Wednesday, January 19, 2011

Memaafkan Membuat Hidup Lebih Indah

Hari jumat 14 Januari 2011, tepat pukul 19:30, setelah berdoa di dalam hati agar Roh kudus hadir dalam kebaktian, ibu Fanny Saragih sebagai pemimpin acara mengundang jemaat untuk berdiri dan membuka Lagu Sion nomor 41 “Kasih Surga Yang Terindah” sebagai lagu buka acara kebaktian Vesper. Doa pembukaan dilayangkan oleh Ibu Fanny Saragih. 2 lagu special berturut-turut dinyanyikan oleh pemuda/i jemaat Kemang Pratama dan keluarga Gilbert Sinaga. Ibu Yunita Wuisan, yang menyampaikan Frman Tuhan, memberikan pelajaran dengan judul "Memaafkan Membuat Hidup Lebih indah”.

Hari jumat 14 Januari 2011, tepat pukul 19:30, setelah berdoa di dalam hati agar Roh kudus hadir dalam kebaktian, ibu Fanny Saragih sebagai pemimpin acara mengundang jemaat untuk berdiri dan membuka Lagu Sion nomor 41 “Kasih Surga Yang Terindah” sebagai lagu buka acara kebaktian Vesper. Doa pembukaan dilayangkan oleh Ibu Fanny Saragih. 2 lagu special berturut-turut dinyanyikan oleh pemuda/i jemaat Kemang Pratama dan keluarga Gilbert Sinaga. Ibu Yunita Wuisan, yang menyampaikan Frman Tuhan, memberikan pelajaran dengan judul "Memaafkan Membuat Hidup Lebih indah”.

Ada dua Presentasi yang dibuat oleh ibu Yunita dan ditampilkan di layar proyektor yang dapat membuat kita renungkan: Apakah memaafkan adalah suatu tindakan terhormat yang perlu dilakukan, bila dibanding dengan sakit hati yang dirasakan ketika seseorang melukai engkau begitu dalam, secara tidak adil? Adakah alternatif lain selain memberi maaf? Haruskah kita membenamkan diri kita dalam ketidak nyamanan masa yang lalu? Apakah anda memilih duniamu tetap diam, dengan menyimpan kenangan peristiwa masa lalu yang tidak bisa diubah kembali? Atau bersediakah kita menempuh jalan yang lebih baik?

Balas dendam adalah keinginan yang begitu besar untuk membuat keadaan menjadi berimbang. Namun masalahnya, kita tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Tindakan balas dendam akan mengikat baik yang disakiti maupun yang menyakiti pada rantai penderitaan pada sebuah tangga berjalan. Kedua belah pihak akan tetap terikat pada tangga berjalan tersebut, sejauh posisi imbang dikehendaki, dan tangga berjalan tersebut tidak pernah berhenti bergerak! Mata ganti mata, akan menjadi kaki ganti kaki, dan akhirnya nyawa ganti nyawa. Tidak peduli alat apa yang kita gunakan dalam membalas dendam : pakah itu dengan kata-kata, pentungan, panah, senapan, bom, bom nuklir sekalipun, balas dendam akan menempatkan kita pada tindakan menyakiti orang yang semakin meluas.

Mahatma Gandhi pernah mengatakan : Apabila kita hidup dengan falsafah “mata ganti mata” maka seluruh dunia akan menjadi buta. Oleh sebab itu, satu-satunya jalan adalah mau memaafkan. Pengampunan / memaafkan mempunyai kekuatan yang besar untuk menarik kita keluar kita dari masa lalu yang penuh dengan derita. Ia dapat menghentikan reaksi yang tidak habis-habisnya, sehingga menciptakan situasi dimana baik yang berbuat salah maupun korban dapat memulai sesuatu yang lebih baik. sebaliknya balas dendam hanya mengingatkan kepada sakit hati masa lalu.

Balas dendam membenamkan orang ke dalam pengulangan kenangan masa lalu yang tidak nyaman. Sementara oleh memaafkan, itu mematahkan cengkraman sakit hati di masa lalu yang ada dalam pikiran kita, dan memungkin kita untuk menghadapi hari esok yang lebih baik, meskipun dengan banyak ketidak pastiannya. Memaafkan orang yang menyakiti kita, adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit hati.

