Tuesday, June 29, 2010

TANDA-TANDA PENGUDUSAN YANG BENAR

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, TUHAN kita. 1 Tes 5:23.


Pekerjaan pengudusan bermula dari hati, dan kita harus mempunyai hubungan yang demikian rupa dengan Allah agar Yesus dapat membentuk kita. Kita harus mengosongkan diri sendiri untuk memberi tempat bagi Yesus, tetapi betapa banyak orang yang hatinya dipenuhi oleh berhala-berhala sehingga tidak ada tempat bagi Penebus dunia. Dunia ini menawan hati manusia. Mereka memusatkan perhatian dan kasih sayangnya kepada usaha, kedudukan dan keluarga mereka. Mereka berpegang kepada pendapat-pendapat dan jalan-jalan mereka, dan menyenanginya sebagai berhal-berhala dalam jiwa. Hati harus dikosongkan dari diri sendiri, tetapi bukan ini saja yang diperlukan karena bilamana kita telah membuangkan berhal-berhala kita, kekosongan itu harus diisi.

Pada waktu Anda mengosongkan hati dari diri sendiri, Anda harus menerima kebenaran Kristus, berpeganglah kepadanya dalam iman. Jikalau Anda membuka pintu hatimu, Yesus akan mengisi kekosongan itu dengan karunia Roh-Nya lalu Anda akan menjadi penghkotbah yang hidup di rumah tanggamu, di gerejamu dan di dunia ini. Anda bisa membagikan terang, karena sinar terang Matahari Kebenaran sedang bersinar atasmu. Kehidupanmu yang rendah hati, pembicaraan yang kudus, kejujuran dan intergritas Anda, akan mengatakan kepada semua orang di sekelilingmu bahwa Anda adalah anak Allah, pewaris surga, bahwa Anda tidak membuat dunia ini sebagai tempat tinggalmu, melainkan Anda adalah musafir dan orang asing di sini, yang sedang mencari negeri yang lebih baik, bahkan yang surgawi.

Untuk menjaga dunia ini dalam pengabdiannya yang pantas, perlu mempunyai lebih dari sekadar iman dalam Kristus yang biasa saja. Banyak yang setuju kepada kenyataan bahwa Yesus adalah Anak Allah namun gagal memiliki iman yang menyelamatkan. Yesus haruslah segala-galanya bagi jiwa. Anda harus percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat pribadimu yang sempurna. Pengudusan yang benar akan nyata oleh perhatian yang teliti kepada semua perintah-perintah Allah, oleh peningkatan yang cermat setiap talenta, oleh percakapan yang berhati-hati, oleh menyatakan dalam setiap tindakan kelembutan Kristus.

Monday, June 28, 2010

SATU KELUARGA DALAM KRISTUS

Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam surga dan di bumi menerima nama-Nya. Efesus 3:14,15.


Melalui iman dalam Kristus kita menjadi keluarga kerajaan, ahli waris Allah, dan bersama-sama menjadi ahli waris dengan Yesus Kristus. Di dalam Kristus kita adalah satu, sementara kita datang memandang Golgota, dan memandang penderita kerajaan yang dalam sifat alamiah manusia memikul kutuk hukum demi kita, semua perbedaan kebangsaan, semua perbedaan golongan agama dihapuskan; semua kehormatan kedudukan, semua kebanggaan kasta dihilangkan. Terang yang bersinar dari takhta Allah ke atas salib Golgota mengakhiri perbedaan untuk selama-lamanya antara golongan dan ras buatan manusia. Manusia dari semua golongan menjadi anggota dari satu keluarga, anak-anak Raja surgawi, bukan melalui kuasa duniawi, tetapi melalui kasih Allah yang memberikan Yesus mengalami hidup kemiskinan, penderitaan dan kehinaan, mati dalam kehinaan dan penderitaan, supaya Ia bisa membawa laki-laki dan perempuan ke dalam kemuliaan.

Bukan kedudukan, bukan hikmat tertentu, bukan keahlian, bukan sumbangan atau kebajikan seseorang yang membuat tinggi kedudukannya dalam anggapan Allah. kepintaran, pertimbangan, bakat manusia adalah karunia Allah yang akan digunakan untuk kemuliaan-Nya, untuk membangun kerajaan-Nya yang kekal. Tabiat kerohanian dan morallah yang berharga di pemandangan Surga, dan itu akan menyelamatkan nyawa. Semua yang diperhitungkan layak menjadi anggota keluarga Allah di surga, akan mengenali satu sama lain sebagai anak-anak laki-laki dan perempuan Allah. Mereka akan menyadari bahwa mereka menerima kekuatan dan pengampunan dari sumber yang sama, dari Yesus Kristus yang telah disalibkan oleh karena dosa-dosa mereka. Mereka mengetahui bahwa mereka harus membasuh jubah tabiat mereka dalam darah-Nya, mencari perkenaan Bapa dalam nama-Nya, jikalau mereka akan berada dalam perkumpulan orang-orang kudus, yang berpakaian jubah putih kebenaran. Keluarga itu dinamai menurut nama Bapa. Mereka yang memasuki rumah surgawi akan tertulis di dahi mereka nama Bapa dan nama kota Allah. Mereka akan membawa nama surgawi itu dan mengambil bagian dalam sifat Ilahi.

