Wednesday, October 26, 2011

ALDO .. TERIMA KASIH YA

2 Tawarikh 32:25, Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh, sehingga ia dan Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka.”


Sehari-harinya saya bekerja di lingkungan sekolah. Dapat dipastikan setiap harinya saya berada di keramaian anak-anak didik, dimulai dari anak didik yang berusia empat tahun ke atas hingga anak didik di tingkat lanjutan atas. Banyak hal-hal menarik yang saya dapatkan setiap hari ketika melihat tingkah laku para anak didik di sekolah kami, baik yang bersifat positif maupun hal-hal yang bersifat kurang baik dan perlu pembenahan. Pengalaman kali ini adalah kejadian menarik yang bersifat positif.

Pada suatu pagi, Moria gadis kecil umur 4 tahun sedang bermain di sekitar sekolah. Ketika dia mau berlari ke ruang kelasnya, tiba-tiba pintu gerbang yang cukup besar menutup jalan menuju area kelasnya sehingga dia kesulitan untuk melewatinya. Di luar dugaan, Aldo teman sekelasnya, laki-laki kecil yang merasa bahwa laki-laki harus memberi pertolongan pada wanita berusaha untuk membuka pintu gerbang yang cukup besar itu dibandingkan dengan usia dan fisiknya. Aldo pun akhirnya berhasil membuka pintu gerbang dan Moria berhasil melewatinya. Moria katakan pada Aldo, “Aldo..... kamu orang yang baik, ganteng, tangan kamu kuat, kamu orang yang hebat, terimakasih ya.....” Aldo dengan bangga tersenyum sambil berlari.

Kedua sikap anak yang berperan dalam kisah ini harus kita teladani. Aldo, seorang yang ringan tangan dan baik hati, sedia memberi pertolongan kepada sesamanya tanpa harus dimintakan terlebih dahulu. Saat yang sama sikap Moria, gadis kecil yang telah mendapatkan pertolongan pun tahu berterima kasih kepada sesamanya bahkan tidak sampai di situ ia pun melapisi ungkapan terima kasih itu dengan suatu pujian yang wajar dan tulus. Jauhlah kiranya sikap angkuh raja Hizkia dari antara kita, gantinya kita berterima kasih kepada Allah atas seluruh kasih karunia dan kebaikan-Nya, raja Hizkia menyombongkan diri sehingga malapetaka menimpa dirinya dan bangsa yang ia pimpin karena keangkuhannya. Allah berharap kita menjadi umat yang rendah hati dan bersyukur kepada-Nya setiap hari. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

Tuesday, October 25, 2011

OH.. ALLAH SUNGGUH AJAIB

1 Timotius 4:10, Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.”


Baru beberapa bulan yang lalu saya berjanji kepada Tuhan tidak akan berbohong kepada-Nya dalam hal pengobatan dan meminta jaminan bahwa Allah akan memberikan jawaban bilamana kami mengalami sakit maka Allah akan menyediakan semua biaya pengobatan kami, beberapa minggu yang lalu pun iman kami diuji apakah kami akan tetap setia memegang perjanjian kami dengan Tuhan dan membiarkan cara Allah yang akan berlaku. Betapa iman kami diuji ketika kami mendapatkan putusan dokter berkata, “Mata suami Ibu harus dioperasi akibat katarak dan itu satu-satunya solusi yang terbaik.” Perasaan kaget dan bingung bercampur aduk menjadi satu. “Berapa pula biaya operasi mata suami saya dan darimana kami mendapatkan uang untuk membiayainya”, demikian pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya.

“Dokter, kira-kira berapa ya biaya operasi katarak suami saya?” tanyaku pada dokter. Wow … saya kaget mendengar operasi katarak tersebut menelan biaya hingga Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah). Kami pun kembali dari rumah sakit disertai perasaan bingung dan pikiran yang hampa karena mustahil nilai uang tersebut kami dapat tutupi saat ini, karena sejujurnya kami tidak memiliki uang sebesar itu. Apa yang dapat saya lakukan hanyalah mengadu kepada Tuhan dan bercerita kepada teman dekat saya di tempat kerja. Beberapa hari berselang, saya pun mendapatkan telepon dari seseorang dan berkata, “Bu, saya dengar suami sedang sakit dan tindakan operasi katarak harus dilakukan segera.” Saya bingung darimana ia mendapatkan berita tentang penyakit suami saya karena kami tidak pernah bercerita kepadanya. “Oh … iya benar Pak. Suami saya harus dioperasi mata, namun sedang kebingungan hendak dibayar pakai apa biaya operasinya kelak”, jawabku kepadanya sambil pasrah. “Begini saja Bu, mohon beritahukan kepada saya berapa biaya operasi suami dan berikan pula nomor rekening Ibu kepada saya”, pinta sang Bapak.

Betapa Allah itu ajaib, Ia sanggup melakukan berbagai cara untuk menolong saya dan keluarga sesuai dengan permohonan doa kami. Keesokan harinya kami pun mendapatkan konfirmasi bahwa sejumlah uang Rp 5.000.000,- telah ditransfer ke rekening kami dan operasi katarak mata suami saya pun akhirnya dapat dilangsungkan dan berhasil dengan sempurna. Betapa dahsyatnya perbuatan tangan Allah yang kita sembah ketika kita menaruh harap dan pasrah hanya kepada-Nya. Masihkah kita ragu mengikut dan menyembah Allah dalam segenap kehidupan kita? Sama sekali tidak ada alasan bagi kita untuk ragu kepada-Nya. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

Monday, October 24, 2011

ADUUH … MASALAH LAGI

Amsal 3:5, Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri.”


Dua hal yang menghantui ekonomi keluarga kami yakni dana pendidikan bagi ketiga anak kami dan biaya pengobatan ketika kami mengalami sakit. Bergabungnya suami saya ke lembaga pendidikan tempat saya bekerja mengurangi beban berat ekonomi keluarga kami. Sedikit banyaknya untuk biaya pendidikan anak kami yang berkuliah saat ini perlahan-lahan dapat kami tutupi. Namun masalah biaya pengobatan, hmmmm inilah masalah untuk kami, darimana kami mendapatkan biaya pengobatan ketika kami sakit.

