Thursday, July 07, 2016

Waktunya Bersih-bersih..


2 Timotius 2 : 21
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal – hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

“Maa, hari ini kan minggu , kita kemana ya ??” tanya saya kepada istri. Si ade pengen kemana ya? Apa udah bangun dia?” “belom masih enak tidur, soalnya tadi malam dia tidur malam, ga bisa tidur gelisah", jangan dibangunin dululah kasian…", jawab istri saya. "Ok dech” tapi bangunin aja bentar lagi, bilang kita mau renang" ajak saya. “Iya bentar lagi masih enak tidur dia” jawabnya. Akhirnya saya mengalah untuk menunggu si kecil bangun. Sambil menunggu, tiba–tiba terpikir, setelah melihat disekeliling kamar, banyak barang barang yang perlu dibereskan, tapi belum ada waktu untuk mengerjakannya. Selalu rasanya tidak ada waktu untuk membereskan kamar, lemari ataupun barang–barang di dalam gudang, dan selalu menunda untuk membereskannya. Saya melihat ke salah satu pojok ruangan dimana banyak tumpukan kertas dan kardus, tas yang isinya entah apa, dan banyak barang lain yang mungkin sudah beberapa lama tidak dilihat dan digunakan, namun saya beranggapan saya akan membutuhkannya nanti. Karena kelihatannya si kecil urung bangun dan rencana renang batal, maka saya putuskan untuk bersih-bersih. Maka hari minggu itu saya menyempatkan membereskan dan merapihkan semua barang itu ketempatnya, dan menyusun rapih agar lebih mudah menemukannya jika suatu saat dibutuhkan. Tidak terasa sudah hampir 3 jam lebih saya membereskan ruangan tersebut dan saya pun menrik napas dalam,…..aaah, akhirnya bersih dan rapi ruangan ini!

Kita cenderung senang menyimpan barang dan berpikir kita akan memerlukannya suatu saat. Pada akhirnya kita menjadi terbeban dengan barang – barang tua kita yang kita simpan di gudang atau dilemari. Pikiran kita sama seperti ruang yang menyimpan banyak barang itu, sebuah gudang yang berantakan. Apa yang kita benar-benar pertahankan dalam pikiran kita akan menghalangi kita untuk mengalami hidup yang lebih baik. Ada banyak sampah yang terabaikan dan terlupakan yang harus kita buang dari hidup kita. Kita seringkali mengalami rasa sakit hati yang mendalam, tidak mau mengampuni dan kepahitan hidup lainnya. Semuanya itu, kita harus membawanya kepada Tuhan. Dia tahu dimana kita berada, siapa yang mungkin telah menyakiti kita dan mengapa hal itu terjadi. Tuhan tidak pernah terkejut dengan apa yang kita simpan dalam gudang hati dan pikiran kita, karena tidak ada yang tersembunyi di hadapanNya.

Hari ini adalah waktunya bagi kita membersihkan gudang hati dan pikiran kita. Ini adalah waktunya menjadikan Tuhan prioritas kita. Tuhan ingin berjumpa dengan kita di hati dan pikiran kita yang telah bersih. Tuhan ingin menerangi setiap ruang hati kita dan memulihkan kehidupan kita. Sekalipun kita harus melewati masa-masa yang menyakitkan, Dia selalu memberikan mujizat yang akan menjadi kesaksian bagi kita bagaimana kita bisa mempercayai Dia. Mengijinkan dan membuka hati kita bagi Dia untuk masuk dalam kehidupan kita dan adalah cara kita membereskan hidup yang berantakan yang akan membawa kita kepada pemulihan dan kemenangan, maka kehidupan kita akan dipenuhi kedamaian dan sukacita.

Wednesday, July 06, 2016

JANGANLAH TAKUT KESUSAHAN

Wahyu 2 : 10
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Malam itu pukul 20:30 saat hujan deras mengguyur ibu kota. Angin cukup kencang bertiup, beberapa kali terdengar suara petir menggelegar diikuti kilat memancar tajam. Saya dan anak2 tiba di rumah lebih awal dan sekarang sedang menunggu suami kembali dari pekerjaan. Kami sedang asyik menonton televisi saat hujan terdengar semakin deras. Angin semakin kencang bertiup, pintu teras yang semula terbuka kini tertutup dan kembali terbuka, suara petir semakin menggelegar, malam semakin larut.

Kami saling berpandangan. Tampak wajah ketakutan saat kami harus berpindah dari ruang menonton televisi ke kamar tidur. Wajah anak2 menunjukan kegelisahan saat menyadari ayah mereka belum juga kembali. "Jam berapa papa pulang, Ma?", demikian anak kami yg kedua mulai menunjukan kekhawatirannya. "Kita tunggu saja", demikian saya mencoba menenangkannya. Hujan semakin deras, kilat kian memancar, sinarnya bahkan terlihat menembus kegelapan. Suara angin semakin kencang, perlahan kami mendengar suara kreeeekk...kami tahu pohon di sebelah rumah kami tumbang. Anak pertama kami mulai ketakutan dan meneteskan air mata, "Semoga papa cepat pulang, siapa tahu nanti ada pohon yang tumbang dan menimpa rumah kita" demikian dia berucap. Spontan saya menimpali dengan kata-kata "Iya, mengerikan sekali hujan ini, mama jadi takut, apa yang harus kita lakukan sekarang? Pergi tidur atau kita harus menunggu papa pulang?". Anak saya yang terakhir yang masih berumur 7thn dengan tenang menjawab, "Jangan takut mama, Tuhan beserta kita, yuk kita berdoa".

