Thursday, July 03, 2014

AKOE TJINTA KAMOE - Bp. Willy U. Wuisan

Kebaktian Sabat  
GMAHK Kemang Pratama
Pembicara : Bp. Willy U. Wuisan
 
Sabat, 28 Juni 2014 


Kebaktian Sabat di mulai dengan menyanyi lagu sambutan pengantar khotbah dari LS No. 515 "Tuhan Ada Dalam Bait Allah" dipimpin Chorister Ibu Sofia Manurung dan panist Junior Tampubolon. Participant khotbah memasuki mimbar, jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 1 "Dihadapan Hadirat Mu", dilanjutkan doa pengkhotbah yang dilayangkan oleh Bp.Willy Wuisan. Bacaan bersahutan terdapat dalam 1 Korintus 13:4-8 dipimpin oleh Bp. Munas Tambunan, dibacakan oleh pemimpin dan jemaat secara bergantian. Lagu buka dari LS No. 492 "Kasih-Mu Tuhan", jemaat berdiri dan menyanyikan semua ayat. Doa syafaat dilayangkan oleh Bp. Ramlan Sormin, jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 517 "Dengar Ya Tuhan Kami Berdoa".

Bacaan persembahan dibawakan oleh Bp. Jamesson Silitonga, menghimbau jemaat untuk memberikan persembahan sebagai bentuk kasih kepada Tuhan. Para diakon mengumpulkan persembahan di iringi musik instrumentalia, kemudian jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 21 "Pada Mu Allah Ku Puji". diakhiri doa persembahan yang dilayangkan oleh Bp. Jamesson Silitonga.

Lagu istimewa mendahului cerita anak dan khotbah dibawakan oleh Guru2 SSAA, dengan judul lagu "Happiness Is The Lord". Cerita anak dibawakan oleh Ibu Yunita Wuisan mengambil tema orang Samaria yang baik hati. Didahului dengan sekilas cerita sebagai pendahuluan, selanjutnya anak2 disuguhkan sebuah tayangan video yang menceritakan "Orang Samaria Yang Baik Hati'. Diakhir cerita, sebagai penegasan bahwa anak2 mengikuti alur cerita dalam tayangan video, Ibu Yunita bertanya kepada anak2 mengenai berapa jumlah  orang Lewi yang melewati orang yang baru dirampok tsb. Dengan penuh semangat anak2 menjawab 2 orang, yang kemudian di amini oleh ibu Yunita. Cerita diakhiri denga membaca sebuah ayat Alkitab dan doa yang dilayangkan oleh salah satu anak.

 
 
Ayat inti terdapat dalam Yohanes 4:7-8 dibacakan oleh Bp. Munas Tambunan, jemaat menyanyi lagu sambutan firman "Tuhan Bersabda Padaku" dengan setengah suara. Firman Tuhan yang disampaikan oleh B. Willy Wuisan yang berjudul "Akoe Tjinta Kamoe" mengambil tema cinta yang terdapat dalam buku Kidung Agung. Cinta kasih diantara suami istri.
Kidung Agung 8:6-7 "Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut,kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina".

Diawali dengan sebuah ilustrasi yang menjadi pengalaman pribadi Bp. Willy Wuisan. Dalam suatu kesempatan mengunjungi sebuah Rumah Sakit, pada saat menunggu antrian, Bp. Willy Wuisan duduk disebelah seorang kakek berusia 70 thn yang datang ke RS tsb untuk membuka jahitan di salah satu anggota tubuhnya, setelah jatuh di kamar mandi beberapa waktu lalu. Kakek tsb berkali2 melihat jam di pergerlangan tangannya, dan terlihat seperti sedang terburu2. Melihat keadaan itu, seakan ingin mencoba menolong kakek tsb, dan berpikir bahwa itu yang mungkin dibutuhkannya, Bp. Willy Wuisan memberikan nomor antriannya kepada kakek tsb. Namun apa yang kemudian dia dapatkan jawaban dari kakek tsb membuat Bp. Willy terhenyak. Kakek itu mengatakan dia tidak sedang terburu2, namun dia ingin selekasnya pulang jika urusannya telah beres di RS ini, agar bisa segera bertemu dengan istri yang saat ini sedang terbaring sakit di rumah, dan telah mengalami sakit selama 7 thn. Bp. Willy bertanya apakah istri si kakek akan marah jika dia pulang terlambat. Kakek itu mengatakan tidak, karena sakitnya yang cukup lama istrinya sudah tak mengenalinya lagi. Pak Willy tampak bingung dan mencoba lebih dalam bertanya, "Mengapa bisa demikian?". Tak lama kemudian kakek tsb berpamitan dan mengatakan kepada Pak Willy "Saya mau pulang dan bertemu dengan istri saya walaupun saat ini dia tak lagi mengenal saya".

