Friday, April 30, 2010

KESELAMATAN YANG SEMPURNA

Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. Ibrani 7:25.


Apakah pengertian pengantaraan? Pengantaraan adalah rantai emas yang mengikat manusia yang terbatas kepada Allah yang tidak terbatas. Manusia, untuk siapa Kristus telah mati, mendesak takhta Allah, dan permohonannnya dibawa oleh Kristus yang telah membelinya dengan darah-Nya sendiri. Imam Besar kita yang agung menempatkan kebenaran-Nya di pihak pemohon yang sungguh-sungguh, dan doa Kristus dipadukan dengan manusia pemohon. Kristus telah mendesak agar umat-Nya berdoa dengan tidak henti-hentinya. Ini tidak berarti bahwa kita harus selalu bertelut, tetapi doa itu adalah bagaikan napas jiwa kita. Permohonan kita secara diam-diam, di mana saja pun kita berada, akan naik kepada Allah, dan Yesus Pengantara kita memohon demi kita, membawa permohonan kita bersama keharuman dupa kebenaran-Nya kepada Bapa.

TUHAN Yesus mengasihi umat-Nya, dan bilamana mereka percaya kepada-Nya bergantung sepenuhnya kepada-Nya, maka Ia akan menguatkan mereka. Ia akan hidup melalui mereka, memberikan kepada mereka ilham Roh-Nya yang menyucikan, memberikan kepada jiwa itu diri-Nya sendiri. Ia bertindak melalui mereka, dan membuat mereka memilih kehendak-Nya dan melakukan tabiat-Nya. Dengan rasul Paulus mereka akan berakta, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namuan aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Gal 2:19,20). TUHAN tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya yang menderita dan dicobai menjadi permainan pencobaan Setan. Adalah hak dan kesempatan Anda untuk percaya kepada Yesus. Surga penuh dengan berkat-berkat yang limpah. Kita tidak mempunyainya sebab kita tidak memintanya, atau oleh karena kita tidak berdoa dalam iman, percaya bahwa kita akan diberkati dengan pengaruh khusus Roh Kudus. Kepada pencari yang benar, melalui pengantaraan Kristus, pengaruh kasih karunia Roh Kudus diberikan.

Thursday, April 29, 2010

SATU-SATUNYA JALAN YANG AMAN

Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri. Yes 30:21.


Saya mengetahui bahwa umat manusia banyak menderita oleh karena mereka tidak berjalan pada jalan yang telah dipilih Allah untuk mereka jalani. Mereka berjalan dalam bunga api yang mereka sulut sendiri, dan hasilnya yang pasti adalah penderitaan, kegelisahan dan dukacita, yang sebenarnya mereka bisa hindarkan seandainya mereka menyerahkan kehendak mereka kepada Allah dan mengizinkan-Nya untuk mengendalikan jalan-jalan mereka. Allah melihat bahwa kita perlu melawan kehendak dan jalan kita sendiri, dan menyerahkan kehendak manusiawi kita kepada-Nya. Jalan apapun yang dipilih Allah bagi kita, jalan apapun yang diperintahkan-Nya untuk kita jalani, itulah satu-satunya jalan yang aman. Setiap hari kita harus mempraktikkan roh penyerahan seperti seorang anak, dan berdoa agar mata kita diminyaki dengan salep mata surgawi, agar dengan demikian kita boleh mengerti kehendak Ilahi, supaya jangan menjadi bingung dalam pemikiran-pemikiran kita, sebab kehendak kita kelihatannya akan mengendalikan seluruhnya. Dengan mata iman, dengan penyerahan seperti penyerahan seorang anak penurut, kita harus memandang kepada Allah, mengikuti tuntunan-Nya, maka kesulitan akan hilang. Janji-Nya adalah, “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh: Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu” (Maz 32:8).

Jikalau kita datang kepada Allah dengan roh yang rendah hati dan dapat diajar, bukan dengan rencana-rencana dan kehendak kita yang sudah kita buat sebelum kita meminta kepada-Nya, tetapi dengan penyerahan, dengan kemauan untuk diajar dan dengan iman, maka adalah kesempatan kita untuk menuntut janji setiap jam setiap hari. Kita bisa tidak percaya kepada diri kita, dan kita perlu menjadi kecenderungan-kecenderungan kita supaya kita tidak mengikuti pikiran dan rencana-rencana kita dan berpikir bahwa itu adalah jalan TUHAN. Bapa surgawi kita adalah Pemerintah kita, dan kita harus tunduk kepada disiplin-Nya. Kita adalah anggota keluarga-Nya. Ia berhak atas pelayanan kita, dan jikalau salah seorang anggota keluarga-Nya memaksakan jalannya sendiri, memaksa melakukan apa yang dia senangi, maka roh itu akan mendatangkan kekacauan dan keadaan yang membingungkan. Kita tidak boleh mempelajari jalan kita, tetapi harus mempelajari jalan dan kehendak TUHAN.