Sunday, June 27, 2010

UKURAN ALLAH MENGENAI TABIAT SAYA

Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengna orang-orang tertentu yang memujikand diri sendir. Mereka mengukur dirinya dnegna ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dnegna diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! 2 Kor 10:12.

Banyak orang yang mengukur diri mereka di antara mereka sendiri, dna membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan orang lain. Hal ini tidak seharusnya terjadi. Tidak ada yang lain kecuali Kristus yang diberikan sebagai teladan. Ia adalah teladan kita yang benar dan setiap orang harus berusaha untuk meniru-Nya. Menjadi orang Kristen tidaklah semata-mata mengambil nama Yesus Kristus, tetapi mengambil pikiran Yesus, menyerahkan diri kepada kehendak Allah dalam segal perkara, banyak orang yang mengaku orang Kristen masih harus mempelajari pelajaran penting dan agung ini. Banyak orang hanya seikit mengetahui apa artinya menyangkali diri demi Kristus. Mereka tidak mempelajari bagaimana sebaiknya mereka memuliakan Allah dan memajukan pekerjaan-Nya. Tetapi yang dipikrkan hanya diri sendiri, bagaimana bisa memuaskannya? Agama yang seperti itu tidak ada gunanya. Pada hari TUHAN mereka akan ditimbang dan terdapat ringan.

Apa yang boleh dikatakan orang, apa pendapat mereka mengenai kita, mungkin tidak banyak artinya. Pertanyaan yang menjadi perhatian kita ialah, apakah ukuran Allah mengenai tabiat saya? Mereka yang memperlakukan seseorang dengan tindakan-tindakan yang salah tidak berada di pihak Allah, tetapi dipihak musuh. Tetapi akau tidak berbuat demikian kata Nehemia, karna takut akan Allah (Neh 5:15). Setiap jiwa harus memeprsiapkan dirinya kepada pertentangan rohani yang ada di hadapan kita. Rencana-rencana duniawi, kebiasaan-kebiasaan dunia, kepura-puraan dunia bukan bagian kita. Kita harus berkata, Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. mementingkan diri sendiri, ketidakjujuran, kelicikan, mencoba menyusup ke dalam hati. Biarlah kita tidak memberikan tempat kepada perkara-perkara tersebut dalam hati kita. Nehemia memusatkan pandangannya kepada kemuliaan Allah, oleh ketetapan tindakannya ia memberikan bukti bahwa ia adalah seorang Kristen yang berani. Hati nuraninya dibersihkan, dimurnikan dan diagungkan oleh penurutan kepada Allah. Ia menolak menyeleweng dari prinsip-prinsip Kekristenan. Kepada semua yang percaya kepada Kristus diletakkan suatu kewajiban untuk berjalan bermanfaat dalam tugas kepada mana mereka dipanggil, untuk menyatkana tabiat Kristus. Salib Kristus akan menghormati orang Kristen yang menghormatinya.

Saturday, June 26, 2010

KESATUAN DENGAN KRISTUS DAN BAPA

Supaya mereka semua menjadi satu sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku. Yoh 17:21.


Biarlah kata-kata ini sering diulang-ulangi dan biarlah setiap jiwa melatih pikran dan rohnya dan tindakannya setiap hari agar ia boleh mengenapi doa Yesus Kristus ini. Ia tidak meminta hal-hal yang tidak mungkin dari Bapa-Nya. Ia mendoakan hal-hal yang harus ada pada murid-murid-Nya dalam hubungannya satu sama lain, kesatuan dan persatuan mereka dengan Allah dan Yesus Kristus. Sesuatu yang kurang dari ini tidak mencapai kesempurnaan tabiat Kristen. Mata rantai kasih yang mengikat hati orang-orang percaya dalam kesatuan dalam ikatan persekutuan dan kasih dan dalam kesatuan dengan Kristus dan Bapa, membuat hubungan menjadi sempurna dan membawa kesaksian kepada duni ini mengenai kuasa Kekristenan yang tidak dapat dilawan. Kemudian rasa mementingkan diri sendiri akan dihapus dan ketidaksetiaan tidak akan timbul. Tidak akan ada lagi pertentangan dan perpecahan. Tidak ada kedegilan pada setiap orang yang terikat kepada Kristus. Tak seorang pun akan bertindak keras kepala yang sukar dikendalikan, yang menuntunnya memilih tersandung sendiri.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku mengasihi kamu demikian pula kamu saling mengasihi. Dengan dmeikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi (Yoh 13:34,35). Setan mengerti kuasa kesaksian seperti itu kepada dunia ini mengenai kasih karunia yang bisa mengubahkan tabiat. Ia tidak senang bahwa terang seperti itu bersinar dari mereka yang mengaku percaya pada Yesus Kristus, dan ia akan melakukan segala usaha yang dapat memutuskan mata rantai emas yang menghubungkan hati dengan hati semua mereka yang percaya kepada kebenaran dan mengikat mereka dalam persatuan yang erat dengan Bapa dan Anak-Nya. Kita percaya kepada Yesus Kristus. Kita memeprsatukan jiwa kita dengan Kristus. Ia berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh 15:16,17).