Dalam banyak hal memaafkan membutuhkan iman untuk melakukannya. Memerlukan iman untuk percaya bahwa rasa damai akan datang ke dalam hati kita yang susah, setelah kita memaafkan, dan percaya bahwa pembalasan adalah bagian Tuhan, seandainya perlu, dan bukan bagian kita.

Kemampuan untuk memaafkan adalah salah satu kemampuan terbesar yang diberikan kepada manusia, dan ini adalah salah satu dari sifat Allah. Apabila kita mempraktekkannya, kita mempraktekkan tabiat Allah. Apabila kita mampu untuk memaafkan, itu berarti kita memiliki kemampuan diatas rata dari umumnya manusia dengan sifatnya yang fana.

Yesus datang untuk membawa pengampunan dan keselamatan dari dosa, Dia juga datang untuk membebaskan kita dari sifat manusiawi kita. Ketika kita menerima Dia sebagai Juruselamat, kita juga menerima bagian dari sifat kemanusianNya yang luar biasa yaitu mengampuni. Ketika kita menerima Dia, seberapa besar sifat Yesus sudah menguasai hidup kita, tentu saja itu terserah kita, dan itu nampak dalam setiap pilihan kita.

Karena salah satu sifatNya yang menonjol adalah kesediaan untuk mengampuni, seberapa cepat kita bersedia mengampuni orang yang bersalah kepada kita, menjadi indikasi yang baik untuk menilai apakah kita mengijinkan tabiat Yesus yang agung mengendalikan diri kita. Apakah orang itu berhak atau tidak mendapat pengampunan dari kita, bukanlah menjadi masalah utama. Yang penting adalah kita melakukan yang benar, yaitu mau mengampuni atau member maaf.

Sebenarnya tidak seorangpun layak menerima pengampunan. Bila seorang berbuat salah, dia berhak mendapat hukuman. Tapi pengampunan lebih besar dari hukuman. Memberikan hukuman adalah sifat manusia, sementara mengampuni adalah tabiat Ilahi. Dan di akhir kotbah dari ibu yunita mengajak kita agak kita mengikuti sifat dari Yesus yang selalu mengampuni dan memaafkan ketika orang lain bersalah atau mungkin kita berbuat salah baik orang yang lebih muda atau tua dari kita. Lalu lagu tutup khotbah dengan menyanyi lagu sion nomor 103 “Jalan serta Yesus” lalu doa Tutup oleh Ibu Yunita Wuisan.

Seperti biasa setiap selesai acara vesper jemaat yang hadir menuju halaman gereja membuat lingkaran sambil bergandengan tangan dan mengucapkan selamat sabat tiga kali Tuhan memberkati.

S. Sibarani

Tuesday, January 18, 2011

Jumpa - Pisah Gembala

Satu tahun berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin jemaat Kemang Pratama mengadakan acara serah terima gembala jemaat. Kali ini, Pdt. Saiman Saragih harus pula meninggalkan jemaat Kemang Pratama karena beliau diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Direktur Penerbitan dan Roh Nubuat - Konferens DKI Jakarta dan sekitarnya. Satu sisi, kami merasa sedih atas singkatnya waktu kebersamaan kita, namun di sisi lain, kami bersuka cita karena beliau mendapatkan kepercayaan untuk memimpin sebuah departemen. Selamat buat Pdt. Saiman Saragih.

Sabat tanggal 15 Januari 2011, disepakati untuk mengadakan acara serah terima gembala dari Pdt. Saiman Saragih kepada Pdt. Sonny Kapitan. Pdt. Sonny Kapitan menikah dengan ibu Siti Mei Silitonga dan dikaruniai 3 orang anak yaitu Yehusom Paulsen Parsaulian Kapitan, Yehezkiel Paulson Parsauran Kapitan dan Angela Paula Kapitan.

Ketua Munas Tambunan memimpin acara serah terima ini dengan membacakan berita acara serah terima. Setelah itu, masing-masing gembala, Pdt. Saiman Saragih dan Pdt. Sonny Kapitan membubuhkan tanda tangan pada berita acara tersebut. Sebagai saksi, ditunjuk Ketua Munas Tambunan dan Sekretaris sidang Sontani Purnama.

