Friday, February 04, 2011

Pembukaan Kelas Pathfinder & Adventurer 2011

Upacara pembukaan kelas Pathfinder dan Adventurer tahun 2011 dilaksanakan di halaman depan Gereja Kemang Pratama tepatnya hari Sabat tanggal 29 Januari 2011 pukul 14.30. Sebagai Protokol adalah Stella Simanjuntak dan pemimpin upacara adalah Malvin Simanjuntak. Bertindak sebagai pembina upacara adalah MG kak Annie Simanjuntak. Dirijen dipimpin oleh Caca Saragih. Perjanjian/peraturan Pathfinder oleh Timothy Purnama dan Perjanjian/peraturan Adventurer oleh Dave Tobias Purnama.

Setelah Stella membacakan urutan upacara pembukaan kelas kemajuan, Malvin menyiapkan barisan. MG kak Annie memasuki lapangan upacara, dilanjutkan penghormatan kepada Pembina Upacara. Malvin sebagai pemimpin upacara memberikan laporan kepada Pembina Upacara bahwa upacara pembukaan kelas Pathfinder dan Adventurer Kemang Pratama akan segera dimulai. Kemudian Caca sebagai dirijen memimpin lagu Indonesia Raya dan Mars Adventurer. Bacaan perjanjian dan peraturan Adventurer yang dibawakan oleh Dave. Caca kembali memimpin lagu Mars Pathfinder. Bacaan perjanjian dan peraturan Pathfinder yang dibawakan oleh Timothy.

Setelah itu barisan diistirahatkan oleh pemimpin upacara dan siap mendengarkan amanat dari MG kak Annie sebagai Pembina Upacara. Kak Annie memberikan amanat kepada peserta upacara yang dihadiri oleh Pathfinder, Adventurer, Eager Beaver, Little Lamb dan kakak-kakak Pembina. Kak Annie berpesan agar kita harus belajar kepada alam. Salah satunya adalah pohon. Pembagian pohon ada akar, batang dan daun. Akar berfungsi mencari makan, dan dibawa ke daun melalui batang.Di daun makanan dimasak kemudian disebarkan keseluruh bagian pohon.

Ayat inti kak Annie diambil dari Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar didalam Dia dan dibangun di atas Dia. Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu dan hendakah hatimu melimpah dengan syukur." Kak Annie menghimbau kepada adik-adik hendaknya kita selalu berakar, mencari sumber kehidupan, dan sumber kebenaran dalam Yesus Kristus, mempunyai akar yang kuat seperti dalam Roma 11:16. Jikalau akarnya kudus, maka cabangpun akan kudus juga.

Setelah mendengarkan amanat, doa tutup dibawakan oleh MG kak Dixon Simanjuntak dan kemudian barisan disiapkan. Pemimpin upacara melapor pada Pembina Upacara bahwa upacara telah selesai dan diikuti penghormatan kepada Pembina Upacara. Saat Pembina Upacara meninggalkan lapangan upacara, barisan diistirahatkan. Setelah mendengarkan beberapa pengumuman, barisan dibubarkan.

Selesai upacara pembukaan, adik-adik Pathfinder, Adventurer, Eager Beaver dan Little Lamb memulai kelas-kelas kemajuan yang dibina oleh kakak Pembina diantaranya: kak Dixon, kak Annie, kak Lince, kak Jamesson, kak Debby, kak Lies, kak Evelyn, kak Sari, dan kak Linda.

Semangat terus kepada adik-adik semua ya ! Tuhan memberkati.

-deborah-

Thursday, February 03, 2011

Sudah Siapkah Anda ??

Filipi 3:20 “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.”






Sudah direncanakan untuk ijin pulang cepat dari kantor. Sepanjang hari itu saya tidak tenang untuk duduk di kantor. Keinginan yang kuat untuk datang pertama kalinya menyaksikan pertandingan bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Hal ini bukanlah sebuah kebetulan karena yang bertanding hari ini adalah Indonesia vs Malaysia. Pertandingan pertama di babak penyisihan grup A. Kita tahu bagaimana gengsi dari sebuah pertandingan ini. Bukan sekedar pertandingan olah raga biasa, tetapi sudah menyangkut harga diri sebuah bangsa. Dan pastinya, pergi ke stadion untuk pertama kalinya sudah banyak wejangan yang diberikan mengingat bagaimana anarkisnya supporter fanatik sepak bola di Indonesia. “Nak, jaga dirimu selama menonton pertandingan, supaya kamu tidak terkena musibah dan bahaya.” tegas ibu kepadaku. “Tenang mom, aku pasti jaga diri.”, jawab saya menenangkan mama.


Saya dan teman-teman saya memang termasuk yang fanatik. "Friends, kita musti jaga diri. Kalau nanti ada yang anarkis, kita jangan ikut-ikutan deh..., okay?", ajak saya kepada teman-teman. "Sip deh...!", kata semua mengangguk setuju. Pada saat saya menjejakkan kaki masuk ke area SUGBK, sorak sorai memekakkan telinga terdengar. "Indonesia...! brum...brum brum...! Indonesia...! brum...brum...brum...!", teriakan puluhan ribu orang secara bersahut-sahutan diiringi tambur terdengar dari baris antrian loket tiket. "Garuda di dadaku...! Garuda kebanggaanku...!", sambut yang lain lagi dari ujung sana. Belum lagi semua orang dengan atribut merah-putih lalu lalang. Sontak timbul sebuah perasaan bangga yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Sempat saya bertanya pada diri saya, dimana sisi anarkisnya? Kok sepertinya aman-aman saja. Akhirnya tibalah saya di pintu gerbang antrian tiket. Saat saya masuk, atmosfer stadion sudah saya rasakan. Dan tibalah di tribun sector 19. WOW! Saya mulai terkagum dengan atmosfernya. Takut? Tidak. Merinding? Ya!


Mulailah saya mengeluarkan Blackberry untuk melakukan live report dari Senayan. "Wah sinyal tidak ada! Tandanya SOS warna merah." Sambil tersenyum kecil saya berkata dalam hati, "Seandainya di dalam gereja bisa seperti ini juga." Pertandingan hampir dimulai, teriakan-teriakan dukungan semakin menggema, namun ada juga cercaan untuk tim lawan. Pada saat Timnas masuk ke dalam lapangan dan mulai dikumandangkan lagu Indonesia Raya, tanpa sadar seluruh stadion hening sesaat sebelum menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama- sama. Bersama sekitar 80 ribu rakyat Indonesia, termasuk saya, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hati ini bergetar. Dan di akhir pertandingan, Indonesia pun menang dengan skor akhir 5 – 1 . Walaupun pada akhir dari turnamen ini Indonesia gagal menjadi juara, namun saya adalah orang Indonesia yang paling bangga dengan adanya efek NASIONALISME pada diri rakyat Indonesia.


