Monday, September 06, 2010

SEKALIPUN HIDUP SERATUS TAHUN

Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. Mazmur 116:1-2


Apakah anugerah itu? Anugerah adalah pemberian tanpa melihat kelayakan si penerima pemberian itu. Sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah ALLAH, sesungguhnya kita tidak layak menerimanya. Karena itu kita berutang budi, berutang nyawa, berutang kehidupan kepada ALLAH. Sungguh, apa yang telah diberikan-NYA kepada kita sangat indah, yaitu keselamatan abadi. Tidak ada seorang pun bisa memberikan itu kepada kita. Dan tidak ada seorang pun bisa melakukannya bagi kita, kecuali TUHAN Semesta Alam yang menciptakan langit dan bumi, yang mengutus Putra-NYA, Yesus Kristusbagi kita. Menyikapi kebaikan TUHAN itu, kita harus mengobarkan niat yang kuat untuk membalas kebaikan TUHAN itu, sekalipun kebaikan TUHAN itu tidak akan dapat kita balas. Seandainya kita memiliki waktu hidup seratus tahun, dengan perbuatan sebaik apapun, tidak cukup mengimbangi kebaikan yang TUHAN berikan. Seandainya kita hidup seribu tahun, itu pun tak akan cukup untuk membalas kebaikan TUHAN. Bahkan seandainya umur hidup kita sejuta tahun pun tidak akan cukup membalas kebaikan TUHAN.


Jadi manakala kita meresponi keselamatan yang TUHAN berikan, baik dalam bentuk pujian dan penyembahan, membaca dan menaati Firman, melakukan perbuatan baik, jangan dinilai sebagai jasa. Perbuatan baik kita sangat tidak sebanding dengan apa yang telah TUHAN lakukan bagi kita. Oleh sebab itu sisa umur hidup ini seharusnya hanya untuk membalas kebaikan TUHAN. Marilah kita selalu mengingat kebaikan-NYA (ay. 2). Hidup kita singkat. Kita tidak punya waktu banyak. Kalau kita harus menunda apa yang seharusnya kita lakukan sekarang yaitu membalas kebaikan TUHAN, kita mungkin tidak akan punya kesempatan lagi untuk waktu-waktu yang akan datang. Selama TUHAN masih memberikan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik, mari kita lakukan itu dengan sikap hati yang benar, bahwa kita telah berutang kebaikan kepada TUHAN. Sekalipun sampai mati kita tidak akan pernah bisa mengimbangi apa yang telah TUHAN lakukan bagi kita, tetapi kita akan berbuat semaksimal mungkin. TUHAN memang tidak memaksa kita membalas kebaikan-NYA, tetapi dengan rela kita akan melakukan dan menyukakan hati-NYA. Suatu hari nanti, setiap anak TUHAN yang berusaha membalas kebaikan TUHAN di bumi ini, akan diberi kesempatan melayani DIA selama-lamanya.

Friday, September 03, 2010

SEPERTI RUSA

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Mazmur 42 : 2-3


Banyak orang berurusan dengan TUHAN hanya saat mereka dalam masalah kehidupan yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani. Kalau ada pujian yang dinaikkan kepada TUHAN, pada dasarnya bukan karena kagum terhadap pribadi-NYA, tetapi pada kekuatan-NYA yang dapat dimanfaatkan. Seperti orang yang menyanjung kemampuan dan kekuatan sahabatnya dengan tujuan mencari keuntungan pribadi. Ternyata, terdapat para rohaniwan yang mendukung hal ini juga. Ironisnya, diajarkan bahwa TUHAN menjadi senang kalau manusia datang minta pertolongan kepada-NYA, seolah-olah TUHAN dapat berbangga diri karena memenangkan perlombaan melawan dukun atau kuasa lain. Bila rohaniwan mempromosikan TUHAN sebagai jalan keluar dari masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani, tidak jarang pula pesan atau nasihat itu juga mengandung kepentingan-kepentingan pribadi; bukan hanya uang tetapi juga penghargaan terhadap dirinya, pengultusan terhadap dirinya, dan keuntungan lain yang tersembunyi. Inilah orang-orang yang menjual TUHAN. Pelayananan gereja dijadikan sarana jual jasa atau semacam broker yang menghubungkan manusia yang membutuhkan pertolongan TUHAN. Ia menjadi makelar yang mendapat persenan dari pelayanan gereja.


TUHAN mengajar kita untuk mempunyai hati seperti rusa yang merindukan sungai yang berair. Kitaharus mempunyai kerinduan yang dalam untuk bertemu dengan-NYA. Kehausan akan TUHAN ini membuat kita menjadi kekasih-NYA. Ada ketergantungan jiwa kita terhadap TUHAN. Inilah ketergantungan yang benar. Orang seperti ini akan bergantung secara permanen kepada TUHAN dalam segala keadaan. Jadi kalau selama ini kita mencari TUHAN hanya kalau hidup jasmani kita bermasalah, semestinyalah kita bertobat, karena orang-orang yang seperti ini sebenarnya menyatakan dirinya tidak membutuhkan TUHAN. Untuk apa TUHAN menyertai orang-orang yang hanya memperalat diri-NYA dan tidak menjadikan DIA sebagai kekasihnya? TUHAN juga kadang-kadang mengizinkan masalah terjadi dalam hidup orang-orang yang tidak merasa membutuhkan TUHAN pada saat hidupnya tidak bermasalah, apabila dalam hatinya masih ada kerinduan terhadap TUHAN. Ini salah satucara bagi TUHAN untuk mengembalikan orang-orang tersebut menjadi kekasih-NYA. Bagi orang yang sama sekali tidak merasa membutuhkan TUHAN walau sudah mendapat peringatan-NYA, TUHAN juga tidak perlu berurusan dengan DIA.Kehausan akan TUHAN akan membawa kita untuk terus bergantung kepada TUHAN kapan pun dan di mana pun