Saat berada dalam kesusahan, menghadapi kesulitan hidup bahkan mungkin penderitaan, seringkali kita hanya berfokus kepada apa yang sedang terjadi. Larut dalam keadaan yang menyedihkan, kecemasan, kekhawatiran dan  ketakutan, bahkan menjadi sangat tertekan atas hal-hal tsb. Kita lupa bahwa kita memiliki Allah yang maha kuasa yang dapat memampukan kita melewati semua hal buruk yang menimpa hidup kita.

Dia yang penuh kasih, tidak akan meninggalkan kita saat kita membutuhkanNya. Dia tidak pernah jauh dari hidup kita. Dia akan selalu bersama kita dan menjadi pelindung dalam kesesakan dan kesusahan hidup yan kita alami. DOA menjadi jalan keluar yang terbaik.

Tuesday, July 05, 2016

Jaminan hidup anda?


 1 Korintus 2 : 9, Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. 

Dalam perjalanan pulang kantor mata saya tertuju pada salah satu billboard yang terpampang tinggi di tepi jalan besar yang ramai di lewati para pengendara kendaraan bermotor. Saat lampu lalu lintas menunjukan tanda berhenti, serentak para pengendara kendaraan menghentikan kendaraan mereka dan biasanya secara serentak pula mereka mengarahkan pandangan ke billboard tinggi tsb. Seperti juga saya, tulisan di billboard tersebut mampu membuat siapa saja yang membacanya  memiliki keyakinan penuh bahwa hidup kita akan terjamin hinggai hari tua nanti.

"Apa sih yang mereka lakukan sehingga mereka yakin dapat menjamin hidup kita, Ma", anak saya yang pertama bertanya saat saya tersenyum membaca tulisan disana. Belum lagi saya menjawab, anak kedua saya menimpali "Mereka bisa bayar uang sekolah dan kasih uang ke kita loh..", kembali saya tersenyum. Fenomena jaminan hari tua, keselamatan jiwa, biaya pendidikan masa depan kini memang  sedang  menjadi perhatian banyak orang di sekitar kita. Euforia masa depan untuk hidup lebih terjamin menjadi suatu kebutuhan. Kini di negara kita hal tsb mampu mendongkrak pendapatan perkapita dan telah  menembus angka surplus pada pertengahan tahun lalu hingga mendekati kwartal II tahun ini. Pertumbuhan industri di bidang jaminan hidup mencuat tajam dalam beberapa dekade terakhir seiring dengan kebutuhan dan minat para konsumen untuk memiliki paling sedikit satu jaminan hidup masa depan.

Kecemasan, kekhawatiran, kegundah-gulanaan di dalam menjalani hidup masa depan telah menyedot perhatian dan minat yang cukup besar atas penawaran bisnis di bidang jaminan hidup. Tidak tangung-tanggung mereka rela merogoh kantong mereka dalam-dalaam demi menapatkan jaminan keselamatan dan kepastian hidup masa depan yang sejahtera.
Hidup ini adalah sebuah anugerah yang diberikan secara cuma-cuma dengan jaminan keselamatan hidup kekal di dunia baru?
Pernahkah kita menyadari seberapa besar jaminan keselamatan yang di anugerahkan kepada kita jika kita setia? Apakah kita memiliki kerinduan yang dalam untuk memiliki keselamatan hidup kekal dan bertemu dengan DIA yang menyediakannya bagi kita?

Pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama adalah, Seberapa besar dunia ini mampu memberikan jaminan keselamatan atas kehidupan masa depan kita yang lebih baik?




Monday, July 04, 2016

SIAPAKAH YANG TERUTAMA

Matius 6 : 33
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan ALLAH dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Anakku telah menyelesaikan Taman Kanak-Kanaknya (TK) dan segera memasuki bangku Sekolah Dasar (SD). Begitu senang sekali melihat pertumbuhannya dan sekarang ia semakin besar. Lalu kami memasukkannya kesebuah sekolah yang berada didekat rumah agar tidak terlalu jauh untuk mengantar dan menjemputnya.
Hari ini adalah hari pertama ia masuk di SD, masih malu-malu karena tidak ada seorangpun teman dari TKnya yang masuk disekolah tersebut. Tetapi Evan adalah anak yang berani dan cepat beradaptasi, baru 1-2 hari ia sudah mendapatkan teman bermain. Hari-haripun berlalu dan tibalah saat ujian semester pertama dimulai."Nak belajar yang baik yaa, supaya nilainya bagus!" Ucapku padanya."Memang kalau nilainya tidak bagus kenapa bu?" Dia bertanya."Nanti tidak bisa naik kekelas 2!" jawabku singkat.
Lalu kami mulai belajar dan ia mengikuti dengan baik pelajarannya.

Tibalah dihari Rabu dimana kami biasanya pergi beribadah ke gereja utk menaikkan permohonon doa kepada TUHAN. "Bu apakah malam ini kita pergi ke gereja?" Tanya Evan."Ya nak.." "Besokkan masih ujian, apa kita tidak belajar?" Tanyanya lagi."Kita belajar sore ini saja, jadi nanti malam bisa ke gereja." Jawabku."Tidak bisa tidur siang dong bu..." katanya."Ya tidak apa-apa kan sekali saja, besok-besok bisa tidur siang. Kita harus pergi kegereja untuk berbakti kepada TUHAN dan mengucap syukur."
Sepanjang satu minggu kami telah melewati waktu untuk belajar bersama. Dan akhirnya tibalah hari dimana hasil ujian dan pembelajaran sepanjang semester pertama akan diberikan dalam bentuk Report (Rapot).