Oh, betapa sebuah pelajaran menarik yang saya dapat hari itu. Bayangkan pada saat kita mau memasuki kerajaan Surga, dimana nyanyian-nyanyian kemenangan yang membesarkan nama Tuhan dinyanyikan. Semua orang menggunakan pakaian yang sama. Pakaian kemuliaan. Pada saat Tuhan menaiki takhtaNya, segenap umat menyanyikan lagu kemuliaan bersama-sama. Saya merinding menyanyikan bersama 80 ribu manusia di pertandingan final, bagaimana di Surga nanti? Allah sumber berkat dan kehidupan kiranya memelihara kita hingga Maranatha. Selamat menikmati hari bekerja yang Allah telah percayakan kepada kita dan bersyukurlah kepadaNya. Selamat berjuang untuk mempertahankan iman hingga Yesus datang dan Ia akan memahkotai kita dengan mahkota kehidupan dan kemenangan selama-lamanya.


Hari yang termulia, bila ku jumpa Dia, memandang wajah Yesus Juruslamat yang Setia.
Dia pegang tanganku dan pimpinku sampai surga.
Oh, hari yang sungguh termulia


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.

Doa Bersama Hari Ke-4 - Memiliki Kehidupan Yang Penuh Dengan Perbaktian

Puji Tuhan Karena Umat-umat Tuhan GMAHK Kemang Pratama sudah memasuki hari ke-4 dari Doa Bersama 10 Hari. Pada hari ini, Rabu, 2 Februari 2011, kasih Tuhan masih tetap menaungi umat-umat Tuhan yang telah setia hadir mengikuti Pekan Doa. Antusias Jemaat Kemang Pratama cukup tinggi untuk mendapatkan pembaharuan dalam kerohanian melalui Doa Bersama ini. Acara dimulai tepat pukul 20.00 dan dipimpin oleh ibu Debby Simanjuntak, yang terlebih dahulu meminta jemaat untuk berdoa dalam hati masing-masing. Untuk mengawali perbaktian, jemaat menyanyikan LS. No. 10 “Kami Datang Pada Mu” dan Doa pembukaan dilayangkan oleh bapak Willy Wuisan, Bendahara Jemaat.

Firman Tuhan malam ini kembali dibawakan oleh Pdt. Sonny Kapitan, Gembala jemaat Kemang Pratama. “Syalom …! Selamat malam …!”, sapa pembicara kepada umat Tuhan yang setia hadir sampai hari yang ke-4 ini, dengan senyum sukacita. Pdt. Sonny Kapitan memberikan nasihat yang terdapat dalam Ibrani 10:22-25, “umat- umat Tuhan hendaklah memiliki Roh penuh perbaktian yang dengan tulus dan iklas melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, berpengang pada keyakinan iman yang teguh pada pengharapan, karena hati yang telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh telah dibasuh dengan air yang murni. Dan marilah umat-umat Tuhan saling mendorong dalam memberi nasihat dan tidak menjauhi pertemuan-pertemuan ibadah. Dengan kata lain, umat Tuhan diminta untuk memiliki kehidupan yang penuh dalam perbaktian dalam segala aspek kehidupan, setiap saat, baik dalam waktu yang berbeda, keadaan berbeda dan tempat yang berbeda, dan dalam gaya kehidupan sehari-hari”. Pdt Sonny Kapitan juga menghimbau, “Marilah kita minta kuasa Roh Kudus untuk kita memilki Roh yang penuh perbaktian, apakah itu perbaktian secara pribadi, perbaktian secara keluarga dan perbaktian secara jemaat agar melalui perbaktian kita maka kita mendapatkan sukacita yang besar yang datangnya daripada Allah”.

Selanjutnya semua yang hadir membagi dalam 6 kelompok doa. Dan pada malam ini, jemaat Kemang Pratama kedatangan tamu yang istimewa yaitu Pendeta Samuel Simorangkir, Direktur Komunikasi Uni Indonesia Kawasan Barat dan Pendeta Arbeni Sagala, Direktur Komunikasi Konferens DKI Jakarta dan sekitarnya. Pendeta Samuel Simorangkir bergabung dengan kelompok 6. Sementara Pendeta Arbeni Sagala bergabung dengan kelompok 1. Diingatkan juga, dalam setiap doa dihimbau untuk menyertakan 4 hal, yaitu: penyembahan, pengakuan, ucapan syukur, dan doa permohonan. Di kelompok 3, yang dipimpin oleh bapak Munas Tambunan dengan sekretaris bapak Ramlan Sormin, sebelum berdoa bertelut maka kelompok menyanyikan satu ayat dari Lagu Sion dan dilanjutkan dengan doa puji-pujian yang menyatakan tentang kasihNya, kebesaranNya, dan kebaikanNya. Kemudian bapak Munas Tambunan, Ketua Jemaat Kemang Pratama memberikan kesaksian mengenai selalu bersyukur atas segala sesuatu, apakah itu baik atau buruk, senang atau susah dan dalam segala keadaan. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyi satu ayat dari Lagu Sion dan dilayangkan doa pengakuan atas segala dosa yang dilakukan yang menyakiti hati Tuhan. Kembali, kelompok ini menyayikan sebuah lagu dari lagu sion untuk kemudian dilanjutkan dengan doa ucapan syukur dan terima kasih atas kasih Tuhan, penyertaan Tuhan, kebaikan Tuhan, dan atas keselamatan yang diberikan Tuhan kepada umatNya. Dalam doa permohonan, selain permohononan agar setiap umat dapat memiliki Roh yang penuh dengan perbaktian, kelompok ini juga melayangkan permohonan masing-masing pribadi dan meminta banyak hal kepada Tuhan. Diakhir doa, kelompok ini menyanyikan lagu “Kepada Allah Bri Puji”.

Setelah berdoa di kelompok masing-masing, semua yang hadir, termasuk anak-anak membentuk lingkaran kemudian menyanyikan satu ayat dari Lagu Sion. Doa ditutup oleh Pdt. Samuel Simorangkir dan Pdt. Arbeni Sagala. Setelah itu, sambil berpegangan tangan, semua yang hadir mengucapkan "Selamat malam! Halleluya! Tuhan memberkati! Amin!"

Sampai berjumpa besok malam pada jam yang sama. Semoga kita merasakan berkat yang limpah.

-mei-

10 Hari Doa Bersama Anak - Roh Suka Akan Perbaktian

Hari Rabu, 2 Februari 2011, Jemaat Kemang Pratama memasuki hari ke empat program Doa Bersama 10 hari. Dimulai tepat pukul 20:00, Pendeta Sonny Kapitan menyampaikan firman Tuhan yang mengajak kita untuk memiliki perbaktian yang penuh dalam kehidupan kita, yang menjadi fokus doa pada malam ini. Usai firman selama 10 menit, kita berbagi dalam kelompok. Di dalam kelompok doa anak-anak ada 11 orang anak-anak yang hadir. Malam ini terasa berbeda karena ada tamu yang hadir yaitu putri dari Pdt. Arbeni Sagala, Direktur Komunikasi Konfrens DKI Jakarta dan sekitarnya. Seperti malam yang lalu doa terbagi atas 4 tahapan. Tiap tahapan doa ini dilakukan oleh anak-anak secara bergantian dengan tekun dan tenang. Untuk tahap pertama mengenai pujian kepada Tuhan, setiap anak menyampaikan pujian sesuai dengan kemampuan berbicara mereka. Ada yang berdoa memuji Tuhan karena memberikan hujan sehingga semua tanaman bisa bertumbuh dengan baik. Ada juga yang berdoa berterimakasih karena Tuhan memberikan bintang-bintang di langit. Anak yang lain memuji Tuhan karena bumi yang Tuhan sudah berikan. Kami penuh sukacita menyaksikan anak-anak mengangkat pujian kepada Tuhan melalui doa.