“Aduh gimana ini Papi, anak kita Rico (bukan nama sebenarnya) sakit. Kita harus bawa dia ke dokter, tapi kita bayar pake apa ya?” saya bicara ke suami sambil bingung. Sudah pasti suami saya pun mengalami kebingungan yang sama. Alhasil, kami pun beberapa kali berobat menggunakan nama saudara kami yang bekerja di perusahaan, lalu ia akan mengklaim pengobatan itu ke perusahaannya serta mengembalikannya kepada kami ketika klaim itu didapatkan dari perusahaan. Terus terang, hal ini menghantui hati nurani saya karna saya tau cara ini tidak benar. Saya pun bertekad untuk tidak mengulangi hal itu untuk ke sekian kalinya. Hal ini didasari ketika saya sekeluarga berada di asrama kampus anak saya berkuliah, anak kami Rico ini tiba-tiba sakit lagi, namun ia sakit ketika waktu menunjukkan pukul 2 subuh. “Papi ayo kita bawa ke rumah sakit sekarang, tolong keluarkan mobil segera”, tegasku kepada suami sambil kami berjalan menuju ke parkir mobil. “Astaga, gimana caranya mobil kita bisa keluar nih, sementara Rico udah tambah sesak aja nafasnya”, teriakku kepada suami sambil kalut.

Sejak saat itulah saya bertekad tidak mau berbohong lagi dengan menggunakan nama saudara kami ketika berobat. Doaku dalam hati sambil menangis, “Tuhan, ampunilah kami sekeluarga. Saya menyesal mengapa saya menggunakan caraku sendiri untuk menyelesaikan masalah ini, padahal Engkau Tuhan pemelihara hidup kami. Mulai hari ini, saya tidak akan menggunakan cara-caraku sendiri, namun saya mau kepastian jawaban dan penyelesaian dari Tuhan setiap kali kami mengalami masalah yang sama dengan kesehatan kami, maka Engkau akan menyediakan semua biaya-biaya itu.” Perasaan hati saya terasa lebih tenang, saya yakin Allah akan memeliharakan kami. Saudaraku, biarlah ayat roti pagi hari ini menyadarkan kita bahwa Allah sumber segala jawaban permasalahan kita, jangan gunakan cara-cara kita sendiri! Belum tentu hal itu berkenan bagi Tuhan. Allah memberkati kita untuk yakin kepada-Nya setiap hari. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

Sunday, October 23, 2011

KETIKA BEBAN HIDUP TERASA BERAT…

Ayub 26:1-2, Tetapi Ayub menjawab: “Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!”


Paling tidak telah melewati enam tahun lamanya saya tidak bekerja di perusahaan setelah seluruh hak saya terima dari perusahaan tatkala saya memutuskan untuk pensiun dini. Hari-hari berlalu masih terasa biasa-biasa saja, di kala saya baru berhenti bekerja. Namun berlalunya waktu, beban hidup keluarga kami terasa semakin berat. Saya bersama suami pun akhirnya memutuskan untuk meneriwa tawaran pekerjaan di organisasi yang berada di bawah naungan keagamaan walau harus berpindah kota. Kami pun menghabiskan waktu beberapa tahun lamanya mengabdi di lembaga pendidikan di kota sejuk nan asri yang letaknya kurang lebih sekitar 70 kilometer dari kota Jakarta.

Beban hidup keluarga terasa lebih berat lagi bahkan hampir tak kuasa menghadapinya ketika anak kami yang tertua mulai memasuki bangku kuliah walaupun kami saat ini telah kembali ke Jakarta dan bekerja di lembaga pendidikan yang lain namun berada di bawah naungan organisasi yang sama. “Wah … seperti apa ini ntar ya? Apa kita sanggup mengirimkan si Abang untuk kuliah sementara penghasilan kita aja hanya cukup untuk menghidupi makan kita sehari-hari”, inilah pembicaraan yang sering muncul di antara saya dan suami ketika membayangkan seperti apa kehidupan rumah tangga kami kelak karna ekonomi yang serba pas-pasan belum lagi untuk jaminan kesehatan yang tidak kami dapatkan dari organisasi tempat kami bekerja. Saya pun berdoa kepada Tuhan selama ini untuk mendapatkan pekerjaan lain di perusahaan, karna kami melihat itulah satu-satunya jalan yang harus kami tempuh jikalau roda kehidupan ekonomi rumah tangga kami dapat berjalan.

Kita berencana namun Allah menentukan lain. Saya tidak mendapatkan pekerjaan di perusahaan, namun Allah mengatur agar suami saya dan saya sendiri bekerja di lembaga pendidikan yang sama dan tentunya penghasilan yang kami terima lebih baik dari yang sebelumnya. Beban ekonomi rumah tangga kami pun terasa lebih ringan walaupun masih jauh dari harapan. Kami bersyukur sebab Allah baik dan pertolongan-Nya terasa meringankan bagi kami seperti pertolongan yang Ayub rasakan pada saat ia menghadapi pergumulan hidup. Mari kita berlindung dan meminta pertolongan hanya daripada-Nya!. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

“ Ingatlah dan Kuduskanlah Hari Sabat ” Keluaran 20 : 8

Kebaktian Vesper 21 Oktober 2011

Ibadah Vesper GMAHK Kemang Pratama dimulai tepat pukul 19.30. Sebelum memulai acara jemaat berdoa didalam hati untuk mengundang kehadiran Roh Suci. Untuk memulaikan acara jemaat menyanyikan lagu sion nomor 242 “ Sabat Hari Perhentian “ yang dipimpin oleh saudara Robert Rihihina dan dilajuntkan dengan doa oleh ibu Adeline. Sebelum mendengarkan firman Tuhan, Kaum Pria menyanyikan lagu “ Yesus Sahabat Terindah “.

Firman Tuhan pada malam vesper dibawakan oleh bapak Dharlen Simanjuntak dengan judul “ Hari Ke-Enam “ dimana mengingatkan tentang pentingnya hari ke-enam atau hari persiapan Sabat dan bagaimana kita menyambut hari Sabat. Hal persiapan Sabat adalah penting diri dalam menyongsong hari Sabat. Mengapa kita perlu persiapan ?... oleh karena kita akan mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk menerima berkat-berkat Sabat-nya. Beberapa tanggapan malam ini tentang persiapan hari Sabat diberikan oleh ibu Ani Simanjutak, bapak Willy Wuisan dan beberapa jemaat yang lainnya, tentang pengalaman di dalam melakukan persiapan hari Sabat dimana ‘ …dulu hari persiapan itu benar-benar dilakukan dengan disiplin yang baik namun berbeda dengan sekarang dimana oleh karena kondisi dan situasi maka lebih banyak kompromi terhadap hari Sabat’. Namun himbauan pada malam ini adalah tiga hal yang perlu untuk diperhatikan yaitu, hari Sabat adalah milik Allah yang merupakan hari kesukaan, memikirkan hari Sabat sehingga akan merindukan hari Sabat, kita memberikan hari Sabat itu hanya untuk Allah. Dengan persiapan yang memadai maka setiap umat-umat Allah akan menyucikan Sabat dan mendapatkan sukacita berkat Sabat.