Sesampainya Evan dirumah kami langsung membuka buku Rapotnya dan setelah melihatnya kami sangat senang dan memuji TUHAN karena nilai2 yang baik. Dan dari semua mata pelajaran, nilai yang tertinggi adalah pelajaran Agama. Ayahnya sangat senang karena Evan mengerti akan pelajaran dalam Alkitab (Firman TUHAN). Biasanya orangtua senang sekali bila anaknya mendapat nilai tertinggi di mata pelajaran Matematika, begitupun dengan saya. Tetapi saya mengingat kembali bahwa TUHANlah yang pertama dari semuanya. Dengan demikian kita bisa membawa anak kita menjadi anak yang rohani dan mengerti bahwa segala sesuatu haruslah dimulai dengan mencari TUHAN.

Sunday, July 03, 2016

KERAMAHANNYA MENARIK HATIKU

Efesus 4 : 32
"Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana ALLAH di dalam Kristus telah mengampuni kamu"

Ketika saya masih dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), keluarga kami kedatangan sahabat baru. Beliau mengenalkan kami sebuah kebenaran baru, yang mana belum pernah kami ketahui sebelumnya.
Kriiiiingg..kriiing.. telepon berbunyi.
Setelah selesai berbicara ditelepon Mama mengajak kami untuk bersiap-siap menghadiri sebuah acara. Sampailah kami disebuah tempat yang merupakan Kantor Pos, dan disebelahnya ada sebuah rumah yang besar dan sederhana, disitulah acaranya diadakan.
"Selamat sore, ayo masuk.. kami senang dengan kedatangan keluarga baru ditengah-tengah kami. Anak-anak boleh berkumpul dihalaman samping, ada beberapa teman disana yang sudah menunggu kalian", sambut tuan rumah dengan sangat ramah.
Dan ketika bertemu dengan anak-anak yang lain mereka pun menyambut saya dan saudara saya dengan gembira.
"Halo.. saya Joice mari duduk disini.. "
"Saya Matthew senang berkenalan..!"
Dan semua menyebutkan nama mereka masing-masing, khususnya seorang Ibu yang memimpin acara anak-anak dengan ramah menyambut kami.
Lalu kamipun diundang untuk mengikuti acara kebaktian digereja mereka. Pada hari yang telah disebutkan kami memenuhi undangan mereka dan ketika sampai digereja kami sangat tersentuh oleh sambutan yang hangat dan penuh sukacita dari umat- umat TUHAN digereja itu, yang belum pernah kami rasakan sebelumnya.
"Ma, enak ya kalau kita beribadah dan bergereja disini.. semuanya sangat bersahabat, saya merasa sangat senang disini!" ucapku pada Mama. Dan bukan hanya saya yang merasakannya, begitu juga dengan kakak dan adik saya.
Dari saat itu kami pun rajin datang ke gereja itu dan mengikuti perkumpulan ibadah diluar hari ibadah gereja. Dan sampai sekarang kami sudah menjadi bagian dari keluarga umat-umat TUHAN.

Mari kita menjadi seorang yang ramah terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengasihi, bukan saja kepada sesama keluarga maupun teman-teman yang kita kenal, tetapi kepada siapa saja yang kita jumpai, khususnya bagi mereka yang baru datang untuk mengenal ALLAH, karena ALLAH didalam Kristus telah mengasihi kita.

Saturday, July 02, 2016

Piring Keramik Vs Piring Kertas


Roma 12:9-10,
Hendaklah kasih itu jangan pura – pura ! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 

“Awas de! Piringnya jatuh ntar,  bisa pecah lho, kalau makan sambil jalan seperti gitu “… saya mengingatkan si kecil yang sedang makan sendiri di piring yang terbuat dari keramik dengan gambar Hello Kitty kesukaan sekaligus kesayangannya.  "Ngga ko Pa, udah biasa koq“, jawab si kecil. “Maa, udah ganti aja piring si ade dengan piring plastik atau piring kertas kan cuman makan buah aja“ pinta saya kepada mamanya.  "Atau ade kalau mau pake piring keramik makannya dimeja aja supaya piringnya ga jatuh, bisa pecah“ sahut saya lagi memberikan alternatif lain. Namun, tak lama kemudian terdengar bunyi – gumprang! Piring pecah…..Naah! itukan baru dibilangin...jatuh, pecah kan jadinya!
Saat kita menjamu tamu dirumah dan pada kesempatan istimewa biasanya penyajian makanan yang juga istimewa dengan hiasan indah sebagai pemanis untuk menambah selera makan diatas meja, menggunakan piring keramik yang indah dengan ukiran motif Lenox berlatar belang berwarna kuning dan pinggiran garis hitam berwarna emas pada ujungnya yang membuat piring itu indah. Oleh karena itu piring keramik ini terawat dengan baik, dan pemakaiannya pun sangat hati-hati baik saat mencuci maupun saat mengeringkan hingga penyimpanan nya, agar piring ini terawat dengan baik.  Perlakuan dan penggunaan piring keramik ini sangatlah istimewa. Perlakuan sebaliknya dengan piring kertas, kita sering menggunakan piring kertas untuk menu-menu makan yang sederhana,  praktis, dan tidak istimewa karena piring kertas murah, tidak perlu dicuci, atau dibersihkan sedikitpun, sehingga tidak perlu berpikir panjang untuk membuangnya. Sangat–sangat berbeda perlakuan kita antara piring keramik dan piring kertas. Bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita. Apakah kita memperlakukan mereka seperti kita memperlakukan piring keramik atau seperti piring kertas ?
Yesus tidak pernah memperlakukan siapapun seperti piring kertas tetapi apakah kita sering melakukan tanpa menyadari perlakukan kita kepada teman, sahabat atau orang terdekat kita seperti piring kertas? Hendaknya kita memperlakukan semua orang layaknya piring keramik china yang indah. Karena setiap orang adalah pribadi-pribadi yang berharga yang harus kita perlakukan dengan  penuh rasa hormat dan kita kasihi dengan kasih yang tulus seperti yang Yesus telah ajarkan dan sebagai teladan kita. Dengan demikian hidup kita akan semakin indah dan penuh dengan sukacita.
Tuhan memberkati….