Thursday, September 02, 2010

HIDUP DALAM PERLINDUNGAN TUHAN - Lanjutan

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Roma 8 : 5–8


Keselamatan dalam TUHAN Yesus Kristus membuka pintu agar manusia dikembalikan kepada posisinya, yaitu menjadi sekutu TUHAN. Untuk ini manusia harus terlebih dahulu diperbaharui untuk menjadi anak-anak ALLAH, mengerti kehendak TUHAN: apa yang baik, berkenan dan yang sempurna. Sebenarnya sejak manusia diciptakan, manusia adalah anak-anak ALLAH, sebab manusia memiliki roh dari ALLAH. Tetapi manusia jatuh ke dalam dosa, sehingga tidak hidup di dalam roh lagi, tetapi di dalam daging. Orang yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada ALLAH. Maka orang yang berurusan dengan TUHAN hanya karena membutuhkan pertolongan bagi persoalan-persoalan pemenuhan kebutuhan jasmani keberhasilan karir, bisnis, keluarga bahagia, tubuh sehat dan lain sebagainya—tidak memperlakukan TUHAN secara pantas. Apalagi yang bertujuan memuaskan ambisi pribadinya. Itu semua dipikirkan oleh mereka yang hidup menurut daging. Sikapseperti ini ada pada orang-orang beragama pada umumnya. Inilah permainan iblis yang sangat cerdas. Mereka seolah-olah bersekutu dengan TUHAN karena berurusan dengan TUHAN, tetapi sebenarnya tidak. Bukan persekutuan semacam itu yang dikehendaki oleh TUHAN. IA melihat bahwa hati mereka masih kepada kerajaan dunia ini, bukan kepada Kerajaan Surga.

Pada dasarnya sikap berurusan dengan TUHAN untuk pemenuhan kebutuhan jasmani adalah sikap orang yang belum memahami bagaimana seharusnya hidup sebagai umat ciptaan dan menempatkan TUHAN sebagai pribadi yang terhormat secara benar. Banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh dalam kebenaran memperlakukan TUHAN seperti ini, tidak ada bedanya dengan umat agama lain memperlakukan allahnya. Kalau hal ini terjadi dalam mekanisme hubungan antara umat dan allah yang disembah, maka pastilah itu bukan agama yang benar yang membawa manusia kepada ALLAH Yang Benar. Hari inibanyak komunitas Kristen yang diasuh oleh kuasa kegelapan tanpa mereka sadari, sebab mereka tidak menuju kepada arah yang benar bagaimana menjadi sekutu TUHAN. Dalam TUHAN kita menerima anugerah Roh Kudus yang menuntun kita untuk mengerti kehendak TUHAN. Seharusnya bila kita berurusan dengan TUHAN, inilah yang kita persoalkan terus-menerus; inilah yang kita prioritaskan. Sebab bila kita menjadi sekutu TUHAN, maka segala sesuatu diluar kesanggupan kita untuk menyelesaikan pasti dibereskan oleh ALLAH sebagai BAPA. Umat ALLAH yang benar adalah umat yang memindahkan hatinya kepada Kerajaan Surga. Marilah memindahkan hati kita kepada Kerajaan Surga.

Tuesday, August 31, 2010

PERLINDUNGAN BAGI YANG PANTAS

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Matius 18 : 23–25



Setelah menyadari keringkihan manusia, bagaimana agar kita memperoleh perlindungan TUHAN? TUHAN memberikan perlindungan-NYA kepada orang-orang yang pantas dilindungi-NYA. IA melindungi orang-orang yang mau hidup dalam rencana dan kehendak-NYA, yaitu orang-orang yang memberi diri untuk dimuridkan dan diproses untuk menuju kesempurnaan yang BAPA inginkan. TUHAN Yesus mengisahkan tentang hamba yang dihapuskan utangnya sebesar 10.000 talenta oleh raja, namun kemudian ia tidak memaafkan temannya yang berutang kepadanya sebesar 100 dinar. Adapun 1 dinar adalah upah rata-rata pekerja dalam sehari pada saat itu, sementara 1 talenta adalah 6000 dinar. Jadi utangnya kepada raja adalah senilai upah pekerja selama 60.000.000 hari, atau lebih dari 164.383 tahun! Namun si hamba yang telah diampuni ini bertindak sewenang-wenang terhadap sesamanya. Ia sombong, menekan sesamanya, dan tidak mau mengampuni sesamanya. Akibatnya, perlindungan dari raja yang sebelumnya telah diperoleh karena kemurahan hati raja dicabut. Si hamba jahat ini akhirnya dijebloskan ke penjara sepanjang hidupnya.


Orang seperti hamba yang jahat ini sudah pasti anak setan yang akan menjadi warga neraka bersama dengan iblis. Tetapi kalau harus jujur, kita dapat melihat bahwa gambaran tentang hamba yang jahat ini masih nyata di dalam diri banyak orang Kristen hari ini. Tidak sedikit orang Kristen yang sudah menerima pengampunan dari TUHAN ternyata tidak hidup sesuai rencana dan kehendak TUHAN. Mereka hanya menyibukkan diri untuk rencananya sendiri. Mereka rela menekan orang lain dan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Yang penting adalah kehendaknya dipuaskan. Sebagaimana si hamba yang jahat, orang-orang seperti ini juga adalah orang-orang bodoh yang akhirnya tidak akan memperoleh perlindungan abadi TUHAN, sebab mereka memang tidak pantas dilindungi. Mereka telah menolak perlindungan TUHAN. Patut kita perhatikan, bahwa janji TUHAN untuk menyertai orang percaya adalah hanya untuk orang percaya yang menjadi saksi atau melakukan kehendak-NYA (Mat. 28:19–20), bukan orang yang sibuk dengan urusan dan kepentingannya sendiri. Karena itu marilah kita selalu belajar untuk mengenal rencana dan kehendak TUHAN dalam hidup kita. Dengan hidup dalam rencana dan kehendak-NYA, tanpa meminta kepada TUHAN pun otomatis kita mendapat perlindungan dari-NYA; bukan hanya selama hidup di bumi ini, tetapi perlindungan abadi. TUHAN melindungi orang-orang yang pantas dilindungi-NYA, yaitu yang mau hidup dalam rencana dan kehendak-NYA.