Friday, June 25, 2010

MELAYAKKAN UNTUK SURGA

Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik, yaitu satu tanah air surgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. Ibrani 11:16.

Kita mengaku bahwa kita adalah musafir dan orang asing di dunia ini, yang sedang berjalan menuju suatu negeri yang lebih baik, bahkan suatu negeri surgawi. Jikalau kita benar-benar hanya singgah saja di dunia ini, yang sedang berjalan menuju sebuah negeri di mana hanya orang kudus boleh tinggal di sana, maka pertama kita harus mengetahui dengan baik negeri itu; kita harus bertanya mengenai persiapan yang diperlukan untuk memasuki negeri itu, tata cara dan tabiat yang harus kita miliki agar boleh menjadi warga Negara di sana. Yesus, Raja negeri itu, adalah murni dan suci. Ia telah memerintahkan para pengikut-Nya, Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1Pet 1:16). Jikalau di negeri itu kita akan bergaul dan bersekutu dengan Kristus dan malaikat-malaikat yang tidak berdosa, kita harus berusaha melayakkan diri kita kepada masyarakat yang seperti itu di sini.

Inilah tugas kita, tugas kita yang paling penting. Pertimbangan dan perhatian lain adalah hal kecil. Percakapan kita, perbuatan kita, setiap tindakan kita, haruslah sedemikian rupa sehingga menyakinkan keluarga kita, tetangga kita dan dunia ini yang kita harapkan tidak lama lagi dipindahkan ke negeri yang lebih baik itu. Mereka yang imannya setiap hari diteguhkan dan dikuatkan oleh pekerjaan-pekerjaan mereka akan menjadi biasa dengan penyangkalan diri dalam menekan nafsu makan, mengendalikan keinginan-keinginan, menyelaraskan setiap pikiran dan perasaan dengan kehendak Ilahi. Negeri ke mana kita sedang berjalan dalam segala hal jauh lebih menarik daripada tanah Kanaan bagi bangsa Israel dahulu. Apakah yang memperlambat kemajuan mereka memasuki negeri yang baik yang mereka sudah lihat? Kita sedang berdiri di perbatasan Tanah Kanaan surgawi. Kita boleh, kalau kita mau, melihat ke seberang dan memandang keindahan tanah yang baik itu. Jika kita percaya kepada janji-janji Allah, kita akan menyatakannya dalam pembicaraan dan perbuatan kita bahwa kita tidak tinggal di dunia ini, tetapi membuat persiapan untuk memasuki negeri kudus itu sebagai tugas kita yang utama.

Thursday, June 24, 2010

IMAN MELIHAT DI BALIK KEGELAPAN

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia. Maz 37:3.



Percayalah kepada TUHAN. Tiap-tiap hari ada beban, kekuatiran dan kebingungannya sendiri, dan bilamana kita bertemu betapa kita bersedia membicarakan kesulitan dan pencobaan kita. Sebagian orang selalu takut dan gelisah tanpa alasan. Setiap hari mereka dikelilingi oleh tanda-tanda kasih Allah, setiap hari mereka menikmati kelimpahan pemeliharaan-Nya, tetapi mereka tidak memperhatikan berkat-berkat sekarang ini. Mengapa kita tidak berterimakasih dan selalu ragu? Yesus adalah sahabat kita. Seluruh surga menaruh perhatian kepada kesejahteraan kita dan kecemasan serta kekuatiran kita mendukakan Roh Kudus Allah. kita tidak boleh hanyut dalam kekuatiran yang hanya menjengkelkan dan merusakkan kita saja, tetapi tidak menolong kita untuk menanggung pencobaan. Tidak boleh memberikan tempat kepada kebimbangan yang akan menuntun kita untuk tidak membuat persediaan kepada kebutuhan utama bagi kehidupan yang akan datang, seolah-olah kebahagiaan kita hanya terdiri dari perkara-perkara duniawi saja.