Friday, July 01, 2016

GPS (Global Positioning System)

Amsal 3:5
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri

Waktu menunjukkan pukul 13.30 siang, ketika tiba diparkiran kantor, pulang mengantar tamu kembali ke Hotel, setelah menyelesaikan kunjungan Customer, tiba-tiba HP berbunyi, dengan nomer telpon masuk tak dikenal, “Hallo2…jawabku, “This is Isayama…sahut penelpon, singkat cerita telpon itu adalah “sales call” dari customer, yang meminta untuk datang ke kantornya saat itu juga. Kami pun menentukan waktu dan lokasi untuk bertemu dan ia meminta saya untuk datang ke kantornya. Saya lantas meminta informasi alamat menuju ke kantornya… “OK” sahutnya, dia akan memberikan alamat melalui email dengan “Google Map”. Untuk mempersingkat waktu, saya langsung berangkat memenuhi janji pertemuan itu, walaupun masih belum mengetahui secara jelas keberadaan kantor itu. Berbekal informasi yang saya dapat, lokasinya berada di daerah Purwakarta – Subang, keluar pintu tol Sadang. Saya berpikir untuk menggunakan layanan GPS–Google Map untuk menuju lokasi tersebut, dengan harapan alamat mudah ditemukan.
Di tengah jalan saya melihat GPS google map, posisi alamat Kantor client lebih dekat jika dari Kalijati (nama sebuah daerah).  Karena ingin lekas sampai dan melihat petunjuk di GPS – Google Map lebih dekat melalui Tol Cipali, akhirnya saya putuskan mengambil jalan melalui Tol Cipali. Ditengah jalan tol yang panjang dan tidak terlihat tanda2 pintu keluar saya memutuskan untuk bertanya kepada mobil “patroli jalan tol” yang kebetulan sedang menepi di pinggir jalan tol itu. Saya turun dari mobil dan mendekati petugas patroli.  “Maaf Pak pintu Tol terdekat apakah masih jauh dari sini, saya bermaksud keluar tol Sadang", demikian saya bertanya." Oh ya, pintu tol terdekat sekitar 10km lagi yaitu pintu tol Kalijati", demikian petugas itu menjawab. Yang ternyata masih jauh dari tempat yang saya tuju, maka saya segera kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.

Terkadang di dalam kehidupan kita saat mengambil kuputusan kita mengandalkan kekuatan kita, pengetahuan kita, pikiran kita. Kemudian kita juga sering kali berpikir untuk mencari jalan pintas, cara-cara atau hal – hal yang mudah dan secara instan mendapatkan hasil yang kita inginkan. Allah adalah pengendali kehidupan kita. Mari serahkan segala rencana hidup kita kedalam tangan-Nya yang penuh kuasa.

Tuhan memberkati…

Thursday, June 30, 2016

SIAPA MAU IKUT ?

