Wednesday, February 02, 2011

Menjenguk Jeremy Yang Sakit

“Kita jadi jenguk Jeremy pagi ini ya…”, ucap Meiske Tampubolon mengingatkan di telepon pada hari Selasa pagi 1 Februari 2011. Kami janjian untuk langsung bertemu di lobi R.S. Mitra Keluarga Bekasi Barat. Dari kejauhan saya melihat wajah Ibu Meiske yang terlihat tidak begitu cerah. “Aku ditabrak motor ketika mau menyeberang jalan.”, katanya sambil tetap tersenyum. “Ya ampun Meiske, kasihan sekali !”, ujar saya kaget. Saya lihat kaki kanannya bengkak, sementara kaki kirinya terluka dan memar. Tapi Meiske dengan tenang mengatakan bahwa dia tidak merasa terganggu dan tetap ingin melakukan pelayanan. Pertolongan pertama yaitu obat gosok minyak Tawon sudah diberikan.

Berjalan sedikit perlahan kami menuju lift yang membawa ke lantai 4. Karena sedang dibersihkan maka pintu 407 terlihat terbuka. Melongok sedikit saja kami sudah langsung bisa melihat wajah Leni yang sedang memberikan susu untuk Jeremy. “Hallo Jeremy….!”, sapa kami disambut senyum ramah khas Jeremy yang selalu kita temui jika bertemu di kebaktian. “Jeremy sakit ya…?”, tanya saya, yang langsung disambut anggukkannya. Dia hampir tidak terlihat seperti anak yang sakit karena wajahnya cerah ceria. Hanya selang infus-lah yang menandakan dia sedang sakit. Sementara Ibu Meiske menyerahkan bingkisan kasih dari jemaat, Jeremy yang sedang asyik minum susu sambil tiduran sama sekali tidak terganggu. Dia hanya tersenyum menandakan dirinya sudah sangat mengenal kami. Jeremy diopname karena radang tenggorokan. Setiap diberikan makanan dan minuman dia muntah. Itu sebabnya harus diberikan infus supaya dia tidak lemas. Kami katakan kepada Lenny, berdasarkan pengalaman memang anak usia di bawah lima tahun masih rentan terhadap penyakit. “Nanti juga kalau sudah sekolah pasti jarang sakit ya….!”, kata kami kepada Jeremy. Kepalanya yang mungil kembali mengangguk, seakan mengerti apa yang kami katakan.

Lagu “Sebrang Langit Biru” adalah lagu pembuka yang telah dipilih Ibu Meiske selaku pimpinan Dorkas dan BWA. Seperti biasa kami mendengarkan renungan singkat. Ibu Evelyn Sormin membawakan renungan yang diambil dari buku Tesalonika. Isinya mengatakan bahwa Tuhan itu selalu baik dan melindungi kita. “Sebagai umat Tuhan kita pantas berterima kasih dan bersyukur karena Tuhan selalu memberi tahu akan hal-hal yang dengan setia Dia lakukan untuk umatNya. Kita percaya Jeremy akan segera sembuh dan bisa kumpul lagi bersama papa dan mamanya. Karena itulah janji Tuhan dalam firman-Nya.”, ucap Ibu Evelyn memberikan kekuatan kepada Ibu Lenny Silitonga. Ibu Evelyn juga menyampaikan bahwa Jemaat Kemang Pratama ikut mendoakan untuk kesembuhan Jeremy. Kami tutup kebaktian dengan berdoa bersama-sama.

“Kalau makannya banyak, rencananya dokter hari ini akan mencopot infusnya.”, kata Lenny pada kami. “Porsi makan dari rumah sakit cukup nggak?”, tanya Ibu Meiske. "Kurang kak… ", jawab Lenny. “Wah kalau dia doyan minta tambah aja Len ! Jangan malu-malu. Karena makanan anak-anak kan tidak bisa dibeli sembarangan.”, kata saya melanjutkan. ”Okelah, nanti saya minta tambah deh. Benar juga apa yang dikatakan Kak Meiske dan Kak Evelyn,” jawab Lenny dengan senang. Karena sudah waktunya, kami mohon diri. Lambaian tangan yang diberikan Jeremy membuat kami jadi tertawa gembira. Anak-anak memang selalu membuat kita bisa terhibur, walau mereka sedang sakit sekali pun.

Sampai ketemu hari Sabat di gereja ya Jeremy …! Tuhan memberkati kita semua.

-butterfly-

Bekerja Bagi Tuhan

Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat, 29 Januari 2011 yang lalu dibawakan oleh ibu Evelyn Sormin. Diawali dengan yel-yel : “Mari menginjil, Yesus pasti datang segera… Yesus pasti datang segera, mari menginjil”. Ibu Evelyn dengan semangat menyampaikan bahwa kita perlu bekerja buat Tuhan menyampaikan kabar injil kepada sesama, apakah secara tatap muka langsung atau dengan menggunakan sarana multi media dan kemajuan teknologi seperti televisi.

Dalam kesempatan ini, ibu Evelyn menyampaikan bahwa Jemaat Kemang Pratama ikut menjalankan program Reach Up, Reach Out dan Reach A Cross yang ditetapkan organisasi kita untuk dijalankan di seluruh dunia. Sejalan dengan itu kita akan mengadakan program DOA BERSAMA 10 HARI, dari tanggal 30 Jan – 8 Feb 2011 ini. Selama 10 hari doa-doa akan dilayangkan untuk memohon hujan awal berupa pengampunan, pertobatan, kemenangan atas dosa, kehidupan yang penuh dengan perbaktian dan persatuan dalam gereja. Kemudian, dilanjutkan permohonan kecurahan hujan akhir untuk mengabarkan injil dan kemauan untuk melayani Tuhan. Program berdoa ini juga akan dijalankan secara berkesinambungan melalui program SALING MENDOAKAN, dimana masing-masing keluarga yang ada di jemaat Kemang Pratama juga orang mudanya akan saling mendoakan satu dengan yang lainnya.

Pada akhir dari PP, kita dihimbau untuk bekerja bagi Tuhan, baik secara langsung maupun menggunakan media yang ada. Kita rindu agar kabar injil ini boleh tersebar dan Yesus pun boleh segera datang. Kiranya kita mau bekerja buat Tuhan dan memasyurkan namaNya.