Apakah cinta demikian yang saat ini kita perankan di dalam rumah tangga kita?

Kidung Agung 4:7-15 "Engkau cantik sekali manisku, tak ada cacat cela padamu". 

Romantisme suami istri tetaplan perlu di tunjukan dalam rumah tangga, bukan saja pada saat berpacaran. Buku Kidung Agung banyak menggunakan kata2 cinta dan menggambarkannya dengan istilah gunung2, air dan sungai. Hal tsb memberikan arti cinta kasih yang tak berkesudahan, mengalir dari gunung menuju sungai, terus mengalir bagaikan mata air yang tak berkesudahan. Air yang mengalir dengan deras menggambarkan aliran cinta kasih yang sehat, spt perhatian, kelemah lembutan, kasih sayang, disiplin dsb diungkapkan dengan luapan cinta murni. Cinta bisa salah, jika bukan dari Tuhan.

Cinta dapat tumbuh oleh karena hal2 tsb dibawah : 

1. Nature -- alami
2. Togetherness -- kebersamaan, selalu bersama
3. Mind Set -- bentuk kekaguman
4. Opinion -- mengangkat derajat kehidupan

Beberapa jenis cinta menurut orang2 muda :

1.  Kagum  - cinta yang berbahaya oleh karena sekedar 
kagum
2.  Tertolong - cinta yang pada umumnya terjadi antara 
atasan dan bawahan
3.  Butuh - seringkali terjadi antara dosen dan mahasiswanya
4.  Terhibur - cinta yang kerap timbul diantara orang2 yang 
hidup di dunia hiburan, pelawak dll
5.  Kasihan - cinta yang bisa hilang kapan saja
6.  Cocok - cinta muncul saat merasa ada kecocokan
7.  Cinta sejati - cinta yang tumbuh berdasarkan menerima 
apa adanya, cinta abadi, Agape.

Memelihara cinta sejati atau Agape perlu di pupuk seperti kita memelihara tanaman atau berkebun. Cinta perlu di pelihara, di siram dan di beri pupuk, di jaga dan pelihara dari gangguan alam sekitar. Cinta perlu dipagari dengan kesetiaan yang berasal dari sumber air hidup.

Aristoteles, seorang ilmuwan berkebangsaan Yunani suatu kali datang menemui gurunya dan bertanya kepadanya, "Apa arti cinta?". Gurunya menjawabnya dengan memintanya pergi ke taman untuk memetik bunga. Aristoteles diminta untuk tetap terus berjalan dan jangan pernah berbalik ke belakang saat mengumpulkan bunga. Maka Aristoteles-pun pergi ke taman namun dia kembali menemui gurunya karena dia tidak kunjung mendapat bunga. Gurunya bertanya mengapa tak ada bunga yang di dapat. Aristoteles menjawab, sebenarnya dia sempat menemui bunga namun dia tetap berjalan terus kedepan untuk mencari yang lain.  Saat dia tak menemukan bunga yang dicarinya, dia kembali ke belakang untuk mengambil yag tadi telah di laluinya namun bunga2 tsb tidak ada karena telah diambil orang. Gurunya kemudian berkata, "Demikianlah cinta, jika sudah berjalan ke depan, jangan pernah berbalik kembali kebelakang".

Pernikahan yang sukses adalah jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama. 1 Petrus 1 : 22 "Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh2 saling mengasihi dengan segenap hatimu".

Cinta Tuhan kepada manusia tanpa syarat, sempurna dan tidak bergantung kepada manusia.

1 Timotius 2:9-10 "Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah".

1 Korintus 13:1 "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing".

Matius 11:28 "Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu".