Tahap kedua adalah berdoa untuk mengaku kesalahan dan dosa. Anak-anak berdoa memohon kalau ada dosa yang besar dan kecil agar Tuhan memaafkan. Juga jika ada kesalahan kepada orang tua atau teman yang sengaja atau tidak disengaja kini sudah diakui dan memohon agar Tuhan mengampuni kesalahan ini. Sementara dalam fase ketiga yaitu berterimakasih dan mengucap syukur karena kebaikan Tuhan , anak-anak kita mengucap terimakasih kepada Tuhan karena sudah memiliki orang tua yang baik. Mereka berterima kasih karena sudah pulang dari sekolah dengan selamat, itu semua karena Tuhan jaga. Dan di dalam doa terakhir yang berisi permohonan agar diberikan Roh Kudus untuk menuntun mereka dalam perbaktian yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Selain itu, ada permohonan lain yang beragam antara satu anak dengan yang lain. Ada yang ingin diberikan kepintaran, kebaikan dan penurutan. Ada juga yang berdoa agar diberikan kesehatan supaya bisa tetap datang lagi besok untuk berdoa bersama dengan teman-teman. Khusus untuk tema inti yaitu perbaktian yang sungguh-sungguh, anak-anak memohon agar bisa menjadi anak yang rajin datang ke gereja dan tidak mau ribut di dalam gereja. Demikianlah isi permohonan yang tulus dari anak-anak.


Acara ditutup dengan lagu “Dengar Ya Tuhan”. Malam ini Lagu spesial “He’s Able” dinyayikan oleh kwartet anak-anak diselingi dengan improvisasi yang terdengar manis membuat lagu He’s Able menjadi lebih istimewa. Sementara anak-anak yang lan menyumbangkan ayat hafalan. Puji Tuhan karena kuasanya anak-anak sudah belajar melatih diri mereka sehingga gemar untuk berbicara dengan Tuhan. Semoga apa yang sudah dilakukan saat ini menjadi dasar yang baik untuk iman dan percaya anak-anak yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, orang tuanya.


Anak-anak…, sampai bertemu di hari ke-lima Doa Bersama, dengan tema memohon Roh Persatuan Dalam Jemaat. Pastikan kita hadir dan berkumpul di rumah Tuhan, karena banyak berkat yang Tuhan sediakan buat kita.

Tuhan memberkati kita semua !


-Butterfly -

Serunya Belajar Dinosaurus...!

Pernahkah Anda berada di sebuah lokasi perkemahan Pramuka dan melihat seluruh peserta memakai seragam dan begitu kompak? Begitulah gambaran anak-anak muda Kemang Pratama sore Sabat 29 Januari 2011. Sebagian tampak sedang bermain dengan alam dan yang lainnya masih menyelesaikan tuntutan kelas Kemajuan. Mereka tampak begitu riang dan penuh semangat sore itu. Tampil bangga dan penuh percaya diri dengan seragam Pathfinder lengkap dengan kacu dan selempang yang penuh dengan tanda-tanda kepahaman yang sudah mereka selesaikan.

Seperti mereka yang penuh dengan semangat, Kak Ramlan Sormin pun tampak antusias dengan persiapan yang lengkap untuk membawakan materi mengenai Dinosaurus. Waaaahhh..., seluruh wajah tampak tercengang ketika gambar-gambar dan video dinosaurus diputar. Kak Ramlan Sormin pun membawakan materi dengan bersemangat. Memang Tuhan Yesus menciptakan binatang-binatang raksasa, hanya saja nama binatang itu tidak disebutkan sebagai Dinosaurus, karena kata "Dinosaurus" itu baru ditemukan pada tahun 1877, sementara Alkitab telah ditulis beberapa ribu tahun sebelumnya. Kenapa Dinosaurus sampai dimusnahkan? Di dalam buku Roh Nubuat dikatakan bahwa manusia di jaman Nuh melakukan praktek amalgamasi, sehingga timbul spesies hewan raksasa baru yang Tuhan tidak rencanakan sebelumnya. Praktek amalgamasi adalah dosa besar, karena manusia melencengkan maksud Allah yang mulia dalam mahluk yang Tuhan ciptakan sejak semula.

Alasan kedua, masih menurut buku Roh Nubuat, manusia kekuatannya semakin hari semakin menurun. Jadi Tuhan sudah melihat bahwa manusia tidak akan bisa mengendalikan hewan-hewan raksasa ini lagi. Manusia jahat beserta dengan hewan hasil praktek amalgamasi yang bukan kehendak Tuhan, dimusnahkan saat air bah. Dinosaurus ini telah punah pada saat Allah memusnahkan dunia ini dengan air bah. Itulah sebabnya para ahli dan peneliti masih bisa menemukan fosil-fosil mereka di berbagai daerah. Pokoknya, bahasan PA sore ini sangat menarik dan menambah wawasan kita tentang Dinosaurus dan pastinya membawa kita lebih dekat pada Tuhan kita yang ajaib, dahsyat dan luar biasa !

Setelah materi Dinosaurus selesai, Velan, Kimmy, Natalia dan Cha-cha mulai mengajak hadirin untuk kembali bernyanyi dengan lagu-lagu baru yang sangat seru, suasana tampak begitu ceria dan penuh semangat dalam bernyanyi. Felisya memainkan piano dengan asyiknya, sementara Doddy dan Didin turut serta dengan petikan gitar dan bass yang membuat kebaktian sore itu lebih semarak lagi. Rugi deh kalo nggak hadir di acara PA Kemang Pratama.

Pengen tahu apa acara Sabat depan?
Pastikan kita semua hadir, dan membawa serta anak-anak kita, dan semua anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam acara yang akan dibawakan oleh Kak James Silitonga.
Penasaran dan pengen tahu kaya gimana serunya acara PA minggu depan? Pokoknya setengah lima sore anda harus sudah sampai di gereja Kemang Pratama... Sampai ketemu ya...!

-adri-

Doa Bersama Hari Ke-3 - Roh Kemenangan Atas Dosa

Walaupun lelah setelah melakukan berbagai aktifitas sehari-hari tetapi Jemaat Kemang Pratama tetap antusias dan semangat untuk hadir pada Doa Bersama 10 Hari. Pada hari yang ke-3, Selasa, 1 Februari 2011, dipimpin oleh bapak Viertin Tobing dan dimulai tepat pukul 20.00. Acara dimulai dengan mengundang Roh Suci dalam hati masing-masing agar dapat berjalan dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan LS. No. 92 “ Buangkan Dunia Terima Yesus “. Doa buka dlayangkan oleh bapak Jeff Eman dan renungan Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Sonny Kapitan.