Monday, August 30, 2010

HIDUP DALAM PERLINDUNGAN TUHAN

Jadisekarang, hai kamu yang berkata: "Hari iniatau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akanterjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Yakobus 4 : 13–15



TUHAN lah Perlindunganku”, demikian kita nyanyikan lagu di gereja. Tetapi tanpa disadari, banyak orang tidak mengerti apa artinya berlindung kepada TUHAN itu. Buktinya, mereka merasa sudah atau sedang berlindung kepada Tuhan, padahal mereka menolak perlindungan TUHAN. Bagaimana hal ini terjadi? Manakala seseorang dalam keadaan tanpa masalah dalam segala segi kehidupannya, ia tidak sungguh-sungguh berlindung kepada TUHAN. Setelah masalah timbul, barulah ia berurusan dengan TUHAN. Kalau begitu TUHAN dipandang laksana ban serep: kalau ban tidak pecah, tak akan dicari; TUHAN disamakan dengan rumah sakit, kalau orang tidak sakit parah, tidak perlu berurusan dengannya. Padahal kita sangat membutuhkan perlindungan TUHAN setiap saat, tanpa mengurangi bahwa tetap ada bagian tanggung jawab kita yang memang harus kita lakukan. Ada pengertian penting yang harus dipahami untuk hidup dalam perlindungan TUHAN. Seseorang tidak dapat membutuhkan dan berlindung kepada TUHAN, kalau tidak mengakui bahwa dirinya adalah mahkluk yang sangat lemah dan ringkih. Bukankah Alkitab berkata hidup manusia seperti uap? Karena itu kita harus memahami kenyataan mengenai keringkihan manusia.


Pertama, manusia memiliki tubuh fana yang kemampuannya sangat terbatas. Tubuh manusia yang telah jatuh dalam dosa sangat rapuh, bukan bertulang besi, berotot kawat dan berkulit baja. Kunjungi rumah sakit dan akan kita sadari betapa rapuhnya tubuh manusia. Kedua, manusia hidup di dunia yang penuh bahaya melampaui kekuatan dirinya. Di masa depan, manusia lebih diperhadapkan dengan keadaan dunia yang penuh ancaman seperti bencana alam, bencana buatan manusia, epidemi penyakit dan sebagainya. Ketiga, adanya kuasa gelap yang jahat, yang berusaha menyeret kepada kegelapan abadi. Ingat, bahaya iblis bukan pada sepak terjangnya yang membuat hidup manusia sengsara di dunia ini, melainkan pada usahanya mempersiapkan manusia menjadi warga api kekal. Kalau iblis hanya membuat manusia sengsara di bumi, itu bukan masalah sama sekali, justru bisa menguntungkan, karena sengsara di bumi bisa menggiring manusia ke dalam Kerajaan ALLAH. Berwaspadalah, karena iblis hanya dapat dilawan dan diatasi jika kita bersama TUHAN. Kita harus selalu menghayati keringkihan diri kita ini, supaya kita tidak sombong. Jangan berpuas diri apabila keadaan kita hari ini tanpa masalah, sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kembangkan sikap rendah hati, dan dengan tulus kita belajar berlindung kepada TUHAN sembari tetap melakukan bagian tanggung jawab kita yang memang harus kita lakukan.Dengan menghayati keringkihan diri kita sebagai manusia, kita belajar hidup dalam perlindungan TUHAN.

Friday, August 27, 2010

MEMBUTUHKAN RESPON

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.Sebab AnakManusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." Lukas 19 : 8-10



Seseorang yang menerima karya penebusan Yesus di kayu salib dan masuk proyek kemustahilan menuju kesempurnaan seperti BAPA di Surga harus memberikan respons yang baik. Seperti apakah respons yang baik itu? Orang muda kaya dalam Mat. 19:16–26 tidak memberikan respons yang baik ketika TUHAN memintanya menjual segala hartanya dan membagikannya kepada orang miskin. Ia tidak melakukannya, sebaliknya pergilah ia dengan sedih. Ia tidak sanggup melakukannya, sebab banyak hartanya; ia masih menyayangi hartanya. Respons orang muda kaya tersebut berbeda dengan Zakheus. Zakheus juga seorang kaya. Ia mempunyai jabatan sebagai kepala pemungut cukai, dan hartanya banyak (ay. 2). Tetapi ketika ia bertemu dengan TUHAN Yesus, ia menyambutnya dengan respons yang baik. Tanpaperlu diperintah dan dikomando oleh TUHAN Yesus, ia dengan serta-merta menyatakan rela membagikan separuh hartanya kepada orang miskin, dan iapun mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya (ay. 8). Apa yang dilakukan oleh Zakheus ini adalah buah dari responsnya yang baik terhadap panggilan TUHAN. TUHAN Yesus membawa anugerah keselamatan, dan Zakheus menerimanya. Hendaknya respons ini tidak dianggap sebagai jasa. Keselamatan adalah sepenuhnya karya ALLAH, bukan jasa manusia. Manusia hanya meresponinya. Jikalau Zakheus mengikuti TUHAN Yesus dengan sungguh-sungguh sejak itu, pastilah Zakheus menjadi orang yang memiliki standar hidup yang luar biasa, yaitu standar hidup kekal yang berkualitas.