Matius 11:30 "Sebab kuk Kupasang itu enak dan beban yang Kupasang-pun ringan".

Roma 8:6 "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera".

Pengkhotbah 4:10 "Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!".

1 Petrus 3:6 "Sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak2nya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut ancaman".

Amsal 20:22 "Janganlah engkau berkata, "Aku akan membalas kejahatan, nantikanlah Tuhan, Ia akan menyelamatkan engkau".  

Sebuah foto yang cukup berkesan bagi Pak Willy Wuisan hingga saat ini adalah, foto yang mengabadikan sebuah moment saat menghadiri "boys formal" ketika masih di bangku kuliah. Tampak ibu Yunita terlihat sangat muda dan begitu cantik. Dia terlihat tengah memegang piring dan gelas. Foto tsb sangat istimewa, moment yang tak terlupakan. Foto itu mampu membangkitkan cinta setiap kali Pak Willy melihatnya. Perubahan fisik yang terjadi tidak mengurangi perasaan cinta, bahkan membuat saya semakin mencintainya, demikian Pak Willy Wuisan mengungkapkan perasaan cintanya sekaligus memperingati hari ulang tahun pernikahan mereka yang baru saja mereka rayakan.

Pemeran tokoh Superman tahun 1987 Christopher Reeve, menuturkan kisah pernikahannya. Dia menjalani kehidupan berumah tangga bersama istrinya yang bernama Dana Reeve (terlahir dengan nama Dana Charles Morosini). Mereka menikmati kebahagiaan hidup berumah tangga secara normal hanya selama 3 tahun, setelah Christopher Reeve terjatuh dari dari kuda yang mengakibatkan dia mengalami lumpuh dari leher ke bawah. Dana harus menghadapi keadaan suaminya yang setiap hari menggunakan kursi roda. Banyak saudara dan teman2 mereka yang bersimpati kepada mereka dengan memberikan bantuan finansial. Namun karena biaya pengobatan mereka ditanggung asuransi, maka uang2 yang mereka terima mereka salurkan kepada yayasan yang mereka dirikan atas nama mereka berdua, yaitu Christopher Reeve foundation yang bekerja untuk menolong riset bagi kesembuhan orang2 lumpuh dan upaya2 untuk meningkatkan kwalitas hidup orang2 cacat. Cinta kasih Dana kepada suaminya dibuktikan dengan kesetiannya merawat suaminya tanpa pernah bersungut2. Dia tidak kecewa atau menyesal telah menikahi suaminya, yang saat ini dalam keadaan cacat dan lumpuh. Sejak suaminya cacat, dia menjadi pembicara motivasi dan aktivis bagi kehidupan orang2 lumpuh.  Demikian pula yang dilakukannya terhadap suaminya, dia kerap membangkitkan semangat suaminya dari keterpurukan yang nyaris bunuh diri, kecewa atas cacat yang dialaminya bertahun2. Dana dengan tegar membesarkan anaknya dengan baik. Bahkan kemudian  dia mendapatkan gelar "Mother of the year Award" dari American Cancer Society atas dedikasinya sebagai ibu yang membesarkan anak dan merawat suami yang cacat. 

Setelah 9 tahun mengalami lumpuh, Christopher Reeve akhirnya meninggal di tahun 2004. Diacara pemakaman suaminya, di depan banyak orang yang turut mengantar kepergian Christopher Reeve, Dana Reeve memberikan kesaksian yang membuat banyak orang tak dapat menahan air mata. "Dahulu kita berikrar bahwa kita berjanji selalu setia, pada waktu senang dan susah, pada waktu sehat dan sakit, sampai maut memisahkan kita. Namun aku berkata di depan jenazahmu, bahwa meskipun maut telah memisahkan kita, aku tetap setia kepadamu. Engkaulah satu-satunya suami dalam hidupku."   