Acara kemudian dilanjutkan dengan bacaan bersahutan serah terima gembala. Ketua jemaat, anggota, keluarga gembala, dan utusan konferens – yang diwakili oleh Direktur Roh Nubuat, Pdt. Saiman Saragih, secara bergantian membaca bacaan serah terima gembala ini. Dan pada bagian akhir, semua membaca secara bersama-sama: ”Kami berjanji, di hadapan Kristus dan di hadapan masing-masing kami pada hari ini, untuk menempatkan Kristus yang pertama, memohon tuntunan Roh-Nya, dan bekerja bersama-sama untuk mempercepat kedatangan-Nya”

Usai acara serah terima gembala, jemaat Kemang Pratama juga mengadakan acara perpisahan untuk Pdt. Saiman Saragih. Acara ini dipimpin oleh Bapak Viertin Tobing – Pemimpin departemen Rumah Tangga. Acara diawali dengan puji-pujian yang dibawakan anak-anak Kemang Pratama, lengkap dengan berbagai instrumen musik mereka - Piano, Bas, Pianika dan Suling.

Ketua David Tampubolon mewakili jemaat memberikan sambutannya dengan mengutip 1 Tesalonika 5 : 12-19 dan 1 Timotius 5 : 1-2 yang intinya adalah kita sebagai kawanan domba dan Pendeta adalah gembalanya. Seorang gembala perlu menggunakan tongkatnya dan tongkatnya itu adalah teguran. Jemaat membutuhkan teguran dari pendeta, sama seperti orang tua menegur anaknya agar tidak melenceng.

Tanda Kasih diberikan oleh Ketua Jeff Eman dan Bendahara Willy Wuisan. Dalam kesempatan itu, sekali lagi, ketua Jeff Eman mengucapkan terima kasih atas penggembalaan pdt. Saiman Saragih kepada jemaat Kemang Pratama.

Menyambut tanda kasih, ibu Fanny Saragih mengatakan bahwa di jemaat Kemang Pratama ini beliau menemukan kakak, saudara, dan anak sehingga tidak mau berpisah. Namun oleh karena tugas, beliau harus meninggalkan jemaat ini. Beliau juga mengatakan bahwa waktu satu tahun adalah waktu yang singkat, sehingga belum dapat berbuat apa-apa, kendati sudah berusaha memberikan apa yang bisa diberikan. Beliau juga memohon maaf atas kelemahannya dan mohon agar didoakan agar diberikan kemampuan dalam melayani pekerjaan yang baru.

Sedangkan Pdt. Saiman Saragih mengingatkan jemaat untuk tetap setia di dalam Tuhan. Sebagai prajurit Kristus, Tuhan akan memberikan pertolongan dalam pelayanan jemaat. Pembenaran oleh iman, keselamatan oleh kasih Yesus Kristus menuntun kita menerima kebenaran. Gereja adalah sarana yang menuntun kita mengenal kebenaran dan biarlah kita akan tetap setia di dalam Tuhan. Beliau juga mengharapkan agar Pdt. Sonny Kapitan dapat melayani jemaat ini dengan lebih baik lagi, karena anggota jemaat ini mempunyai potensi dan semangat persatuan dan kesatuan. Di akhir sambutan, beliau juga memohon maaf, baik pribadi maupun anggota keluarga atas sesuatu yang tidak berkenan.

Acara perpisahan ini diakhiri dengan doa penyerahan yang dilayangkan oleh Pdt. Sonny Kapitan.

Monday, January 17, 2011

Kasih Allah, Landasan Untuk Peduli Pada Sesama

Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat, 15 Januari 2011 yang lalu dibawakan oleh ketua bidang PP, bapak David Tampubolon. Pada kesempatan ini, pak David menyampaikan bahwa banyak orang, organisasi, perusahaan yang menunjukkan kepedulian kepada sesama manusia dengan tujuan, maksud dan alasan tertentu. Kita pun sebagai umat Kristen perlu untuk peduli pada sesama.

Kepedulian seyogianya dilandasi oleh motif yang benar, motif yang didasarkan oleh kasih Allah. Biasanya kepedulian ini melibatkan uang. Rasul Paulus berkata: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (I Tim. 6:10). Sebaliknya, tidak sedikit orang haus akan kekuasaan dan uang, dan ini agak jarang ditegur dibandingkan dengan pemakai ganja/obat terlarang dan pornografi. Padahal bahaya haus akan kekuasaan dan akan uang tidak kurang bahayanya dibandingkan dengan pemakaian obat-obat terlarang dan pornografi. Janganlah kita menghalalkan cara yang tidak terpuji untuk memperoleh uang.