Oleh karena itu kebaikan sempurna bisa dicapai oleh seseorang melalui kemampuan untuk mengerti kehendak TUHAN serta melakukannya. Hal ini tidak bisa dicapai tanpa barter dan tanpa perjuangan, bahkan juga tidak bisa dicapai tanpa pengorbanan. Seperti Zakheus yang menunjukkan responsnya yang baik dengan merendahkan dirinya dan memperlihatkan perubahan perilakunya melalui tindakannya, sudahkah kita yang mengaku beriman kepada TUHAN Yesus menunjukkan respons kita melalui tindakan kita? Dengan respons yang baik, kita akan masuk ke dalam proses pertumbuhan terus-menerus, sampai kita bisa mencapai standar kebaikan yang ALLAH inginkan: standar moral ilahi, standar kesempurnaan-NYA. Sehingga benarlah bahwa tidak ada yang mustahil bagi ALLAH.

Thursday, August 26, 2010

MENJADI SEMPURNA

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” (Mat. 5:48)


Orang yang menerima karya keselamatan ALLAH dalam Yesus Kristus, atau yang menerima penebusan oleh darah Yesus Kristus adalah orang-orang yang dikehendaki oleh TUHAN untuk menjadi sempurna seperti DIA. Mustahil? Bagi manusia memang mustahil. Tetapi sebagaimana TUHAN Yesus menembus kemustahilan dengan menjelma menjadi manusia, itu tidak mustahil. TUHAN Yesussendiri mengungkapkan hal ini dengan mengatakan, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” (Mat. 5:48) Berarti apabila kita telah menjadi orang percaya, kita harus mau masuk ke dalam proyek kemustahilan itu. Bagaimana ini dapat kita lakukan? Dalam Flp. 2:5, Paulus berpesan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”. DIAlah standar kita. DIA telah merendahkan diri-NYA untuk meninggalkan kesetaraan-NYA dengan ALLAH, mengosongkan diri-NYA, menjadi manusia—seorang hamba—dan taat sampai mati di kayu salib. DIA telah melakukan yang mustahil bagi manusia, sekarang giliran kita.


Anak ALLAH Yang Mahatinggi menunjukkan keteladanan-NYA untuk rendah hati, rela kehilangan segala hak-NYA, bahkan hak atas nyawa-NYA, untuk menaati BAPA-NYA dan demi kasih-NYA kepada manusia. Ini bukan sifat bawaan manusia pada umumnya, karena manusia pada umumnya tidak rela dirinya diabaikan. Manusia tidak rela haknya dirampas. Manusia tidak rela hatinya disakiti. Tetapi itulah pikiran dan perasaan Kristus. Itulah yang harus kita miliki dalam hidup kita. Jadiuntuk belajar menjadi sempurna, hal pertama yang harus kita pelajari adalah menjadi hamba. Belajar untuk rela kehilangan hak, tidak terikat kepada apa pun, taat kepada TUHAN, melayani TUHAN dan sesama karena kasih kita kepada-NYA, bukan karena ketakutan atau keinginan kita atas berkat jasmani dari-NYA. Sambil terus kita mempelajari Firman-NYA dan belajar untuk melakukannya dalam kehidupan kita, kita akan dapat menaruh pikiran dan perasaan Kristus itu dalam diri kita. Akhirnya, sebagaimana Kristus dimuliakan (ay. 9–11), kita juga akan dimuliakan bersama dengan DIA (Rm. 8:30). Ini anugerah yang luar biasa bagi kita yang menerima penebusan dari-NYA. Mustahil? Sekali lagi ditegaskan, bahwa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi ALLAH. Ini kabar baik bagi kita, bahwa kita yang menerima penebusannya akan dimampukan untuk sempurna.

Wednesday, August 25, 2010

ALLAH MENJADI MANUSIA

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Lukas 1 : 31–33

Proyek keselamatan adalah proyek kemustahilan. Banyak orang tidak tahu, bahkan tidak menyadari hal ini. Proyek keselamatan itu hanya bisa dikerjakan oleh ALLAH sendiri. Bukankah mustahil, ketika TUHAN Semesta Alam menjelma menjadi manusia? Tetapi seperti yang dikatakan Malaikat Gabriel dalam Luk.1:37, “Tidak ada yg mustahil bagi ALLAH”. Jadi sekalipun Maria masih seorang perawan yang belum bersuami, ia bisa hamil, kalau ALLAH menghendakinya. Itu dahsyat.Tetapi hal yang lebih luar biasa adalah ketika ALLAH menjelma menjadi manusia. Tentu bagi manusia itu kemustahilan. Namun ALLAH menembus kemustahilan itu dengan kesediaan-NYA menjadi manusia. Di sini yang mengagumkan bukanlah kemampuan TUHAN mengubah diri-NYA menjadi manusia, melainkan kesediaan ALLAH menjadi manusia. Ini merupakan pergumulan yang hebat bagi TUHAN sendiri, bagaimana Yang Mahakuasa, Sang Pencipta langit dan bumi mau merendahkan diri-NYA menjadi sama dengan ciptaan-NYA.
ALLAH menembus kemustahilan dan membuatnya menjadi tidak mustahil untuk memberikan anugerah keselamatan melalui Putra-NYA yang tunggal. Ini pengorbanan yang luar biasa bagi-NYA. Tetapi tidak bisa tidak, IA harus melakukannya karena itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan umat manusia. Jangan sia-siakan anugerah ini. Kita harus menyambutnya dengan meresponinya secara serius, sebab jika TUHAN menganggapnya penting sampai IA harus menembus kemustahilan, itu harus menjadi hal yang sangat penting pula bagi kita.