Anda mungkin bingung dalam usaha dagang; harapanmu mungkin semakin gelap dan terancam akan rugi. Tetapi jangalah tawar hati; serahkanlah kekuatiranmu kepada Allah dan tetaplah tenang dan gembira,mulailah setiap hari dengan doa yang sungguh-sungguh, jangan lupa memberikan pujian dan ucapan syukur kepada Allah, mintalah akal budi untuk mengatur masalahmu dengan bijaksana sehingga dengan demikian mencegah kerugian dan malapetaka. Lakukanlah segala sesuatu yang bisa Anda lakukan untuk membawa hasil yang memuaskan. Bilamana sambil bergantung kepada Penolongmu yang telah teruji Anda telah melakukan segala sesuatu yang bisa Anda lakukan, terimalah hasilnya dengan gembira. Tidak selamanya menguntungkan dari sudut pandang duniawi, tetapi mungkin keberhasilan adalah sesuatu yang paling buruk bagimu. Kita mau memusatkan pandangan kita kepada Allah atas segala masalah dalam hidup kita; kita mau mempunyai iman yang hidup yang berpegang teguh kepada janji-janji Allah, tidak perduli betapa gelapnya harapanmu. Kita tidak memandang kepada perkara-perakara yang kelihatan, dan menilai dari sudut pandang dunia dan diatur menurut prinsip-prinsip dunia, tetapi kita memandang kepada perkara-perakra yang tidak kelihatan, yang kekal.

Wednesday, June 23, 2010

HARI SABAT

Anak Manusia adalah TUHAN atas hari Sabat. Lukas 6:5.


Hari Sabat adalah bagian dari sepuluh hukum, akan tetapi itu bukanlah untuk pertama kalinya dinyatakan sebagai hari perhentian. Orang-orang Israel sudah tahu tentang Sabat sebelum mereka tiba di Sinai (Lihat Keluaran 16:28). Sabat bukanlah hanya untuk orang Israel tetapi untuk dunia. Ketika orang-orang Yahudi menyimpang dari TUHAN dan gagal untuk menjadikan kebenaran Kristus menjadi milik mereka melalui iman, Sabat kehilangan keistimewaannya bagi mereka. Di zaman Yesus, Sabat telah begitu diselewengkan dari tujuannya yang semula sehingga pemeliharaanya menunjukkan tabiat manusia yang mementingkan diri dan tak terkendali daripada tabiat Bapa di surga yang penuh kasih. Para rabi membawa orang banyak untuk melihat Allah sebagai orang yang kejam dan mengira bahwa pemeliharaan Sabat, seperti yang dituntut-Nya, akan membuat hati manusia keras dan kejam. Adalah tugas Yesus untuk membuang pengertian-pengertian yang salah ini.

Pada hari Sabat murid-murd Yesus memetik gandum yang ada di sisi jalan ketika mereka sedang berjalan dan memakan biji-bijinya. Para mata-mata rabi melaporkan hal ini sebagai pelanggaran yang berganda – menuai gandum dan memecahkannya pada hari Sabat. Yesus membatalkan tuntutan-tuntutan yang tidak berdasar dari para pemimpin agama itu dan menekankan bahwa murid-murid-Nya tidaklah bersalah. Hal yang penting untuk menyelesaikan pekerjaan TUHAN adalah layak dilakukan pada hari Sabat. Adalah benar untuk melakukan hal yang baik pada hari Sabat, tegas Yesus (lihat Matius 12:12). Kembali Yesus mengulangi kebenaran bahwa korban-korban mereka itu tidak berfaedah. Semua itu adalah sarana dan bukan tujuannya. Tujuannya adalah untuk memimpin manusia kepada Juruselamat, dan dengan demikian menyesuaikan mereka dengan Allah. Adalah pelayanan oleh kasih yang dinilai oleh Allah. Jika perkara ini tidak ada, maka rentetan acara-acara itu adalah penghinaan kepada Allah. demikian pun dengan hari Sabat. Itu telah direncanakan untuk membawa manusia ke dalam persekutuan dengan Allah; tetapi apabila pikiran dikuasai dengan upacara-upacara membosankan, tujuan Sabat sudah dirintangi. Jika hanya pemeliharaan secara lahir saja, itu adalah penghinaan. (Alfa dan Omega jilid 5, hlm 303)

Tuesday, June 22, 2010

TABIAT ALLAH DINYATAKAN

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Roma 5:8.