Firman Tuhan juga mengatakan dalam buku Amsal: “Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat” (Amsal 11:1). Jangan kita berlaku serong/curang, berlaku tidak terpuji dalam hubungan kita dengan sesama manusia.

Pada akhir dari PP, kita dihimbau untuk mencari Tuhan gantinya kekuasaan dan uang, mempedulikan sesama dengan motif yang benar, yaitu dilandaskan oleh kasih Allah.

Acara Kebaktian Baby Shower - Farrel Fienly

Sabat sore yang indah,15 Januari 2011, digunakan oleh anggota-anggota jemaat Kemang Pratama untuk bersuka cita dalam acara Baby Shower bagi keluarga Karel Arsyad di perumahan Pondok Pekayon II. Acara yang dihadiri oleh sekitar 30 orang anggota jemaat dimulai tepat pukul 15.00 wib dan dipimpin oleh bapak Viertin Tobing. Sukacita ini diawali dengan menyanyikan lagu dari lagu sion no 304 “Marilah Bersukacita”, dilanjutkan dengan doa buka yang dilayangkan oleh ibu Yunita Wuisan. Suara-suara merdu dari ibu-ibu diperdengarkan melalui lagu spesial dari Lagu Sion no 103 “Jalan Serta Yesus Slalu Sejahtera”

Dalam kesempatan yang baik ini, bapak Karel Arsyad menyampaikan kesaksiannya dengan terlebih dulu mengucapkan syukur kepada Allah Bapa atas banyak berkat-berkat yang sudah diterima di dalam keluarga mereka. Dalam usia pernikahan yang baru memasuki tahun yang ke-3, keluarga ini sudah dikaruniai 2 orang anak. Anak yang pertama perempuan diberi nama Preacy dan saat ini Allah menambah sukacita keluarga dengan memberikan adik laki-laki bagi Preacy yang lahir pada tanggal 28 Desember 2010 melalui proses operasi Caesar dan terlahir dengan berat 3,3 kg, panjang 49,5. Dalam proses kehamilannya ibu Ririn Arsyad sempat mengalami pendarahan pada akhir November 2010 dan pada saat itu juga keluarga ini terpilih untuk menjadi Family of The Month untuk bulan Desember 2010, bapak Karel sangat yakin bahwa doa-doa yang dilayangkan oleh setiap anggota jemaat Kemang Pratama di sepanjang bulan Desember itu menjadi sumber kekuatan bagi keluarga ini dalam menantikan kelahiran anak ke-2 mereka yang mereka beri nama Farrel Fienly Arsyad. Sebuah kesaksian akan proses kelahiran anak ke-3 dari keluarga pendeta Saiman Saragih, mengawali renungan yang disampaikan oleh Pendeta Saiman Saragih.

Dalam renungan yang disampaikan, Pendeta Saragih mengatakan bahwa keluarga Arsyad harus selalu bersyukur oleh karena anak mereka bisa lahir dengan baik mengingat ibu yang sempat mengalami pendarahan sekitar sebulan sebelum proses persalinan. Mazmur 136:1,3, 26 Firman Tuhan katakan,” Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (3) Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (26) Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

Sebagai umat Tuhan kita diajar untuk selalu bersyukur dalam segala hal yang Tuhan berikan kepada kita walaupun ada waktu-waktu dimana Tuhan mengijinkan kita mengalami kesulitan. Tetapi bilamana kita serahkan segala kekhawatiran kita kepada Tuhan maka Dia adalah setia dan baik yang siap menolong sehingga kita boleh lepas dari kekhawatiran kita dan mendapatkan sukacita, untuk itulah diajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur di dalam segala hal. Dan saat ini Tuhan memberikan tanggungjawab kepada bapak dan ibu Arsyad seorang anak lagi, Tuhan menuntut tanggungjawab itu yaitu dimana pada saat ini pikiran seorang anak yang baru lahir adalah seperti lembaran kertas putih. Mau jadi seperti apa anak itu kelak adalah menjadi tugas orang tua untuk menuliskannya di kertas / pikiran anak tersebut. Orang tua bertanggung jawab untuk menuliskan hal-hal yang baik dan mencegah pengaruh-pengaruh jahat dari orang-orang lain. Tuhan menuntut tanggungjawab itu bukan saja saat anak-anak masih kecil tetapi hingga usia dewasa pun orang tua tetap memiliki tanggungjawab terhadap anak-anak mereka.