1 Korintus 9:6
"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil."

"Jadi kapan kita akan memulainya?" tanya salah seorang teman.
"Dalam minggu ini diluar hari2 kursus kita.. pada setujukan?" jawabku atas pertanyaan tadi.
Mereka sangat antusias ketika saya menceritakan bahwa di Gereja saya kedatangan seorang Pendeta Muda yang mau menyediakan waktu untuk memulai belajar Alkitab. Dan mereka berdua adalah teman2 sekolah yang tidak satu Gereja dengan saya, tetapi mereka sangat ingin belajar Alkitab yang lebih mendalam, karena sebelumnya kami pernah mengikuti belajar Alkitab di Gereja mereka tetapi kami merasa tidak terlalu mendalam apa yang diajarkan. Oleh karena itu suatu hari saya membawa mereka mengikuti seminar di gereja saya dan sejak hari itu mereka sangat tertarik. Tetapi beberapa teman yang lain tidak tertarik untuk bergabung dalam kelompok belajar Alkitab kami.
Pada hari pertama kami memulai belajar Alkitab dirumahku, teman2 telah datang dan Pendeta yang mengajarpun sudah hadir, kami memulai dari pelajaran awal, ada beberapa hal yang ditanyakan dan jawaban dari Pendeta sangat memuaskan.
Lalu pertemuan berikutnya diadakan dirumah salah seorang teman, ketika kami sampai kerumahnya, kami melihat raut muka orangtuanya seperti kurang bersahabat. Setelah menyelesaikan pelajaran, dia berkata, "Mamaku kurang setuju kalau aku belajar Alkitab dari Gereja lain, padahal aku telah menjelaskan bahwa kita belajar sesuai dengan yang ada didalam Alkitab. Tapi aku tetap ingin meneruskan pelajaran ini sampai selesai, tolong doakan ya teman2!".
Ternyata demikian juga terjadi pada teman saya yang satu lagi, malahan orangtuanya melarang kami belajar Alkitab dirumahnya. Jadi melihat keadaan ini kami sama2 berdoa meminta pertolongan TUHAN semoga kami dapat menyelesaikan pelajaran ini.
Dan tibalah kami dalam topik Hukum Taurat ke-4, disini teman2 merasakan pengetahuan yang baru, sesuatu yang baru mereka ketahui, banyak sekali pertanyaan yang diajukan menurut jalan hidup yang mereka jalani selama ini. Dan mereka berterimakasih untuk pelajaran hari itu.
Hari-hari berlalu dan kami terus mengikuti pelajaran Alkitab.  Tiba pada saat dimana kami telah menyelesaikan tingkat SMU, dan harus berpisah karena akan melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi yaitu berkuliah dikota lain. Kami mengadakan perpisahan dengan Pendeta yang telah menuntun dalam mempelajari Firman Tuhan. "Semoga dengan pertolongan TUHAN, Firman yang telah kita pelajari beberapa waktu ini boleh menjadi berkat dalam kehidupan kita untuk melakukan apa yang benar sesuai dengan yang TUHAN perintahkan..." demikianlah pesan terakhir beliau kepada kami, terutama kepada kedua teman saya.
Saya mendoakan mereka, benih telah ditabur dan memohon agar Roh Kudus menumbuhkannya dalam hati mereka.

Firman TUHAN katakan, bila kita telah dibaptis maka menginjil sudah menjadi bagian dari tugas kita sebagai anak-anak ALLAH. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menginjil, tentunya semua dengan pertolongan TUHAN.

Wednesday, June 29, 2016

SESUATU YG BAIK TELAH MENANTI

Amsal 19:21 "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana."

"Hooreeey... aku lulus!" Sambil membaca papan pengumuman..
"Asiiikkk.. aku juga lulus sistah" teriak Sanny.
"Mmmmm...." dengan muka lesu temanku menggumam..
Spontan kami semua memandang kepadanya dengan raut muka bertanya seakan namanya tidak tertulis dipapan dan berkata.. "Ataaaa...??" Dan kemudian kami memeluknya..
Lalu tiba2 Artha tertawa "hahhahaa... aku juga lulus dong.. enam orang kena tipu bayar enam ribu..."
Begitulah kedekatan kami, dari TK sampai SMA dan persahabatan ini begitu hangat. Hingga hari perpisahan itu tiba dimana kami masing2 harus pergi kekota lain untuk melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi.
Aku memutuskan untuk mengambil jurusan Hubungan Internasional disalah satu Perguruan Tinggi Negri, aku suka sekali kalau nantinya aku akan berpindah2 dari satu negara ke negara lain dalam dunia pekerjaanku... tetapi hati kecilku mengatakan kalau aku harus belajar ke sekolah TUHAN, karena selama ini aku mengalami kesulitan bila harus beribadah ke gereja.
Lalu sebelum aku berangkat kekota yang ingin kutuju, aku melihat iklan lowongan pekerjaan di TV sebagai pramugari disalah satu maskapai penerbangan. Dan itu sangat menarik perhatianku, lalu aku menyampaikan kepada Mama kalau aku ingin mengikutinya. Mama jg setuju dan kami membawanya dalam doa. Lalu pada hari yang ditentukan saya ditemani oleh Mama pergi untuk mengikuti seleksi pramugari tersebut. Dijelaskan bahwa ada beberapa tes yang harus diikuti dan bila lulus akan diberitahukan jadwal berikutnya. Pada tahap awal saya lulus hingga pada tahap berikutnya diadakan pada hari saya harus beribadah ke gereja. Disitu saya sangat kecewa dan Mama menghibur serta berkata, "TUHAN pasti sudah menyediakan yang lebih baik dari ini!" Dan kata2 Mama itu sangat menghibur dan menguatkanku. Lalu minggu berikutnya aku pergi kekota lain untuk meneruskan studi. Selama disana aku mengikuti kursus belajar untuk masuk UMPTN ( Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Tetapi sekali lagi didalam hati kecilku merindukan bersekolah disekolah Tuhan. Aku menyempatkan berkunjung kekampus yang berada didekat gunung itu dan ternyata tidak ada jurusan yang sesuai dengan keinginanku. Tiba waktunya dimana tes UMPTN dimulai. Pada waktu subuh sebelum mulai belajar, aku berdoa kepada TUHAN kiranya IA menunjukkan universitas mana yang terbaik bagiku. Beberapa minggu setelah tes keluarlah hasilnya di surat kabar dan ternyata tidak ada namaku tertulis disana. Sedikit kecewa tapi ada rasa senang juga karena mungkin inilah jawaban doa aku harus berangkat ke sekolah TUHAN.

Kadang2 kita merencanakan sesuatu didalam hidup kita dan pada akhirnya  tidak sesuai dengan yang kita rencanakan. Janganlah kecewa, karena kita tidak pernah tahu mungkin ada rencana yang lebih indah yang TUHAN telah siapkan bagi kita. Tetap semangat menjalani hidup dan berharap yang terbaik.