Untuk menutup ibadah vesper Jemaat menyanyikan pujian penutup dan dilanjutkan dengan doa penutup oleh bapak Dharlen Simanjuntak. Selesai acara vesper jemaat membentuk lingkaran di halaman gereja dan mengucapkan selamat Sabat dan yel-yel Sabat. Kiranya menjadi berkat dan sampai berjumpa Sabat pagi…

-Mei-

Saturday, October 22, 2011

ALLAH MEMBUKA JALAN

Wahyu 15:3, Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya : “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Yang Mahakuasa! Adil dan Benar segala Jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!”

Mata saya tertuju pada kalender di atas meja sesaat setelah saya membaca pesan melalui surat elektronik pagi itu. Saya membacanya sekali lagi untuk memastikan saya tidak salah membaca isi surat elektronik itu. “Astaga!”, saya mengernyitkan dahi, tanggal tersebut jatuh pada hari di mana saya harus berada di gereja untuk berbakti. Adalah menjadi agenda tahunan perusahaan kami, satu hari dalam setiap tahunnya, mengharuskan seluruh karyawan tanpa kecuali untuk masuk kantor dan berpartisipasi menjalankan tugas mengecek jumlah persediaan barang dan mencocokannya dengan data di sistim kami. Setiap karyawan mendapatkan tugas yang sama, di mana pengaturan area masing-masing telah ditentukan oleh pimpinan departemen operasional.

Saya coba diskusikan dengan pimpinan dan menawarkan kemungkinan apakah diperkenankan melakukan tugas saya sebelum hari tersebut sehingga tidak perlu masuk bekerja pada hari Sabtu. Walau tidak secara gamblang menyatakan ke-tidaksetujuannya, saya menangkap pesan pimpinan memberatkan usulan saya jika saya tetap melakukannya. Saya meninggalkan ruangan pimpinan dengan galau, terduduk di ruang kerja sambil berpikir-pikir apa yang sebaiknya saya lakukan. Saya serahkan kepadanya untuk berdoa dan meminta petunjuk-Nya agar memberikan jalan terbaik atas persoalan yang tengah saya hadapi. Tengah malam ketika saya hendak beranjak tidur, saya mendengar bunyi pesan singkat di telephone selular yang berasal dari salah satu karyawan di kantor cabang, isinya meminta petunjuk saya untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapi. Setelah berbincang sejenak dan memberikan arahan singkat, saya tutup pembicaraan malam itu dan saya bawakan permasalahan yang tengah terjadi dalam doa pribadi saya malam itu.

Pagi itu merupakan pagi yang sangat indah dalam hidup pekerjaan saya, karena sebelum saya memulai tugas, pagi itu pimpinan saya memanggil dan meminta saya untuk terbang keesokan harinya mengunjungi cabang yang sedang memerlukan bantuan saya. Saya bersyukur karena tidak lagi harus masuk dan bekerja pada hari Sabtu dalam minggu itu, karena saya masih bertugas di luar kota. Kekuatan doa mengalahkan segala sesuatu. Ketika kita tidak mengerti jalan yang harus kita tempuh dan lalui, ketika kita hampir kehilangan harapan, mari kita mengandalkan Dia, dan biarkan DIA yang bertindak. Melalui kuasa doa, Dia akan membantu kita mengatasi segala persoalan yang kita hadapi. Doa menjadikan kita berakal-budi, membuat kita memiliki ide-ide cemerlang yang secara manusia terkadang sulit kita mengerti. Hanya melalui doa, Dia akan me-mampukan kita melakukan hal-hal istimewa dibawah kehendakNya. Tetaplah Berdoa! Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

Friday, October 21, 2011

Sabat Anak 2011

Kembali pada bulan Okober ini, jemaat Kemang Pratama menyelenggarakan program Sabat Anak. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabat, 20 Oktober 2011 ini memang dikhususkan untuk anak-anak. Mulai dari acara Sekolah Sabat, Khotbah, sampai dengan acara PemudaAdvent semuanya melibatkan anak-anak.

Saat memasuki gereja pada hari itu, suasana yang berbeda langsung terasa. Pada pintu masuk, ada hiasan balon. Begitu juga didalam ruangan gereja. Spanduk Sabat anak terpampang pada bagian atas mimbar, sedangkan mimbar juga dipenuhi dengan hiasan tanam-tanaman dan balon. Dan tak lupa, sebuah pin disematkan kepada anggota yang hadir pada saat itu.

Acara dibuka dengan song service yang dibawakan oleh Velan Sormin dengan diiringi oleh Joshua Simanjuntak. Pemimpin Acara, Stella Simanjuntak mengundang jemaat untuk menyanyikan Lagu Sion nomor 149, ”aku Tak Ingin Harta”, sebagai lagu pembukaan. Ayat inti dan doa pembukaan dibawakan oleh Rodney Maringka, kemudian dilanjutkan dengan berita mision yang dibawakan oleh anak-anak dalam bentuk drama. Lagu pujian sabat ini dibawakan oleh guru-guru Sekolah Sabat anak, dan dilanjutkan dengan diskusi pelajaran Sekolah Sabat seperti biasanya.

Usai diskusi pelajaran SS, renungan Pelayanan Perorangan dibawakan oleh Christ Simanjuntak. Kemudian acara Sekolah Sabat ditutup dengan menyanyikan Lagu Sion nomor 181, ”Yesus Sahabat Terindah”, dan doa penutu dilayangkan oleh Kimberly Simanjuntak.

Pada bagian khotbah, pemimpin biduan Raissa Maringka mengundang jemaat untuk memasuki jam khotbah dengan menyanyikan lagu ”Tuhan Ada Dalam Kaabah” dengan diiringi oleh Felisya Tambunan pada piano.