Wednesday, April 28, 2010

TUHANKU DAN AKU

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Amos 3:3.


Henokh berjalan bersama Allah dan ia satu pikiran dengan Allah. Jikalau kita satu pikiran dengan Allah, kehendak kita akan ditelan oleh kehendak Allah dan kita akan mengikut kemana saja Allah menuntun kita. Sebagai seorang anak yang dikasihi memegang tangan ayahnya, dan berjalan bersama dia dalam kepercayaan penuh apakah dalam gelap atau terang, demikianlah anak laki-laki dan perempuan Allah berjalan bersama Yesus dalam sukacita atau dukacita. Para pengikut Kristus menyatakan ciri-ciri TUHAN mereka kepada dunia ini. Mereka tidak boleh lalai atau kurang perhatian kepada tugas mereka atau acuh tak acuh kepada pengaruh mereka, oleh karena mereka adalah wakil-wakil Yesus di dunia ini.

Mereka yang tidak berjalan dalam iman dan kesucian akan mendapati pemikiran datang kepada hadirat Allah sebagai suatu pemikiran teror. Mereka tidak suka memikirkan atau berbicara dengan Allah. mereka berkata dalam hati dan dalam tindakan mereka, “Menghindarlah dari kami, Ya Allah; kami tidak merindukan jalan-jalan-Mu.” Tetapi melalui iman kepada Yesus orang Kristen yang benar mengetahui pikiran dan kehendak Allah. ia mengerti dari pengalaman hidup sebagian dari panjangnya, dalamnya, luasnya dan tingginya kasih Allah yang melampaui segala pengetahuan. Jiwa mengasihi Allah senang mendapatkan kekuatan dari Dia dengan persekutan yang senantiasa dengan Dia. Bilamana telah menjadi kebiasaan jiwa berbicara kepada Allah, maka kuasa kejahatan dipatahkan, karena Setan tidak bisa tinggal dekat jiwa yang mendekat kepada Allah. jikalau Kristus menjadi sahabat kita, kita tidak akan menyukai pikiran-pikiran yang sia-sia dan yang tidak suci; kita tidak akan memanjakan diri dalam kata-kata yang tidak penting, yang akan mendukakan Dia yang sudah datang untuk menguduskan jiwa kita. Mereka yang sudah dikuduskan melalui kebenaran adalah rekomendasi yang hidup dari kuasa pengudusan tersebut, dan wakil-wakil dari TUHAN mereka yang sudah bangkit. Agama Kristus akan memurnikan cita rasa, menguduskan pertimbangan, mengangkat, menguduskan dan meluhurkan jiwa, membuat orang Kristen semakin cocok dengan malaikat-malaikat surgawi.

Tuesday, April 27, 2010

PERHATIKAN TUNTUNAN TUHAN

Lihat seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita sampai Ia mengasihani kita. Mazmur 123:2.


Anak-anak Allah harus memupuk suatu kepekaan yang tajam terhadap dosa. Adalah salah satu alat Setan yang paling berhasil untuk menuntun manusia kepada dosa-dosa kecil, membutakan mata mereka kepada bahaya pemanjaan diri pada perkara-perkara kecil, penyimpangan-penyimpangan kecil dari tuntunan Allah yang telah dikatakan dengan jelas. Banyak mereka yang kecut hatinya karena ngeri atas pelanggaran besar, telah dituntun untuk memandang dosa itu dalam masalah-masalah kecil sebagai akibat yang tidak penting. Tetapi dosa-dosa kecil ini memakan kehidupan kesalehan dalam jiwa.

Allah menuntut kita untuk membuktikan kesetiaan kita kepada-Nya dalam penurutan yang tak diragukan. Dalam memutuskan sesuatu hendaklah kita tidak semata-mata bertanya apakah sesuatu itu akan mengakibatkan bahaya, tetapi apakah itu bertentangan dengan kehendak Allah atau tidak. Kita harus belajar untuk tidak mempercayai diri sendiri, dan bergantung sepenuhnya kepada tuntunan dan dukungan Allah, kepada pengetahuan akan kehendak-Nya, dan kepada kekuatan-Nya untuk melakukannya. Kita harus banyak bersekutu dengan Allah. Permintaan doa yang tersembunyi, permintaan doa sementara dalam perjalanan, permintaan doa pada waktu malam, keinginan-keinginan hati terus dinaikkan kepada Allah – inilah satu-satunya keamanan kita. Dengan cara ini Henokh telah berjalan dengan Allah. Dengan cara ini pula teladan kita telah memperoleh kekuatan untuk menjalani jalan yang berduri dari Nazaret ke Golgota.