- james -

Tuesday, February 01, 2011

Kisah Tentang Kaca Spion

Filipi 3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Setiap kali menyetir sendirian saya selalu bermain dengan pikiran – pikiran saya yang terkadang membawa saya kepada suatu konsep kehidupan. Dan benda yang yang setiap kali saya lihat, secara tak sadar membuat ide – ide baru itu datang. Sudah sejak lama saya ingin menulis sesuatu tentang kaca spion. Di mobil ada 3 unit kaca/cermin yang digunakan untuk melihat ke belakang. Di kiri, di tengah dan di kanan. Ditempatkan secara berbeda untuk memberikan kemudahan perspektif melihat bagian yang ada dibelakang tanpa kita harus menoleh ke belakang.

Suatu kali saya melihat lewat kaca spion, ada seorang tukang topeng monyet sedang mengamen dipinggir jalan, memaksa monyetnya untuk mau berdiri menggunakan topeng bayi. Terlihat pula ada seorang ibu tua yang sedang mengetuk jendela mobil mengharapkan sebuah sedekah diantara antrian mobil yang begitu panjang. Kaca spion membantu untuk memberitahukan apakah saya aman untuk mengambil jalur yang berbeda saat saya ingin mendahului mobil yang berada di depan saya, kaca spion juga membantu saya untuk menempatkan mobil saya dengan benar pada saat parkir.

Kaca spion dapat memperlihatkan beberapa ekspresi orang yang berada di mobil yang dikendarai orang lain, juga ekspresi orang yang berada di belakang atau samping mobil saya. Namun yang lebih penting dari kaca spion ini adalah kaca transparan yang ada di depan kita, yang harus kita lihat untuk membawa kita terarah kepada tujuan yang kita inginkan.

Di dalam hidup, kita jangan hanya terpaku akan kaca spion kita masing-masing yang selalu membawa kita melihat apa yang ada dibelakang kita. Karena pada saat kita mengendarai, kaca spion hanyalah “pembantu” agar kita lebih siap lagi untuk maju ke depan. Di depan kita ada kaca transparan yang lebih besar ukurannya, yang menolong kita untuk meraih tujuan kita. Undanglah Kristus menjadi kaca transparan bagi saudara dan saya sehingga kita dapat melihat dan melangkah dengan jelas tujuan yang harus kita gapai. Allah sumber hikmat dan kehidupan kiranya menyertai kita sekalian. Selamat beraktifitas.

Past will always behind you and you can’t escape from it. Put them as your rear view mirror to help you to move, to help you to reach your destination.

Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.

Doa Bersama Hari Ke-2 - Pertobatan

Hari Senin, 31 Januari 2011 adalah hari kedua dari Doa Bersama 10 Hari yang dilaksanakan di Gereja MAHK Jemaat Kemang Pratama. Song Leader Willy Wuisan memimpin puji-pujian untuk menyiapkan hati kita dalam perbaktian ini. Tepat jam 20:00, lagu pembukaan “Ku Datang Hampir, Kepada-Mu” dinyanyikan, dan dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Prayer Leader, bapak Munas Tabunan.

Renungan yang dibawakan oleh Pdt. Sonny Kapitan pada malam ini diambil dari 2 Petrus 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”, sesuai dengan tema doa yaitu pertobatan. Tuhan mempunyai keinginan agar setiap orang berbalik dan bertobat. Tuhan tidak ingin ada yang binasa dan untuk itu kita harus memiliki roh pertobatan. Banyak dosa yang kita lakukan, di rumah tangga, lingkungan, di tempat pekerjaan, bahkan di gereja. Ada dosa yang terlihat, namun ada pula dosa yang hanya diketahui oleh Tuhan. Tuhan akan mengampuni dosa kita, seberapapun besarnya. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”, Yes 1:18. Dalam renungan ini, diingatkan juga, bahwa dalam berdoa ada 4 hal yang harus dilakukan yaitu, pemujaan, pengampunan, ucapan syukur dan baru yang terakhir permohonan. Pada doa bersama malam ini, selain topik-topik doa yang akan didoakan di kelompok masing-masing, secara khusus kita akan berdoa agar diberikan roh pertobatan.

Pada malam kedua ini, tercatat 38 orang hadir, yang terdiri dari 6 orang dari kelompok satu , 8 orang dari kelompok dua, 8 orang dari keompok tiga, 7 orang dari kelompok empat, 7 orang dari kelompok lima dan 2 orang dari kelompok enam. Jumlah ini tidak jauh berbeda dari hari pertama yang mencapai 40 orang hadir, yang terdiri dari 10 orang dari kelompok satu , 8 orang dari kelompok dua, 6 orang dari keompok tiga, 5 orang dari keompok empat, 6 orang dari kelompok lima dan 5 orang dari kelompok enam.

Selain memohon agar diberikan roh pertobatan, di berapa kelompok juga dilayangkan doa-doa yang lain. Pada kelompok satu, juga diselipkan doa untuk kesembuhan sdri. Vira, dan Jeremy Silitonga. Selain itu, didoakan juga keluarga yang beduka, keluarga Chandra Perangin-angin. Juga didoakan Family Of the Month, keluarga Pdt. Saiman Saragih, anak-anak yang mau menghadapi ujian nasional, dan keluarga Munas Tambunan yang pada hari Sabat lalu, mengalami musibah kehilangan mobil di gereja. Tidak ketinggalan pula, kelompok ini mendoakan persatuan dan kesatuan gereja Tuhan. Doa dilakukan secara bergantian, dengan diselingi oleh lagu-lagu penyerahan. Dan diakhir doa, secara bersama, kelompok ini melayangkan doa “Bapa kami”.

Waktu telah lewat dari pukul 21:00, namun banyak kelompok yang masih khusuk berdoa. Akhirnya, jam 21:20 semua kelompok telah menyelesaikan doanya. Jemaat kembali berkumpul dan menyanyikan lagu penutup dari Lagu Sion nomor 144, dan bapak Munas Tambunan melayangkan doa penutup. Jemaat kembali ke rumah dengan suka cita, setelah terlebih membentuk lingkaran dan mengucapakan “Selamat malam! Selamat malam! Selamat malam! Tuhan memberkati! Haleluya! Amin!”

-lies-

10 Hari Doa Bersama Anak - Pertobatan

Selesai mendengarkan penjelasan dari Pendeta Sonny Kapitan mengenai "Pertobatan", anak-anak mengambil tempat di kelas anak-anak untuk berdoa bersama. Ibu Sari Tobing dan ibu Naomi kembali memberikan penjelasan kepada anak-anak bagaimana Yesus ingin anak-anak meninggalkan kebiasaan buruk dengan cara memohon kepada Allah agar menolong untuk dapat meninggalkan kebiasaan buruk itu. Anak-anak pun diminta untuk menyebutkan kebiasaan buruk mereka diantaranya ada yang suka ngobrol di gereja, terlalu lama di komputer, menonton TV sampai lupa belajar, bermain bola hingga lupa bikin PR, suka main sampai kotor bahkan ada yang malas merapihkan tempat tidur.

