala jemaat. Kali ini, Pdt. Saiman Saragih harus pula meninggalkan jemaat Kemang Pratama karena beliau diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Direktur Penerbitan dan Roh Nubuat - Konferens DKI Jakarta dan sekitarnya. Satu sisi, kami merasa sedih atas singkatnya waktu kebersamaan kita, namun di sisi lain, kami bersuka cita karena beliau mendapatkan kepercayaan untuk memimpin sebuah departemen. Selamat buat Pdt. Saiman Saragih.

Sabat tanggal 15 Januari 2011, disepakati untuk mengadakan acara serah terima gembala dari Pdt. Saiman Saragih kepada Pdt. Sonny Kapitan. Pdt. Sonny Kapitan menikah dengan ibu Siti Mei Silitonga dan dikaruniai 3 orang anak yaitu Yehusom Paulsen Parsaulian Kapitan, Yehezkiel Paulson Parsauran Kapitan dan Angela Paula Kapitan.

Ketua Munas Tambunan memimpin acara serah terima ini dengan membacakan berita acara serah terima. Setelah itu, masing-masing gembala, Pdt. Saiman Saragih dan Pdt. Sonny Kapitan membubuhkan tanda tangan pada berita acara tersebut. Sebagai saksi, ditunjuk Ketua Munas Tambunan dan Sekretaris sidang Sontani Purnama.

Acara kemudian dilanjutkan dengan bacaan bersahutan serah terima gembala. Ketua jemaat, anggota, keluarga gembala, dan utusan konferens – yang diwakili oleh Direktur Roh Nubuat, Pdt. Saiman Saragih, secara bergantian membaca bacaan serah terima gembala ini. Dan pada bagian akhir, semua membaca secara bersama-sama: ”Kami berjanji, di hadapan Kristus dan di hadapan masing-masing kami pada hari ini, untuk menempatkan Kristus yang pertama, memohon tuntunan Roh-Nya, dan bekerja bersama-sama untuk mempercepat kedatangan-Nya”

Usai acara serah terima gembala, jemaat Kemang Pratama juga mengadakan acara perpisahan untuk Pdt. Saiman Saragih. Acara ini dipimpin oleh Bapak Viertin Tobing – Pemimpin departemen Rumah Tangga. Acara diawali dengan puji-pujian yang dibawakan anak-anak Kemang Pratama, lengkap dengan berbagai instrumen musik mereka - Piano, Bas, Pianika dan Suling.

Ketua David Tampubolon mewakili jemaat memberikan sambutannya dengan mengutip 1 Tesalonika 5 : 12-19 dan 1 Timotius 5 : 1-2 yang intinya adalah kita sebagai kawanan domba dan Pendeta adalah gembalanya. Seorang gembala perlu menggunakan tongkatnya dan tongkatnya itu adalah teguran. Jemaat membutuhkan teguran dari pendeta, sama seperti orang tua menegur anaknya agar tidak melenceng.

Tanda Kasih diberikan oleh Ketua Jeff Eman dan Bendahara Willy Wuisan. Dalam kesempatan itu, sekali lagi, ketua Jeff Eman mengucapkan terima kasih atas penggembalaan pdt. Saiman Saragih kepada jemaat Kemang Pratama.

Menyambut tanda kasih, ibu Fanny Saragih mengatakan bahwa di jemaat Kemang Pratama ini beliau menemukan kakak, saudara, dan anak sehingga tidak mau berpisah. Namun oleh karena tugas, beliau harus meninggalkan jemaat ini. Beliau juga mengatakan bahwa waktu satu tahun adalah waktu yang singkat, sehingga belum dapat berbuat apa-apa, kendati sudah berusaha memberikan apa yang bisa diberikan. Beliau juga memohon maaf atas kelemahannya dan mohon agar didoakan agar diberikan kemampuan dalam melayani pekerjaan yang baru.

Sedangkan Pdt. Saiman Saragih mengingatkan jemaat untuk tetap setia di dalam Tuhan. Sebagai prajurit Kristus, Tuhan akan memberikan pertolongan dalam pelayanan jemaat. Pembenaran oleh iman, keselamatan oleh kasih Yesus Kristus menuntun kita menerima kebenaran. Gereja adalah sarana yang menuntun kita mengenal kebenaran dan biarlah kita akan tetap setia di dalam Tuhan. Beliau juga mengharapkan agar Pdt. Sonny Kapitan dapat melayani jemaat ini dengan lebih baik lagi, karena anggota jemaat ini mempunyai potensi dan semangat persatuan dan kesatuan. Di akhir sambutan, beliau juga memohon maaf, baik pribadi maupun anggota keluarga atas sesuatu yang tidak berkenan.