Tuesday, August 24, 2010

SAKSI KRISTUS

Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 2 Korintus 3 : 2-3


TUHAN Yesus menghendaki agar kita bersama dengan DIA. Bersama dengan-NYA bukan hanya berarti bersama secara fisik. Kalau dalam konteks hidup orang Kristen hari ini merasa sudah bersama dengan TUHAN hanya karena sudah ada di gereja, itu belum tepat. Bersama dengan TUHAN berarti mengerti pikiran TUHAN, mengerti kehendak dan rencana-NYA, serta melakukan semua yang TUHAN kehendaki untuk dilakukan. Orang yang mengerti pikiran TUHAN pasti memperagakan pikiran dan perasaan TUHAN. Inilah kehidupan seorang yang mengenakan pribadi Kristus. Kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang pasti mengubah orang lain. Sesungguhnya inilah yang dimaksud menjadi terang dan garam dunia: kehidupan sebagai saksi Kristus yang efektif. Anak TUHAN menjadi surat yang terbuka, yang dibaca setiap orang (2Kor. 3:2–3). Orang yang diselamatkan karena melihat perbuatan baik seorang anak TUHAN akan menjadi orang Kristen yang sejati. Mekanisme yang benar dalam proses penyelamatan adalah: bila orang kafir melihat perbuatan baik anak TUHAN, ia dipertobatkan dan lalu didewasakan.

Sebenarnya TUHAN memiliki rencana untuk menyelamatkan orang-orang di sekitar kita bagi Kerajaan ALLAH, tetapi berhubung kelemahan watak dan karakter kita yang terekspresikan melalui perbuatan, maka mereka tidak menjadi orang percaya. Ini berarti orang percaya yang gagal membawa orang lain kepada TUHAN menjadi batu sandungan. Orang yang tidak mengenakan pikiran Kristus akan mengenakan pikirannya sendiri, sehingga semua yang dilakukannya merupakan ekspresi dari dirinya sendiri yang fasik. Tokoh besar dari India, Mahatma Gandhi pernah menyatakan bahwa yang membuat ia tidak akan pernah menjadi orang Kristen adalah orang-orang Kristen sendiri yang tidak menampilkan kehidupan seperti Gurunya, TUHAN Yesus Kristus. Oleh sebab itu dalam pelayanan kita, kita harus menampilkan kehidupan TUHAN Yesus. Sayangnya hari ini banyak “hamba TUHAN” lebih dekat untuk disebut “selebriti”, daripada seorang “hamba” seperti Guru dan TUHAN nya. Memang untuk menjadi saksi Kristus bagi orang lain harganya sangat mahal, yaitu harus mematikan segala hal yang tidak sesuai dengan kehendak ALLAH, sehingga dapat memperagakan pribadi Kristus. Jika seseorang tidak memperagakan pribadi Kristus, berarti ia memperagakan pribadi setan. Mengenakan pribadi setan berarti ikut menceraiberaikan, bukan mengumpulkan. Dengan ini sekali lagi kita ditantang untuk mengambil sikap, di pihak siapa kita berdiri: TUHAN atau setan? Untuk menyelamatkan orang lain, kita harus menampilkan kehidupan seperti Guru Agung kita.

Monday, August 23, 2010

MENGUMPULKAN ATAU MENCERAIBERAIKAN?

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." Lukas 11 : 23.


Dari kalimat TUHAN Yesus ini IA menunjukkan kedaulatan-NYA sekaligus peringatanNYA. Ini mengandung ketegasan yang tidak bisa dan tidak boleh kita anggap sepele. Kalau kita menjadi sekutu TUHAN, berarti kita akan turut mengumpulkan— artinya menyelamatkan jiwa-jiwa—tetapi kalau kita tidak turut menyelamatkan jiwa-jiwa, berarti kita membinasakan, atau membiarkan orang binasa. Mengapa demikian? Sebab jika seseorang tidak berdiri di pihak TUHAN, padahal ia mengenal kebenaran dan memiliki kesempatan untuk berdiri di pihak TUHAN, berarti ia menyatakan dirinya berdiri di pihak musuh TUHAN. Ia membinasakan dirinya sendiri. Perkataan Yesus di atas menunjukkan kedaulatan-NYA. IA berdaulat sebab IA lah Pencipta, yang menuntut ciptaan-NYA untuk menempatkan diri di pihak yang benar. Pemberontakan iblis di hadapan ALLAH sehingga menyeret pula malaikat-malaikat merupakan realitas yang harus dipahami dengan seksama. Pemberontakan itu berlanjut di muka bumi ketika manusia ciptaan TUHAN yang mulia dijatuhkan (Why. 12:1–4, 7–9). TUHAN membuat perseturuan antara iblis dan manusia. Dalam Kej. 3:15 IA berfirman, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Setelah kuasa kegelapan menjatuhkan manusia, selanjutnya iblis menyeret sebanyak mungkin manusia untuk mengikuti jejaknya, melawan TUHAN. Ini merupakan gerakan iblis yang terus berlangsung sampai hari ini. Manusia harus menyadarinya (1Ptr. 5:8–9). Ketika Kerajaan Surga datang, TUHAN akan menantang kita, ada di pihak mana. Kedatangan Kerajaan Surga yang dibawa oleh TUHAN Yesus merupakan isyarat dimulainya sebuah peperangan besar untuk membinasakan pekerjaan iblis dan mengembalikan manusia kepada pemilik-NYA. Sebagaimana iblis mendayagunakan segala kekuatan dan pengikutnya untuk melawan ALLAH, demikian pulalah TUHAN Yesus mendayagunakan kekuatan-NYA dan pengikut-NYA untuk menghancurkan pekerjaan iblis (1Yoh. 3:8). Di surga, malaikat-malaikat yang berperang, tetapi di bumi, sebagai orang percaya, kitalah yang mengawal pekerjaan-NYA. Yang penting harus kita pastikan sekarang adalah, di pihak siapakah kita? Apakah kita turut serta mengawal pekerjaan-NYA atau sibuk dengan urusan kita sendiri? Berdiri di pihak TUHAN berarti kita harus turut serta mengawal pekerjaan-NYA. Bila tidak, berarti kita berdiri di pihak musuh TUHAN.