Selanjutnya, doa bersama dimulai dan dibagi dalam 4 tahapan doa. Veber, Junior, Dave, Yehu, Yehes, Angel, Ivana dan Michelle, terdengar semakin memahami cara berdoa sesuai dengan urutan yang dianjurkan yaitu diawali dengan pemujaan kepada Tuhan, pengakuan kesalahan, berterima kasih kepada Tuhan, dan terakhir permohonan kepada Tuhan. Dalam tahapan doa ke-empat, anak-anak diminta untuk memohon kepada Allah untuk dapat mengalahkan kebiasaan buruk mereka serta mendoakan adik kecil Jeremy yang sedang sakit.

Di akhir pertemuan anak-anak diminta untuk menghafalkan ayat hafalan. Usai acara, anak-anak semua kembali bergabung di gereja untuk menutup acara.

Terima kasih untuk anak-anak yang sudah hadir. Semoga selalu diberi kesehatan dan kerinduan untuk dapat hadir di setiap malam Doa Bersama 10 hari. Tuhan Yesus memberkati.

- sari tobing -

Selamat Beristirahat Nenek Karo

Minggu pagi 30 Januari 2011, seusai acara Doa Bersama 10 hari, sementara anggota jemaat sedang membahas beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan, bapak Ramlan Sormin menyampaikan berita duka cita atas meninggalnya ibunda dari bapak Chandra Peranginangin. Segera pimpinan departemen Rumah Tangga, bapak Viertin Tobing mengajak semua anggota yang hadir untuk bersama-sama ke Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk untuk mengadakan acara pelepasan jenazah oleh karena keluarga akan mengebumikan jenazah ibu Perangin-angin di Sumatera Utara.

Upacara pelepasan dimulai pada pukul 12.20 di kamar jenazah Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk dihadiri oleh sekitar 25 orang anggota jemaat dan beberapa orang keluarga. Pendeta J. Peranginangin, Pemimpin Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Indonesia Kawasan Barat, beserta istri, hadir untuk memberikan penghiburan bagi keluarga yang berduka. Acara yang dipimpin oleh bapak Viertin Tobing dibuka dengan menyanyi dari Lagu Sion no 122 “Satu Masa Yang Tertentu” dan doa buka dilayangkan oleh bapak Ramlan Sormin. Sebuah lagu istimewa dilantunkan oleh anggota jemaat Kemang Pratama yang hadir siang itu dari Lagu Sion no 123 “Adakah Yesus Lindung Aku”.

Dengan perasaan duka yang mendalam, bapak Chandra Peranginangin menyampaikan kesaksiannya. Diceritakan bahwa ibunda tercinta ibu Tama Ulina Ketaren dinyatakan menderita penyakit kanker otak di akhir tahun 2009. Di awal tahun 2011 ini, keluarga membawa ibu Peranginangin untuk menjalani pengobatan herbal di Bandung. Pada seminggu pertama pengobatan terlihat hasil yang sangat baik pada kesehatan ibu ini hingga pengobatan berlanjut hingga 2 minggu, kemudian keluarga sudah bisa membawa ibu ini kembali ke Jakarta untuk selanjutnya akan berobat jalan. Pada pagi harinya setelah sampai di Jakarta, ibu Peranginangin mengajak seluruh keluarga untuk renungan pagi dan kemudian mengajak bapak Chandra untuk jalan pagi. Sepulangnya, ibu ini langsung tertidur sehingga bapak Chandra pun tak sempat lagi untuk berpamitan saat akan berangkat ke kantor. Namun sekitar jam 12 siang, bapak Chandra mendapat telepon yang mengabarkan bahwa ibunda terkasih mengalami muntah, dan akhirnya ibu ini pun dirawat dirumah sakit Awal Bros, Bekasi. Pada tanggal 26 Januari 2011, keluarga membawa kembali ibu Peranginangin pulang kerumah dan pada hari Sabat sore 29 Januari 2011, ibu Peranginangin menerima upacara peminyakan yang dilakukan oleh Pendeta Sonny Kapitan.

Yesus memiliki rencana yang indah bagi ibu Peranginangin, yang juga dikenal dengan sebutan Nenek Karo Irel, dengan melepaskannya dari segala penderitaan atas penyakit yang ada padanya di usianya yang ke 56 tahun pada hari Minggu pagi yang cerah tanggal 30 Januari 2011. Jenazah akan dikebumikan di Kuta Bulu, Tanak Karo, Sumatera Utara.

Khotbah pelepasan yang disampaikan oleh Pendeta Sonny Kapitan menyatakan bahwa Yesus juga mengerti akan kesedihan dan tangisan kita oleh karena Yesus juga pernah menangis sebagaimana dinyatakan dalam kitab Yohanes 11:35. Pendeta juga mengingatkan keluarga bahwa segala sesuatu ada waktunya, dalam Pengkotbah 3:2 dinyatakan ada waktu untuk meninggal, dan inilah waktu yang ditentukan Allah bagi Nenek Karo Irel untuk meninggal yang diyakini oleh umat Tuhan sebagai tidur sementara sambil menantikan Yesus datang untuk yang kedua kalinya. Keluarga juga diyakinkan bahwa kelak Yesus datang kita akan bertemu lagi dengan ibu Peranginangin oleh karena janji Tuhan dalam Wahyu 14:13 menyatakan bahwa akan berbahagia orang yang mati dalam Tuhan oleh karena perbuatannya akan mengikutinya. Tabiat dan perbuatan baik ibu Peranginangin semasa hidupnya yang takut dan menurut perintah Tuhan menjadi petunjuk bahwa ibu ini berbahagia dalam kematiannya dan menjadi jaminan kelak kita akan bertemu kembali saat Yesus datang untuk kedua kalinya nanti.

Ucapan turut berduka cita mewakili jemaat Kemang Pratama disampaikan oleh bapak David Tampubolon dan upacara pelepasan ditutup dengan doa yang dilayangkan oleh bapak Willy Wuisan. Jenazah segera di berangkatkan ke bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diterbangkan ke Medan untuk kemudian dibawa ke Kuta Bulu, Tanak Karo, Sumatera Utara.