Janji setia Dana Reeve dibuktikan hingga akhir hayatnya. Ia tidak pernah menikah lagi, meskipun pada saat itu usianya baru menginjak 43 tahun. Dana Reeve meninggal pada tanggal 6 Maret 2006 disebabkan kanker paru-paru,  sekitar 1 tahun 6 bulan setelah kematian suaminya. Cinta kasih Dana merupakan cinta kasih yang langka, apalagi mereka berdua tergolong selebritis kalangan atas. Perjalanan cinta kasih Dana membuktikan bahwa cinta itu kesabaran, cinta itu kemurahan hati, cinta itu bukan kesombongan. Cinta Dana terhadap suaminya tidak mencari keuntungan diri sendiri. Cinta Dana menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Cinta Dana menginspirasi dunia.

Janji pernikahan haruslah diucapkan berulang-ulang. Cinta kasih kepada pasangan adalah wujud dari cinta kasih kita kepada Allah. Bagaimana kita mencintai Allah, demikianlah kita mencintai pasangan kita. Namun Allah tidak mencintai kita oleh karena kita mencintai Dia. Dia akan tetap mencintai manusia seberapa besarpun dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. CintaNya kepada kita tanpa syarat, tak berkesudahan, seperti air yang mengalir dari sungai Yordan yang turun dari gunung Hermon mengalir deras kepada kita. 

Pertanyaan : Apakah kita dapat membalas cinta kasih Yesus kepada kita ?

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal, barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal".

Untuk mengamini firman yang dibawakan, jemaat menyanyi dari LS No. 73 "Kasih Allah" sebagai lagu tutup, diakhiri dengan doa yang dilayangkan oleh Bp. Willy Wuisan. Jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 522 "Curahkan berkat Mu ya Tuhan", selanjutnya participant khotbah meninggalkan mimbar diikuti oleh anggota jemaat baris demi baris di pandu oleh diakon yang bertugas.  Anggota jemaat saling bersalaman dan menuju ruang potluck untuk makan siang bersama.

Selamat Sabat, Tuhan memberkati !

Lynda Karman

Friday, June 27, 2014

HARGA PENEBUSAN KITA - Pdt. H.J. Tielung

Kebaktian Sabat    
GMAHK Kemang Pratama
Pembicara : Pdt. H.J. Tielung  
  Sabat, 21 Juni 2014 

Kebaktian khotbah di awali dengan menyanyi dari LS No. 515 "Tuhan Ada Dalam Bait Allah" di pimpin oleh Chorister Sdri. Fidella Tambunan di iringi pianist Sdri Velan, dan musik pengiring kebaktian Biola Ivana Tobing dan Kanya Karman. Participant khotbah perlahan memasuki mimbar. Jemaat menyanyi dari LS No. 1 "Di Hadapan Hadirat Mu", dilanjutkan doa penghkhotbah yang dilayangkan oleh Pdt. H.J. Tielung. Bacaan ayat bersahutan di pimpin oleh Bp. David Tampubolon, terdapat dalam Yohanes 13:12-7, dibacakan oleh pemimpin dan jemaat secara bergantian. Sebagai lagu buka, jemaat menyanyi dari LS No. 284 "Eden Taman Yang Terindah", dilanjutkan doa syafaat dilayangkan oleh Sdr. Ridwan Sihombing. Sambutan doa, jemaat menyanyi dari LS 517 "Dengar Ya Tuhan Kami Berdoa". Bacaan persembahan di bawakan oleh Bp. Sontani Purnama, mengajak anggota jemaat untuk memberikan persembahan kepada Allah yang telah menjadi penebus dosa2 kita.  Persembahan di jalankan oleh diakon diiringi musik instrumentalia, diakhiri dengan jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 21 "Pada Mu Allah Bri Puji", diakhiri doa persembahan yang di layangkan oleh Bp. Sontani Purnama.