Tuesday, June 28, 2016

KENAPA HARUS PUTUS ASA..?



"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-NYA, sebab IA yang memelihara kamu" 1 Petrus 5:7

Hari itu aku bahagia sekali karena telah dinyatakan lulus dan boleh mengikuti acara wisuda. Lalu aku menelpon kedua orang tua yang berada diluar kota agar mereka mengatur waktu untuk datang ke acara wisudaku. "Ingat ya Pa.. Ma.. tanggalnya, jangan sampai lupa untuk beli tiket dan datang kemari!" Aku mendengar jawaban Mama dengan suara yang gembira dari sebrang sana dan itu membuatku bertambah semangat. Hari berganti hari tibalah saat yang dinanti itu, aku telah mengenakan jubah kebesaran wisudaku dan aku melihat Papa begitu bangga kepadaku. "Selamat ya nak... walau ada tantangan yang kau hadapi, tapi akhirnya kaupun bisa melalui semua itu dengan pertolongan TUHAN. Dan tentunya setelah inipun akan banyak jalan yang kau tempuh, dan jalan itu tidak akan selamanya rata dan lurus. Tetaplah tekun didalam hidupmu dan berserah kepada-NYA, sehingga pada saat engkau melewati jalan yang bertikung tajam dan rusak, engkau telah dikuatkan untuk itu. ALLAH menyertaimu!" Demikian kata2 yang disampaikan Papa pada wkt itu yang selalu kuingat hingga saat ini.

Sekarang aku harus mencari pekerjaan untuk meneruskan hidupku. Hari berganti hari dan minggu berganti minggu tetapi tak kunjung kudapati pekerjaan. Lalu aku memutuskan untuk pindah ke Ibukota dan mencari pekerjaan disana. Tidaklah mudah bagiku yang harus tinggal sendiri di Ibukota ini dengan uang yang tidak terlalu banyak ditangan, tetapi selalu ku berdoa semoga Tuhan mencukupkan kebutuhanku dan semoga ada yang memanggil untuk setiap surat lamaran yang aku kirimkan. Dan puji Tuhan,  belum seminggu aku tinggal di kota besar ini Tuhan sudah memberikanku sebuah pekerjaan. Sungguh sukacita yang sangat besar kurasakan.

Jangan pernah lelah dan putus asa karena kita memiliki ALLAH yang besar.  Tetaplah pegang teguh ketekunanmu, sambil setia kepada-Nya. ALLAH yang baik, penyayang dan penuh belas kasihan pada akhirnya akan menyediakannya bagimu.

Tuesday, June 21, 2016

Sang Raja dan Aku



"...sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi." Yosua 23:14



"Pa, aku dapat tiket dari temanku untuk nonton drama "The King and I" di sekolah nih! Kita nonton ya bareng kakak, abang...," rayu si bungsu sebelum dia berangkat ke sekolah. "Aku sudah lihat sebagian dramanya pa, pas mereka latihan kemarin. Papa pokoknya musti datang, bagus pa!" celotehnya berpromosi sambil menunjukkan tiket yang dia pegang. "Kalau adek sudah bilang bagus, mana mungkin papa nggak ikut nonton...," jawabku menggodanya. Malam Minggu yang ditunggu tiba. Auditorium yang megah sudah terisi banyak orang. Lampu disorot ke panggung utama. Suasana pelabuhan kerajaan Siam tahun 1860an begitu terasa.  Alunan lagu pembuka I Whistle a Happy Tune yang riang dari pemain orkestra langsung menyeruak ke telinga.  Tampak beberapa orang turun dari kapal yang bersandar di pelabuhan. "Itu si Anna! Dia guru dari Inggris yang mau mengajar di kerajaan Siam. Dia dijemput oleh pengawal raja tuh..." bisik si bungsu menjelaskan. Aku mengangguk pelan, takut mengganggu penonton lainnya.

"Si Anna aksen British-nya bagus banget ya, dek..." bisikku pelan memuji pemain tadi. "Tuh pa..., sekarang Anna sudah bertemu dengan Raja Siam," lanjut si bungsu menjelaskan dengan serius. "Wah, si Anna kelihatannya kesal dan marah-marah ke Raja Siam. Kenapa ya dek?" tanyaku ingin tahu.  "Oh, itu loh pa...Raja Siam itu sudah janji akan memberikan Anna sebuah rumah tinggal begitu dia sampai di sini.  Itu sudah kesepakatan mereka berdua," jawabnya sambil terus menatap ke panggung. "Nah, sekarang Raja Siam itu seenaknya batalin janjinya...pasti aja si Anna marah dan kecewa karena merasa dibohongi... Lihat deh, sekarang si Anna mengancam mau pulang kembali ke Inggris..." lanjutnya lagi.  "Ooh, kok seorang raja janjinya nggak bisa dipegang ya, dek?" tanyaku lagi. "Sssttt...sudah ya pa, kita terusin nontonnya dulu sekarang..." bisik si bungsu pelan, sepertinya tidak mau diganggu lagi.