Selamat beristirahat Nenek Karo Irel... teladan kehidupanmu akan menjadi semangat bagi kami yang ditinggalkan.

- sari tobing -

Upacara Peminyakan Ibu Tamaulina Peranginangin boru Ketaren

Saat itu tepat pada hari Sabat tanggal 29 Januari 2011 sekitar pukul 15.10 WIB, sembilan orang perwakilan jemaat berangkat dari GMAHK Kemang Pratama menuju ke Kompleks Meruya Indah Blok A No. 6 – Jakarta Barat. Perjalanan menuju ke lokasi ditempuh kurang lebih selama satu jam tiga puluh menit. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh bapak Peranginangin didampingi oleh kedua anak lelaki, kedua menantu, cucu dan anggota keluarga yang lain. Di sebuah kamar, terbaring dengan tidak sadarkan diri istri, ibu dan nenek yang kekasih dengan nafas yang terengah-engah oleh karena penyakit tumor otak yang dideritanya. Ibu Tamaulina dirawat di dalam kamar ini setelah menjalani pengobatan beberapa minggu lamanya di Bandung maupun di RS Awal Bros Bekasi.

Tak lama berselang rombongan tiba di lokasi, dan atas permintaan keluarga maka acara kebaktian peminyakanpun dilangsungkan. Bertindak sebagai pemimpin acara sdr. Viertin Tobing. Kebaktian dimulai dengan menyanyikan Lagu Sion no. 180 “Kuharap PadaMu” dan dilanjutkan dengan doa pembuka oleh ketua David Tampubolon. Diawali oleh cucu Myrelle & Gerald Peranginangin demikian seterusnya oleh anak-anak dan suami, saling memohon maaf kepada sang nenek, ibu dan istri, dibarengi dengan air mata bercucuran dan dibalut dengan doa pengharapan untuk kesembuhan. Kakak beradik, anak dan orang tua satu dengan yang lain saling bermaaf-maafan dengan tulus dan rendah hati menyerahkan Ibu Tamaulina Peranginangin ke dalam tangan Tuhan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sonny Kapitan yang mengangkat Yakobus 5:14-16 sebagai ayat pembekalan bagi keluarga dengan pokok-pokok penting sebagai berikut:
  1. Dalam kasih persaudaraan di dalam Yesus Kristus, Jemaat mengunjungi keluarga untuk saling melayani dan menguatkan satu dengan yang lain
  2. Dalam rahmatNya yang tidak terbatas, keluarga menyerahkan Ibu Tamaulina Peranginangin ke dalam tangan pemeliharaan Allah agar Ia dalam keMahaKuasaanNya memberikan keputusan yang terbaik bagi istri/ibu yang kekasih
  3. Perlu saling merendahkan hati, memohon ampun dan mengampuni satu dengan yang lain dalam rumpun keluarga agar Allah berkenan menerima setiap permohonan keluarga
  4. Menyerahkan segala sesuatu didalam doa yang benar sebab doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya.

Doa penyerahan dan pengolesan minyak pun segera dilangsungkan oleh hambaNya Pdt. Sonny Kapitan sesaat setelah renungan disampaikan dan kebaktian ditutup dengan menyanyikan Lagu Sion no 84 “Jadilah Tuhan KehendakMu” yang dipimpin oleh Sdr. Dharlen Simanjuntak serta doa penutup dilayangkan oleh Ketua Jeff Eman.

- vt -

Monday, January 31, 2011

10 Hari Doa Bersama Anak - Mengampuni Teman-teman

Pagi yang cerah, Minggu 30 Januari 2011 adalah hari pertama dimulainya 10 hari doa bersama memohon kuasa Roh Kudus untuk hujan awal dan hujan akhir. Di kelas anak-anak hadir 10 orang, Veber, Verel, Rivaldo, Dave, Junior, Kanya, Kayla, Keanu, John dan Jeremi.

Acara yang dipimpin oleh ibu Sari Tobing dimulai dengan menjelaskan kembali apa yang diterangkan oleh Pendeta Sonny Kapitan tentang pengampunan. Ayat yang diambil dari Matius 6:12 “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Anak-anak pun saling bercerita tentang pengalaman mereka yang suka merasa kesal dengan teman-teman mereka. Anak-anak diajarkan untuk dapat mengampuni teman-teman yang sudah berbuat salah kepada mereka agar Yesus mengampuni mereka bilamana mereka melakukan kesalahan. Beberapa pengalaman tentang mengampuni yang disampaikan oleh ibu Sari, ibu Naomi Tobing dan ibu Evelyn Sormin kiranya bisa memotifasi anak-anak untuk bisa juga memiliki roh yang suka mengampuni.

Doa berantai dilakukan dengan berdiri dan saling berpegangan tangan, masing-masing menyampaikan doa yang dimulai dengan menyampaikan pujian bagi Tuhan, kemudian menyanyikan Lagu Sion no. 50 “Hiduplah Dalam Aku”. Doa dilanjutkan dengan menyampaikan permohonan akan pengampunan dosa dan pengakuan bahwa kita adalah manusia yang lemah, kemudian menyanyikan Lagu Sion no. 185 “Ku Datang Hampir Kepada-Mu”. Doa kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih, anak-anak menyampaikan terima kasih mereka atas orangtua, kakak, adik, kesehatan dan kepintaran yang sudah Tuhan berikan kepada mereka. Sebelum masuk ke bagian doa yang terakhir, anak-anak menyanyikan Lagu Sion no 318 “Dalam Hati”. Dalam bagian doa yang terakhir anak-anak menyampaikan permohonan mereka. Diantaranya mereka ingin diberikan kuasa agar dapat mengampuni teman-teman mereka yang sudah menyakiti mereka dan juga agar Tuhan memberikan kesehatan, kepintaran serta kesuksesan. Di akhir doa, kembali anak-anak menyanyi dari Lagu Sion no. 332 “Dengar YÇŽ Tuhan”.

Selesai melakukan doa kelompok, anak-anak kembali bergabung di gereja untuk menutup acara. Tuhan kiranya memberkati semua anak-anak yang sudah hadir, semoga anak-anak bisa merasakan kuasa Roh Kudus hadir dalam hidup mereka.