Kristus yang tidak berdosa, ke atas siapa Roh Kudus telah dianugerahkan dengan limpahnya, senantiasa mengakui ketergantungan-Nya kepada Allah, dan mencari persediaan segar dari Sumber Kekuatan dan hikmat. Betapa manusia fana harus merasakan kebutuhannya akan pertolongan dari Allah setiap jam dan setiap saat! Betapa cermatnya seharusnya ia mengikuti Tangan yang menuntun, betapa cermatnya menyimpan setiap firman yang telah diberikan untuk menjadi penuntun dan petunjuknya. Seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah seharusnya mata kita memandang kepada TUHAN Alalh kita. Perintah-perintah-Nya harus diterima dengan iman, dan menurutinya dengan setepat-tepatnya.

Monday, April 26, 2010

DENGARKANLAH SUARA ALLAH

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Mazmur 37:23.

Para pemuda dan pemudi sering berada pada posisi ketidakpastian mengenai apa yang hendak mereka kerjakan. Kecenderungan mereka menuntun mereka pada satu arah, dan Roh Kudus Allah menarik mereka kepada arah yang lain. Setan mendesakkan pencobaanya kepada mereka dan mendorong mereka untuk mengikuti kecenderungan hati alamiah mereka. Tetapi mereka yang rindu menjadi benar kepada Kristus akan mendengarkan suara yang berkata, “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya” (Yes 30:21). Mereka akan memutuskan untuk mengikut jalan kebenaran, meskipun itu lebih sulit untuk dijalani, dan lebih menyakitkan untuk diikuti daripada jalan hati mereka sendiri.

Kita perlu menerima hikmat Ilahi sehubungan dengan kehidupan sehari-hari agar kita boleh membuat pertimbangan yang tepat dan memilih jalan yang aman, karena itulah yang benar. Ia yang bertindak atas pertimbangannya sendiri akan mengikuti kecenderungan hati alamiahnya, tetapi ia yang pikirannya dibukakan kepada firman Allah akan mempertimbangkan setiap langkah kakinya dengan penuh doa, agar dengan demikian ia boleh memuliakan Allah dan tetap berjalan dalam jalan TUHAN. Ia akan mengingat bahwa “Kristus sendiri pun tidak menyenangkan diri-Nya sendiri,” dan ia akan menganggap hal itu suatu kesempatan besar untuk mengikuti jejak-Nya. Ia akan membawa kebingungannya kepada Allah dalam doa dan memohon tuntunan Dia yang menjadi pemilik-Nya. Ia akan menyadari bahwa ia adalah kepunyaan Allah – jiwa, tubuh, pikiran dan kekuatan.

Biarlah setiap pemuda melatih dirinya dalam bidang-bidang praktis, percaya kepada TUHAN dan tidak menuruti jalan-jalannya sendiri. “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau mengangap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan. Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperolah kepandaian. Ia lebih berharga daripada permata; apa pun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada ditangan kanannya, dan ditangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata” (Amsal 3:5-17)

Sunday, April 25, 2010

ENGKAU TIDAK PERCAYA PERKATAANKU

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Lukas 1:18.

Raja Daud membagi keimamatan menjadi 24 bagian. Pada tiap bagian imam-imam melayani dua kali setahun selama satu minggu, mulai hari Sabat jam 3.00 sore dan pelayanan selesai pada hari Sabat berikutnya jam 9.00 pagi. Pada peristiwa-peristiwa khusus semua yang 24 bagian itu diharapkan menghadiri bait suci. Imam-imam berkumpul setengah lingkaran dan diundi untuk menentukan siapa yang akan berperan serta. Setiap orang mengangkat jari satu atau dua kali untuk dihitung. Ketua bagian memilih nomor secara acak dan mulai menghitung jari-jari sampai mencapai jumlah. Pilihan yang pertama membersihkan mezbah korban bakaran dan menyediakan korban. Yang kedua membersihkan kaki dian dan mezbah dupa. Yang ketiga mempersembahkan dupa dan berdoa – tugas terpenting. Yang keempat membakar potongan-potongan korban pada mezbah dan menyelesaikan upacara tersebut.