Friday, August 20, 2010

BEBAS DARI ROH PERBUDAKAN

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Roma 8 : 15–17


Paulus berkata bahwa sebagai anak ALLAH, kita tidak menerima roh perbudakan lagi (ay. 15). Berarti penguasaan atau dominasi iblis terhadap kita sudah dihentikan. Kita telah bebas dari perbudakan, sebab ketika seseorang memberi respons terhadap anugerah ALLAH dalam Yesus Kristus, maka ia dibebaskan dari ikatan kuasa gelap, lalu menerima Roh Kudus, dan diberi kemampuan untuk belajar mengerti Firman TUHAN, sehingga tidak lagi dikuasai oleh keinginan-keinginan yang bertentangan dengan kehendak ALLAH. Hidupnya dikuasai oleh kehendak TUHAN atau pikiran TUHAN, serta oleh rencana TUHAN. Orang seperti ini disebut anak-anak ALLAH. Orang yang dengan kesadaran rela menyerahkan kendali hidupnya sepenuhnya pada TUHAN untuk melakukan kehendak TUHAN, rela menyalibkan manusia lama dan segala hawa nafsu keinginannya. Dari ay. 15 juga menarik untuk dipahami bahwa orang-orang yang masih di bawah penguasaan iblis sebenarnya tidak pantas memanggil DIA itu BAPA di Surga. Selama ini begitu mudahnya kita berkata ”Ya BAPA di Surga.” Sesungguhnya yang pantas memanggil DIA BAPA adalah mereka yang hidup sesuai dengan pimpinan Roh Kudus, hidup mengerti kehendak TUHAN. Tetapi ini bukan sesuatu yang sederhana atau mudah, sebab harus melalui suatu proses pembentukan seumur hidup. Jadi, kalau kita sekarang berani memanggil DIA BAPA walaupun keadaan kita belum sempurna dan belum hidup dalam pimpinan Roh Kudus secara penuh, kita harus terus belajar dan bertumbuh untuk hidup dalam pimpinan Roh.

Kehidupan Kristen yang sejati adalah ketika orang Kristen dipimpin oleh Roh ALLAH. Roh Kudus diberikan-NYA kepada orang percaya untuk mengasuh orang percaya supaya roh manusia menjadi kuat dan berkualitas. Roh manusia (nishmath khayyim) yang pernah dihembuskan oleh ALLAH kepada manusia (Kej. 2:7) itu kualitas orisinal dari TUHAN yang luar biasa. Kualitas murninya dapat dimunculkan kembali atau dibangkitkan. Bila Roh Kudus kembali memimpin kehidupan manusia sehingga diri manusia dibawah kuasa rohnya sendiri yang adalah Roh dari Allah, maka seseorang dapat melakukan kehendak ALLAH dan disebut sebagai anak-anak ALLAH. Kalau manusia tidak dipimpin Roh Kudus, maka roh manusia tidak sanggup melakukan kehendak ALLAH, atau menjadi lemah. Perjuangan yang harus kita lakukan adalah di sini: Memberi diri sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus yang sama juga artinya dengan menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal. 5 : 24). Roh memang penurut, tetapi daging lemah (Mat. 26:41), maksudnya roh manusia memang berkehendak untuk taat, tetapi tubuh manusia dengan keinginan dosanya lebih kuat menguasai kehidupan. Roh manusia akan lemah untuk melakukan kehendak TUHAN. Untuk ini, supaya roh manusia dapat menjadi kuat, maka kita harus hidup dalam pimpinan Roh Kudus melalui terus mengonsumsi Firman TUHAN sebagai makanan rohaninya (Mat 4:4).

Thursday, August 19, 2010

DIKUASAI OLEH ROH ALLAH

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.Sebab Israel degil seperti lembu yang degil, masakan sekarang TUHAN menggembalakan mereka, seperti domba di tanah lapang? Hosea 4 : 6, 16


Ada satu kesalahan prinsip yang kerap disampaikan dari mimbar gereja, bahwa kita harus menyerahkan kehendak kita sendiri untuk dikontrol Roh Kudus sepenuhnya, sehingga kita cukup menjadi pasif mutlak tanpa perlu melakukan perjuangan apapun seperti menyangkal diri dan menaklukkan keinginan daging, sebab semua dikendalikan oleh Roh Kudus. Tampaknya cukup “rohani”, tapi nyatanya TUHAN tidak bekerja dengan cara demikian. Ia sangat menghargai kehendak bebas yang telah dipercayakan-NYA kepada kita sejak penciptaan, dan IA mau kita dengan kesadaran kita memilih –dengan kehendak bebas kita- untuk melakukan kehendak TUHAN. Jika seorang Kristen tidak menyadari bahwa dirinya memiliki kehendak bebas untuk dipergunakan, dan seharusnya dipergunakan untuk memilih TUHAN dan melakukan kehendak TUHAN, maka tidak heran jika banyak orang Kristen masih hidup dalam kedagingan mereka. Oleh karena mereka tidak diberitahukan bahwa ada pilihan yang harus diambil. Dan untuk mengambil pilihan untuk memilih TUHAN dan melakukan kehendak TUHAN merupakan perjuangan. Perjuangan yang sangat berat karena untuk bisa memilih TUHAN dan melakukan kehendak TUHAN, mereka harus melakukan: Menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5 : 24) Sebaliknya, iblis sangat ingin agar kita menjadi pasif mutlak, tidak mengetahui mengenai kehendak bebas untuk memilih dan perjuangan ini, sebab justru iblis ingin menguasai kita. Maksudnya adalah penguasaan (possesion) roh-roh jahat atas diri seseorang, mulai dari tingkat yang paling kecil sampai akhirnya seluruh kehidupan. Seperti sarang laba-laba yang berkembang dari bentuk kecil, proses penguasaan iblis meresap masuk terus ke dalam diri kita, jika kita tidak waspada dan betul-betul menyerahkan diri kepada pemilikan TUHAN.