Oleh karena itu, sebagai orangtua kita perlu mengambil waktu untuk berdoa agar anak-anak kita bertumbuh dengan baik secara fisik dan rohani dan menjadikan mereka sebagai anak yang baik dan menurut. Amsal 29:15-17 Firman Tuhan katakan, “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. (16). Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka. (17). Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. “

Di dalam rumah harus ada peraturan, setiap perkataan orangtua adalah perintah atau undang-undang untuk dituruti oleh anak-anak. Orangtua juga harus menjaga perilaku dan perkataan, oleh karena apa saja yang selalu anak-anak dengar dirumah, itu juga yang akan menjadi pola mereka dalam bersikap dan berkata-kata. 3 hal yang patut diajarkan kepada anak-anak adalah:

- menurut dan hormat kepada orangtua, termasuk didalamnya om, tante ataupun kakek dan nenek.

- menurut dan hormat kepada guru

- menurut dan hormat kepada pendeta / organisasi gereja

Jangan pernah kita membicarakan sesuatu hal yang menentang kepada orangtua, guru, pendeta ataupun organisasi gereja kalau kita mau anak-anak kita menjadi orang yang penurut, setia dan siap untuk masuk kedalam kerajaan sorga. Anak-anak yang penurut akan menjadi kebanggaan bagi ibunya, bertumbuh sebagai orang yang bijak, dihormati, membawa ketentraman dan sukacita. Di akhir renungan, Pendeta Saiman Saragih mengatakan, sukacita akan menjadi bagian keluarga yang mau mengarahkan anak-anak untuk menurut kepada Tuhan, seperti yang dinyatakan dalam Mazmur 144:12 , “Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!” Doa berkat bagi keluarga Karel Arsyad dilayangkan oleh pendeta Sonny Kapitan.

Sebagai tanda sukacita dari jemaat Kemang Pratama, ibu Susi Eman menyampaikan tanda sukacita itu kepada ibu Ririn Arsyad. Kebaktian Baby Shower ini ditutup dengan menyanyi dari Lagu Sion no 260 “Senanglah Rumah” dan doa tutup dilayangkan oleh bapak Willy Wuisan. Sukacita sabat sore itu semakin lengkap oleh karena keluarga Karel Arsyad menyediakan kue-kue yang lezat yang boleh dinikmati bersama-sama setelah didoakan oleh bapak Karman.

Selamat bergabung dalam kelas sekolah sabat anak-anak buat Farrel Fienly.

Thursday, January 13, 2011

Perlawatan ke Opung Sianturi

Sebuah pesan singkat masuk di handphone saya pada pagi hari Selasa yang lalu. Berita datang dari ibu Syuul , memohon dukungan doa untuk Opung Sianturi, ibu dari bpk. Marlan Sianturi, yang sedang dirawat di rumah Sakit Mitra Keluarga di Depok. Saya percaya, segera setelah berita diteruskan oleh sdr. Ramlan Sormin kepada anggota jemaat, maka doa doa memohon pertolongan Tuhan bagi kesembuhan Opung segera dilayangkan oleh seluruh anggota Jemaat Kemang.

Sore harinya, pulang dari kerja saya dan pak Willy menuju ke RS Mitra Keluarga di Depok. Sudah lebih dari 10 tahun kami tidak pernah pergi ke daerah Depok. Depok sudah menjadi kawasan yang berkembang begitu pesat. Tiba di rumah sakit, selain Marina dan Tesha, di sana juga ada ibu Adeline yang membantu menjaga Opung ketika Bapak dan ibu Sianturi pergi untuk mengurus keperluan Opung.

Keadaan fisik Opung memang lemah, tapi Opung masih mengenal kami dan kami sampaikan bahwa seluruh anggota Jemaat Kemang mendoakan opung. Opung berulang-ulang mengucapkan terima kasih, walaupun dengan suara yang terdengar begitu lemah. Tak lama kemudian ibu Sianturi datang, dan menceritakan kondisi opung sebagaimana yang disampaikan oleh dokter kepada keluarga. Sementara kami berbincang-bincang, kami melihat pdt. Sonny Kapitan, gembala Jemaat Kemang yang baru memasuki ruangan. Kami senang karena ada Pendeta yang bisa bersama kami pada waktu kami melawat. Pendeta menyapa dan memberi semangat kepada Opung, yang disambut dengan anggukan kepala oleh Opung. Doa memohon kesembuhan dari Bapa Surgawi, dokter diatas segala dokter , yang mengetahui apa yang terbaik bagi setiap orang yang dikasihiNya dipanjatkan oleh Pendeta Sonny kehadirat Tuhan, sebelum beliau meninggalkan rumah sakit.