Kesempatan memimpin pada mezbah emas atas nama bangsa Israel dianggap sebagai suatu penghormatan tinggi, dan dari segala sudut Zakharia layak untuk melakukan hal itu. Kesempatan ini biasanya diberikan kepada imam hanya sekali seumur hidup, dan inilah waktu terpenting dalam hidup. Memilih penolong untuk mengeluarkan arang yang sudah lama dari mezbah dan yang lain untuk meletakkan yang baru, Zakharia meletakkan dupa di atas arang. Pada saat bau harum asap itu naik ke Tempat Yang Mahatinggi, ia berdoa untuk bangsa Israel.
Tiba-tiba malaikat TUHAN tampak di sebelah kanan mezbah, sisi yang menyatakan persetujuan. Dengan takjub, Zakharia gagal mengenal tanda persetujuan tersebut dan ia ketakutan. Ucapan pertama malaikat itu adalah “Janganlah takut” (Luk 1:13). Gabriel, malaikat yang sama yang memberikan tanda kedatangan Mesias kepada Daniel, sekarang tampak untuk mengumumkan kelahiran putra Zakharia dan Elisabet. (Zakharia menunjukkan keragu-raguan bahwa dia dan istrinya bisa memperoleh seorang putra pada usia lanjut mereka.) Walaupun ia mengetahui sejarah Isak, ia lupa bahwa Allah memenuhi apa yang dijanjikan-Nya. Sebagai akibat ketidakpercayaannya, malaikat itu mengumumkan bahwa Zakharia akan bisa sampai kelahiran anak yang dijanjikan itu. Kelahiran putra Zakharia, sama dengan kelahiran anak Abraham, dan juga putra Maria, mengajarkan kebenaran kerohanian yang besar, kebenaran bahwa kita lambat belajar dan mudah melupakan. Kita tidak sanggup melakukan hal yang baik oleh diri sendiri; akan tetapi yang tidak dapat kita lakukan akan dilakukan oleh kuasa Allah pada jiwa yang berserah dan percaya.

Saturday, April 24, 2010

SUATU RENCANA: ALLAH BESERTA KITA

Firman itu telah menjadi Manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa. Yoh 1: 14.

Rencana penebusan tidak dibuat dengan terburu-buru. Hal itu menyatakan tabiat Allah sehingga diberikan-Nya Anak-Nya yang Tunggal sebagai tebusan bagi kita. Allah itu kasih, dan pemerintahan-Nya didasarkan atas prinsip kasih tersebut. Pertentangan yang hebat adalah system egois Setan bentrok dengan system Allah yang tidak egois. Ketika Lusifer mengatakan bahwa ia hendak “menyamai Yang Mahatinggi” (Yes 14:14), Kristus adalah Yang Mahatinggi. Yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:6,7). Kristus bukan saja merendahkan diri-Nya menjadi serupa dengan manusia tetapi dalam keadaan sebagai manusia Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (ayat 8)

Dari masa kekekalan Kristus Yesus TUHAN kita telah menjadi satu dengan Bapa, Dia adalah Citra Allah, citra Keagungan dan kebesaran-Nya, pancaran kemuliaan-Nya. Dia mengambil sifat manusia lalu dipadukan serta dibungkus dengan citra Keilahian-Nya. Sekiranya Kristus datang dalam kemuliaan dan kemegahan-Nya di surga, maka manusia tidak akan sanggup menahan cahaya terang wajah-Nya. Kristus tidak berhenti menjadi Allah ketika Dia menjelma menjadi Manusia. Kedua sifat itu dipadukan dan tidak dapat dipisahkan, akan tetapi masing-masing mempunyai perbedaan. Rahasia ini menggetarkan kita, namun kebesaran penjelamaan itu tidak berakhir di situ. Firman itu telah bersama-sama dengan Allah dari zaman kekekalan namun Dia telah memilih untuk menjadi daging agar Dia dapat menebus kita dari dosa! Kita selamanya dan secara unik dihubungkan dengan Allah Bapa. melalui Anak-Nya sekali lagi kita menjadi anggota-anggota keluarga Allah. Dunia kita yang kecil di bawah kutuk dosa yakni sebuah titik gelap pada ciptaan-Nya yang mulia, akan dihormati di atas semua dunia lain di alam sejagat Allah. Di sini dimana Anak Allah berkemah dengan manusia; di mana Raja kemuliaan telah tinggal dan menderita dan mati – di sini, ketika Dia akan menjadikan segala sesuatu menjadi baru, bait suci allah akan bersama-sama dengan manusia. Kristus meninggalkan istana surga agar kita selamanya dapat disebut putra-putri Allah.

Friday, April 23, 2010

KEBESARAN ADALAH MELAYANI

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkah untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Markus 10:45.