- sari tobing -

Doa Bersama Hari ke-1 - Roh Suka Mengampuni

Hari pertama Doa Bersama 10 hari di jemaat Kemang Pratama dimulai pada hari Minggu 30 Januari 2011. Saudara Jamesson Silitonga, sebagai Song Leader memimpin jemaat membawakan lagu-lagu pujian untuk menyiapkan hati kita untuk Tuhan. Tepat jam 07:00 pagi, lagu “Bisik Doa Waktu Pagi” berkumandang mengawali perbaktian Doa Bersama 10 Hari ini. Setelah Prayer Leader – Bapak Munas Tambunan – membawakan doa pembukaan, maka Pdt. Sonny Kapitan memberikan renungan singkat sesuai dengan tema doa pada hari ini.


Renungan selama sekitar 10 menit itu, menitik beratkan pada bagaimana pengalaman murid-murid Tuhan Yesus yang berkumpul untuk mendapatkan hujan awal, yaitu kecurahan Roh Kudus. Hujan awal ini, di dalam dunia pertanian, dikenal awal memulai pekerjaan dan hujan akhir sebagai masa panen. Pada saat itu, murid-murid berkumpul dan dengan memohon agar dimampukan untuk mengemban misi yang diberikan oleh Yesus. Mereka berkumpul dengan satu kesatuan memohon agar mendapatkan kecurahan Roh Kudus sehingga mereka dapat memiliki roh yang suka mengampuni, yang merupakan sebuah langkah awal dalam memulai misi itu. Dan, di dalam “Doa Bapa Kami” diajarkan bagaimana kita harus mengampuni orang lain agar Allah mau mengampuni kita juga (Mat 6: 12, 14 dan 15). Roh mengampuni harus ada dalam diri kita bilamana kita mau untuk diampuni oleh Allah.


Di akhir renungan, Pdt. Sonny Kapitan mengingatkan 4 hal didalam melakukan doa:

1. Puji-pujian, doa diawali dengan puji pujian kepada Allah.

2. Pengampunan, kemudian minta pengampunan atas dosa dan pelanggaran kita.

3. Ucapan syukur, ucapkan syukur atas segala yang terjadi

4. Permohonan, dan terakhir adalah permohonan kita, khususnya – sesuai dengan tema hari ini – permohonan akan Roh yang suka mengampuni.


Jemaat kemudian berpisah sesuai dengan kelompok masing-masing. Ada 6 kelompok di luar kelompok anak anak. Masing-masing dipimpin oleh Pemimpin Kelompok dan Sekretaris. Dalam setiap kelompok, masing-masing anggota berdoa secara bergantian diselingi oleh lagu-lagu. Di beberapa kelompok, bahkan ada juga anggotanya yang memberikan kesaksian. Waktu 40 menit yang diberikan, sepertinya tidak cukup untuk mengungkapkan doa-doa dari anggota. Hampir satu jam dihabiskan untuk melakukan doa bersama ini.


Setelah semua kelompok selesai melakukan doa, maka semua yang hadir berkumpul kembali di dalam gereja dan membentuk lingkaran. Lagu “Dengarlah Ya, Tuhan” mengakhiri kebaktian Doa Bersama ini dan doa tutup dilayangkan oleh Prayer Leader – Bapak Munas Tambunan.


-lies-

Tetaplah Berdoa

Setelah enam hari mencari nafkah, belajar, menjalani rutinitas yang sangat melelahkan, umat-umat Tuhan tetap setia datang untuk berbakti pada malam Sabat ini, 29 Januari 2011. Tepat pukul 07.30 malam Sabat, acara Vesper dimulai. Pemimpin acara malam ini adalah Bapak Jeff Eman dan firman Tuhan disampaikan oleh Bapak Dharlen Simanjuntak.

Untuk memulai acara dinyanyikan Ls. 172 “Pada Jam Kuberdoa” oleh semua Jemaat dan doa buka oleh Bapak Jeff Eman. Nyanyian spesial malam ini dibawakan oleh Keluarga Willy Wuisan yang didahului dengan kesaksian tentang kekuatiran. “Saya mendengar banyak kejadian-kejadian yang membuat saya khawatir. Mobil yang terbalik di Filipina, orang yang jatuh dari bangunan dan banyak kejadian lainnya, yang membuat saya khawatir dan ingin rasanya Yesus segera datang…. dDn saat ini kami akan menyayikan lagu dari Lagu Sion No. 205”. Kemudian lagu “Boleh jadi Pada Waktu Pagi Hari“ dinyayikan dengan penuh penyerahan.


Firman Tuhan malam Ini berjudul “Tetaplah Berdoa”, yang diambil dari 1 Tesalonika 5 :17. Dengan semangat bapak Dharlen Simanjuntak menyapa umat-umat Tuhan yang dengan sukacita datang untuk berbakti, “Selamat Sabat….!”. "Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan karena malam ini kita akan diingatkan untuk kita memiliki keinginan yang sungguh untuk mau berdoa", kata pembicara dengan penuh keyakinan. “Mengapa kita perlu berdoa... ?Berapa pentingkah berdoa itu bagi anda...?Seberapa besar manfaat doa bagi saudara...?”


Pembicara memberikan tiga pertanyaan untuk mengawali firman Tuhan yang akan disampaikan malam ini. Dan jawaban untuk tiga pertanyaan tersebut adalah: Pertama, kita perlu berdoa karena doa adalah napas kehidupan. Kedua, Berdoa penting karena berguna untuk kebangunan rohani sehingga kita dapat diubahkan. Kunci untuk mendapatkan mujizat, pintu akan dibukakan, napas orang-orang Kristen yang telah diselamatkan oleh Juruselamat dan bila kita tidak berdoa maka tidak ada percakapan dengan Allah. Dan yang ketiga adalah untuk menaklukkan segala sesuatu termasuk diri kita. Kita dapat menaklukkan keinginan yang kurang baik, sama seperti kebiasaan Yesus (Markus 1:35) yang memiliki kebiasaan berdoa, sehingga Dia dapat terbebas dari godaan setan. “Di dalam Matius 11: 28 dikatakan, Tuhan mengetahui kebutuhan kita secara detil”, kata pembicara untuk menjawab ketiga pertanyaan yang telah disampaikan.


Bapak Dharlen memberikan contoh tokoh-tokoh Alkitab yang suka berdoa antara lain yaitu : Ayub, seorang yang suka berdoa tidak kepada dirinya sendiri tetapi juga kepada teman-temannya dan dia adalah orang yang setia di mata Tuhan. Samuel, yang suka berdoa karena memang ibunya pun suka berdoa. Kemudian Musa, dalam Keluaran 32:32, Musa selalu berdoa sebelum mengambil keputusan sehingga dia dapat menjadi pemimpin yang baik. "Doa adalah kesempatan kita untuk meperdalam hubungan kita dengan Allah. Doa itu sangat penting dan hasilnya sungguh dahsyat. Kiranya Tuhan memberkati. Amin.", ucap Bapak Dharlen menutup renungan di malam Sabat ini.