Sebuah lagu istimewa di bawakan oleh Kayla Karman dengan judul "You are My All in All", dilanjutkan cerita anak yang dibawakan oleh Ibu Pdt. Tielung yang menceritakan bagaimana seorang anak berumur 4thn yang bernama Cooper, yang setiap pagi bersama ibunya mengantar kakaknya ke halte bis sekolah. Sampai suatu hari tanpa sengaja seseorang anak laki2 berusia 15htn mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan menabrak Cooper. Diketahui kemudian anak remaja tsb adalah tetangga yang tinggal tidak jauh dari kediaman keluarga Cooper. Saat menuju rumah sakit, nyawa Cooper tak dapat tertolong dan dia akhirnya meninggal. Orangtua dan remaja tsb datang menemui keluarga Cooper untuk meminta maaf. Pada awalnya mereka khawatir akan tanggapan keluarga Cooper, namun di luar dugaan ayah dan ibu Cooper dengan penuh kasih memaafkan tetangganya tsb. Bahkan ketika pengadilan akan mengadili perbuatan remaja tsb, ayah dan ibu Cooper meminta pihak pengadilan untuk tidak menghukumnya. Mereka katakan mereka telah memaafkannya dan meminta untuk tidak mengingat2 kembali kesalahan anak itu. Demikian pula dengan Yesus Kristus, sebesar apapun dosa dan kesalahan kita, oleh karena kasihNya kepada kita, Dia akan mengampuni kita dan tidak mengingat kembali kesalahan yang kita lakukan. 

Ayat inti terdapat dalam Roma 6:23 dibacakan oleh Bp. David Tampubolon, dilanjutkan dengan jemaat menyanyi lagu penghantar khotbah "Tuhan Bersabda Padaku" dengan setengah suara. Judul firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt. H.J. Tielung adalah "Harga Penebusan Kita". Diawali dengan sebuah ilustrasi yang menceritakan sebuah kesaksian yang disampaikan seorang bintang film Hollywood yang bernama Jim Caviezel yang memerankan tokoh Yesus dalam sebuah film yang di release tahun 2004, berjudul "The Passion of the Christ". Penulis skenario sekaligus sutradara Mel Gibson tertarik untuk menjadikan Jim Caviezel untuk memerankan tokoh Yesus oleh karena penghayatan peran yang sangat baik di film2 yang dibintangi sebelumnya. 

Dalam kesaksiannya, Jim Caviezel mengatakan  2 moment yang memerlukan penghayatan yang sangat mendalam, dan dia senang untuk melakukannya :

1. Saat dia harus memikul salib Yesus yang berukuran dan memiliki berat yang sama dengan salib yang asli. Beberapa kali terlihat dia hampir pingsan oleh karena berat salib yang di pikulnya. Bahkan bahunya sempat copot - terlepas saat pengambilan adegan memikul salib, dan memerlukan perawatan beberapa waktu lamanya. Sutradara Mel Gibson mengamati apa yang terjadi ketika itu, dan dia berpikir apa yang dilihatnya adalah sebuah penghayatan atas peran yang disodorkan kepada Jim Caviezel. Namun tidak bagi Jim Caviezel, dia benar2 melakukannya, penghayatan total. Layaknya dia adalah Yesus ketika itu. Melihat apa yang terjadi, Mel Gibson bertanya apakah dia (Jim Caviezel) masih mau meneruskan peran itu. Jim Caviezel menjawab dia tetap ingin meneruskan peran itu walaupun terlihat sangat tersiksa dan menderita. Dia melanjutkan, Yesus mampu dan kuat melakukan hal besar tsb (memikul salib menuju bukit Golgota), kenapa saya tidak mau melakukannya?.

2.  Saat dia di cambuk, tubuhnya harus di lilit/dibungkus beberapa mili agar terhindar dari sakit ketika di cambuk. Demikian setelah di bungkus pun, dia masih merasakan sakit yang luar biasa pada bagian tubuh yang di cambuk.

Jim Caviezel senang melakukan peran itu. Bahkan melalui perannya dia mengajak penonton untuk bersama2 dengan dia menghayati peran Yesus, merasakan apa yang Dia rasakan ketika itu, dan tidak malu mengakui iman kita di hadapan banyak orang                 

JIM CAVIEZEL: Right. This is what I feel. I believe I was called to play this role. When I look out to all my fellow Americans and people in the world, I say to them I want you to do this in the public and shamelessly express your faith in public. That's what I've done here, and I can rest as it is. I don't know where it's going, but if it doesn't turn out where I'm continually working, I'm still an actor. I'll always be one, whether I get another job or not. I fulfilled my mission right now. I felt what I was right now. That was my opportunity, and I would have done it again.