Murid-murid itu sangat marah, masing-masing sedih karena teman mereka sepertinya telah mencuri posisi yang terbaik sementara mereka sendiri segan memintanya untuk mereka. Perselisihan akan supremasi belum juga berakhir, disini pada hari-hari terakhir dari pelayanan Kristus, kita melihat kebenaran yang menyedihkan digambarkan. Murid-murid itu masih tidak menghargai orang lain lebih dari mereka sendiri. Kelihatannya mereka tetap yakin bahwa seseorang yang memimpin mendapatkan pendidikan, pengaruh, kekayaan atau posisi keluarga yang lebih maju. Bagi mereka agama sama sekali menyangkut otoritas. Yesus sudah mengajarkan bahwa tidak ada posisi yang lebih tinggi daripada menjadi seorang hamba. Murid-murid itu telah melupakan nasihat-Nya. Perselisihan mereka mengenai yang terbesar telah membuat Dia berkata, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayanan dari semuanya” (Mat 18:4). Dunia kita menghargai orang kuat, tetapi Kristus memanggil orang kuat untuk melayani orang lemah, Allah memberikankita kuasa untuk memlihara dan melayani.
Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi. Tidaklah demikian diantara kamu, barang siapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Markus 10:42-45). Kristus sedang membangun sebuah kerajaan dengan prinsip-prinsip yang berbeda. Dia memanggil manusia bukan untuk memerintah, tetapi untuk melayani, yang kuat memikul kelemahan orang yang lemah. Kekuasaan, kedudukan, talenta, pendidikan, memberi para pemiliknya kewajiban yang lebih besar untuk melayani sesamanya. Kasih yang tidak mementingkan diri adalah ukuran dari kebesaran yang benar. Hidup Yesus sungguh suatu kehidupan yang melayani. Pada keseluruhan pelayanan-Nya, Dia tidak mengambil keuntungan seperti rabi-rabi Yahudi, Dia tidak mempunyai apa-apa yang Dia bisa sebutkan menjadi milik-Nya, Dia tidak pernah menggunakan kuasa Keallahan untuk keuntungan diri-Nya. Yesus adalah teladan kita. Bilamana diberikan kesempatan-kesempatan untuk membagikan misi TUHAN kita, kita harus mencari penghargaan yang benar.

Wednesday, April 21, 2010

TETAP SIAP SEDIA

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. Matius 24:44.

Kita tidak sanggup melihat ke masa depan yang sering membuat kita cemas, gelisah dan tidak bahagia. Tetapi salah satu bukti paling besar bahwa kita memiliki kasih kebaikan Allah adalah dengan menyembunyikan peristiwa-peristiwa hari esok. Ketidaktahuan kita akan hari esok membuat kita lebih giat dan sungguh-sungguh sekarang ini. Kita tidak bisa melihat apa yang ada di hadapan kita. Rencana paling canggih kita pun kadang-kadang kelihatan tidak bijaksana dan salah. Kita sering berpikir, “Kalau saja kita mengetahui hari esok!” Tetapi Allah mau anak-anak-Nya percaya kepada-Nya dan siap sedia pergi kemana dtuntun-Nya. Kita tidak mengetahui waktunya yang tepat kapan TUHAN kita Nampak di awan-awan di langit, tetapi telah dikatakan-Nya kepada kita bahwa keamanan kita satu-satunya ialah tetap siap sedia, dalam posisi berjaga dan menunggu.

Kita tidak melakukan kehendak Allah jikalau kita menunggu dengan bermalas-malas. Ia telah memberikan pekerjaan kepada setiap orang dan Ia mengharap masin-masing melakukan bagiannya dengan giat dan setia. Penolakan terhadap dosa harus dilakukan seperti belum pernah sebelumnya – terhadap kuasa-kuasa kegelapan. Waktu menuntut kegiatan berupa tekad yang teguh dari mereka yang percaya kepada kebenaran masa kini. Mereka harus mengajarkan kebenaran itu oleh pengajaran dan teladan. Jikalau kelihatannya waktu menunggu kedatangan Pembebas itu begitu lama, jika didera oleh pendertiaan dan dirusak oleh kerja keras, kita merasa tidak sabar untuk mengakhiri tugas kita, dan menerima kebebasan terhormat dari peperangan, marilah kita ingat dan biarlah ingatan ini menghentikan setiap sungutan, bahwa Allah meninggalkan kita di dunia ini menghadapi badai dan pertentangan, untuk menyempurnakan tabiat Kristen, untuk lebih mengenal Allah Bapa kita dan Krsitus Yesus, dan melakukan pekerjaan bagi TUHAN kita untuk memenangkan banyak jiwa kepada Kristus, agar dengan hati yang gembira kita boleh menerima ucapan, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:23).

Tuesday, April 20, 2010

ANUGERAH KERENDAHAN HATI

Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus namanya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. Yes 57:15.