Ketika tiba waktunya kami mohon diri, kami sampaikan kepada keluarga bpk. Sianturi bahwa seluruh anggota jemaat Kemang akan tetap mendoakan opung dan keluarga Sianturi. Tuhan Yesus yang penuh kasih akan menyertai keluarga di setiap waktu, terlebih dalam masa-masa yang sulit, adalah doa kami. (Yunita Wuisan - dept. diakones).

Friday, January 07, 2011

BWA dan Dorkas Melawat Ibu Lies Purnama

“Tolong doakan Ibu Lies yang saat ini dirawat di rumah sakit.”, demikian bunyi pesan yang sampai di handphone suami saya. Saya buat janji dengan pemimpin BWA dan Dorkas jemaat Kemang Pratama, Ibu Meiske Tampubolon, untuk melawat ibu Lies. Hari Kamis, 6 Januari pagi kita tetapkan untuk melawat. Saya tiba di SPBU Petronas di ujung jalan Pekayon sekitar 10 menit lewat dari jam 10 pagi. Sesuai janji, dari kejauhan saya melihat Ibu Meiske tersenyum lebar melihat kedatangan saya. Tidak membuang waktu, segera kami meluncur ke Rumah Sakit Global Awal Bros Kalimalang Bekasi, dimana Ibu Lies Purnama dirawat sejak hari Selasa 4 Januari yang lalu.

Ketika kami masuk di kamar rawat no. 607, kami disambut oleh ibunda dari Ibu Lies, yang biasa kami panggil Oma di gereja. “Dorkas datang !”, kata kami serentak sebagai salam pembuka. Salam kami langsung disambut dengan senyum gembira dari Ibu Lies. Mewakili jemaat, Ibu Meiske menyampaikan bingkisan kasih kepada Ibu Lies. Setelah bercakap ringan sejenak, maka Ibu Meiske memimpin kebaktian untuk Ibu Lies. Lagu spesial yang dibawakan oleh Junior Tampubolon dan Oma sangat menghibur karena 4 ayat diselesaikan dengan baik dan merdu. Kemudian dilanjutkan dengan renungan yang disampaikan oleh Ibu Evelyn Sormin yang terdapat di dalam buku Matius tentang kekhawatiran. Renungan ini mengajak agar kita sama-sama mengingat bahwa khawatir adalah sesuatu hal yang memang akrab dengan kita manusia. Tetapi kita tidak boleh lupa apa yang Tuhan katakan, bahwa kekhawatiran tidaklah membantu. Apalagi dalam keadaan sakit, seringkali kita semakin khawatir.

“Yang namanya ibu pasti semakin banyak khawatirnya. Bukan hanya penyakit saja yang dikhawatirin, tetapi juga khawatirin apakah anak, suami dan rumah bisa baik-baik saja selama ditinggal di rumah sakit ini… ”, kata Oma menambahkan komentar dari isi renungan. “Makanya saya ingin cepat pulang nih !”, kata Ibu Lies menimpali sambil tersenyum. “Pulangnya kalau sudah disuruh dokter dong bu, daripada nanti enggak tuntas sembuhnya.”, tambah ibu Meiske yang disambut anggukan tanda setuju dari semua. Sebagai penutup kebaktian kami berdoa bersama yang dipimpin oleh Ibu Evelyn. Setelah selesai kebaktian, kamipun berbincang-bincang santai. Bicara tentang keluarga dan kehidupan sehari-hari. Tidak terasa sudah pukul dua belas lewat 10 menit. Kami pun segera pamit untuk pulang. Semua kita mendoakan agar Ibu Lies bisa segera sembuh dan kembali pulang berkumpul dengan keluarga, terutama Dave yang katanya sudah dikangenin banget! Cepat sembuh ya bu…! J

Tuhan memberkati.

Butterfly