Kita harus mengerti benar apa yang dimaksud dengan penyerahan kepada ALLAH. Berserah kepada ALAH bukan berarti menjadi pasif, tetapi sebaliknya menjadi aktif. Aktif mencari kehendak-NYA, aktif menyangkal diri, aktif menyalibkan keinginan daging dan mengenal-NYA lebih dalam. Untuk ini, mengerti isi Alkitab adalah hal yang mutlak. Sebab tidak akan mungkin bagi kita untuk mengerti kehendak-NYA, kalau kita tidak mengerti KitabSuci. Jarang—bahkan tidak ada—orang yang tidak mengerti isi Alkitab, tetapi bisa mendengar suara TUHAN secara permanen atau terus-menerus. Perlu kita hayati dan kaji lebih mendalam apa yang disampaikan Hosea berkenaan dengan pengenalan akan TUHAN ini. Alkitab berkata bahwa umat-NYA binasa karena tidak mengenal ALLAH (Hos. 4:6). Dalam King James Version dikatakan “lack of knowledge” atau “kurang pengetahuan”, “kurang mengenal TUHAN”. Seseorang tidak akan dapat mengenal TUHAN secara benar, jika tidak memahami isi Alkitab secara benar. Seseorang tidak akan peka mendengar suara Roh Kudus, jika ia tidak memahami isi Alkitab secara benar. Jika seseorang tidak mengenal TUHAN secara benar dan tidak peka mendengar suara Roh Kudus, bagaimana orang itu dapat melakukan kehendak TUHAN? Roh Kudus tidak akan berbicara menggantikan Alkitab. Justru Roh Kudus mengingatkan atau memberitakan kepada masing-masing individu apa yang TUHAN katakan. IA tidak akan sembrono dengan berbicara secara terus-menerus kepada orang yang tidak menghargai Alkitab. Justru di sini kita temukan, bahwa orang yang bisa dipercaya bahwa dirinya mendengar suara TUHAN adalah orang yang mengerti kebenaran Firman TUHAN yang tertulis dalam Alkitab. Kalau seorang pembicara Firman tidak menyampaikan kebenaran Firman yang murni, bisa dipastikan suara TUHAN yang diakuinya sebagai murni dari TUHAN adalah kebohongan. Orang ini bisa disebut nabi palsu, yang tidak menggiring umat kepada kebenaran.

Wednesday, August 18, 2010

HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. Galatia 5 : 16–18, 25


Seseorang yang mengendarai motor atau mobil perlu menguasai seluruh elemen yang menggerakkan kendaraan itu, seperti gas, rem, kopling, lampu, klakson, indikator di dasbor dan bahkan banyak panel lainnya. Sebab hanya orang yang mampu mengendalikan semua elemen itulah yang sanggup menjalankan kendaraannya dengan sempurna. Demikianlah ALLAH menghendaki kita mengendalikan kehendak dalam diri kita, agar kita hidup sesuai dengan kehendak-NYA. Orang yang hidup oleh Roh harus menuruti kehendak Roh. Penurutannya bukan atas dasar kedaulatan absolut ALLAH yang mencengkeram diri seseorang dan menghilangkan kebebasannya, tetapi merupakan kesadaran untuk melakukan penurutan sedemikian rupa karena membiasakan diri menuruti kehendak-NYA, dipimpin oleh Roh, berjalan bersama Roh (ay. 25). Sebetulnya dalam ay. 25, “dipimpin oleh Roh” dalam bahasa aslinya adalah πνεύματι καὶ στοιχῶμεν (pnévmati kaí stīkhómen). Kata stīkhómen berasal dari akar kata στοιχέω (stīkhéō), yang artinya berjalan berbaris dengan rapi, seperti tentara yang berbaris mengikuti komando. Itulah sebabnya dalam terjemahan King James Version kata-kata ini ditulis “walk in the Spirit” (berjalan dalam Roh), dan dalam New International Version diterjemahkan dengan lebih tepat lagi sebagai “keep in step with the Spirit” (berjalan seirama dengan Roh).


Berjalan seirama dengan Roh adalah suatu proses sinkronisasi atau penyesuaian. Artinya, seperti tentara yang berbaris rapi mengikuti komando, kita belajar untuk berjalan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Roh. Belajar mengendalikan kehendak kita sendiri, sehingga sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh TUHAN. Ini membutuhkan keaktifan kita untuk menyangkal diri terus-menerus. Pembiasaan diri berjalan menurut kehendak ALLAH melalui penyangkalan diri terus-menerus akan membuahkan buah Roh (ay. 22). Paulus mengajarkan bahwa orang percaya memiliki dua pilihan, menghasilkan buah Roh—yaitu kepribadian yang serupa dengan Kristus—atau buah daging (keinginan-keinginan daging). Berarti tidak mustahil bagi orang percaya untuk menghasilkan buah daging. Ini tergantung keputusan dan pilihan hidupnya setiap hari. Semakin kita memberi diri dipimpin oleh Roh TUHAN, semakin pekalah kita terhadap kehendak TUHAN. Dengan cara hidup demikian ini kita akan sungguh-sungguh dapat memuaskan hati TUHAN. Oleh sebab itu, hendaknya kita terus berjuang untuk menjadi orang yang selalu berjalan seirama dengan Roh.