Kejatuhan menusia ke dalam dosa dengan segala akibatnya tidak disembunyikan dari Yang Mahakuasa. Penebusan bukanlah hasil pemikiran yang timbul kemudian, suatu rencana yang dirumuskan sesudah kejatuhan Adam, tetapi suatu maksud yang kekal yang dilakukan untuk menjadi berkat bukan saja kepada dunia ini, tetapi demi kebaikan semua dunia yang telah diciptakan oleh Allah. Pada waktu manusia berdosa segenap surga dipenuhi dukacita. Ketidakselarasan dengan sifat Allah, tidak tunduk kepada tuntutan hukum_nya, hanyalah mengakibatkan kebinasaan bagi umat manusia. Oleh karena hukum Ilahi tidak berubah sebagaimana tabiat Allah, maka tidak ada harapan yang lain bagi manusia kecuali satu-satunya jalan yang telah ditentukan di mana pelanggarannya bisa diampuni, sifatnya diperbarui dan rohnya dipulihkan kembali untuk memantulkan gambar Allah.Kasih Ilahi telah menggabarkan rencana seperti itu.

Dalam pekerjaan penciptaan, Kristus ada bersama-sama dengan Allah. Ia bersama-sama dengan Allah, sama dengan Dia. Hanya Dia, sebagai Pencipta manusia yang bisa menjadi Juruselamatnya. Tidaka ada malaikat surga yang bisa menyatakan Bapa kepada orang berdosa, dan memenangkan kembali ke dalam persekutuan dengan Allah. Tetapi Kristus bisa menunjukkan kasih Bapa, oleh karena Allah ada di dalam Kristus, memperdamaikan dunia ini kepada dirin-Nya sendiri. Kristus bisa menjadi perantara Allah dengan manusia yang sudah hilang itu, yang dapat memegang kami berdua (Ayub 9:33). Melalui penciptaan dan penebusan, melalui alam danmelalui Kristus kemuliaan tabiat Ilahi telah dinyatakan. Oelh pertunjukan kasih-Nya yang mengagumkan dengan memberikan Anak-Nya ayng tunggal, …tabiat Allah dinyatkaan kepada semesta alam.

Monday, June 21, 2010

MENGAPA KITA HARUS MENINGGIKAN DIRI?

Dengan tidak mencari kepentingan diri sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. Filipi 2:3,4.


Tidak ada yang melemahkan kekuatan gereja selain kesombongan dan hawa nafsu. Kristus telah memberikan kepada kita teladan kasih dan kerendahan hati dan telah memerintahkan pengikut-pengikut-Nya untuk mengasihi satu sama lain, sebagaimana Ia telah mengaishi kita. Dengan rendah hati, kita harus lebih menghargai orang lain daripada diri kita sendiri. Kita harus tegas mengenai kekurangan dan kelemahan kita, cepat mellihat kesalahan sendiri, dan kurang terhadap kesalahan orang lain. Kita harus merasakan perhatian khusus dalam memandang perkara-perakara orang lain bukan menutupinya, bukan mencari-cari kesalahan, bukan mengatakan dan menyatakannya dalam terang yang salah, tetapi melakukan keadilan yang benar-benar dalam segala sesuatu kepada saudara-saudara kita dan kepada semua orang yang ada urusan dengan kita. Suatu roh yang melakukan satu rencana untuk keuntungan diri sendiri, atau bekerja untuk menunjukkan superioritas atau persaingan kita, adalah perlawanan kepada Allah. Roh Kristus akan menuntun para pengikut-Nya untuk memperhatikan bukan saja keberhasilan dan kemajuan mereka, tetapi juga keberhasilan dan kemajuan saudara-saudara mereka. Hal ini sama artinya mengasihi tetangga kita seperti diri sendiri.

Yesus sendirilah yang harus ditinggikan. Apa saja pun kesanggupan dan kemajuan seseorang dari kita, bukan karena kita menghasilkan semua ini dari kekuatan kita sendiri; semua itu adalah yang dipercayakan Allah kepada kita, yang akan digunakan dalam pelayanan-Nya demi kemuliaan-Nya. Semuanya adalah modal TUHAN yang dipercayakan kepada kita. Kalau demikian, mengapa kita harus meninggikan diri? Mengapa kita harus menarik perhatian kepada diri kita yang mempunyai banyak kelemahan dan cacat? Apa yang kita miliki dalam bentuk bakat dan hikmat semuanya kita terima dari Sumber hikmat, agar kita boleh memuliakan Allah. Menyombongkan bakat, menyombongkan kepintaran, tidak akan ada dalam hati yang tersembunyi bersama Kristus dalam Allah. Marilah kita merendahkan diri kita, dan mengagumi Yesus, dan jangan sekali-kali meninggikan diri sedikitpun. Jika tujuan semua hidup kita adalah untuk melayani dan menghormati Kristus dan memberkati manusia di dunia ini, maka tugas yang sekecil apa pun akan menjadi jalan yang terang benderang, jalan yang dibuat untuk dijalani oleh umat tebusan TUHAN.