Anugerah kerendahan hati harus dihargai oleh setiap orang yang menyebut nama Kristus, karena sifat meninggikan diri sendiri tidak mendapat tempat dalam pekerjaan TUHAN. Mereka yang bekerja sama dengan TUHAN harus menyalibkan dirinya setiap hari, membelakangkan ambisi-ambisi duniawi. Mereka harus tabah dan baik hati, penuh belas kasihan dan kelembutan kepada orang-orang di sekeliling mereka. Kerendahan hati yang benar adalah pertanda bahwa kita memandang Allah dan bahwa kita bersatu dengan Yesus Kristus. Kecuali kita lembah lembut dan rendah hati kita tidak bisa mengatakan bahwa kita mempunyai konsepsi yang benar mengenai tabiat Allah. Boleh saja orang berpikir bahwa mereka melayani Allah dengan setia; bakat-bakat, pengetahuan, kefasihan berbicara atau semangat mereka bisa menyilaukan mata, menyenangkan pikiran, dan membangkitkan kekaguman mereka yang tidak bisa melihat pada dasarnya, tetapi kecuali semua kebolehan ini dipersembahkan kepada Allah dengan rendah hati, mereka akan dianggap Allah sebagai hamba yang tidak berguna.

Allah telah lama menunggu para pengikut-Nya untuk menyatakan kerendahan hati yang benar agar Ia bisa mencurahkan berkat-berkat yang limpah kepada mereka. Mereka yang mempersembahkan kepada-Nya korban jiwa yang hancur dan remuk akan tersembunyi di celah batu dan akan memandang Anak Domba Allah, yang mengangkut dosa isi dunia ini. Sementara Yesus, Penanggung dosa, sang Korban yang sempurna, semakin jelas kelihatan, bibir mereka mengucapkan puji-pujian yang paling tinggi. Semakin mereka melihat tabiat Kristus, mereka menjadi semakin rendah hati, dan mereka mengganggap diri mereka lebih rendah. Diri sendiri menjadi hilang dalam kesadaran mereka mengenai ketidakberhargaan mereka dan keajaiban kemuliaan Allah. Mereka yang menghargai perjalanan kudus dan bahagia bersama Allah, yang menghargai kekuatan yang dibawa oleh pengetahuan mengenai Dia, akan melakukan segalanya asal mereka mau memandang firman-Nya, dan di setiap tempat dan dalam setiap situasi mereka akan berdoa agar mereka bisa diizinkan untuk melihat kemuliaan-Nya.

Monday, April 19, 2010

MUTIARA YANG SANGAT BERHARGA

Demikianlah pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. Matius 13: 45,46

Mutiara yang indah melambangkan harta Kristus yang sangat berharga, sebagimana emas tersembunyi di ladang. Dalam Kristus kita mempunyai segala sesuatu yang perlu bagi kita dalam hidup di dunia ini, dan yang membawa sukacita di dunia yang akan datang. Seluruh uang yang ada di dunia ini tidak akan bisa membeli karunia perdamaian dan kelegaan dan kasih. Karunia-karunia ini diberikan kepada kita melalui iman kepada Kristus. Kita tidak bisa membeli karunia ini dari Allah; kita tidak mempunyai apa-apa yang dapat digunakan untuk membelinya. Kita adalah harta milik Allah, oleh karena pikiran jiwa dan tubuh kita telah dibeli oleh tebusan hidup Anak Allah.

Lalu bagaimanakah caranya bisa membeli harta kekal? Hanyalah dengan mengembalikan kepada Yesus milik-Nya, menerima Dia masuk ke adalam hati oleh iman. Hanyalah dengan kerja sama dengan Allah; hanyalah dengan menangggung kuk bersama Kristus; hanyalah dengan mengagkat beban-Nya. TUHAN Yesus meletakkan mahkota kerajaan-Nya, Ia meninggalkan kedudukan-Nya yang tinggi, Ia menutupi Keilahian-Nya dengan kemanusiaan, agar melalui kemanusiaan Ia boleh mengangkat manusia itu. Ia begitu menghargai umat manusia sehingga ia menjadi pengganti dan penjamin manusia. Ia memberikan jasa-jasa-Nya kepada manusia, dan dengan demikian mengangkat manusia itu dalam timbangan nilai moral bersama Allah.