Monday, August 16, 2010

DIPIMPIN ROH

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Roma 8 : 14


Alkitab tegas mengatakan bahwa hanya orang-orang yang dipimpin oleh Roh ALLAH adalah anak-anak ALLAH. Jadi, supaya kita pantas disebut sebagai anak-anak ALLAH, maka kita harus hidup dalam pimpinan Roh. Pernyataan Alkitab ini sungguh sangat jelas, bahwa siapa pun kita yang mengaku Kristen, apa pun posisi yang kita emban di gereja, kalau kita tidak hidup di bawah pimpinan Roh ALLAH, kita bukan anak ALLAH. Apa yang dimaksud dengan “hidup dipimpin Roh” itu? Kata-kata “dipimpin Roh ALLAH” dalam bahasa aslinya πνεύματι θεοῦ ἄγονται (pnévmati Theú ágondai) memberi isyarat seolah-olah TUHAN akan aktif memimpin kita, sehingga otomatis membuat kita mampu menuruti kehedak-NYA. Seakan-akan Roh-NYA sendiri yang aktif memimpin kita dan otomatis kita dapat mengikuti. Tetapi sebetulnya “dipimpin” (ágondai) juga bermakna “dibimbing” atau “dipengaruhi”. Kalau kita dibimbing oleh Roh ALLAH, itu berarti keaktifan kita juga penting. Harus ada proses penyesuaian terhadap kehendak Roh, bukan TUHAN yang harus menyesuaikan diri dengan kita, tetapi kita yang harus menyesuaikan diri dengan TUHAN. Maka orang yang memberi diri dipimpin oleh Roh ALLAH harus rela tunduk kepada Roh, harus rela berserah kepada Roh. Dengan kata lain, jika kita mau dipimpin oleh Roh ALLAH, kita harus mau menyangkal diri (Mat. 16:24). Penyangkalan diri ini menuntut keseriusan kita sebagai orang percaya untuk senantiasa bergumul melawan diri kita sendiri, dan membutuhkan pengorbanan waktu guna mencapai tahap-tahap penurutan terhadap kehendak Roh yang semakin tinggi.


Dengan penjelasan ini tampak bahwa “dipimpin Roh ALLAH” hendaknya tidak dipahami bahwa orang percaya menjadi seperti robot yang diatur TUHAN dengan sebuah remote control. Pemahaman yang menghilangkan atau melemahkan prinsip kebebasan dan tanggung jawab manusia seperti itu tidak sesuai dengan Alkitab. Harus selalu dicamkan bahwa TUHAN tidak akan merenggut atau mengambil alih kesadaran dan kebebasan seseorang dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Roh memang memimpin, tetapi apakah manusia mau tunduk dan mengikuti pimpinan itu, tergantung kepada manusia itu sendiri. Roh Kudus menuntun orang percaya dengan lembut dan mereka harus belajar dan terus berlatih unuk mengerti kehendak-NYA guna dilakukan. Latihan demi latihan akan menyanggupkan kita hidup sesuai dengan kehendak TUHAN tanpa perlu diatur oleh suatu peraturan atau hukum.

Friday, August 13, 2010

DIDALAM LOH HATI MANUSIA

Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. Yehezkiel 11 : 19–20



Akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia harus mati, menderita, sakit dan masuk neraka. Memang masuk neraka ini merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Tetapi hal yang utama yang harus kita perhatikan ketika manusia jatuh dalam dosa adalah ketidakmampuan untuk mengerti kehendak TUHAN—apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Manusia tidak mampu melakukan kebaikan yang ideal, kebaikan menurut standar TUHAN. Ini yang mengerikan! Tetapi, bukankah manusia masih bisa berbuat baik? Ya, sebab TUHAN masih menulis hukum-NYA dalam hati manusia. Hukumyang tertulis tersebut mengkristal menjadi berbagai ajaran agama-agama. Agama juga menuntun manusia kepada kebaikan, tentu dengan cara pandang individu dari apa yang dimiliki agama tersebut. Itulah kebaikan yang relatif dan subjektif. Kebaikan yang TUHAN kehendaki adalah kebaikan yang ideal, kebaikan multak yang dipandang dari sudut pandang TUHAN, bukan dari sudut pandang manusia. Keselamatan yang TUHAN Yesusberikan memungkinkan manusia mencapai kebaikan ideal ini, sebab keselamatan itu memberi peluang bagi manusia untuk dipugar kembali agar kembali segambaran dengan TUHAN. Pemugaran manusia untuk memulihkan gambar ALLAH dalam diri manusia adalah usaha TUHAN mengembalikan manusia kepada rancangan-NYA yang semula, yaitu manusia sanggup mengerti kehendak TUHAN dengan sempurna. Jadi inti Injil adalah, TUHAN menyelamatkan manusia dan mengembalikannya kepada rancangan-NYA semula.

Inilah maksud dari Firman TUHAN dalam Perjanjian Lama bahwa IA akan memberikan perjanjian, yaitu akan menulis hukum-NYA dalam loh hati manusia, menggantikan hati yang keras menjadi hati yang lembut, dan memberi pengertian-pengertian baru dalam hati manusia. Bukan hukum yang ditulis di atas kertas, perkamen, papirus, atau juga di atas loh batu, tetapi hukum yang ditulis di dalam loh hati manusia. Manusia yang menerima keselamatan dari TUHAN Yesus dan mengambil peluang untuk rela dipugar kembali oleh TUHAN agar segambar dengan diri-NYA, kembali kepada rancangan-NYA semula. Oleh sebab itu, saat kita menjadi Kristen, kita sedang dibawa kepada proyek yang luar biasa ini, yaitu pengembalian kita kepada rancangan TUHAN yang semula. Ini proyek yang sangat penting; untuk itu kita harus bekerja keras mengerjakannya, harus mengerti semua yang diajarkan TUHAN Yesus, dan terus sungguh-sungguh belajar kebenaran TUHAN tiada henti, sebab kebenaran itulah yang akan memerdekakan. Inilah keistimewaan kekristenan yang tulen: bukan mengajari manusia hukum-hukum dan peraturan, tetapi mengubah hati manusia oleh pimpinan Roh Kudus.