Sunday, June 20, 2010

KEAJAIBAN DAYA CIPTA ALLAH

Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengna pekerjaanMu karena perbuatan tanganMu. Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaanMu ya TUHAN! Dan sangat dalamnya rancangan-rancanganMU. Mazmur 92:5,6.



Pada tanggal 14 Mei 1970 saya merasa sangat memperoleh kegembiraan yang luar biasa ketika melihat burung Kiwi pertama kalinya. Selama bertahun-tahun saya memakia semir sepatu dengna merek kiwi. Pada kaleng penutup semir sepatu itu terdapat gambar burung yang langka itu. Gambar burung itu menyimpan rasa ingin tahu saya selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, saya begitu sangat senang dapat melihat ciptaan ajaib Allah.

Saya selalu menanti-nanti perjalanan saya menuju Divisi Australasian, karena saya berharap dapat melihat burung Kiwim jenis platypus, seperti Koala dan masih banyak mahkluk langka lainnya. namun setelah menghabiskan waktu selama tiga bulan di divisi tersebut dan melihat banyak hal-hal yang menajkjubkan kami belum pernah melihat burung kiwi. Itu adalah hari terakhirbagi kami sebelum meninggalkan New Zealand dimana akhirnya kita mendapatkan kesempata yang langka itu. Burung Kiwi tidak memiliki sayap sehingga tidak dapat terbang. Pada malam hari, burung ini bangun dan memberi makan sedangkan di siang hari burung ini tidur. Bagaimana dengan Anda, bukankah Anda juga adalah ciptaan Allah yang Ajaib?

Saturday, June 19, 2010

PIKULLAH SALIBMU

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang hendak mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Matius 16:24.


Penyaliban adalah model hukuman mati Roma. Namun, warga Negara tidak akan pernah disalibkan. Bentuk hukuman ini disediakan untuk orang-orang yang sama sekali hina. Kematian yang tak kunjung datang di atas salib memang mengerikan, karena para korban biasanya hidup berjam-jam, kadang-kadang beberapa hari. Cara hukuman Yahudi, dirajam sampai mati, bila dibandingkan sedikit lebih berpengasihan. Di sini Yesus memakai bahasa yang jelas untuk menjelaskan penyerahan sukarela, kehinaan yang akan menjadi nasib orang-orang yang mengikut Dia. Penyingkapan itu menyedihkan murid-murid itu. Nampaknya Yesus menyediakan salib pada jalan-Nya, dan mereka tidak dapat pikirkan sesuatu yang dapat dilakukan untuk membuat-Nya menyimpang dari pilihan-Nya. Tidak ada lagi penyerahan diri yang perkataaan Juruselamat dapat gambarkan.

Ia memang mengharapkan untuk menyerahkan segala sesuatu untuk-Nya. Seorang murid haruslah sedia memikul salib demi Injil itu. Bukan hanya harus kita menanggung salib itu dengan sabar; kita harus berjalan mengikut langkah Yesus. Sebab untuk itulah kamu dipanggil karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1 Pet 2:21). Masing-masing murid Kristus harus membuat pilihan yang jelas, kita memilih untuk menerima rencana egois untuk “menyelamatkan” hidup kita sendiri atau rencana Kristus untuuk “meninggalkan” diri kita sendiri. Lukas 9:23 menganjurkan penyerahan setiap hari kepada kehendak Allah. Memang aneh bahwa dalam proses menyerahkan hidup kita, kita memperoleh hidup kekal. “Apa gunanya bagi seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26). Pengikut-pengikut Kristus harus memusatkan keselamatan manusia yang telah hilang. Oleh sebab ini, Yesus datang ke dunia kita dan memberi hidup-Nya. “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:26). Tidak ada mahkota tanpa salib.

Orang Kristen harus selalu menyadari bahwa ia telah mentahbiskan hidupnya bagi Allah, dan bahwa ia harus menyatakan Kristus dalam tabiat kepada dunia. Pengorbanan diri, simpati, kasih, yang dinyatakan di dalam hidup Kristus haruslah nampak kembali di dalam hidup pekerja Allah.

Thursday, June 17, 2010

MENDERITA DEMI KEBENARAN

Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu; Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Yohanes 15:20.