Kristuslah korban pendamaian, Ia meninggalkan kemuliaan surga, Ia meninggalkan kekayaan-Nya, Ia mengesampingkan kehormatan-Nya, bukan untuk menciptakan kasih dan perhatian bagi manusia dalam hati Allah, tetapi untuk menjadi eksponen atau teladan kasih yang ada dalam hati Bapa. Yesus membayar seluruh harga kekayaan-Nya dan mengambil kemanusiaan, Ia turun kepada kehidupan kemiskinan dan kehinaan, supaya Ia bisa mencari dan menyelamatkan manusia yang sudah hilang. Melalui kasih karunia Kristus kita bisa dikuatkan dan dimatangkan, sehingga walaupun sekarang kita tidak sempurna, kita bisa menjadi sempurna dalam Dia. Kita telah menggadaikan diri kepada Setan, tetapi Kristus telah datang untuk menebus kita. Kita tidak bisa membeli apapun dari Allah. Hanya oleh kasih karunia, karunia cuma-cuma Allah dalam Kristus yang boleh menyelamatkan kita.

Sunday, April 18, 2010

SEBUAH DOA UNTUK KITA

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Yohanes 17:17.

Pada saat hampir meninggalkan murid-murid-Nya, Yesus menyerahkan pemeliharaan mereka kepada Bapa-Nya. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada didalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (Yoh 17:11). Lebih lanjut Ia berkata, Aku tidak meminta Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. (ayat 15). Murid-murid mempunyai misi yang harus diselesaikan untuk membawa Injil kepada dunia, kebutuhan mereka yang pertama adalah menumbuhkan sifat Kristus. Bagaimanakah mereka melakukannya? Kristus menjawab, Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. (ayat 17).

Manusia telah lama mencari-cari untuk mengetahui terdiri dari apakah kebenaran itu. Sedangkan Pilatus bertanya, “Apakah kebenaran itu” (Yoha 18:38). Yesus mengatakan: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31,32). Firman TUHAN dinyatakan sebagai kebenaran, Alkitab menyatakankepada kita akan tabiat Allah dan tabiat Yesus Kristus. Kita akan menjadi ciptaan baru dengan menjadikan firman Allah bagian dari kehidupan kita. Jikalau pengetahuan itu penting, demikian juga perkembangan tabiat. Yesus berkata: “Barang siapa tinggal di dalam Aku, ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar” (Yoh 15:6). Keselamatan adalah bersyarat yakni tinggal dalam Kristus sampai akhir. Jika Anda ingin mengenal lebih dekat Juruselamat pelajarilah Kitab Suci. Ini adalah pekerjaan hati. Penyucian Alkitab adalah mengetahui apa tuntutan Allah dan menuruti

Saturday, April 17, 2010

JAGALAH PERKATAANMU

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia. Efesus 4:29.



Seorang guru tengah menjelaskan ke¬pada para muridnya tentang kekuatan kata-kata terhadap reaksi seseorang. Seorang muridnya berdiri dan memprotes, “Saya tidak setuju, Guru. Mana mungkin kata-kata punya efek besar terhadap diri kita!” Sang Guru membentak, “Duduk! Dasar anak bodoh!” Muka murid itu merah padam, malu bercampur marah, “Saya tidak menyangka Guru bisa berkata sekasar itu.” Sang guru berkata dengan suara lem¬but, “Maafkan saya yang terbawa perasaan. Saya benar-benar menyesal.” Murid itu pun menjadi tenang. Kemudian sang guru berkata lagi, “Lihat, hanya diperlukan beberapa kata untuk membangkitkan amarahmu dan dibutuhkan beberapa kata juga untuk menenangkan dirimu. Itulah kekuatan kata-kata!” Tidak sedikit masalah yang terjadi dalam hidup kita bersumber dari ketidakmampuan kita memilih kata-kata yang keluar dari mulut. Firman Tuhan hari ini mengingatkan, betapa berbahayanya jika kita tidak mampu menguasai lidah kita; tidak bijak memilih dan memilah perkataan yang terucap. Yakobus membandingkan lidah dengan api, yang walaupun kecil, dapat membakar hutan yang besar (ayat 5). Api bisa bermanfaat, tetapi juga bisa menghanguskan. Seperti itulah lidah. Maka, betapa pentingnya kita mengendalikan lidah. Berkata-kata hanya kalau itu bermanfaat, membawa berkat—meneduhkan, menghibur, menguatkan, memotivasi. Sebaliknya, kalau kita tahu itu tidak ada faedahnya apa-apa, tidak jelas kebenarannya, bahkan mungkin menyakiti orang lain, mendemotivasi, membuat perpecahan dan memanaskan suasana, lebih baik kita tidak usah berbicara. Dalam situasi demikian, diam berarti emas.

Friday, April 16, 2010

KRISTUS SEGALA-GALANYA BAGI KITA

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. 1 Kor 1:30.