Bacaan Alkitab bersahutan dipimpin oleh ibu Lies Endahwati, yang juga merupakan pemimpin departemen Pelayanan Anak jemaat Kemang Pratama. Ayat bersahutan kali ini diambil dari beberapa ayat, yaitu dari Yes 48:12, Maz.119:145, Maz 32:8, Maz 26:3, Jer 31:33, Maz 119:97, Yes 49:15.16, Maz 35:28, Yeh 34:16, dan Maz 86:11, yang berbunyi : ”Dengarlah Israel, umat yang Kupanggil, Aku tetap Allahmu. Dengan segenap hati aku berseru kepada-Mu; jawablah aku ya TUHAN. Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka. Betapa ku cintai Taurat-Mu! Aku merenung-kannya sepanjang hari. Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu”

Ayat-ayat ini dibacakan secara bergantian oleh anak-anak.

Lagu pembukaan diambil dari buku Advent Youth Sing nomor 152 yang berjudul ”Pass It On”, kemudian ibu Sitimei Kapitan melayangkan doa syafaat. Bacaan persembahan dibawakan oleh ibu Sari Tobing, dan setelah diakon mengumpulkan persembahan, doa juga dilayangkan oleh ibu Sari.

Cerita anak kali ini dibawakan oleh bapak Willy Wuisan dengan sangat menarik, sehingga bukan saja anak-anak yang tertarik, namun semua yang hadir turut menyimak cerita mengenai domba yang hilang yang dibawakan secara interaktif. Setelah itu, Koor Anak-anak membawakan lagu pujian.

Setelah ibu Lies Endahwati membacakan ayat inti yang diambil dari Filipi 2:5-11, ” Dalam kehidupanmu, kamu harus berpikir dan bertindak seperti Kristus Yesus. Kristus sendiri, seperti Allah dalam segala hal.:Dia setara dengan Allah.Tapi dia tidak berpikir bahwa menjadi setara dengan Allah merupakan sesuatu yang harus dipertahankan. Dia menyerahkan tempat-Nya kepada Allah dan menjadikan diri-Nya sendiri bukan apa-apa. Dia lahir menjadi seorang manusia dan menjadi seperti seorang hamba. Dan ketika dia hidup sebagai manusia, Ia merendahkan diri-Nya sendiri dan taat sepenuhnya kepada Allah. Dia taat bahkan ketika hal itu menyebabkan Dia mati -- mati di kayu salib. Jadi Allah mengangkat Kristus ke tempat yang tertinggi. Allah membuat nama Kristus lebih besar dari setiap nama lain. Allah ingin setiap lutut bertekuk kepada Yesus- Semua orang di surga, di bumi, dan di bawah bumi. Setiap orang akan mengatakan, "Yesus Kristus adalah Tuhan" Dan membawa kemuliaan kepada Allah Bapa.

Sesuai dengan tema Sabat Anak Tahun 2011, pendeta Sonny Kapitan membawakan khotbah dengan judul “Be Like Jesus, Go Fishing!”. Namun, kali ini khotbah dilakukan sedikit berbeda dengan yang biasanya. Kali ini, pengkhotbah turun dari mimbar, berganti pakaian dengan pakaian nelayan dan turut membawakan drama bersama dengan anak-anak. Ada Velan Sormin, ada Timothy Christian Purnama berpakaian pada zaman Alkitab, ada Junior Tampubolon memakai baju seorang dokter, ada Veber Sormin mengenakan baju seorang kerja kontruksi, helm dan sabuk kerja. Dan ada juga Kimberly Simanjuntak yang menggunakan kacamata dan membawa buku seolah sebagai guru. Semua mereka pada intinya menyatakan bahwa saat mereka besar nanti, dalam profesi apapun, mereka siap menjadi seperti Yesus. Menjadi penjala manusia.

Diakhir khotbah, pendeta Sonny Kapitan memberikan kesimpulannya yang intinya, juga mengajak semua dari kita untuk dapat menjadi seperti Yesus dan memberitakan kabar keselamatan kepada semua orang.

Khotbah diakhiri dengan menyanyikan lagu dari Advent Yout Sing nomor 159, ”Savior, Like a Shepherd Lead Us”, kemudian ditutup dengan doa berkat oleh Pdt. Sonnt Kapitan.


Children Talent

Usai potluck, acara Sabat Anak kembali dilanjutkan. Kali ini, anak-anak diberi kesempatan untuk menampilkan talenta-talenta mereka. Acara dibuka oleh ibu Lies Purnama, kemudian secara bergantian anak-anak memulai talenta-talenta mereka.

Acara dibagi menjadi tiga sesi dan pada setiap sesi, disuguhkan lagu pujian yang dibawakan secara bergantian oleh bapak-bapak, ibu-ibu dan orang-orang muda. Mulai dari anak-anak yang terkecil sampai yang besar tampil membawakan talenta mereka. Ada yang bernyanyi, bermain musik, bercerita dan berkhotbah. Semua dibawakan dengan penuh semangat dan suka cita. Dan diakhir tiap sesi, para juri – kementator memberikan komnetar atas penampilan anak-anak. Umumnya, para juri sepakat bahwa semua anak-anak mempunyai hal-hal positif yang dapat lebih dikembangkan agar dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam membawakan talenta-talenta mereka.

Diakhir acara, anak-anak mendapatkan bingkisan kenang-kenangan dari Departemen Pelayanan Anak. Setelah acara tutup sabat, kembali semua yang hadir menikmati hidangan makan malam ditambah dengan es krim.

Sampai jumpa di Acara Children Talent tahun depan.

- aster ungu -

BERSIAP

2 Petrus 3:10, Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.


Seketika saya dan teman-teman yang berada dalam ruangan rapat pagi itu sontak terkejut saat pimpinan kami menyampaikan rencana kedatangan Pimpinan pusat kami yang baru untuk mengunjungi perusahaan kami di Indonesia dan ingin bertatap muka secara langsung sambil berkenalan dengan beberapa pimpinan departemen yang berhubungan dengan Keuangan dan Operasional Perusahaan. Saat meninggalkan ruangan rapat saya berpikir-pikir apa yang harus saya lakukan dengan segera untuk memastikan segala sesuatunya berjalan baik saat kunjungannya nanti, mengingat jadwal kedatangannya adalah tiga hari lagi. “Rekan-rekan kerjaku, dalam waktu tiga hari lagi kita akan menerima kunjungan Pimpinan pusat perusahaan kita. Area keuangan adalah salah satu area yang akan dia kunjungi kelak. Mohon kerjasama seluruh tim agar kita membereskan segala sesuatu di bagian kalian masing-masing, baik yang menyangkut kerapian administrasi di pembukuan maupun lingkungan kerja kita masing-masing. Saya akan ‘review’ sehari sebelum jadwal kunjungan untuk memastikan persiapan kita matang”, ujarku kepada seluruh tim.