Acara kebaktian Vesper ditutup dengan menyanyikan Lagu Sion Nomor 189 dan ditutup dengan doa oleh pembicara. Sehabis bersalaman dengan pembicara jemaat berdiri di halaman dan membentuk lingkaran sambil berpengangan tangan. Lagu "God Is SO Good" pun dinyayikan dengan suka cita. “Selamat Sabat! Selamat Sabat! Selamat Sabat! Tuhan Memberkati. Haleluyah! Amin.”


- Mei -

Sunday, January 30, 2011

Doa Bersama 10 hari

Jemaat Kemang Pratama telah sepakat untuk mengadakan Doa Bersama 10 hari yang akan dilaksanakan di gereja. Acara ini dimulai pada hari Minggu 30 Januari 2011 sampai dengan hari Selasa 8 Februari. Khusus pada hari Minggu 30 Januari, diadakan mulai pukul 07:00 pagi, sedangkan hari lainnya, dari hari Senin 31 Januari - Selasa 8 Februari, dimulai pukul 20:00 (pukul 8 malam).


Ada 10 pokok doa yang berbeda setiap hari. Pokok-pokok doa tersebut adalah sebagai berikut:


HUJAN AWAL :

  • Hari 1 : Berdoa agar kita memiliki roh yang suka mengampuni
  • Malam 2 : Berdoa untuk pertobatan
  • Malam 3 : Berdoa agar kita menang atas dosa dalam hidup kita
  • Malam 4 : Berdoa untuk kehidupan yang penuh dengan perbaktian
  • Malam 5 : Berdoa untuk satu roh persatuan dalam gereja


HUJAN AKHIR:

  • Malam 6 : Berdoa agar kita memahami arti dari Hujan Akhir
  • Malam 7 : Berdoa untuk persiapan dalam mengabarkan pekabaran Tiga Malaikat
  • Malam 8 : Berdoa bagi jiwa2 yang terbelenggu dalam dosa dan kesalahan
  • Malam 9 : Berdoa bagi keluarga dan sahabat agar kembali ke dalam persekutuan umat Tuhan
  • Malam 10 : Berdoa agar kita memiliki keberanian dalam bertindak dan bekerja melayani Tuhan

Berbeda dari pekan doa / minggu sembahyang yang sebelum-sebelumnya, maka dalam pekan doa kali ini lebih berfokus pada doa yang kita layangkan kepada Tuhan. Kita gunakan waktu lebih banyak untuk berdoa. Susunan acara kurang lebih sebagai berikut :

  • Lagu buka dipimpin oleh song leader.
  • Doa buka dipimpin oleh prayer leader.
  • Firman Tuhan selama 10 menit oleh Pdt Sonny Kapitan.
  • Setelah itu jemaat akan berpisah dan berdoa di dalam kelompok masing-masing kurang lebih selama 40 menit. Tiap-tiap anggota kelompok akan berdoa bergantian dan doa berfokus pada pokok/tema doa yang sesuai dengan tema di hari tersebut (Pokok doa setiap hari seperti yang dicantumkan di atas). Di awal, pemimpin akan memberikan pengarahan sebentar saja. Setelah itu, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk berdoa.
  • Di setiap kelompok akan ada pemimpin dan sekretaris yang akan memberi arahan agar semua berjalan dengan baik.
  • Usai doa kelompok, kita akan kembali berkumpul di bangku gereja.
  • Kebaktian ditutup dengan membentuk lingkaran dan lagu tutup dipimpin oleh song leader.
  • Doa tutup yang dipimpin oleh prayer leader.

Dan untuk acara anak-anak, mereka akan berkumpul di kelas anak-anak. Mereka juga melakukan kebaktian dan doa ditambah dengan kegiatan-kegiatan lainnya.

Friday, January 28, 2011

Serunya Dinosaurus…!

  • Apakah Dinosaurus ada saat dunia diciptakan?
  • Kok nggak ada nama Dinosaurus di Alkitab ya?
  • Apa betul Dinosaurus sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu?
  • Kenapa Dino punah ya? Apa sih yang menyebabkan mereka lenyap dari bumi?
  • Apa betul orang-orang jaman dulu lebih pintar dari orang-orang modern saat ini?
  • Kalau dulu mereka bisa hidup bersama Dinosaurus, kenapa sekarang kita tidak hidup bersama Dinosaurus juga?
  • Kenapa begitu ya …? Kenapa begini ya …? Kok begitu…?


Wah…wah…banyak sekali pertanyaan-pertanyaan seputar hewan yang jenis-jenisnya beragam dan sebagian berukuran raksasa, gigi yang tajam, dengan berat mencapai berton-ton ini! Tenaga mereka luar biasa besarnya…! Waduh...! Kalau mereka berjalan…bum...! bum...! tanah hingga di kejauhan akan terasa bergetar hebat dengan suara yang berdentam…bum...! bum...! seperti gempa bumi…!

Ayo kita temukan jawaban-jawaban seputar Dinosaurus dalam acara di Pemuda Advent besok…!

Kita hadir tepat jam 4:30 sore. Kak Ramlan Sormin akan membahas tentang Dinosaurus…menarik sekali…! Juga diselingi berbagai games seputar Dinosaurus…! Jangan ketinggalan ya… ditunggu kedatangannya besok…! Kita juga akan belajar lagu baru yang dibawakan oleh Velan Sormin.

Sampai bertemu besok ya...!

~ Departemen PA ~

Thursday, January 27, 2011

Kemajuan Kesehatan Nenek Karo

Masih pukul delapan lebih tiga puluh menit pagi hari, tetapi matahari bersinar terik sekali ketika kami berangkat menuju ke Rumah Sakit Awal Bros di hari Rabu 26 Januari 2011 kemarin. Setibanya di rumah sakit kami langsung menuju kamar 302 dimana ibunda dari Chandra Perangin-angin dirawat. Pimpinan Dorkas dan BWA Kemang Pratama Ibu Meiske Tampubolon menyerahkan bingkisan kasih kepada Bapak Perangin-angin, ayah dari Chandra, yang menyambut kami dengan hangat saat itu. Terlihat jelas di wajahnya kekhawatiran bercampur dengan keletihan. Ditemani oleh Ibu Yuli, kakak ipar dari Chandra, kami mendengar kesaksian bagaimana kemajuan sangat besar dirasakan oleh keluarga ketika ibu ini dipindahkan dari kamar ICU ke ruang rawat 302 ini. Puji Tuhan ! Selasa pagi ini Ibu Peranginangin sudah mengikuti renungan pagi dan dapat berbicara sedikit. Selama pembicaraan kami menyaksikan bagaimana Bapak Peranginangin dengan penuh kasih sayang melayani dan terus memperhatikan istrinya. Ibu Tama Peranginangin, yang dipanggil dengan Nenek Karo oleh cucunya, sesekali menggerakkan tangannya. Gerakan sesekali ini membuat wajah Bapak Peranginangin terlihat begitu gembira, seluruh kegelisahan yang ada seakan terlupakan walau hanya sejenak.