Pertumbuhan dalam pengetahuan akan tabiat Kristuslah yang menguduskan jiwa. Mengerti dan menghargai pekerjaan penebusan yang ajaib mengubahkan dia yang merenungkan rencana keselamatan. Dengan memandang Kristus ia berubah kepada gambar yang sama, sebagaimana oleh Roh Allah, dari kemuliaan kepada kemuliaan. Memandang kepada Yesus menjadi suatu proses pemuliaan dan pemurnian, kesempurnaan tabiat Kristus adalah inspirasi orang Kristen. Janganlah sekali-kali Kristus hilang dari pikiran. Para malaikat berkata mengenai Dia, “Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:21). Yesus, Juruselamat yang mulia! Jaminan, pertolongan, keamanan dan perdamaian, semuanya ada di dalam Dia. Ia adalah penghapus semua keragu-raguan kita, Ia adalah pengharapan kita yang sesungguhnya. Betapa berharganya pemikiran bahwa kita bisa benar-benar turut ambil bagian dalam sifat Ilahi, dengan mana kita bisa menang sebagaimana Kristus telah menang! Yesus adalah kepenuhan pengharapan kita. Ia adalah lagu nyanyian kita, bayangan batu besar dalam tanah yang gersang. Ia adalah air hidup kepada jiwa yang dahaga. Ia adalah perlindungan kita dari topan badai. Ia adalah kebenaran kita, pengudusan dan penebusan kita.

Kuasa Kristus menjadi penghiburan, pengharapan, mahkota sukacita bagi setiap orang yang mengikut Yesus dalam kepicikannya, dalam pergumulannya dalam hidup. Ia yang benar-benar mengikut Anak Domba Allah, yang mengangkut dosa isi dunia ini, bisa berseru sementara ia maju, “Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia ini: iman kita” (1 Yoh 5:4). Iman jenis apakah itu yang mengalahkan dunia ini? Itu adalah iman yang membuat Kristus Juruselamat pribadimu – iman yang mengetahui ketidakberdayaanmu,ketidakmampuanmu untuk menyelamatkan dirimu sendiri, yang berpegang kepada Penolong yang mampu menyelamatkan, sebagai satu-satunya harapanmu. Itu adalah iman yang tidak akan tawar hati, yang mendengarkan suara Kristus yang berkata, “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia ini, dan kekuatan Ilahi-Ku menjadi bagianmu.” Lihatlah Aku menyertai engkau selama-salamanya.

Thursday, April 15, 2010

TUHAN ADALAH PENOLONGKU

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita berkata: “TUHAN adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Ibrani 13:5,6.


Kita harus berperang setiap hari, setiap jam, melakukan peperangan iman. Anda akan menemui banyak pencobaan, tetapi jika Anda bertahan dengan gigih, pencobaan itu akan memurnikan dan menyucikan, memuliakan dan meninggikan Anda secara rohani. Kesusahan besar akan menimpa dunia ini, dan kuasa Setan akan menggerakkan dengan sangat, kuasa-kuasa dari bawah untuk mendatangkan penderitaan, malapetaka dan kebinasaan. Pekerjaannya adalah untuk mendatangkan segala kesengsaraan kepada umat manusia sejauh yang mungkin dilakukannya. Dunia ini adalah arena tindakannya, tetapi kegiatannya dibatasi. Ia tidak boleh berbuat lebih dari yang diijinkan oleh TUHAN.

Oh, betapa TUHAN kita penuh dengan kasih karunia! “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr 13:5). “Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku (Yes 49:16). Roh Kudus akan diberikan dengan Cuma-Cuma. Pikirkanlah, Dia lebih suka memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta daripada orangtua memberikan pemberian yang baik kepada anak-anak mereka. Lalu marilah kita bersukacita, marilah kita bergembira. Janganlah kita memandang kepada pekerjaan neraka kuasa-kuasa kegelapan supaya pengharapan dan keberanian jangan gagal. Yesus hidup dan kita harus membiarkan iman kita menembus kegelapan dan beristirahat dalam terang, bersukacita dalam terang Matahari Kebenaran.

Yesus hidup untuk mengadakan pegantaraan untuk kita. Sementara kekelaman dan kegelapa menutupi seluruh dunia, hidup kita akan aman jikalau berlindung pada Yesus dalam Allah, Juruselamat yang indah. Pada-Nya saja pengharapan kita akan kehidupan yang kekal berpusat. Maka kita akan membicarakan iman, membicarakan pengharapan, membicarakan keberanian dan memantulkan terang ke segala penjuru. Kristus berkata, Kamu adalah terang dunia, Kota yang terletak diatas gunung. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:14-16). Iman harus menembusi awan yang paling gelap. Percaya yang sederhana dan sungguh-sungguh kepada Allah akan memuliakan nama-Nya, dan didalam percaya itu Anda boleh benar dalam TUHAN. Puji TUHAN, Pujilah Dia dan muliakanlah Allah oleh karena kasih-Nya yang tiada bandingannya.