Kesibukan mulai terlihat di sana-sini, beberapa karyawan operasional tampak hilir mudik di seputar lokasi kantor lengkap dengan peralatan mereka masing-masing. Tampak mereka tengah melakukan tugas secara masal, perbaikan fisik bangunan dan kebersihan area luar kantor dan sekitarnya, bahkan terlihat beberapa pimpinan departemen terkait tidak segan-segan menyingsingkan lengan turut membantu menyelesaikan tugas tersebut. Tak kalah sibuk saya dan team juga bahu membahu membereskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kelengkapan laporan perusahaan, tempat penyimpanan laporan, kebersihan dan kerapihan ruang kerja, alat-alat kerja seperti telepon, fax, komputer, laptop dan lain-lainnya serta sistim kerja agar berfungsi baik, sampai kepada masalah kebersihan ruang makan dan gudang penyimpanan barang. Tak ayal beberapa karyawan termasuk saya harus bekerja lembur mengingat waktu yang diberikan kepada kami demikian pendek. Tiba saat kedatangan Pimpinan pusat yang hanya satu hari saja, cukup membuat kami semua tersenyum lega. Segala upaya usaha kami tidak sia-sia adanya, persiapan yang kami lakukan dengan matang dan sepenuh hati telah menghasilkan sesuatu yang baik. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang diberikan kepada kami di Indonesia cukup membuat kami bangga. Kami telah berhasil membawa nama baik perusahaan kami di mata perusahaan kami secara global.

Yang menjadi tantangan bagi saya dan saudara pagi ini adalah, Apakah persiapan yang kita lakukan untuk menyambut kedatangan-Nya Yang Agung itu melebihi persiapan yang kita lakukan untuk menyambut tamu agung duniawi? Adakah kesediaan kita untuk meluangkan waktu kita yang sisa sedikit ini untuk memperbaiki dan memperbaharui kehidupan kita dalam hal meneladani kehidupan-Nya di waktu lalu? Maukah kita bahu membahu di sela-sela kesibukan kita dalam hal menyelesaikan misi-Nya di dunia ini? Apakah saya dan saudara menjadi salah satu di antara pribadi yang menjadi pelayan-Nya untuk mempercepat kedatangan-Nya. Mari saudara, bersiap menyambut kedatangan-Nya!. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

Malam Permintaan Doa

Rabu Malam, 19 Oktober 2011

Malam permintaan doa dimulai tepat pukul 07.30. Acara dimulai dengan mengundang Roh Suci hadir melalui berdoa di dalam hati masing-masing yang dipimpin oleh saudara Didin. Selanjutnya jemaat menyanyikan lagu sion nomor 298 “ Tiada Sahabat Saperti Yesus” Sebagai lagu pembukaan dan dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh oma Tina.

Kesaksian pada malam pertengahan minggu ini dibawakan oleh Pendeta Sonny Kapitan yang menyatakan ucapan syukur kepada Tuhan dari keluarga Pendeta Saragih dimana anaknya sudah dapat mengikuti ujian serta perkuliahan dan mendapat izin dengan baik . Selanjutnya ucapan syukur kepada Tuhan oleh ibu Lince karena sudah kembali dari Yerusalem dalam keadaan sehat dan dilanjutkan oleh Pendeta B. Riwujeru yang bersaksi tentang penyertaan Tuhan akan tempat perbaktian Gereja Advent Lenteng Agung. Topik doa malam ini yaitu, mendoakan Pendeta Sonny Kapitan, bapak Jeff Eman dan bapak Wilson Tobing yang akan berangkat ke Trawas untuk mengikuti seminar, mendoakan Jemaat Gereja Lenteng Agung agar dilindungi dan dapat senantiasa berbakti kepada Tuhan, mendoakan bapak Karel Arsyad yang masih di dalam perawatan di rumah sakit Kemayoran, dan juga mendoakan family Of the month untuk bulan Oktober yaitu keluarga bapak Munas Tambunan. Selanjutnya Jemaat berdoa secara berkelompok.

Lagu pujian untuk mengawali Firman Tuhan dibawakan oleh Velan Sormin dan Didin yang berjudul “ Tuhan Pimpin Spanjang Jalan “…

Firman Tuhan pada malam permintaan doa dibawakan oleh bapak Munas Tambunan yang diambil dari buku Alfa dan Omega Jilid 7 yang mengisahkan tentang perjalanan pelayanan Rasul Paulus di Galatia. Banyak tantangan dan penderitaan yang dialami Rasul Paulus namun dia tetap bersukacita di dalam pelayanannya. Namun sebagai manusia ketika kaisar Nero berkuasa dia merasakan suatu penderitaan yang lebih lagi bahkan teman-temannya meninggalkan dia, namun Tuhan senantiasa bersama dengan dia itulah yang memberikan kekuatan kepadanya, ‘ A friend in need is a friend in deed’. Paulus bersaksi bagaimana pentingnya pekabaran yang dia sampaikan untuk keselamatan mereka, namun dia tetap sendiri. Dan himbauan pada malam ini yaitu, tempat persembunyian kita adalah Tuhan, kuasa Tuhan akan menolong umat-umatnya di dalam menghadapi tantangan di dalam berbagai pencobaan hidup dan kerohanian, karena tujuan akhir setiap umat Tuhan adalah Mahkota kemenangan yang akan diberikan Tuhan yaitu kehidupan yang kekal di sorga.

Untuk mengakhiri Firman Tuhan jemaat menyanyikan lagu sion nomor 24 “ Iman Orang Saleh Kekal “ sebagai lagu penutup dan diakhiri dengan doa oleh bapak Munas Tambunan. Kiranya menjadi berkatbagi Kita semua, Amin.

-Mei-

Thursday, October 20, 2011

KESAKITAN MENUAI KEBAIKAN

Mazmur 92:6, “Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya Tuhan, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.”