“Syalom…”, dengan sukacita Pdt. Sonny Kapitan menyapa umat-umat Tuhan yang telah datang untuk bersama-sama menyatukan hati mendengarkan Firman Tuhan dan bersatu dalam Doa Besama di hari yang ke-3. Pdt. Sonny Kapitan mengingatkan kepada jemaat akan tema doa yang sudah dilakukan yaitu Roh yang mengampuni dan Roh untuk bertobat. Dan pada malam ini tema doa adalag Roh untuk kemenangan atas dosa.


Dosa adalah penyakit yang membelenggu dan merongrong manusia ciptaan Allah, karena pelanggaran terhadap perintah Allah yang telah dilakukan oleh manusia, seperti yang terdapat dalam 1 Yohannes 3 : 4, yaitu dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. Di dalam 1 Yohannes 1 : 9, menyatakan bahwa pengakuan merupakan prinsip menang atas dosa. Dan di dalam Amsal 28 : 13 berkata bahwa kemenangan atas dosa akan kita dapatkan apabila kita mengakui dosa, meminta ampun kepada Tuhan dan meninggalkan dosa lalu kita bertobat maka kita mendapatkan Roh untuk kemenangan atas dosa. Pada malam hari ini sebelum berdoa di kelompok masing-masing, Pdt. Sonny Kapitan mengingatkan kembali akan tema doa hari ke-tiga yaitu berdoa untuk umat-umat Tuhan Jemaat Kemang Pratama mendapatkan Roh untuk kemenangan atas dosa.


Pada hari ke-3 ini, ada 33 anggota jemaat yang hadir. Di kelompok 4, yang dipimpin oleh Pdt. Sonny Kapitan dengan sekretaris bapak Dharlen Simanjuntak, sebelum berdoa bertelut, kelompok menyanyikan satu ayat dari LS dan dilanjutkan dengan Doa Puji-pujian yang menyatakan tentang kasih-Nya, kebesaran-Nya, dan kebaikan-Nya. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyi 1 ayat dari Lagu Sion. Sebelumnya bapak Dharlen Simanjuntak memberikan kesaksian mengenai pekerjaannya, lalu dilanjutkan dengan doa kembali. Doa kali ini menyatakan tentang segala dosa yang dilakukan yang menyakiti hati Tuhan. Lagu Sion. No. 34, “Ku Puji Tuhan” dinyanyikan, sebelum doa selanjutnya yang menyatakan tentang ucapan syukur dan terima kasih atas kasih Tuhan, penyertaan Tuhan, kebaikan Tuhan, dan bersyukur karena atas keselamatan yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya. Dalam doa permohonan, kelompok ini mendoakan keluarga Munas Tambunan agar diberi ketabahan, keluarga Donny Ham, Jeremy Silitonga yang sedang sakit, Joel Silaban dan adiknya yang sedang sakit, Keluarga Malau yang berduka, Lala yang akan menghadapi ujian UAN, dan permohonan pribadi lainnya. Doa diakhiri dengan menyanyikan Lagu Sion No. 2 “Kepada Allah Bri Puji’ dan ‘Doa bapa Kami”.


Setelah semua kelompok menyelesaikan doanya, maka semua yang hadir membentuk lingkaran dan menyanyikan Lagu Sion No.184 “Tuhan Pimpin Spanjang Jalan”. Doa tutup dilayangkan oleh ketua bapak Jeff Eman. Sebelum saling bersalaman seluruh yang hadir saling berpegangan tangan dan mengucapkan, "Selamat malam! Halleluya! Tuhan memberkati! Amin.


Kiranya perbaktian ini menjadi berkat buat kita semua.


-mei-

Wednesday, February 02, 2011

Tindakan Proaktif Yang Nyata

Yakobus 1:22, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”



Jumat malam itu tepat tanggal 7 Mei 2010. Jam di mobil menunjukkan waktu sudah menjelang tengah malam sementara speedometer mobil dalam posisi tidak pernah kurang dari 100 km/jam. Rombongan yang awalnya hendak konvoi dari Jakarta tiba-tiba berubah menjadi ajang kejar-kejaran di jalan tol Purbaleunyi. Rasanya pengen lekas sampai di Bandung lalu langsung tidur. Tiba-tiba, adik saya mendapat pesan melalui BBM (Blackberry Messanger) dari mobil yang paling depan. Dia menyahut dari jok belakang dengan mengatakan, “Hati-hati kak... di KM 112 ada kecelakaan.” Secara reflex saya langsung bilang, "BBM atau sms mobil yang lain!" Teman-teman di mobil saya juga berusaha kontak ke mobil lain supaya mulai berhati-hati karena sebentar lagi mau memasuki wilayah KM 112.

K
M 109. Tiba-tiba adikku menyahut lagi, “Eh, katanya mereka turun bantuin yang kecelakaan”. “Apa? Ada apa ini? Ini mobil siapa sih yang kecelakaan?”, tanya saya. Di KM 110, saya sudah memainkan lampu dim sambil menyalakan emergency sign dengan maksud supaya mobil lain yang berada di depan mengurangi kecepatan kendaraannya. Di KM 111, saya berusaha mendekati mobil teman yang lain lagi, namun ternyata dia malah semakin mempercepat mobilnya. Di akhir KM 112, saya melihat dua unit mobil teman saya sudah berhenti dengan sebuah mobil Isuzu Panther melintang. Puji Tuhan! Ini bukan dari rombongan kami.

Reflex, saya langsung turun dan bilang, “Ayo kita bantu! Yang perempuan tinggal di mobil aja”. Di hadapan saya ada sebuah mobil Panther yang sudah hancur kiri depannya, dan 3 pemuda yang berlumuran darah di wajah dan di tangan. Mereka semua sedang dibantu untuk membersihkan darah, sekaligus menghentikan perdarahannya. Namun, perhatian saya justru tertuju kepada orang yang ada di bangku kemudi. Posisinya seperti setengah terjepit dan kepala menghadap kanan. Tidak ada darah sama sekali. Seperti tidak terlihat hidup. Saya coba panggil, “Pak, pak…! Apakah bapak baik-baik?”. Dia tidak merespons. Saya kembali memanggil, “Pak, pak…! Semua baik-baik saja... bapak bisa dengar suara saya?”. Tiba-tiba dia mengangkat sedikit kepalanya dan menengok ke arah saya yang tepat berada di sebelah kirinya, tanpa berkata-kata hanya bersuara, "Hmmm…" . Saya langsung berkata, “Ok pak, bapak tenang. Bapak tunggu di sini saja...”. Jujur saya bingung. "Gawat deh! Saya tidak mengerti P3K. Saya bukan anak medis. Apa yang harus saya lakukan? Saya kembali ke mobil dan membuka bagasi hendak mengambil senter. Namun saya bingung mau melakukan apa. "Mau ambil air minum buat apa juga?", pikirku dalam hati. Masakan saya ambil kamera kemudian mengabadikan TKP? "Coba lakukan hal yang berguna", demikian bisikan ke dalam telinga saya.