Ayat inti Roti Pagi ini menyebutkan bahwa tidak ada satu pun janji Tuhan yang tidak digenapi.  Semua telah digenapi dan akan terus digenapi.  Allah kita tidak pernah ingkar janji.  Berbeda dengan Raja Siam tadi yang ingkar dalam janjinya,  Allah kita, sang Raja semesta alam, selalu menepati janjinya.  Bila Raja Siam tadi membuat kecewa dengan janji yang dia ingkari, maka Raja kita tidak akan pernah membuat kita kecewa.  Raja kita akan selalu mengangkat semangat dan harapan kita. Hari-hari kita akan dipenuhi dengan sukacita penuh. Pegang teguh janji Tuhan. Pandang padaNya setiap hari.  Allah kita tidak pernah mengingkari janjiNya.

Have a wonderful day !



Monday, June 20, 2016

Ketika Idolaku Loyo !



Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!" Mazmur 18:3


Bang, sudah game ke berapa sekarang?” tanyaku pada anakku yang kedua tentang pertandingan final NBA yang tengah berlangsung.   “Hari ini sudah game terakhir, pa.  Huh…padahal Warriors sudah unggul lebih dulu 3-1 sebelumnya.  Ehh…kesusul jadi 3-3!” sahutnya agak kurang bersemangat.  “Oh ya?  Kok bisa begitu?  Memang si Curry lagi nggak oke ya, bang?” tanyaku beruntun.   Golden State Warriors adalah klub basket NBA kesayangannya.  Dan dia begitu mengagumi Stephen Curry dari klub tersebut.  “Yaaah, mudah-mudahan dia main bagus kali ini.  Soalnya, ini sudah game penentuan juara pa !” sahutnya lagi sambil siap-siap menonton siaran langsung pertandingan itu.

Aku lihat si abang sedang asyik menonton.  “Yaah…payah!  Kok, nggak bisa masuk sih?”  Beberapa kali aku dengar dia menggerutu kecewa, ketika jagoannya yang pakai kaos nomor 30 terlihat gagal memasukkan bola ke dalam keranjang.“Sudah berapa sekarang skor pertandingannya bang?” tanyaku sambil menghampiri dia dan layar televisi.  “Skor-nya 89-89, pa…sudah quarter ke-empat dan waktu tinggal 1 menitan lagi,” jawabnya sambil terus menatap layar.  “Yaah ampun, kok si Curry tembakan 3 points-nya nggak masuk lagi !  Aku berharap banget dia bisa bikin tim-nya menang. Sudah deh…kalah kalau begini!” sahut kecewa si abang melihat waktu pertandingan yang akhirnya habis dalam beberapa detik.  “Sudah bang, jangan kecewa.  Manusia pasti ada menang dan ada kalahnya,” ucapku menghibur sambil menepuk pundaknya yang kokoh.   “Iya, ya pa…,” jawab si abang sambil tersenyum tipis.

Di dalam ayat Roti Pagi ini, Daud mengangkat puji dan syukur kepada Tuhan yang dia begitu sanjung, sumber pengharapannya.  Tidak tanggung-tanggung, ada sembilan buah ungkapan yang dia berikan kepada Tuhan. Bukit batuku, kubu pertahananku, penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!  Daud tidak perlu mengidolakan dan berharap pada manusia.  Dia cukup menjadikan Tuhan sebagai harapannya, satu-satunya.  Manusia memiliki idola masing-masing.  Ada penyanyi tenar, ada pemain basket yang handal, artis layar kaca, atau mungkin guru di kelas.  Semua hanya manusia. Kadang mereka bagus, kadang lemah.  Kadang mereka menang, kadang mereka kalah.  Manusia punya keterbatasan dan kerap gagal. Idola kita bisa loyo !  Kenapa kita tidak jadikan Tuhan sebagai idola kita?  Dia tidak pernah gagal!

May God bless you today !

Friday, May 27, 2016

Tuesday, February 02, 2016

Form Pemutahiran Data Keanggotaan

Form dapat juga diisi di http://tinyurl.com/pemutahirandata


Form dapat juga diisi di http://tinyurl.com/pemutahirandata


Monday, February 01, 2016

Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis


Kegiatan Pemeriksaan Gratis ini, berawal dari kegiatan anak-anak Pathfinder yang mencai dana di area Car Free Day (HTKB – Hari Tanpa Kendaraan Bermotor), Bekasi, untuk biaya mengkuti Kampore di Yogyakarta.  Bapak Erhart Tobing, yang pada saat itu melayani sebagai salah satu ketua jemaat di Kemang Pratama, mempunyai pemikiran, bahwa jemaat dalam ikut berpatisipasi dalam kegiatan HTB Bekasi. Kemudian, setelah berembuk, disepakatilah untuk mengadakan pelayanan Kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, timbang badan dan konsultasi kesehatan di tempat ini. Tempat akhirnya dipilih di seberang rumah sakit Mitra Keluarga.


Pada kesempatan itu pula, diinfor-masikan bahwa pada periode tertentu, akan dilakukan peme-riksaan gratis yang lebih besar dan meliputi pengecekan gula darah, asam urat, kolesterol, dll.

Tentunya, poster ini menjadi tanda tanya bagi para pengunjung. Ketika para pengunjung ditanyakan apakah mereka mau mengkonsumsi air dalam kemasan yang terdapat tulisan seperti itu? Semua pengunjung mengatakan TIDAK. Namun, ketika ditanyakan apakah mereka mau mengkonsummsi sesuatu yang dihisap yang juga ada peringatan seperti itu? Mereka baru menyadari bahwa ini adalah kampanye BEBAS ROKOK. Beberapa diantaranya, mengatakan bahwa itu tidak bisa disamakan, beberapa mengatakan saya mau berhenti namun belum bisa, dan ada juga yang senang dengan pekabaran ini karena mereka tidak mengkonsumsinya.