Apakah yang dilakukan oleh manusia supaya mempunyai kesempatan kerja sama dengan Allah? Akankah ia meninggalkan segalanya yang dia miliki dari pada meninggalkan Kristus? Akankah ia menderita penganiayaan demi kebenaran? Celaan dan penganiayaan telah memisahkan banyak jiwa dari surga, tetapi tidak pernah dari kasih Kristus. Sebenarnya tidak pernah penganiayaan menghalau jiwa yang benar-benar mengasihi Yesus Kristus jauh dari pada-Nya. Kasih Yesus dalam jiwa begitu terserap, karena kasih yang besar itu dengna mana Allah mengasihi kita, yang dinyatakan dengan memberikan Kristu kepada kita, adalah tidak sejajar. Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal… Jikalau kita bisa menanggung penganiayaan oleh karena nama-Nya yang kekasih, kasih-Nya akan menjadi kuasa yang memerintah di dalam hati kita, karena kita mempunyai jaminan bahwa tak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Tidak pernah jiwa yang dicobai itu lebih dikasihi oleh Juruselamatnya daripada pada waktu ia menderita celaan demi kebenaran.

Bilamana demi kebenaran orang percaya itu berdiri di hadapan pengadilan yang tidak benar, Kristus akan berdiri di sampingnya. Semua celaan yang dituduhkan kepada manusia yang percaya dijatuhkan kepada Kristus dalam pribadi orah saleh-Nya. Kata Kristus, Aku akan mengasihi dia dan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yoh 14:21). Kristus dihukum kembali dalam pribadi murid-murid-Nya yang percaya. Bilamana demi kebenaran orang percaya itu dipenjarakan di dalam penjara, Kristus menyatakan diri-Nya kepadanya dan menggairahkan hatinya dengan kasih-Nya. Bilamana ia menderita kematian demi Kristus, Kristus berkata kepadanya, Mereka bisa membunuh tubuh tetapi mereka tidak bisa mencederai jiwa. Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (Yoh 16:33). Rasul berkata kepada kita, Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan yaitu Roh Allah ada padamu; di pihak mereka Ia adalah kata-kata kejahatan tetapi dipihakmu Ia dimuliakan. Tanyalah dirimu sendiri apakah Penebusku begitu dibesarkan di dalam aku dihadapan alam semesta surga, dihadapan agen-agen Setan dan dihadapan dunia ini?

Tuesday, June 15, 2010

MENGHIDUPKAN HUKUM ALLAH

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Matius 11:27.


Yesus datang untuk menyatakan tabiat Allah dengan menghidupkan hukum Yahwe yang kududs. Dalam setiap pelajaran yang diberikan-Nya kepada murud-murid-Nya dan kepada orang-orang Ia berusaha menerangkan prinsip-prinsip hukum itu dengan jelas. Oleh penurutan pribadi kepada hukum Ia menyalut tugas-tugas umum kehidupan dengan pentingnya kekudusan. Ia hidup sebagai seseorang di antara banyak orang. Ia hidup diantara orang-orang, Ia ikut menanggung kemiskinan dan kesedihan mereka. Ia mengagungkan hidup dalam segala bentuknya oleh memelihara kemuliaan Allah di hadapan manusia, dan oleh menundukkan segalanya kepada kehendak Bapa-Nya. Hidup-Nya ditandai dengan kasih yang tertinggi kepada Allah, dan kasih yang sungguh-sungguh kepada sesama manusia. Hidup-Nya dari permulaan sampai akhirnya adalah hidup penyangkalan diri dan pengorbanan diri. Di atas kayu salib di Golgota Ia membuat pengobanan paling besar demi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, agar seluruh dunia boleh memiliki keselamatan, kalau mereka mau. Kristus tersembuny didalam Allah, dan Allah dinyatakan kepada dunia ini dalam tabiat Anak-Nya.

Kasih kepada dunia yang hilang ini dinyatakan setiap hari, dalam setiap tindakan kehidupan-Nya. Mereka yang telah diilhami oleh Roh-Nya akan bekerja dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh Kristus. Dalam Kristus terang dan kasih Allah dinyatkaan dalam sifat manusia. Tak seorangpun pernah memiliki sifat yang begitu perasa seperti yang dimiliki oleh yang kudus Allah, yang tidak berdosa, yang berdiri sebagai kepala dan utusan akan apa yang boleh dicapai oleh manusia melalui pemberian sifat Ilahi. Kepada mereka yang percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka, Ia mempertalikan jasa-jasa-Nya dan memberikan kausa-Nya. Kepada mereka yang datang kepada-Nya dengan beban kesedihan, kekecewaan dan pencobaa, Ia akan memberikan perhentian, ketenangan dan damai. Melalui kasih karunia Kristus orang melihat perlunya pertobatan kepada Allah, dan dituntun memandang kepada Kristu oleh iman, menyadari bahwa jasa-jasa-Nya sanggup menyelamatkan semua yang datang kepada Allah oleh Kristus. Marilah kita membuka hati kita untuk menerima kasih yang sangat perlu kita pupuk, agar kita bisa menggenapi perintah-perintah Allah.

Monday, June 14, 2010

KEHERANAN PARA PENGHUNI SURGA

“Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Flp 2:7.