Saya putuskan untuk kembali kepada orang yang berada di balik kemudi itu. Itu setidaknya akan membuatnya lebih baik. Ketika saya kembali menemui sang bapak, lalu saya tanyakan, “Pak, bisa bernafas?”. Ia menjawab, “Nafas saya sesak...” . “Ok Pak, kursi bapak akan saya coba geser mundur sedikit ke belakang. Kalau bapak merasa sakit, tolong beritahu”. Akhirnya saya dan teman saya berhasil membuat dia sedikit lega untuk bernafas. Saya panggil salah saeorang teman saya yang calon dokter. “Mari, tolong bantu saya untuk periksa bapak ini. Dia tidak ada luka sama sekali, namun saya melihat ada darah kering di tangannya.” Teman saya berkata, “Mengapa kamu gerakin posisinya?” Inilah pertanyaan pertama yang dia tanyakan kepada saya. Oh! Perasaan bersalah saya langsung muncul. Saya takut kalau tiba-tiba bapak ini tidak bernafas lagi. “Maaf teman, tadi dia sesak nafas, jadi saya bantu untuk kendorin kursinya”, sahutku. Sementara bapak itu diperiksa, saya tinggalkan mereka berdua dengan harap-harap cemas (H2C) terhadap keadaan orang yang di kemudi.

Tiba-tiba teman yang lain berteriak, “Yes, ayo kita pergi! Petugas Jasa Marga sudah datang! Nanti kalau sampai ditanya-tanya, kita bisa lebih lama lagi sampai di Bandung.” Akhirnya beranjaklah kami semua dari tempat itu melanjutkan perjalanan kami ke Bandung. Di mobil yang tadinya rame, jadi hening, diam dan hanya bersuara seperlunya. Mobil pun tidak lagi kebut-kebutan bahkan tidak pernah lewat dari 100 km/jam. Lagu-lagu rohani yang diperdengarkan mulai membuat suasana semakin syahdu. Masing-masing kami menikmati kesendirian, mungkin sambil merenung.

Akhirnya kami pun tiba di rumah salah satu teman seperjalanan kami dan waktu menunjukkan hampir pukul 2 subuh. Mungkin Tuhan punya rencana kenapa rombongan ini harus pergi terlambat. Mungkin rombongan ini dikirim oleh Tuhan untuk membantu korban kecelakaan ini. Saya angkat topi untuk dua unit mobil pertama yang mau berhenti dan memberikan pertolongan pertama. Bahkan empat acungan jempol buat salah seorang teman saya yang pertama kali berinisiatif untuk membantu. Teman-teman di mobil bercerita bahwa dia sampai loncat keluar mobil. Salut juga untuk teman-teman perempuan yang mau membantu membersihkan darah korban kecelakaan. Saya senang menjadi bagian dari keluarga ini. Bandung tidak jauh lagi. Dan, sebuah pelajaran berharga yang saya dapat: Inilah tindakan proaktif yang nyata…

Selamat pagi dan selamat berkarya untuk semua sahabat-sahabatku yang kekasih di dalam Kristus Yesus. Jangan lupa menyerahkan diri kepada Tuhan, sebab tanpa Tuhan selangkah maju ke depan boleh jadi membawa maut.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.

10 Hari Doa Bersama Anak - Roh Suka Menurut

Jemaat Kemang Pratama memasuki malam ketiga 10 hari doa bersama di hari Selasa 1 Februari 2011. Di kelompok doa anak ada 12 orang anak yang hadir yaitu Verel, Veber, Rivaldo, Dave, Michelle, Ivana, Kayla Karman, Yehu, Angel, Geofrey, Vicky dan Kayla Sinaga. Sesuai dengan tema malam ini, anak-anak belajar untuk memiliki roh untuk dapat menang atas dosa. Hal yang paling banyak ditemui adalah anak-anak masih suka tidak menurut kepada orangtua. Untuk itu di bagian doa yang keempat anak-anak menyampaikan permohonan mereka untuk memiliki roh penurut, tidak lupa doa memohon kesembuhan untuk adik kecil Jeremy Silitonga.

Pada malam ketiga ini kegiatan doa berlangsung lebih tertib dibandingkan dengan malam-malam sebelumnya. Pada malam pertama masih terdengar anak-anak mengeluh karena proses doa yang cukup lama. Di malam kedua anak-anak masih sedikit ribut dengan kertas lagunya. Tetapi pada malam ketiga ini kuasa roh Tuhan mulai bekerja dalam diri anak-anak oleh karena semua berdoa dengan tenang dan doa yang disampaikan semakin sesuai dengan urutan doa yang dianjurkan.

Sebelum bergabung kembali di dalam gereja anak-anak menghafalkan ayat hafalan dan ada juga yang bernyanyi. Semoga kuasa roh Tuhan semakin nyata dalam kehidupan anak-anak yang setia berdoa.

-sari-


Menjenguk Jeremy Yang Sakit

“Kita jadi jenguk Jeremy pagi ini ya…”, ucap Meiske Tampubolon mengingatkan di telepon pada hari Selasa pagi 1 Februari 2011. Kami janjian untuk langsung bertemu di lobi R.S. Mitra Keluarga Bekasi Barat. Dari kejauhan saya melihat wajah Ibu Meiske yang terlihat tidak begitu cerah. “Aku ditabrak motor ketika mau menyeberang jalan.”, katanya sambil tetap tersenyum. “Ya ampun Meiske, kasihan sekali !”, ujar saya kaget. Saya lihat kaki kanannya bengkak, sementara kaki kirinya terluka dan memar. Tapi Meiske dengan tenang mengatakan bahwa dia tidak merasa terganggu dan tetap ingin melakukan pelayanan. Pertolongan pertama yaitu obat gosok minyak Tawon sudah diberikan.

Berjalan sedikit perlahan kami menuju lift yang membawa ke lantai 4. Karena sedang dibersihkan maka pintu 407 terlihat terbuka. Melongok sedikit saja kami sudah langsung bisa melihat wajah Leni yang sedang memberikan susu untuk Jeremy. “Hallo Jeremy….!”, sapa kami disambut senyum ramah khas Jeremy yang selalu kita temui jika bertemu di kebaktian. “Jeremy sakit ya…?”, tanya saya, yang langsung disambut anggukkannya. Dia hampir tidak terlihat seperti anak yang sakit karena wajahnya cerah ceria. Hanya selang infus-lah yang menandakan dia sedang sakit. Sementara Ibu Meiske menyerahkan bingkisan kasih dari jemaat, Jeremy yang sedang asyik minum susu sambil tiduran sama sekali tidak terganggu. Dia hanya tersenyum menandakan dirinya sudah sangat mengenal kami. Jeremy diopname karena radang tenggorokan. Setiap diberikan makanan dan minuman dia muntah. Itu sebabnya harus diberikan infus supaya dia tidak lemas. Kami katakan kepada Lenny, berdasarkan pengalaman memang anak usia di bawah lima tahun masih rentan terhadap penyakit. “Nanti juga kalau sudah sekolah pasti jarang sakit ya….!”, kata kami kepada Jeremy. Kepalanya yang mungil kembali mengangguk, seakan mengerti apa yang kami katakan.