Setiap hari sudah menjadi kebiasaan saya memberangkatkan suami dan anak-anak saya berangkat ke sekolah dan ke kantor. Duduk di kursi teras rumah depan sambil menunggu suami dan anak-anak masuk ke dalam mobil dan mobil bergerak ke luar dari garasi. Pintu gerbang rumah pun segera saya tutup dan menguncinya lalu saya melakukan berbagai kegiatan yang harus saya selesaikan sepanjang hari itu. Hari-hari berlalu tanpa terasa dan saya disibukkan dengan berbagai kesibukan yang tak kunjung habis setiap harinya.

Saya tidak memimpikan apapun pada malam harinya dan tidak ingat apa yang sedang saya pikirkan, namun pagi yang naas itu cukup menimbulkan kesakitan yang membuat saya berhari-hari menderita tidak bebas mengerjakan tugas saya seperti biasanya. “Auhhh, aduh!” Sambil saya menarik tangan saya secara refleks karna ketiga jari-jari tangan kanan saya terjepit pintu gerbang rumah yang terbuat dari besi saat suami dan anak-anak saya beranjak ke luar rumah. “Aduh…. panas … panas …. Aduh sakitnya”, saya meraung-raung sendirian di rumah pada pagi itu. Ketiga jari-jari saya terlihat berwarna biru, bengkak dan terasa berdenyut-denyut sakit. Hampir saja saya menangis karna tak kuasa menahan rasa sakit akibat terjepit.

Jari tangan saya pun terus membengkak hingga beberapa hari bahkan minggu walau saya telah mengoleskan obat secara rutin, hanya saja rasa sakit dan berdenyut telah berangsur-angsur berkurang. Kegiatan rumah yang rutin saya lakukan pun terhenti karena kesakitan yang saya alami termasuk memainkan piano ketika kami sekeluarga mengadakan mezbah keluarga. “Kakak dan Adik, kalian dong yang main piano, kan tangan Mami sakit. Kalian harus bisa menggantikan kalau Mami lagi sakit”, pintaku kepada kedua anak kami pada suatu kesempatan. Alhasil, selama tangan saya sakit, anak kami pun berganti-ganti memainkan piano dan berusaha belajar lebih giat dibandingkan ketika tangan saya baik-baik saja. Kesakitan yang saya alami membawa kebaikan bagi anak-anak kami sehingga sampai sekarang mereka secara bergantian memainkan piano pada setiap mezbah keluarga, walau tangan saya sudah mulai sembuh. Allah sanggup memanfaatkan setiap keadaan kita untuk membawa kebaikan bagi orang lain. Berusaha melihat segala sesuatu dari sudut yang positif akan membawa pemikiran kita untuk melihat hal positif lainnya yang Allah sanggup munculkan untuk kita dapat lihat. Demikian ajaibnya Allah merancang dan mengendalikan hidup kita, selalu ada kebaikan dari setiap peristiwa yang kita alami. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

Wednesday, October 19, 2011

TERKUTUKLAH IA!

1 Korintus 16:22, “Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!.”


Pagi itu hari Jumat yang cerah didukung oleh pemandangan pantai yang indah. Hotel tempat kami menginap persis berada di tepi pantai. Waktu menunjukkan pukul 7.35 WITA, kami pun beranjak dari hotel menuju ke lokasi rapat yang memakan waktu sekitar 15 menit perjalanan lamanya. Saya didampiung dengan dua orang memasuki gedung berlantai dua. “Pagi bu, apa pak Imam ada di ruangan?” tanya salah seorang teman saya yang berasal dari kota itu. “Bapak lagi senam, nanti saja sekitar jam 8.30 bapak kembali ke sini, beliau kemungkinan sudah ada”, jawab sang Sekretaris. Maklum, pagi itu kami ada jadwal rapat dengan salah seorang Pejabat penting di perusahaan itu. Banyak proyek yang kami dapatkan adalah atas keputusan beliau.

Kami pun akhirnya diterima dengan baik oleh pak Imam, setelah sekitar 15 menit menunggu di ruang tunggu lantai dua gedung tersebut. “Selamat pagi, mari Pak silahkan masuk. Silahkan duduk”, sapa beliau sambil menawarkan kami untuk duduk dan menikmati snack yang dihidangkan di meja. Kami pun terlibat dalam percakapan baik yang bersifat dinas dan serius maupun yang sifatnya pribadi. Pada momen terakhir dari rapat yang kami adakan, saya katakana kepada beliau, “Pak Imam, apa yang menjadi kebijakan di perusahaan kami hingga saat ini adalah: walaupun kami telah memiliki prioritas pekerjaan yang harus diselesaikan dan kami janjikan kepada pelanggan, namun ketika kami mendapatkan proyek dan penugasan dari perusahaan bapak, pasti kami langsung membuat pekerjaan dari perusahaan bapak ini menjadi prioritas nomor satu yang harus diselesaikan dengan segera, karena kami sadar pelayanan kami terhadap perusahaan bapak menyangkut hayat hidup orang banyak”. “Wah, terima kasih banyak atas keterangan bapak, kami sangat bangga dan merasa tersanjung atas apa yang bapak utarakan, karna ternyata kami tidak salah pilih rekanan kerja yang menyadari sepenuhnya sifat pelayanan yang kami berikan adalah untuk kepentingan orang banyak”, sambut beliau atas keterangan saya.

Maklum karna pelanggan kami ini adalah perusahaan Negara yang mengelola sumber bahan bakar untuk memasok seluruh wilayah Indonesia bagian timur. “Dapat bapak bayangkan jikalau perusahaan bapak tidak dapat membantu kami dalam hal ini, berapa banyak masyarakat yang akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar untuk menopang kehidupan mereka sehari-hari”, lanjut sang Pejabat menerangkan. Saudaraku, apa yang Yesus lakukan melebihi apa yang perusahaan kami korbankan kepada PT Pertamina RU V itu. Bukan saja masyarakat Indonesia bagian timur yang akan menderita, seluruh penduduk bumi ini akan mengalami kehampaan hidup jikalau Yesus tidak mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan kita. Tidak heran jikalau ayat kita pagi ini mengatakan, “Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia”, karena apa yang Yesus telah lakukan tiada seorang pun dapat membayarnya dengan uang bahkan dengan nyawanya sekalipun. Mari kita mengasihi Tuhan dengan sikap, perbuatan dan metode yang benar, agar kita beroleh bahagia. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

Tuesday, October 18, 2011

HASIL PERSAHABATAN ….