Ibu Meiske memimpin perbaktian dengan mengajak semua menyanyikan lagu “Aku Mau Turut, Ya Tuhan“. Harus diakui dalam suasana seperti ini terasa sekali manfaatnya jika kita menyempatkan diri untuk menyanyi, karena dengan mendengar dan menyanyikan lagu hati kita menjadi lebih terhibur. Renungan yang terdapat dalam buku Korintus yang disampaikan oleh Ibu Evelyn Sormin mengingatkan bahwa selaku manusia kita memiliki keterbatasan secara fisik. Kekuatan tubuh menurun seiring dengan bertambah umur atau adanya penyakit. Tetapi kita diingatkan oleh Firman Tuhan ini agar kita terus bertumbuh secara rohani. Kita diajak agar menaruh hati kita tetap tertuju kepada Firman Tuhan karena di dalamnya kita mendapat penghiburan, kekuatan dan kesukacitaan. “Setiap orang tentu memiliki permasalahan masing-masing, baik itu mengenai kesehatan ataupun hal lain. Tetapi kita memiliki Tuhan tempat kita mengadu kesusahan kita, berlindung padaNya dan memohon belas kasihNya, maka kita akan diberi kekuatan untuk menghadapi semua itu, karena Dia Maha Kuasa dan Maha Pengasih.”, kata Ibu Evelyn memberi kekuatan bagi keluarga. “Jemaat Kemang Pratama selalu mendoakan kepulihan kesehatan Ibu Peranginangin baik di dalam kebaktian-kebaktian di gereja maupun di dalam keluarga. Kita percaya bahwa Tuhan akan menuntun bagi kepulihan Ibu Peranginangin.”, lanjut Ibu Evelyn sekaligus mengakhiri renungan singkatnya. Kami tutup perbaktian dengan berdoa yang dilayangkan oleh Bapak Ramlan Sormin. “Kami mengucapkan terimakasih atas perhatian dari Jemaat Kemang Pratama serta pelayanan yang telah diberikan. Mohon agar Jemaat Kemang Pratama terus mendoakan istri saya agar mendapat kesembuhan…”, sambut Bapak Peranginangin untuk pelayanan pagi ini. Dalam perbincangan usai renungan kami mengingatkan Bapak Peranginangin dan keluarga untuk tidak lupa menjaga kesehatan, karena dalam situasi seperti ini terkadang kita yang mendampingi lupa bahwa kita juga harus tetap memperhatikan kesehatan kita. Sudah hampir pukul 10 pagi, kami pun pamit kepada keluarga Peranginangin. Tuhan memberikan kekuatan dan kesehatan kepada Nek Karo ya…

-Butterfly-

Orang Kristen Pertama Yang Mati Sahid

Sambil menunggu acara kebaktian Rabu malam dimulai, lagu-lagu pendahuluan dinyanyikan di bawah pimpinan Pdtm. Sumenahem Sibarani. Malam Permintaan Doa, Rabu 26 Januari 2011, dimulai seperti biasa jam 19.30. Sebagai pembawa acara adalah Pdtm. Sumenahem Sibarani dan yang membawakan Firman Tuhan adalah Pdt. Sonny Kapitan. Untuk memulai acara jemaat berdoa dalam hati masing-masing dan sebagai lagu pembuka kebaktian adalah LS. Nomor 183 “Inilah Jam Ku Berdoa” yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh jemaat yang hadir. Doa buka dilayangkan oleh Bapak Zepelin Sijabat.

Malam pertengahan minggu adalah malam Permintaan Doa dan juga malam untuk memberikan kesaksian. Ibu Syuul Sianturi menyatakan,”Banyak hal yang telah kami alami sepanjang bulan ini dan kadang bayak hal-hal yang membuat kami kecewa dan sering membuat diri saya khawatir. Tapi dalam bulan ini juga banyak doa saya yang dijawab oleh Tuhan. Tuhan itu sangat ajaib. Saya yakin Tuhan meberikan segala sesuatu ataupun menjawab doa sesuai dengan kebutuhan.” "Tuhan itu sungguh ajaib", kata ibu Syuul sekali lagi dengan penuh perasaan syukur kepada Tuhan. Dia juga berterima kasih kepada jemaat Kemang Pratama yang telah mendukung dan meberikan perhatian kepada ibu mertua semasa sakit sampai beristirahat sementara untuk menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Dan berkat Tuhan semua acara pemakaman dapat berjalan dengan baik.

Pdtm. Sumenahem menyatakan berterima kasih kepada semua anggota jemaat yang sudah mendukungnya selama pelayanan di jemaat Kemang Pratama. Dia juga berharap agar jemaat mendoakan dia agar dapat melayani dengan lebih baik lagi di jemaat yang baru yaitu jemaat cabang Inkopad. Ada harapan jemaat yang akan dilayani agar saudara ini cepat-cepat menikah, agar istri dapat juga melayani ibu-ibu dan para janda yang ada di jemaat tersebut. Dia mengharapkan doa jemaat agar mendapat pasangan sesuai yang Tuhan inginkan.

Topik doa pada malam ini meliputi orang tua dari Sdr. Chandra Parangin-angin / Opung Irel yang sedang di opname di R.S. Awal Bros – agar cepat sembuh dan dapat melakukan pengobatan dengan cara herbal nantinya, Sdr. Yusak Sulung ipar sdr. Viertin Tobing yang baru tadi siang dioperasi karena sakit batu ginjal, anak Pdt. Jacky Runtu yaitu Hana Runtu, Stefanie Simanjuntak yang sedang sakit pra-tipus dan campak, Family Of the Month – keluarga Pdt. Saiman Saragih dan yang lainnya.