Lagu “Sebrang Langit Biru” adalah lagu pembuka yang telah dipilih Ibu Meiske selaku pimpinan Dorkas dan BWA. Seperti biasa kami mendengarkan renungan singkat. Ibu Evelyn Sormin membawakan renungan yang diambil dari buku Tesalonika. Isinya mengatakan bahwa Tuhan itu selalu baik dan melindungi kita. “Sebagai umat Tuhan kita pantas berterima kasih dan bersyukur karena Tuhan selalu memberi tahu akan hal-hal yang dengan setia Dia lakukan untuk umatNya. Kita percaya Jeremy akan segera sembuh dan bisa kumpul lagi bersama papa dan mamanya. Karena itulah janji Tuhan dalam firman-Nya.”, ucap Ibu Evelyn memberikan kekuatan kepada Ibu Lenny Silitonga. Ibu Evelyn juga menyampaikan bahwa Jemaat Kemang Pratama ikut mendoakan untuk kesembuhan Jeremy. Kami tutup kebaktian dengan berdoa bersama-sama.

“Kalau makannya banyak, rencananya dokter hari ini akan mencopot infusnya.”, kata Lenny pada kami. “Porsi makan dari rumah sakit cukup nggak?”, tanya Ibu Meiske. "Kurang kak… ", jawab Lenny. “Wah kalau dia doyan minta tambah aja Len ! Jangan malu-malu. Karena makanan anak-anak kan tidak bisa dibeli sembarangan.”, kata saya melanjutkan. ”Okelah, nanti saya minta tambah deh. Benar juga apa yang dikatakan Kak Meiske dan Kak Evelyn,” jawab Lenny dengan senang. Karena sudah waktunya, kami mohon diri. Lambaian tangan yang diberikan Jeremy membuat kami jadi tertawa gembira. Anak-anak memang selalu membuat kita bisa terhibur, walau mereka sedang sakit sekali pun.

Sampai ketemu hari Sabat di gereja ya Jeremy …! Tuhan memberkati kita semua.

-butterfly-

Bekerja Bagi Tuhan

Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat, 29 Januari 2011 yang lalu dibawakan oleh ibu Evelyn Sormin. Diawali dengan yel-yel : “Mari menginjil, Yesus pasti datang segera… Yesus pasti datang segera, mari menginjil”. Ibu Evelyn dengan semangat menyampaikan bahwa kita perlu bekerja buat Tuhan menyampaikan kabar injil kepada sesama, apakah secara tatap muka langsung atau dengan menggunakan sarana multi media dan kemajuan teknologi seperti televisi.

Dalam kesempatan ini, ibu Evelyn menyampaikan bahwa Jemaat Kemang Pratama ikut menjalankan program Reach Up, Reach Out dan Reach A Cross yang ditetapkan organisasi kita untuk dijalankan di seluruh dunia. Sejalan dengan itu kita akan mengadakan program DOA BERSAMA 10 HARI, dari tanggal 30 Jan – 8 Feb 2011 ini. Selama 10 hari doa-doa akan dilayangkan untuk memohon hujan awal berupa pengampunan, pertobatan, kemenangan atas dosa, kehidupan yang penuh dengan perbaktian dan persatuan dalam gereja. Kemudian, dilanjutkan permohonan kecurahan hujan akhir untuk mengabarkan injil dan kemauan untuk melayani Tuhan. Program berdoa ini juga akan dijalankan secara berkesinambungan melalui program SALING MENDOAKAN, dimana masing-masing keluarga yang ada di jemaat Kemang Pratama juga orang mudanya akan saling mendoakan satu dengan yang lainnya.

Pada akhir dari PP, kita dihimbau untuk bekerja bagi Tuhan, baik secara langsung maupun menggunakan media yang ada. Kita rindu agar kabar injil ini boleh tersebar dan Yesus pun boleh segera datang. Kiranya kita mau bekerja buat Tuhan dan memasyurkan namaNya.

- james -

Tuesday, February 01, 2011

Kisah Tentang Kaca Spion

Filipi 3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Setiap kali menyetir sendirian saya selalu bermain dengan pikiran – pikiran saya yang terkadang membawa saya kepada suatu konsep kehidupan. Dan benda yang yang setiap kali saya lihat, secara tak sadar membuat ide – ide baru itu datang. Sudah sejak lama saya ingin menulis sesuatu tentang kaca spion. Di mobil ada 3 unit kaca/cermin yang digunakan untuk melihat ke belakang. Di kiri, di tengah dan di kanan. Ditempatkan secara berbeda untuk memberikan kemudahan perspektif melihat bagian yang ada dibelakang tanpa kita harus menoleh ke belakang.

Suatu kali saya melihat lewat kaca spion, ada seorang tukang topeng monyet sedang mengamen dipinggir jalan, memaksa monyetnya untuk mau berdiri menggunakan topeng bayi. Terlihat pula ada seorang ibu tua yang sedang mengetuk jendela mobil mengharapkan sebuah sedekah diantara antrian mobil yang begitu panjang. Kaca spion membantu untuk memberitahukan apakah saya aman untuk mengambil jalur yang berbeda saat saya ingin mendahului mobil yang berada di depan saya, kaca spion juga membantu saya untuk menempatkan mobil saya dengan benar pada saat parkir.

Kaca spion dapat memperlihatkan beberapa ekspresi orang yang berada di mobil yang dikendarai orang lain, juga ekspresi orang yang berada di belakang atau samping mobil saya. Namun yang lebih penting dari kaca spion ini adalah kaca transparan yang ada di depan kita, yang harus kita lihat untuk membawa kita terarah kepada tujuan yang kita inginkan.

Di dalam hidup, kita jangan hanya terpaku akan kaca spion kita masing-masing yang selalu membawa kita melihat apa yang ada dibelakang kita. Karena pada saat kita mengendarai, kaca spion hanyalah “pembantu” agar kita lebih siap lagi untuk maju ke depan. Di depan kita ada kaca transparan yang lebih besar ukurannya, yang menolong kita untuk meraih tujuan kita. Undanglah Kristus menjadi kaca transparan bagi saudara dan saya sehingga kita dapat melihat dan melangkah dengan jelas tujuan yang harus kita gapai. Allah sumber hikmat dan kehidupan kiranya menyertai kita sekalian. Selamat beraktifitas.

Past will always behind you and you can’t escape from it. Put them as your rear view mirror to help you to move, to help you to reach your destination.

Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.

Doa Bersama Hari Ke-2 - Pertobatan

Hari Senin, 31 Januari 2011 adalah hari kedua dari Doa Bersama 10 Hari yang dilaksanakan di Gereja MAHK Jemaat Kemang Pratama. Song Leader Willy Wuisan memimpin puji-pujian untuk menyiapkan hati kita dalam perbaktian ini. Tepat jam 20:00, lagu pembukaan “Ku Datang Hampir, Kepada-Mu” dinyanyikan, dan dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Prayer Leader, bapak Munas Tabunan.

Renungan yang dibawakan oleh Pdt. Sonny Kapitan pada malam ini diambil dari 2 Petrus 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”, sesuai dengan tema doa yaitu pertobatan. Tuhan mempunyai keinginan agar setiap orang berbalik dan bertobat. Tuhan tidak ingin ada yang binasa dan untuk itu kita harus memiliki roh pertobatan. Banyak dosa yang kita lakukan, di rumah tangga, lingkungan, di tempat pekerjaan, bahkan di gereja. Ada dosa yang terlihat, namun ada pula dosa yang hanya diketahui oleh Tuhan. Tuhan akan mengampuni dosa kita, seberapapun besarnya. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”, Yes 1:18. Dalam renungan ini, diingatkan juga, bahwa dalam berdoa ada 4 hal yang harus dilakukan yaitu, pemujaan, pengampunan, ucapan syukur dan baru yang terakhir permohonan. Pada doa bersama malam ini, selain topik-topik doa yang akan didoakan di kelompok masing-masing, secara khusus kita akan berdoa agar diberikan roh pertobatan.

Pada malam kedua ini, tercatat 38 orang hadir, yang terdiri dari 6 orang dari kelompok satu , 8 orang dari kelompok dua, 8 orang dari keompok tiga, 7 orang dari kelompok empat, 7 orang dari kelompok lima dan 2 orang dari kelompok enam. Jumlah ini tidak jauh berbeda dari hari pertama yang mencapai 40 orang hadir, yang terdiri dari 10 orang dari kelompok satu , 8 orang dari kelompok dua, 6 orang dari keompok tiga, 5 orang dari keompok empat, 6 orang dari kelompok lima dan 5 orang dari kelompok enam.

Selain memohon agar diberikan roh pertobatan, di berapa kelompok juga dilayangkan doa-doa yang lain. Pada kelompok satu, juga diselipkan doa untuk kesembuhan sdri. Vira, dan Jeremy Silitonga. Selain itu, didoakan juga keluarga yang beduka, keluarga Chandra Perangin-angin. Juga didoakan Family Of the Month, keluarga Pdt. Saiman Saragih, anak-anak yang mau menghadapi ujian nasional, dan keluarga Munas Tambunan yang pada hari Sabat lalu, mengalami musibah kehilangan mobil di gereja. Tidak ketinggalan pula, kelompok ini mendoakan persatuan dan kesatuan gereja Tuhan. Doa dilakukan secara bergantian, dengan diselingi oleh lagu-lagu penyerahan. Dan diakhir doa, secara bersama, kelompok ini melayangkan doa “Bapa kami”.

Waktu telah lewat dari pukul 21:00, namun banyak kelompok yang masih khusuk berdoa. Akhirnya, jam 21:20 semua kelompok telah menyelesaikan doanya. Jemaat kembali berkumpul dan menyanyikan lagu penutup dari Lagu Sion nomor 144, dan bapak Munas Tambunan melayangkan doa penutup. Jemaat kembali ke rumah dengan suka cita, setelah terlebih membentuk lingkaran dan mengucapakan “Selamat malam! Selamat malam! Selamat malam! Tuhan memberkati! Haleluya! Amin!”

-lies-

10 Hari Doa Bersama Anak - Pertobatan

Selesai mendengarkan penjelasan dari Pendeta Sonny Kapitan mengenai "Pertobatan", anak-anak mengambil tempat di kelas anak-anak untuk berdoa bersama. Ibu Sari Tobing dan ibu Naomi kembali memberikan penjelasan kepada anak-anak bagaimana Yesus ingin anak-anak meninggalkan kebiasaan buruk dengan cara memohon kepada Allah agar menolong untuk dapat meninggalkan kebiasaan buruk itu. Anak-anak pun diminta untuk menyebutkan kebiasaan buruk mereka diantaranya ada yang suka ngobrol di gereja, terlalu lama di komputer, menonton TV sampai lupa belajar, bermain bola hingga lupa bikin PR, suka main sampai kotor bahkan ada yang malas merapihkan tempat tidur.

Selanjutnya, doa bersama dimulai dan dibagi dalam 4 tahapan doa. Veber, Junior, Dave, Yehu, Yehes, Angel, Ivana dan Michelle, terdengar semakin memahami cara berdoa sesuai dengan urutan yang dianjurkan yaitu diawali dengan pemujaan kepada Tuhan, pengakuan kesalahan, berterima kasih kepada Tuhan, dan terakhir permohonan kepada Tuhan. Dalam tahapan doa ke-empat, anak-anak diminta untuk memohon kepada Allah untuk dapat mengalahkan kebiasaan buruk mereka serta mendoakan adik kecil Jeremy yang sedang sakit.

Di akhir pertemuan anak-anak diminta untuk menghafalkan ayat hafalan. Usai acara, anak-anak semua kembali bergabung di gereja untuk menutup acara.

Terima kasih untuk anak-anak yang sudah hadir. Semoga selalu diberi kesehatan dan kerinduan untuk dapat hadir di setiap malam Doa Bersama 10 hari. Tuhan Yesus memberkati.

- sari tobing -

Selamat Beristirahat Nenek Karo

Minggu pagi 30 Januari 2011, seusai acara Doa Bersama 10 hari, sementara anggota jemaat sedang membahas beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan, bapak Ramlan Sormin menyampaikan berita duka cita atas meninggalnya ibunda dari bapak Chandra Peranginangin. Segera pimpinan departemen Rumah Tangga, bapak Viertin Tobing mengajak semua anggota yang hadir untuk bersama-sama ke Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk untuk mengadakan acara pelepasan jenazah oleh karena keluarga akan mengebumikan jenazah ibu Perangin-angin di Sumatera Utara.

Upacara pelepasan dimulai pada pukul 12.20 di kamar jenazah Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk dihadiri oleh sekitar 25 orang anggota jemaat dan beberapa orang keluarga. Pendeta J. Peranginangin, Pemimpin Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Indonesia Kawasan Barat, beserta istri, hadir untuk memberikan penghiburan bagi keluarga yang berduka. Acara yang dipimpin oleh bapak Viertin Tobing dibuka dengan menyanyi dari Lagu Sion no 122 “Satu Masa Yang Tertentu” dan doa buka dilayangkan oleh bapak Ramlan Sormin. Sebuah lagu istimewa dilantunkan oleh anggota jemaat Kemang Pratama yang hadir siang itu dari Lagu Sion no 123 “Adakah Yesus Lindung Aku”.