Kejadian 5:24, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat Allah.”



“Ajir, kita usahakan rapat kita hari ini selesai jam 11.00 WITA atau paling lambat jam 11.30 WITA”, pesanku kepada tim yang mendampingi saya pada sebuah tugas perjalanan dinas ke kota yang cuacanya cukup panas karena berada di tepi laut. “Iya Pak, saya akan atur jadwal rapat kita supaya bisa berakhir jam 11.00 pagi ini. Kita akan mengadakan rapat dengan empat orang pejabat yang berlokasi di tiga tempat terpisah namun tidak terlalu jauh”, demikian Ajir menjelaskan lebih detail mengenai rencana kerja setengah hari ini. “Bagus deh kalau gitu. Kalau memang kita sudah selesai setengah hari, kita makan siang, beli oleh-oleh lalu langsung aja kita ke airport “go show” minta tiket pulang kita dirubah ke penerbangan yang lebih awal sebelum jadwal kita seharusnya” jawabku seraya menjelaskan rencana kegiatan selanjutnya.

Tanpa kami sadari rapat dengan beberapa pejabat BUMN di kota itu pun selesai sesuai waktu yang telah kami rencanakan. “Kita sekarang ke kantor Garuda Indonesia aja untuk “city check in” supaya gak keburu-buru nanti ke airportnya. Kalau memang kita bisa dapat penerbangan yang lebih awal, kan gampang untuk cancel boarding pass yang sekarang”, ujarku kepada kedua orang tim yang mendampingi. “Pak, apa ini kantor perwakilan Garuda Indonesia di kota ini?” tanyaku kepada petugas keamanan yang berdiri di depan pintu saat menyambut kami masuk. “Oh iya benar Pak, ini kantor perwakilan kita di kota ini””, jawab sang Petugas Keamanan. “Kalau begitu Pak Robert (nama samaran) ada di sini donk?” tanyaku lanjut kepadanya. “Iya benar Pak, beliau berkantor di sini”, jawab Petugas Keamanan meyakinkan saya. “Boleh tolong telepon beliau dan beritahukan saya sedang ada di sini”, pintaku kepada Petugas Kemanan sambil memberitahukan nama saya kepadanya.

Kami pun akhirnya bertemu dan ngobrol-ngobrol sebentar. Saya pun menceritakan kedatangan saya beberapa hari di kota itu sekaligus memberitahukan rencana selanjutnya untuk sore hari itu. Beliau pun meminta timnya untuk segera memeriksa apakah penerbangan lebih awal tersedia untuk kami berdua. “Maaf Pak, untuk jam segitu penuh semua”, kata sang petugas. Pak Robert ini pun menjelaskan, “Memang karna hari Jumat, penerbangan dari kota ini menuju ke Jakarta selalu padat Bro. Begini aja, kalian langsung aja ke airport, nanti saya telepon petugas kami di bandara supaya kalian di prioritaskan, pasti bisa.” “Ok Bro, thanks banget untuk bantuannya. Aku kebetulan harus tiba di Jakarta lebih awal karna satu berita duka yang saya terima tadi pagi”, ungkapku kepadanya sambil kami bersalaman dan berpisah. Sore itu, kami berhasil kembali ke Jakarta pada penerbangan yang lebih awal dari jadwal seharusnya. Indahnya memiliki persahabatan dengan banyak orang, membawa kemudahan dan keberuntungan saat kita memerlukannya. Lebih dari apa yang manusia dapat bantu dan berikan, Allah akan berikan kepada kita jikalau kita bersahabat baik dengan-Nya sama seperti persahabatan Henokh membawa berkat terindah bagi dirinya sendiri sehingga ia tidak mengalami kematian di dunia ini bahkan berada di sorga. Allah memberkati kita untuk memiliki pergaulan yang baik dengan-Nya setiap saat. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :

MENYELAMATKAN KELUARGA DAN SAHABAT

Pelayanan Perorangan, Sabat 15 Oktober 2011


Dorongan Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat, 15 Oktober 2011 dibawakan oleh Pdt. Sonny Kapitan, Gembala jemaat Kemang Pratama.

Pdt. Sonny Kapitan mengawali dorongan PP dengan menyapa jemaat dan tamu yang hadir dengan ucapan “Shalom, Selamat Sabat.”. Kemudian beliau membuka Firman Tuhan yang terdapat di dalam Kejadian 12:5 yang berbunyi: “Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang di dapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.”

Perintah Tuhan agar Abraham keluar dari Ur-kasdim ke tanah per

janjian tidak membuat Abraham menjadi egois dengan berkat yang diterimanya.

Di dalam Alkitab tercatat tidak hanya ia membawa keluar dirinya dan istrinya tetapi juga membawa Lot dan keluarganya.

Saudara-saudariku, kita kemungkinan mempunyai suami, isteri, anak, orang tua, saudara yang perlu kita ajak dan sampaikan kebenaran Firman Tuhan, dan bahkan sahabat-sahabat kita yang bisa kita bawa datang kepada Tuhan.

Abraham tidak berhenti dengan keluarganya saja, tetapi juga membawa orang-orang yang ada didekatnya. Demikian juga setiap umat Tuhan bukan hanya membawa keluarganya saja kepada keselamatan tetapi juga membawa orang-orang yang terdekat dengan hidupnya kepada Tuhan.

Pada akhir dari dorongan PP, Pdt. Sonny Kapitan berkata” Marilah kita mengajak keluarga dan sahabat kita untuk bersama-sama datang kepada Tuhan, kita mau menyelamatkan keluarga dan sahabat kita”. Kiranya Tuhan memberkati kita agar mau dan disanggupkan untuk menyelamatkan keluarga dan sahabat seperti bapa Abraham. Amin.

-JS-

Monday, October 17, 2011

TABAHLAH!


2 Tawarikh 17:5-6, “Oleh sebab itu TUHAN mengokohkan kerajaan yang berada di bawah kekuasaanya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan terhormat. Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.