Acara perpisahan ini diakhiri dengan doa penyerahan yang dilayangkan oleh Pdt. Sonny Kapitan.

Monday, January 17, 2011

Kasih Allah, Landasan Untuk Peduli Pada Sesama

Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat, 15 Januari 2011 yang lalu dibawakan oleh ketua bidang PP, bapak David Tampubolon. Pada kesempatan ini, pak David menyampaikan bahwa banyak orang, organisasi, perusahaan yang menunjukkan kepedulian kepada sesama manusia dengan tujuan, maksud dan alasan tertentu. Kita pun sebagai umat Kristen perlu untuk peduli pada sesama.

Kepedulian seyogianya dilandasi oleh motif yang benar, motif yang didasarkan oleh kasih Allah. Biasanya kepedulian ini melibatkan uang. Rasul Paulus berkata: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (I Tim. 6:10). Sebaliknya, tidak sedikit orang haus akan kekuasaan dan uang, dan ini agak jarang ditegur dibandingkan dengan pemakai ganja/obat terlarang dan pornografi. Padahal bahaya haus akan kekuasaan dan akan uang tidak kurang bahayanya dibandingkan dengan pemakaian obat-obat terlarang dan pornografi. Janganlah kita menghalalkan cara yang tidak terpuji untuk memperoleh uang.

Firman Tuhan juga mengatakan dalam buku Amsal: “Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat” (Amsal 11:1). Jangan kita berlaku serong/curang, berlaku tidak terpuji dalam hubungan kita dengan sesama manusia.

Pada akhir dari PP, kita dihimbau untuk mencari Tuhan gantinya kekuasaan dan uang, mempedulikan sesama dengan motif yang benar, yaitu dilandaskan oleh kasih Allah.

Acara Kebaktian Baby Shower - Farrel Fienly

Sabat sore yang indah,15 Januari 2011, digunakan oleh anggota-anggota jemaat Kemang Pratama untuk bersuka cita dalam acara Baby Shower bagi keluarga Karel Arsyad di perumahan Pondok Pekayon II. Acara yang dihadiri oleh sekitar 30 orang anggota jemaat dimulai tepat pukul 15.00 wib dan dipimpin oleh bapak Viertin Tobing. Sukacita ini diawali dengan menyanyikan lagu dari lagu sion no 304 “Marilah Bersukacita”, dilanjutkan dengan doa buka yang dilayangkan oleh ibu Yunita Wuisan. Suara-suara merdu dari ibu-ibu diperdengarkan melalui lagu spesial dari Lagu Sion no 103 “Jalan Serta Yesus Slalu Sejahtera”

Dalam kesempatan yang baik ini, bapak Karel Arsyad menyampaikan kesaksiannya dengan terlebih dulu mengucapkan syukur kepada Allah Bapa atas banyak berkat-berkat yang sudah diterima di dalam keluarga mereka. Dalam usia pernikahan yang baru memasuki tahun yang ke-3, keluarga ini sudah dikaruniai 2 orang anak. Anak yang pertama perempuan diberi nama Preacy dan saat ini Allah menambah sukacita keluarga dengan memberikan adik laki-laki bagi Preacy yang lahir pada tanggal 28 Desember 2010 melalui proses operasi Caesar dan terlahir dengan berat 3,3 kg, panjang 49,5. Dalam proses kehamilannya ibu Ririn Arsyad sempat mengalami pendarahan pada akhir November 2010 dan pada saat itu juga keluarga ini terpilih untuk menjadi Family of The Month untuk bulan Desember 2010, bapak Karel sangat yakin bahwa doa-doa yang dilayangkan oleh setiap anggota jemaat Kemang Pratama di sepanjang bulan Desember itu menjadi sumber kekuatan bagi keluarga ini dalam menantikan kelahiran anak ke-2 mereka yang mereka beri nama Farrel Fienly Arsyad. Sebuah kesaksian akan proses kelahiran anak ke-3 dari keluarga pendeta Saiman Saragih, mengawali renungan yang disampaikan oleh Pendeta Saiman Saragih.