Dengan perasaan duka yang mendalam, bapak Chandra Peranginangin menyampaikan kesaksiannya. Diceritakan bahwa ibunda tercinta ibu Tama Ulina Ketaren dinyatakan menderita penyakit kanker otak di akhir tahun 2009. Di awal tahun 2011 ini, keluarga membawa ibu Peranginangin untuk menjalani pengobatan herbal di Bandung. Pada seminggu pertama pengobatan terlihat hasil yang sangat baik pada kesehatan ibu ini hingga pengobatan berlanjut hingga 2 minggu, kemudian keluarga sudah bisa membawa ibu ini kembali ke Jakarta untuk selanjutnya akan berobat jalan. Pada pagi harinya setelah sampai di Jakarta, ibu Peranginangin mengajak seluruh keluarga untuk renungan pagi dan kemudian mengajak bapak Chandra untuk jalan pagi. Sepulangnya, ibu ini langsung tertidur sehingga bapak Chandra pun tak sempat lagi untuk berpamitan saat akan berangkat ke kantor. Namun sekitar jam 12 siang, bapak Chandra mendapat telepon yang mengabarkan bahwa ibunda terkasih mengalami muntah, dan akhirnya ibu ini pun dirawat dirumah sakit Awal Bros, Bekasi. Pada tanggal 26 Januari 2011, keluarga membawa kembali ibu Peranginangin pulang kerumah dan pada hari Sabat sore 29 Januari 2011, ibu Peranginangin menerima upacara peminyakan yang dilakukan oleh Pendeta Sonny Kapitan.

Yesus memiliki rencana yang indah bagi ibu Peranginangin, yang juga dikenal dengan sebutan Nenek Karo Irel, dengan melepaskannya dari segala penderitaan atas penyakit yang ada padanya di usianya yang ke 56 tahun pada hari Minggu pagi yang cerah tanggal 30 Januari 2011. Jenazah akan dikebumikan di Kuta Bulu, Tanak Karo, Sumatera Utara.

Khotbah pelepasan yang disampaikan oleh Pendeta Sonny Kapitan menyatakan bahwa Yesus juga mengerti akan kesedihan dan tangisan kita oleh karena Yesus juga pernah menangis sebagaimana dinyatakan dalam kitab Yohanes 11:35. Pendeta juga mengingatkan keluarga bahwa segala sesuatu ada waktunya, dalam Pengkotbah 3:2 dinyatakan ada waktu untuk meninggal, dan inilah waktu yang ditentukan Allah bagi Nenek Karo Irel untuk meninggal yang diyakini oleh umat Tuhan sebagai tidur sementara sambil menantikan Yesus datang untuk yang kedua kalinya. Keluarga juga diyakinkan bahwa kelak Yesus datang kita akan bertemu lagi dengan ibu Peranginangin oleh karena janji Tuhan dalam Wahyu 14:13 menyatakan bahwa akan berbahagia orang yang mati dalam Tuhan oleh karena perbuatannya akan mengikutinya. Tabiat dan perbuatan baik ibu Peranginangin semasa hidupnya yang takut dan menurut perintah Tuhan menjadi petunjuk bahwa ibu ini berbahagia dalam kematiannya dan menjadi jaminan kelak kita akan bertemu kembali saat Yesus datang untuk kedua kalinya nanti.

Ucapan turut berduka cita mewakili jemaat Kemang Pratama disampaikan oleh bapak David Tampubolon dan upacara pelepasan ditutup dengan doa yang dilayangkan oleh bapak Willy Wuisan. Jenazah segera di berangkatkan ke bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diterbangkan ke Medan untuk kemudian dibawa ke Kuta Bulu, Tanak Karo, Sumatera Utara.

Selamat beristirahat Nenek Karo Irel... teladan kehidupanmu akan menjadi semangat bagi kami yang ditinggalkan.

- sari tobing -

Upacara Peminyakan Ibu Tamaulina Peranginangin boru Ketaren

Saat itu tepat pada hari Sabat tanggal 29 Januari 2011 sekitar pukul 15.10 WIB, sembilan orang perwakilan jemaat berangkat dari GMAHK Kemang Pratama menuju ke Kompleks Meruya Indah Blok A No. 6 – Jakarta Barat. Perjalanan menuju ke lokasi ditempuh kurang lebih selama satu jam tiga puluh menit. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh bapak Peranginangin didampingi oleh kedua anak lelaki, kedua menantu, cucu dan anggota keluarga yang lain. Di sebuah kamar, terbaring dengan tidak sadarkan diri istri, ibu dan nenek yang kekasih dengan nafas yang terengah-engah oleh karena penyakit tumor otak yang dideritanya. Ibu Tamaulina dirawat di dalam kamar ini setelah menjalani pengobatan beberapa minggu lamanya di Bandung maupun di RS Awal Bros Bekasi.

Tak lama berselang rombongan tiba di lokasi, dan atas permintaan keluarga maka acara kebaktian peminyakanpun dilangsungkan. Bertindak sebagai pemimpin acara sdr. Viertin Tobing. Kebaktian dimulai dengan menyanyikan Lagu Sion no. 180 “Kuharap PadaMu” dan dilanjutkan dengan doa pembuka oleh ketua David Tampubolon. Diawali oleh cucu Myrelle & Gerald Peranginangin demikian seterusnya oleh anak-anak dan suami, saling memohon maaf kepada sang nenek, ibu dan istri, dibarengi dengan air mata bercucuran dan dibalut dengan doa pengharapan untuk kesembuhan. Kakak beradik, anak dan orang tua satu dengan yang lain saling bermaaf-maafan dengan tulus dan rendah hati menyerahkan Ibu Tamaulina Peranginangin ke dalam tangan Tuhan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sonny Kapitan yang mengangkat Yakobus 5:14-16 sebagai ayat pembekalan bagi keluarga dengan pokok-pokok penting sebagai berikut:
  1. Dalam kasih persaudaraan di dalam Yesus Kristus, Jemaat mengunjungi keluarga untuk saling melayani dan menguatkan satu dengan yang lain
  2. Dalam rahmatNya yang tidak terbatas, keluarga menyerahkan Ibu Tamaulina Peranginangin ke dalam tangan pemeliharaan Allah agar Ia dalam keMahaKuasaanNya memberikan keputusan yang terbaik bagi istri/ibu yang kekasih
  3. Perlu saling merendahkan hati, memohon ampun dan mengampuni satu dengan yang lain dalam rumpun keluarga agar Allah berkenan menerima setiap permohonan keluarga
  4. Menyerahkan segala sesuatu didalam doa yang benar sebab doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya.

Doa penyerahan dan pengolesan minyak pun segera dilangsungkan oleh hambaNya Pdt. Sonny Kapitan sesaat setelah renungan disampaikan dan kebaktian ditutup dengan menyanyikan Lagu Sion no 84 “Jadilah Tuhan KehendakMu” yang dipimpin oleh Sdr. Dharlen Simanjuntak serta doa penutup dilayangkan oleh Ketua Jeff Eman.

- vt -