Pengalaman Jim Caviezel mengingatkan kita akan apa yang pernah terjadi sekitar dua ribu tahun yang lalu. Kejadian 3:1-8 menjelaskan bahwa dosa telah memisahkan manusia dengan Allah. Manusia memiliki kecenderungan untuk tidak mendengar Allah, dan tidak suka dekat dengan Allah. Setan menjadi penghalang antara manusia dan sang Pencipta.

3 Hal yang Allah dapat lakukan ketika manusia jatuh ke dalam dosa:

1. Allah dapat saja membinasakan manusia sesaat setelah mereka jatuh ke  dalam dosa.

2.  Allah bisa saja membatalkan hukumNya.

3.  Allah bisa saja memaafkan manusia atas dosa yang mereka lakukan.

Namun Allah tidak melakukannya. Dia tidak ingin merubah rencanaNya. Bahkan lebih jauh Allah berinisiatif untuk menutupi tubuh manusia yang berdosa itu dengan mengenakan mereka kulit binatang sebagai penutup tubuh yang telanjang. Kulit binatang menandakan bahwa ketika itu seekor binatang telah mati, dan bukan manusia itu. Kejadian 3:21 "Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka".  

Yesus Kristus mengorbankan anak domba Allah untuk menebus dosa manusia. Allah sangat mengasihi kita sehingga Dia rela mati di kayu salib. Yohanes 1:29 "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata : "Lihatlah anak domba Allah yang menghapus dosa dunia".

Apa respons kita ?

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal".

Yohanes 15:12 "Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu"

Matius 11:29 "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Kerendahan hati adalah penyerahan total hidup kita kepada Allah. Menjadi rendah hati tidaklah mudah.  Menjadikan Dia teladan, dan meminta tuntunan Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan kita, memampukan kita memiliki kerendahan hati. Membasuh kaki sesama manusia adalah wujud kerendahan hati yang Kristus ajarkan kepada kita. Kerendahan hati dapat memelihara setiap anggota jemaat agar tidak keluar dari pintu belakang. Tugas Diakon dan Diakones adalah memelihara kerendahan hati itu. Upacara perjamuan kudus dilakukan secara berulang2 untuk mengingatkan kita agar selalu memandang kepada Salib. Bukan kepada manusia karena mereka tidaklah sempurna seperti Allah Bapa di surga. Meminum anggur dan memakan roti perjamuan melambangkan bahwa manusia mati terhadap dosa dan dibangkitkan kembali menjadi manusia baru. KematianNya di kayu salib menjadi jaminan bahwa manusia yang percaya kepadaNya akan mendapatkan hidup kekal. Demikan Pdt Tielung mengakhiri firman yang dibagikan pada siang Sabat itu.

Untuk mengamini firman yang dibawakan, jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 244 "Hiduplah dalam Aku", diakhiri dengan doa tutup sekaligus doa pembasuhan kaki yang di layangkan oleh Pdt H.J Tielung. Selanjutnya adalah acara pembasuhan kaki dan perjamuan kudus meminum anggur yang melambangkan darah Yesus yang tercurah di kayu salib, dan memakan roti yang melambangkan tubuh Yesus yang tersalib.

Upacara perjamuan kudus di pimpin oleh ketua2 jemaat dan Pdt H.J Tielung, dilayani oleh para diakon Bp. Ramli Manurung, Sdr. Dodi Manurung, Bp. Dharlen Simanjuntak, Sdr. Herrys Kore, Bp. Richard Pelaupessy, Sdr. Michael Raintung, Sdr. Edward Simangunsong dan Sdr. Donny Ham. Diakones yang bertugas : Ibu Ully Tambunan, Ibu Lynda Karman, Ibu Tina Wira dan Ibu Odoria Pelaupessy. 


Acara di akhiri dengan saling bersalaman, kemudian membentuk lingkaran, dan bergandengan tangan sambil mengucapkan "Selamat Sabat, Maranatha, Tuhan memberkati". Selanjutnya anggota jemaat bersama2 menikmati potluck.

Selamat Perjamuan, Tuhan Yesus memberkati!