Setelah doa kelompok, acara dilanjutkan dengan lagu pujian yang dibawakan oleh Keluarga Dixon Simanjuntak dengan judul lagu Let’s Sing A Happy Song yang dinyayikan dengan semangat dan juga senyuman oleh keluarga ini. Firman Tuhan dengan judul "Orang Kristen Pertama Yang Mati Sahid" dibawakan oleh Pdt. Sonny Kapitan yang diambil dari buku Alfa Dan Omega Vol. 7 Pasal 10. Sapaan penuh sukacita dari Pendeta mengawali renungan pada malam ini “Syalom…!” yang disambut oleh jemaat dengan sapaan yang sama.

Pada malam ini Firman Tuhan mengingatkan kita kembali tentang orang Kristen yang pertama yaitu Stefanus. Dia juga adalah orang pertama yang mati sahid dan dia adalah orang yang setia. Ayat-ayat Alkitab yang dibaca adalah Kisah 6:5-15. Stefanus memiliki keistimewaan yang menonjol. Dia dikenal sebagai seorang yang amat saleh dan memiliki iman yang kuat. Kesalehan dan iman Stefanus terbukti pada saat ia bersoal jawab dengan tokoh-tokoh hukum pada waktu itu dan mereka tidak dapat menandinginya karena Stefanus dikuasai oleh Roh Kudus. Hal ini berlanjut sampai di mahkamah agama atau pengadilan Sanhedrin mereka pun tidak dapat menandingi Stefanus. Mereka menyewa saksi saksi palsu untuk mendakwa Stefanus. Padahal Stefanus menjawab dengan tenang menyampaikan tentang Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Orang banyak yang ada di pengadilan Sanhedrin melihat wajah Stefanus ‘bercahaya’ seperti wajah malaikat. Namun mereka tidak menghiraukannya.”


Pdt. Sonny menyampaikan suatu kutipan dari tulisan Nyonya E.G. White dari buku Alfa dan Omega volume 7 pasal 10 “ada 2 hal penyebab orang banyak, doktor-doktor hukum, di pengadilan Sanhedrin tersebut mendakwa dan menolak pekabaran Stefanus. Yang pertama, karena mereka memiliki sifat kurang percaya. Dan yang kedua, karena mereka memiliki prangsangka terhadap Stefanus. Pdt. Sonny menyatakan bahwa penerapan renungan malam permintaan doa ini bagi kita adalah sebagai umat-umat Tuhan atau yang disebut orang Kristen, kita perlu menepis / membuang sikap kurang percaya dan prasangka dari diri kita. Sikap kurang percaya sering mengarahkan diri kita untuk ragu-ragu akan pimpinan Tuhan dalam hidup kita. Sedangkan, sikap prasangka terkadang bisa benar apa yang kita sangkakan, namun terkadang bisa sebaliknya dari apa yang kita sangkakan. Dengan kata lain, sebagai orang Kristen kita perlu memiliki iman yang pasti. Iman yang kuat, dan iman yang luas dan memiliki kesalehan hidup sebagai orang Kristen yang dikenal saleh dalam kehidupannya di pemandangan orang sekitar kita.


Sebelum menutup renungan malam permintaan doa ini, Pdt. Sonny Kapitan menghimbau, sebagai orang kristen pada zaman akhir ini kita perlu belajar dari orang kristen pertama yaitu Stefanus, yang mati sahid demi mempertahankan imannya. Kitapun demikian, perlu mempertahankan iman kita sampai akhir hayat kita. Kiranya Tuhan Memberkati. Amin. Untuk menyambut Firman Tuhan yang baru disampaikan, maka jemaat menutup malam permintaan doa ini dengan menyanyikan Lagu Sion No. 24 “Iman Orang Saleh Kekal” dan kebaktian diakhiri dengan doa tutup oleh Pdt. Sonny Kapitan.


Wednesday, January 26, 2011

Acara Pemuda Advent - Seminar Conducting

Suasana Sabat 22 Januari siang hari di gereja Kemang Pratama sangat berbeda dari biasanya. Hampir seluruh anggota jemaat tampak sibuk bersiap untuk berangkat ke Karawang mengunjungi acara pemakaman Ibunda dari Om Marlan Sianturi. Dari berita yang tersebar, ibunda telah menghembuskan nafas terakhirnya pukul 3:00 Sabat dini hari.
Team Pemuda Advent mengirimkan Doddy Manurung, Robert Rihi Hina, dan beberapa pemuda pemudi lainya untuk berangkat bersama kendaraan jemaat ke lokasi pemakaman. Team Pemuda Advent (PA) yang lainnya mempersiapkan diri untuk acara PA sore ini.

Video Undangan PA sukses diputar pada saat jam pengumuman Sabat pagi. Kelihatannya anggota jemaat sangat antusias melihat video ini karena sebagian besar dari anak-anak mereka terlibat dalam pembuatan video ini. Sore pun tiba, acara PA dimulai dengan Felisya Tambunan sebagai pemimpin acara. Ada juga lagu spesial berupa instrumentalia berupa trio saxophone dan clarinet yang dibawakan oleh Alex, Adriel dan Diko Simanjuntak.

Peserta PA sore ini sangat ramai. Hampir seluruh bangku gereja dipenuhi anak-anak, orang muda, orang dewasa, hingga para manula yang datang untuk ikut serta dalam acara PA. Kelihatannya video undangan PA telah membuahkan hasilnya.

Pak Sijabat pun membawakan acara inti berupa seminar musik, mengenai bagaimana cara yang tepat dalam memimpin lagu bagaikan seorang conductor orchestra yang ternama. Seluruh jemaat ikut serta dan sangat bersemangat. Acara PA sore itu ditutup dengan renungan yang dibawakan oleh Pdtm. Sumenahem Sibarani yang sebentar lagi harus meninggalkan Gereja Kemang Pratama oleh karena penugasannya di tempat lain.

Seluruh jemaat bergandengan tangan dan mengucapkan 'Selamat minggu bekerja !' sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Acara PA Sabat depan akan dibawakan oleh Sponsor PA Kak Evelyn Sormin yang sangat piawai, energetik dan berpengalaman dalam membawakan program untuk anak-anak dan orang Muda. Ditambah lagi, lagu-lagu baru akan dilatih oleh Velan Sormin sebagai koleksi lagu Pemuda Advent. Penasaran dan pengen tahu acara PA Sabat depan? Pastikan kita semua hadir tepat waktunya jam setengah lima sore di kebaktian Pemuda Advent.

See you there and Jesus bless you all !

Cheers...