Pada awalnya, kami harus mengudang para pengunjung HTKB agar mau singgah memeriksa-kan kesehatan mereka. Kalaupun disana sudah ada Standing Banner yang menyatakan bahwa pemeriksaan ini gratis, namun banyak orang yang ragu ragu untuk datang. Setelah beberapa anggota menjelaskan bahwa pemeriksaan ini murn gratis, tanpa embel-embel apapun, antusias para pengunjung HTKB yang singgah di acara ini mulai terasa. Dalam setiap kegiatan, kami melayani sekitar 40-50 orang.



Pengunjung yang datang, didata nama dan nomor telp nya, kemudian diukur berat badan serta tekanan darahnya. Setelah itu, diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dalam acara ini, dokter hanya sebatas memberikan saran dan tidak memberikan obat. Bilamana perlu, dokter akan menyarankannya untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter keluarga.

Mereka sangat senang dengan pelayanan kesehatan ini, dan berharap dapat terus dilakukan. Bahkan ada beberapa pengunjung tetap yang secara rutin datang untuk mengecek tekanan darah, berat bada dan berkonsultasi dengan dokter.



Siapa Berani?
Ada satu poster unik yang cukup menarik perhatian pe-ngunjung. Disana digam-barkan sebuah botol air mineral yang tercantum tulisan sbb: "Peringatan Pemerintah: Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin".


Tentunya, poster ini menjadi tanda tanya bagi para pengunjung. Ketika para pengunjung ditanyakan apakah mereka mau mengkonsumsi air dalam kemasan yang terdapat tulisan seperti itu? Semua pengunjung mengatakan TIDAK. Namun, ketika ditanyakan apakah mereka mau mengkonsummsi sesuatu yang dihisap yang juga ada peringatan seperti itu? Mereka baru menyadari bahwa ini adalah kampanye BEBAS ROKOK. Beberapa diantaranya, mengatakan bahwa itu tidak bisa disamakan, beberapa mengatakan saya mau berhenti namun belum bisa, dan ada juga yang senang dengan pekabaran ini karena mereka tidak mengkonsumsinya.


Pada tanggal 7 Februari 2016, Departemen Kesehatan Konferens DKI Jakarta dan sekitarnya mulai mencanangkan program terpadu jalan sehat pada HTKB yang dipusatkan di 3 titik, yaitu Jalan Thamrin, Kelapa Gading dan Bekasi. Seyogyanya, acara ini diadakan secara bergilir sesuai dengan jadwal oleh jemaat-jemaat yang ada disekitar daerah HTKB. Namun, khusus di Bekasi, jemaat Kemang Pratama selalu mengadakan acara ini. Dan, khusus pada hari ini, dari Konferens DKI Jakarta dan Sekitaranya, telah hadir Direktur Kesehatan dan Pertarakan, Pdt. Paulus Chandra, beserta Direktur Komunikasi dan Kebebasan Beragama, Pdt. Samuel Simorangkir. Turut juga mendamping istri dari Pdt. Paulus Chandra yaitu ibu Christelly Sandy Chandra.

Dari kiri kanan, bapak Sontani Purnama, bapak Makbul Makbulah , bapak Cecep Suherman, bapak Supandi Budiman, Pdt. Nenoharan, Pdt. Paulus Chandra dan istri
Secara tidak sengaja pula, ada tim dari Pemerintah Kotamadya Bekasi yang sedang memantau pelaksanaan Kegiatan HTKB yang lewat di depan booth kami. Dan, setelah kami berbincang-bincang dengan beliau-beliau, maka dengan senang hati mereka mampir untuk memeriksakan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan melakukan konsultasi dengan dokter.
Berbicang dgn tim dari Pemda, kepala satpol PP - memegang HT dan kepala LH - berkaos putih, sementara Asisten I Sekwilda - kaos biru, berkonsultasi dgn dokter
Mereka adalah Bapak Makbul Makbullah – Asisten I Sekwilda Kota Bekasi, bapak Cecep Suherman – Kepala Pengendali Keamanan / Kepala Satpol PP Kota Bekasi, dan bapak Supandi Budiman – Kepala Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Dari perbincangan kami, diinformasikan bahwa pihak Pemda akan membuat sebuah SOP mengenai pelaksanaan HTKB di Bekasi. Untuk itu, kami diminta untuk segera mendaftarkan kegiatan ini secara resmi agar mendapat dukungan dari Pemda.
Setiap Kegiatan kami dapat melayanai 40 - 70 orang
Menurut pak Makbul, pemda menyambut baik diadakannya acara cek kesehatan seperti ini, dan berharap dapat membuat sebuah kegiatan yang lebih besar yang meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, dll. Beliau juga berharap agar dalam waktu dekat, kami dapat bekerja sama dengan PMI Bekasi untuk mengadakan acara donor darah di acara HTKB ini. Khususnya dalam rangka menyambut hari jadi Kota Bekasi yang jatuh pada tanggal 10 Maret.

Tim Dokter
Puji Tuhan, acara kegiatan cek kesehatan di HTKB Bekasi dapat terus berjalan dengan baik. Jika pada awalnya dilakukan setiap hari Minggu, kini hanya dilakukan 2 kali dalam satu bulan. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menjalin persahabatan dan kepercayaan kepada para pengunjung HTKB dan nama Tuhan dapat dikenal lebih luas.




Tuhan Yesus Memberkati.