Lynda Karman

  

Wednesday, June 18, 2014

RUMAH TANGGA SEBAGAI PUSAT PENGINJILAN - Bp. Munas Tambunan

Kebaktian Sabat  
GMAHK Kemang Pratama
Pembicara : Bp. Munas Tambunan
Sabat, 07 Juni 2014

Kebaktian khotbah dimulai dengan menyanyi dari LS No. 515 "Tuhan ada Dalam Kaabah" diiriingi pianist Timothy Purnama dan Chorister Ibu Lenny Silitonga. Lagu pendahuluan LS No. 1 "Di Hadapan Hadirat Mu" jemaat menyanyi bersama, dilanjutkan doa pengkhotbah yang dilayangkan oleh Bp. Munas Tambunan. Bacaan ayat bersahutan di pimpin oleh Sdr. Robert Rihi Hina, terdapat dalam Kejadian 12:1-3, pemimpin dan jemaat membaca ayat bersahutan secara bergantian. Sebagai lagu buka, jemaat menyanyi dari LS 79 "Ku Puji Tuhan Yang Ciptakan", doa syafaat dilayangkan oleh Bp. Jeffrey Eman, diakhiri dengan sambutan doa dengan menyanyi dari LS 517 "Dengar Ya Tuhan Kami Berdoa".

Bacaan persembahan di sampaikan oleh Bp. Chandra Peranginangin mengajak anggota jemaat untuk memiliki kasih dalam memberi.  Memberi dengan sukacita tanda mencintai Tuhan sebagai Allah dan Pencipta kita. Persembahan dijalankan diiringi musik instrumentalia, sambutan doa jemaat menyanyi dari LS No. 21 "Pada Mu Allah Ku Puji, diakhiri dengan doa persembahan yang dilayangkan oleh Bp. Chandra Peranginangin.

Sebuah lagu istimewa dipersembahkan oleh Sdri Fidella Tambunan dengan judul "We're The Reason" mengawali cerita anak yang akan disampaikan oleh Ibu Ully Tambunan.  Cerita anak mengenai  kisah Yesus menyembuhkan orang yang buta. Ketika Yesus melewati mereka, mereka berseru dengan suara nyaring "Tuhan, anak Daud, kasihanilah kami". Tuhan menunjukan kepada murid2Nya, bahwa terkadang penderitaan Tuhan ijinkan untuk sebuah maksud Ilahi, yaitu untuk menunjukan kemurahan, kasih, dan kuasa Allah. Oleh percaya mereka, mata kedua orang buta tsb tercelik.


Ayat inti khotbah terdapat dalam Kisah 1:8 dibacakan oleh Sdr. Robert Rihi Hina. Jemaat menyanyi lagu sambutan khotbah "Tuhan Bersabda Padaku" dengan setengah suara. Judul khotbah "Rumah Tangga Sebagai Pusat Penginjilan" adalah thema yang ditetapkan Dept Rumah Tangga Konferens DKI dan sekitarnya, yang secara serentak dibawakan di seluruh jemaat DKI pada hari Sabat ini. Khotbah di awali dengan sebuah ilustrasi saat Albert Einsten mengadakan perjalanan menggunakan kereta api untuk sebuah acara seminar. Saat petugas ticket memeriksa karcis para penumpang, Albert Einstein kehilangan karcis miliknya.  Dia tampak mencari diantara buku2 yang dibawanya, di saku baju dan celananya, bahkan berulang kali mengecek isi dompetnya, namun dia tidak menemukan  karcis tsb.  Petugas kereta bukannya tidak mengenal Albert Einstein, tak ada keraguan diwajahnya jika Albert Einstein menumpangi kereta tsb tanpa karcis. Ia hanya tersenyum dan mengatakan tidak mengapa jika karcis tidak dapat ditemukan.  Albert Einstein tetap berusaha mencari ticket tsb walau petugas karcis telah memberikan isyarat bahwa dia diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Albert Einstein kemudian mengatakan  dia tidak mengetahui kemana tujuan perjalanannya, kecuali jika karcis tsb dia temukan, karena tempat tujuannya hanya dapat dilihat di lembar karcis yang hilang tsb. Demikian pula dengan kehidupan kita, ditengah kesibukan kita setiap hari, kita cenderung melupakan commitment kita kepada Tuhan, lupa akan tujuan hidup kita, bahkan kita lupa janji kita kepada Tuhan.