Dalam renungan yang disampaikan, Pendeta Saragih mengatakan bahwa keluarga Arsyad harus selalu bersyukur oleh karena anak mereka bisa lahir dengan baik mengingat ibu yang sempat mengalami pendarahan sekitar sebulan sebelum proses persalinan. Mazmur 136:1,3, 26 Firman Tuhan katakan,” Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (3) Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (26) Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

Sebagai umat Tuhan kita diajar untuk selalu bersyukur dalam segala hal yang Tuhan berikan kepada kita walaupun ada waktu-waktu dimana Tuhan mengijinkan kita mengalami kesulitan. Tetapi bilamana kita serahkan segala kekhawatiran kita kepada Tuhan maka Dia adalah setia dan baik yang siap menolong sehingga kita boleh lepas dari kekhawatiran kita dan mendapatkan sukacita, untuk itulah diajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur di dalam segala hal. Dan saat ini Tuhan memberikan tanggungjawab kepada bapak dan ibu Arsyad seorang anak lagi, Tuhan menuntut tanggungjawab itu yaitu dimana pada saat ini pikiran seorang anak yang baru lahir adalah seperti lembaran kertas putih. Mau jadi seperti apa anak itu kelak adalah menjadi tugas orang tua untuk menuliskannya di kertas / pikiran anak tersebut. Orang tua bertanggung jawab untuk menuliskan hal-hal yang baik dan mencegah pengaruh-pengaruh jahat dari orang-orang lain. Tuhan menuntut tanggungjawab itu bukan saja saat anak-anak masih kecil tetapi hingga usia dewasa pun orang tua tetap memiliki tanggungjawab terhadap anak-anak mereka.

Oleh karena itu, sebagai orangtua kita perlu mengambil waktu untuk berdoa agar anak-anak kita bertumbuh dengan baik secara fisik dan rohani dan menjadikan mereka sebagai anak yang baik dan menurut. Amsal 29:15-17 Firman Tuhan katakan, “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. (16). Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka. (17). Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. “

Di dalam rumah harus ada peraturan, setiap perkataan orangtua adalah perintah atau undang-undang untuk dituruti oleh anak-anak. Orangtua juga harus menjaga perilaku dan perkataan, oleh karena apa saja yang selalu anak-anak dengar dirumah, itu juga yang akan menjadi pola mereka dalam bersikap dan berkata-kata. 3 hal yang patut diajarkan kepada anak-anak adalah:

- menurut dan hormat kepada orangtua, termasuk didalamnya om, tante ataupun kakek dan nenek.

- menurut dan hormat kepada guru

- menurut dan hormat kepada pendeta / organisasi gereja

Jangan pernah kita membicarakan sesuatu hal yang menentang kepada orangtua, guru, pendeta ataupun organisasi gereja kalau kita mau anak-anak kita menjadi orang yang penurut, setia dan siap untuk masuk kedalam kerajaan sorga. Anak-anak yang penurut akan menjadi kebanggaan bagi ibunya, bertumbuh sebagai orang yang bijak, dihormati, membawa ketentraman dan sukacita. Di akhir renungan, Pendeta Saiman Saragih mengatakan, sukacita akan menjadi bagian keluarga yang mau mengarahkan anak-anak untuk menurut kepada Tuhan, seperti yang dinyatakan dalam Mazmur 144:12 , “Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!” Doa berkat bagi keluarga Karel Arsyad dilayangkan oleh pendeta Sonny Kapitan.

Sebagai tanda sukacita dari jemaat Kemang Pratama, ibu Susi Eman menyampaikan tanda sukacita itu kepada ibu Ririn Arsyad. Kebaktian Baby Shower ini ditutup dengan menyanyi dari Lagu Sion no 260 “Senanglah Rumah” dan doa tutup dilayangkan oleh bapak Willy Wuisan. Sukacita sabat sore itu semakin lengkap oleh karena keluarga Karel Arsyad menyediakan kue-kue yang lezat yang boleh dinikmati bersama-sama setelah didoakan oleh bapak Karman.

Selamat bergabung dalam kelas sekolah sabat anak-anak buat Farrel Fienly.

Thursday, January 13, 2011

Perlawatan ke Opung Sianturi

Sebuah pesan singkat masuk di handphone saya pada pagi hari Selasa yang lalu. Berita datang dari ibu Syuul , memohon dukungan doa untuk Opung Sianturi, ibu dari bpk. Marlan Sianturi, yang sedang dirawat di rumah Sakit Mitra Keluarga di Depok. Saya percaya, segera setelah berita diteruskan oleh sdr. Ramlan Sormin kepada anggota jemaat, maka doa doa memohon pertolongan Tuhan bagi kesembuhan Opung segera dilayangkan oleh seluruh anggota Jemaat Kemang.

Sore harinya, pulang dari kerja saya dan pak Willy menuju ke RS Mitra Keluarga di Depok. Sudah lebih dari 10 tahun kami tidak pernah pergi ke daerah Depok. Depok sudah menjadi kawasan yang berkembang begitu pesat. Tiba di rumah sakit, selain Marina dan Tesha, di sana juga ada ibu Adeline yang membantu menjaga Opung ketika Bapak dan ibu Sianturi pergi untuk mengurus keperluan Opung.

Keadaan fisik Opung memang lemah, tapi Opung masih mengenal kami dan kami sampaikan bahwa seluruh anggota Jemaat Kemang mendoakan opung. Opung berulang-ulang mengucapkan terima kasih, walaupun dengan suara yang terdengar begitu lemah. Tak lama kemudian ibu Sianturi datang, dan menceritakan kondisi opung sebagaimana yang disampaikan oleh dokter kepada keluarga. Sementara kami berbincang-bincang, kami melihat pdt. Sonny Kapitan, gembala Jemaat Kemang yang baru memasuki ruangan. Kami senang karena ada Pendeta yang bisa bersama kami pada waktu kami melawat. Pendeta menyapa dan memberi semangat kepada Opung, yang disambut dengan anggukan kepala oleh Opung. Doa memohon kesembuhan dari Bapa Surgawi, dokter diatas segala dokter , yang mengetahui apa yang terbaik bagi setiap orang yang dikasihiNya dipanjatkan oleh Pendeta Sonny kehadirat Tuhan, sebelum beliau meninggalkan rumah sakit.

Ketika tiba waktunya kami mohon diri, kami sampaikan kepada keluarga bpk. Sianturi bahwa seluruh anggota jemaat Kemang akan tetap mendoakan opung dan keluarga Sianturi. Tuhan Yesus yang penuh kasih akan menyertai keluarga di setiap waktu, terlebih dalam masa-masa yang sulit, adalah doa kami. (Yunita Wuisan - dept. diakones).

Friday, January 07, 2011

BWA dan Dorkas Melawat Ibu Lies Purnama

“Tolong doakan Ibu Lies yang saat ini dirawat di rumah sakit.”, demikian bunyi pesan yang sampai di handphone suami saya. Saya buat janji dengan pemimpin BWA dan Dorkas jemaat Kemang Pratama, Ibu Meiske Tampubolon, untuk melawat ibu Lies. Hari Kamis, 6 Januari pagi kita tetapkan untuk melawat. Saya tiba di SPBU Petronas di ujung jalan Pekayon sekitar 10 menit lewat dari jam 10 pagi. Sesuai janji, dari kejauhan saya melihat Ibu Meiske tersenyum lebar melihat kedatangan saya. Tidak membuang waktu, segera kami meluncur ke Rumah Sakit Global Awal Bros Kalimalang Bekasi, dimana Ibu Lies Purnama dirawat sejak hari Selasa 4 Januari yang lalu.

Ketika kami masuk di kamar rawat no. 607, kami disambut oleh ibunda dari Ibu Lies, yang biasa kami panggil Oma di gereja. “Dorkas datang !”, kata kami serentak sebagai salam pembuka. Salam kami langsung disambut dengan senyum gembira dari Ibu Lies. Mewakili jemaat, Ibu Meiske menyampaikan bingkisan kasih kepada Ibu Lies. Setelah bercakap ringan sejenak, maka Ibu Meiske memimpin kebaktian untuk Ibu Lies. Lagu spesial yang dibawakan oleh Junior Tampubolon dan Oma sangat menghibur karena 4 ayat diselesaikan dengan baik dan merdu. Kemudian dilanjutkan dengan renungan yang disampaikan oleh Ibu Evelyn Sormin yang terdapat di dalam buku Matius tentang kekhawatiran. Renungan ini mengajak agar kita sama-sama mengingat bahwa khawatir adalah sesuatu hal yang memang akrab dengan kita manusia. Tetapi kita tidak boleh lupa apa yang Tuhan katakan, bahwa kekhawatiran tidaklah membantu. Apalagi dalam keadaan sakit, seringkali kita semakin khawatir.

“Yang namanya ibu pasti semakin banyak khawatirnya. Bukan hanya penyakit saja yang dikhawatirin, tetapi juga khawatirin apakah anak, suami dan rumah bisa baik-baik saja selama ditinggal di rumah sakit ini… ”, kata Oma menambahkan komentar dari isi renungan. “Makanya saya ingin cepat pulang nih !”, kata Ibu Lies menimpali sambil tersenyum. “Pulangnya kalau sudah disuruh dokter dong bu, daripada nanti enggak tuntas sembuhnya.”, tambah ibu Meiske yang disambut anggukan tanda setuju dari semua. Sebagai penutup kebaktian kami berdoa bersama yang dipimpin oleh Ibu Evelyn. Setelah selesai kebaktian, kamipun berbincang-bincang santai. Bicara tentang keluarga dan kehidupan sehari-hari. Tidak terasa sudah pukul dua belas lewat 10 menit. Kami pun segera pamit untuk pulang. Semua kita mendoakan agar Ibu Lies bisa segera sembuh dan kembali pulang berkumpul dengan keluarga, terutama Dave yang katanya sudah dikangenin banget! Cepat sembuh ya bu…! J

Tuhan memberkati.

Butterfly