Adalah penting agar masing-masing kita mempelajari dan mengetahui alasan hidup Kristus dalam kemanusiaan, dan apa maknanya bagi kita – mengapa Anak Allah meninggalkan istana surga – mengapa Ia turun dari kedudukan-Nya sebagai panglima malaikat-malaikat surgawi yang datang dan pergi atas perintah-Nya, mengapa Ia membungkus keilahian-Nya dengan kemanusiaan, dan dalam kerendahan datang ke dunia sebagai Penebus kita. Itulah keheranan para penghuni surgawi bahwa Kristus harus datang ke dunia ini dan melakukan sebagaimana yang dikehendaki-Nya, sehingga hidup-Nya di dunia ini harus dalam kemiskinan, suatu keadaan yang sangat bertolak belakang dengan kemuliaan-Nya dalam istana surgawi. Sebenarnya Ia bisa datang dengan sejumlah besar malaikat.

Dihadapan seluruh surga, Kristus merendahkan diri-Nya untuk mengambil rupa kemanusiaan, dan beridiri di antara yang hina di dunia ini, agar Ia bisa mencapai mereka di manapun mereka berada, dan mengajar mereka melalui aturan dan teladan, bahwa walupun berada di antara yang miskin dan tertindas mereka bisa suci, benar dan mulia. Ia datang untuk menyatakan kepada dunia ini bahwa kehidupan dan tabiat tidak perlu dikotori oleh karena kemiskinan dan kehinaan. Bunga bakung yang tumbuh di pinggir danau mungkin dikellingi oleh rumput-rumput dan lumpur kotoran, namun, tanpa bercela membukakan kembangnya yang putih dan harum semerbak ke sinar matahari. Batangnya menembusi lumpur ke kotoran ke pasir bersih di bawah. Menolak segala sesuatu yang bisa merusaknya dan mengumpulkan kepadanya semua yang bisa menghasilkan kembangnya tanpa noda. Bunga bakung adalah lambang Kristus di antara manusia. Ia datang ke dunia ini dilayukan dan dikotori oleh kutuk, tetapi Ia tidak dikotori oleh lingkungan-Nya. Ia adalah Terang, Hidup dan Jalan. Dengan sukarela Ia menjadi penduduk dunia ini, supaya Ia bisa memegang seluruh dunia ini dalam tangan belas kasihan-Nya dan meletakkannya di tangan Bapa Surgawi-Nya. Kasih apakah ayng dinyatakan dalam pengobanan ini, sehingga Allah Sendiri harus datang untuk menolong anak-anak Adam yang sudah jatuh kedalam dosa?

Sunday, June 13, 2010

UMAT PILIHAN DAN NUBUATAN-NUBUATAN

Sebab Seorang Anak telah lahir bagi kita, Seorang Putra telah diberikan untuk kita lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya dan nama-Nya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai. Yesaya 9:5.


Adam dan Hawa yang pertama menerima janji tentang Penebus itu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan merekmukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya (Kej 3:15). Allah akan mematahkan kuasa Setan. Abraham mempunyai wahyu tentang Mesias yang akan datang itu. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita, kata Yesus (Yoh 8:56). Musa menyatakan, Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu. Dialah yang harus kamu dengarkan (Ulangan 18:15). Apabila dipanggil untuk mengutuk bangsa Israel, Bileam berbicara tentang penbus itu. Aku melihat Dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang Dia, tetapi bukan dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel (Bil 24:17). Daud meramalkan kedatangan Kristus bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan (2 Sam 23:4).

Orang Yahudi telah mempelajari nubuatan-nubuatan ini tetapi tanpa pengertian rohani. Oleh memperhatikan hal-hal kecil hukum itu, mereka bermaksud membangun nama baik Keallahan, dan dalam menyombongkan diri mereka menunggu waktunya apabila bangsanya akan menang. Matius menulis untuk meyakinkan sesamanya Yahudi bahwa Orang yang mereka salibkan telah menggenapi nubuatan-nubuatan itu dalam dirin-Nya. Mereka gagal menafsirkan dengan tepat nubuatan-nubuatan yang menunjuk pada kehinaan dan kematian pada kedatangan-Nya yang pertama itu karena mereka memilih berpusat pada kemuliaan yang menyertai Dia pada kedatangan-Nya yang kedua. Ada bahaya dalam setiap penafsiran Alkitab yagn melayani keinginan diri sendiri. “Oh, betapa indahnya pelajaran cerita Betlehem itu. Betapa hal itu mengamarkan kita agar sada, supaya jangan oleh keacuhan kita maka kita juga gagal melihat tanda-tanda waktu, sehingga kita tidak mengetahui hari kedatangan TUHAN itu.