Ketika Allah menciptakan dunia ini dan menciptakan manusia yang pertama, Allah memiliki tujuan. Dia tidak pernah melupakan tujuan awal penciptaanNya. Allah menciptakan manusia untuk dapat serupa dengan Dia. Dua lembaga yang Allah ciptakan bagi manusia adalah :

1. Hari Sabat
2. Rumah Tangga/Pernikahan

Kedua lembaga tsb telah di rusak oleh setan sehingga terjadi suatu hal yang mengakibatkan lupa commitment kepada Allah.

Tujuan Allah menciptakan manusia - Kejadian 1:28-29 "Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka; "Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu". 

Allah menciptakan 1 laki-laki dan 1 wanita. Bukan 2 laki-laki dan 1 wanita atau sebaliknya. Manusia menguasai seluruh bumi - ciptaan Allah lainnya; pohon, gunung, laut, pantai dsb, sebelum ciptaan pertama itu jatuh kedalam dosa.

Roma 6:23 - "Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal, dalam Kristus Yesus, Tuhan kita"

Ayat diatas menjadi fokus tujuan kita agar kita tidak jatuh kedalam dosa :

1.  Rencana Keselamatan adalah hak setiap manusia
2.  Melawan kekuatan Setan agar keselamatan kekal bagi manusia
3.  Rencana keselamatan harus diketahui oleh setiap orang

Dengan cara apa? 

1. Galatia 3:16 "Adapun kepada Abraham di ucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan kepada keturunan-keturunannya seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "Dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.
Abraham menjadi pilihan Allah untuk menjadi keturunan yang diberkati. 

2. Kejadian 12:1 "Berfirimanlah Tuhan kepada Abraham, "pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ke negeri yang akan Kutunjukan kepadamu".
Jaringan keluarga, keturunan kepada keturunan, sampai pada Yusuf dan Maria yang melahirkan Yesus.

3.   Matius 28:19-20 "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.
Allah memberikan tugas kepada umatNya untuk melakukan pekerjaan2 besar untuk tujuan pengabaran injil.

4.  Kisah 1:8 "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Kita telah mendapatkan keselamatan, kita tidak boleh berdiam diri, kita diajak untuk pergi mengabarkan injil sampai ke ujung bumi. Metode yang dilakukan bertahap, dari hal kecil, melatih untuk bekerjasama dengan orang2 terdekat. Suami/istri menginjil kepada keluarga terdekat, kepada anak2 dan cucu.

Rumah Tangga Advent hal 35 - Tidak ada ladang yang lebih baik untuk di garap, daripada sebuah rumah tangga.

Rumah Tangga Advent hal 16-17 - Orangtua menjadi contoh bagi anak2, mengajarkan anak2 untuk menghormati Allah.

Keluarga menjadi mercu suar bagi lingkungan. Menjadi contoh dan teladan yang dibentuk oleh Allah untuk menjadi saksi2Nya, menjadi saluran berkat bagi lingkungan dimana kita tinggal. Kabar keselamatan harus dibagikan kepada orang2 di sekeliling kita, dimulai dari orang2 terdekat, yaitu Keluarga. Mengabarkan injil menjadi tanggung jawab setiap anggota keluarga. Dibutuhkan pelatihan dan commitment yang sungguh2 di dalam menjalankan peran sebagai agen juru kabar keselamatan. Berjalan bersama Dia dan menjadikanNya juru kemudi kehidupan kita melayakan setiap anggota keluarga menjalankan misi suci itu. Jadikan Rumah Tangga-mu menjadi pusat penginjilan, demikian Bp. Munas Tambunan mengakhiri khotbah yang dibawakan Sabat siang itu.

Untuk menutup kebaktian khotbah, jemaat bangkit bediri menyanyi dari LS No. 5 "Kasih Surga Yang Terindah", dilanjutkan doa tutup yang dilayangkan oleh pengkhotbah Bp. Munas Tambunan, jemaat menyambut doa tutup dengan menyanyi dari LS No. 522 "Curahkan Berkat Mu Ya Tuhan". 

Acara kebaktian khotbah berakhir, para participant meninggalkan mimbar diikuti anggot jemaat baris demi baris untuk saling bersalaman dan selanjutnya makan bersama - potluck. Selamat Sabat, Tuhan Memberkati.

Lynda Karman