“Selamat siang boss, apa kabar, sorry tadi telepon ya? Lagi di mana sekarang! Apakah ada Balikpapan?” tanya sahabat lama saya melalui sms setelah beberapa lama saya bertelepon kepadanya namun tidak mendapatkan jawaban. Kami telah bersahabat sejak saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, bahkan ia pernah kost di rumah selama kami tiga tahun lamanya. Sahabat saya ini adalah orang yang berperilaku dan bermoral baik, setia dan takut akan Tuhan walaupun ia bertumbuh dan berasal dari keluarga yang sangat miskin bahkan di antara penduduk yang tinggal di kampung tersebut.


“Iya kawan, saya menginap di Grand Jatra Hotel”, jawabku kembali melalui sms. “Berapa hari di Balikpapan? Nanti malamlah aku ke sana, di kamar berapa kawan?” ia bertanya lebih lanjut kepada saya lewat media yang sama pula. “Saya belum check-in, nanti sore baru check-in dan besok sore kembali ke Jakarta”, jawaban smsku kepadanya karna setibanya saya di bandara Sepinggan langsung menghadiri rapat di klien. Pukul 8.40 menit malam hari waktu Balikpapan, sahabat saya pun bertelepon dan suara diujung telepon berkata, “Posisi di mana kawan, aku sudah di lobby hotel.” “Saya ada di Pizza Hut, persis di mal yang berada satu gedung dengan hotel tempat saya menginap.


“Bagaimana kamu bisa tiba di Balikpapan ini dan mulai tahun berapa kamu ada di kota ini?” tanyaku setelah beberapa menit kami bertemu, mengobrol tentang banyak hal. Ia pun mulai menceritakan pengalaman hidupnya sejak ia menamatkan sekolah di tingkat lanjutan atas, berangkat dengan modal uang Rp 75.000,- dengan menaiki kapal laut “KAMBUNA” mendarat di kota penghasil kepiting ini. “Aku berangkat dan merantau ke kota ini hanya dengan modal doa. Tidak ada keluarga saya di kota ini, kenalan pun tidak”, ceritanya panjang lebar. “Apa pun pekerjaan halal saya kerjakan mulai dari kuli bangunan, menjadi kostur di gereja hingga TUHAN memberikan saya jalan ke luar memulai usaha kecil-kecilan sambil berkuliah malam dan sampai sekarang ini saya dapat diterima menjadi pegawai di Pertamina Balikpapan.” Banyak pengalaman lain yang mengharukan dan memprihatinkan saya selama mendengarkan ia bercerita, namun satu hal yang pasti dalam penderitaan dan kemiskinan hidup, tidak menjadi kendala untuk maju sepanjang kita tabah dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan kepada kita. Sahabat saya menjadi anggota gereja yang setia dalam pelayanan pekerjaan Tuhan bahkan banyak membantu keluarga-keluarga yang miskin, adakah kita setia dan tabah dalam menjalani kehidupan ini sambil hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan? Teladan Yosafat dan sahabat saya ini kiranya menguatkan kita hari ini untuk hidup lebih baik. Amin.


Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada Sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini:

Sunday, October 16, 2011

Percaya

Lukas 1:45, “Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."



Dalam satu kesempatan libur akhir pekan, seperti biasanya kami pergi berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama anak-anak kami. Tempat-tempat yang biasa kami kunjungi adalah selain tempat bermain anak-anak juga menyempatkan diri untuk mengunjungi toko buku dan membeli buku-buku bacaan kesukaan mereka. Setelahnya biasanya kami makan siang bersama dengan menu pilihan mereka dan tidak lupa mengunjungi tempat tinggal kakek dan nenek mereka sebelum akhirnya pulang ke rumah. Akan tetapi tujuan pertama kami hari itu adalah bertemu kerabat kami yang telah lama meminta kami mengunjungi tempat tinggal mereka. Anak-anak begitu gembira saat mereka bertemu dan bermain bersama dengan teman sebaya mereka. Tak berbeda dengan kami, pertemuan singkat tersebut kami gunakan untuk bercengkrama dan bercerita banyak hal tentang masa lalu, tak urung membuat kami geli dan tertawa terbahak bersama-sama. Tiba saatnya kami meninggalkan kediaman kerabat kami tersebut dan menuju tempat berikutnya.

Masih terbayang keceriaan pertemuan tadi, ketika anak kami yang tertua bertanya ke mana tujuan perjalanan selanjutnya. Saya dan suami masih terlibat pembicaraan ketika dia bertanya untuk yang kedua kalinya. Saya dan suami coba menenangkannya dengan memberikan jawaban singkat, namun tampaknya anak kami ini belum puas dengan jawaban yang kami berikan. Seakan tidak percaya, dia mengulang kembali pertanyaan yang sama sambil sesekali meraih bahu kami dari belakang seakan meminta jawaban yang pasti akan tujuan perjalanan selanjutnya. Pertanyaan anak kami yang berulang-ulang dan terkesan sangat mendesak kami, hampir membuat saya dan suami hilang kesabaran. Pada kenyataannya, kami tidak sedikit pun mencoba untuk menggagalkan rencana perjalanan yang biasa kami lakukan sebelumnya, hanya saja kami tidak segera menjawab pertanyaan anak kami tentang rencana perjalanan selanjutnya.

Tanpa kita sadari, terkadang kita juga melakukan hal serupa terhadap Allah kita. Bertanya berulang-ulang seakan mendesak DIA untuk menjawab doa dan permohonan-permohonan kita. Ketidak-percayaan kita terhadap pemeliharaan-Nya membuat kita seolah-olah menjadi guru bagi-Nya. Mengatur segala sesuatu menurut akal dan pikiran manusia gantinya menyerahkan segala sesuatu ke dalam pimpinan tangan-Nya. Hal tersulit yang seringkali kita lakukan adalah mengakui siapa DIA. Sehingga dalam banyak kesempatan seringkali kita melupakan DIA, meragukan kuasa tangan-Nya, serta tidak melibatkan DIA dalam setiap rencana kehidupan kita. Ketidak-percayaan kita terhadap DIA dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan kita, bahkan lebih jauh memberikan ruang agar menjauhkan kita dari DIA dan mempercayai kuasa ilah lain serta mencari perlindungan dari mereka. Saudaraku, mari serahkan hidup kita kepada-Nya, percayai DIA sepenuhnya, biarkan DIA yang bertindak atas hidup kita, karena hanya melalui DIA-lah segala sesuatu di muka bumi ini akan berjalan dengan baik adanya. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :