Monday, July 25, 2011

Disciples

Kebaktian khotbah Sabat 23 Juli 2011, dimulai dengan menyanyikan lagu pujian yang dipimpin oleh bapak Munas Tambunan dengan pianis Felisya Tambunan dan teman-teman. Bacaan ayat bersahutan dibacakan oleh bapak Dharlen Simanjuntak dan Jemaat. Bacaan persembahan di bawakan oleh bapak Dixon Simanjuntak dan dilanjutkan dengan pemungutan persembahan oleh diakon. Lagu pujian istimewa di nyanyikan oleh keluarga bapak Agustinus Silalahi. Cerita untuk anak-anak disampaikan oleh ibu Sitimei Kapitan dengan judul ‘ Tim dan Koin Emas ’, yang mengajak anak-anak untuk selalu menaruh pikiran–pikiran yang baik dan memiliki perilaku yang baik.

J
udul : Pemuridan atau ‘ Disciples


P
enghotbah : Pdt Sonny Kapitan (Gembala Jemaat Kemang Pratama)


F
irman Tuhan pada Sabat ini mengambil ayat inti dari 2 Tesalonika 1 : 11-12, yang menekankan bahwa sebagai murid-murid Kristus adalah penting untuk memiliki pikiran-pikiran Kristus atau perkara-perkara sorgawi dan juga memiliki prilaku sorgawi . Sebagai umat Tuhan yang adalah juga murid Kristus kita sangatlah membutuhkan pemuridan atau ‘ diciples ‘ dan belajar dari perkataan Allah yaitu firman Tuhan . Karena dengan pikiran-pikiran Kristus maka iman pun akan bertumbuh dan kabar kebenaran Kristus dapat disebarluaskan. Kehendak manusia pasti akan menjadi sempurna bila bersama-sama dengan Allah. Pemuridan atau ‘ Disciples merupakan :


D
= Destiny - Tujuan

I
= Intent- Sungguh

S
= Society- Masyarakat

C
= Commitment – Penyerahan pada Yesus

I
= Investment – Investasi

P
= Partnership – Mitra Allah

L
= Love – Cinta kasih kepada Tuhan dan manusia

E
= Evangelism – Membagi kabar baik.


D
engan menggunakan Alkitab sebagai fondasi iman dari umat-umat Tuhan, maka umat-umat Tuhan akan menjadi murid Kristus yang berkenan kepadanya dan menjadi murid-murid yang setia dan tangguh dalam pelayanan. Dan himbauan pada Sabat ini yaitu, marilah kita memiliki dan memikirkan perkara-perkara sorgawi dalam ketaatan kepada Kristus.


U
ntuk mengakhiri khotbahnya Pendeta Sonny Kapitan mengajak jemaat dan para tamu yang hadir untuk menyanyikan bersama-sama lagu yang berjudul “ Hidupku Bukannya Aku Lagi “.


U
ntuk meng-aminkan Firman Tuhan yang baru disampaikan, jemaat menyanyikan lagu Sion nomor 159 “ Mari Kita Kerja Bagi Tuhan “ dan ditutup dengan doa berkat oleh pendeta Sonny Kapitan. Kemudian acara dilanjutkan dengan potluck bersama dan mengikuti seminar penginjilan yang akan dibawakan oleh pendeta Sonny Kapitan.


-Mei-

Memperkaya Kehidupan

Vesper, 22 Juli 2011

Kebaktian Vesper di Gereja Advent Kemang Pratama di mulai jam 07.30. Dan untuk memulai acara jemaat berdoa di dalam hati masing-masing untuk mengundang kehadiran Roh Suci. Jemaat menyanyikan lagu pujian nomor 166 “Berusahalah Kamu “ yang dipimpin oleh ibu Ani Simanjuntak sebagai pembawa acara dan dilanjutkan dengan doa buka oleh bapak Jamesson Silitonga. Lagu pujian dibawakan oleh keluarga Semua anak dan oramg Muda.

Firman Tuhan pada malam vesper ini dibawakan oleh ibu Debby Simanjuntak yang berjudul “ Memperkaya Kehidupan “ yang mengingatkan perlunya menghargai kehidupan yang Tuhan berikan kepada kepada umatnya. Karena seringkali kita merasa kehidupan yang kita jalani adalah datar dan dangkal sehingga membuat kita memilki perasaan hidup yang kurang berarti. Keadaan dan situasi disekitar membuat kehidupan terasa tidak membawa kebahagiaan ataupun sukacita. Tetapi ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan untuk menambah perasaan menghargai diri ialah pertama, yaitu dengan memperhatikan keindahan ciptaan Tuhan seperti alam ciptaan Tuhan, cuaca yang Tuhan berikan, orang-orang disekitar, perjalanan keseharian, istirahat dan menikmati pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Kedua yaitu,menghargai diri kita dan bangga kepada diri. Dan yang ketiga yaitu, mengatakan ‘ saya dapat ‘ pada hal-hal yang baik, mengatakan ‘ saya yakin ‘ pada kemampuan yang kita miliki dan menggali kemampuan yang kita miliki. Namun hanya dengan pertolongan dan hubungan yang erat dengan Tuhan perasaan sukacita dan bahagia akan menjadi sempurna dalam menghargai kehidupan yang kita miliki dan jalani. Kehidupan kita akan menjadi sangat berarti dengan menyerahkan segala rencana kita kepada Tuhan.

. Amin

Untuk meng-aminkan firman Tuhan, Jemaat menyanyikan lagu penutup lagu sion nomor 304 “ Marilah Bersukacita ‘ dan kebaktian vesper diakhiri dengan doa oleh ibu Debby Simanjuntak. Selesai kebaktian jemaat membentuk lingkaran di luar gereja dan menyanyikan lagu “ God is so good” dan mengucapkan yel-yel, Selamat Sabat 3X, Tuhan Memberkati, Halleluya, Amin. Sampai berjumpa pada hari sabat pagi…

-Mei-

Sunday, July 24, 2011

TERLALU BESAR JUMLAHNYA UNTUK DIHITUNG

Mazmur 40:6, “Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.”


Peristiwa ini terjadi sekitar tiga tahun yang lalu. Malam itu adalah hari Jumat, gereja di mana saya tercatat sebagai anggota jemaat mengadakan kebaktian bersama dengan seluruh anggota jemaat. Waktu menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit pada sore hari, saya merebus dua butir telur di atas penggorengan atau belanga. Sambil saya menyalakan kompor masak, saya juga berkemas untuk berangkat ke gereja mengikuti kebaktian pada Jumat malam. Akhirnya, saya pun berangkat ke gereja untuk berbakti, sementara kompor masak sedang menyala dengan dua butir telur di rebus di atasnya.

Sedang kebaktian malam akan berakhir, saya teringat akan masakan dua butir telur dan kompor yang menyala di rumah. Saya pulang menggunakan koasi – angkutan umum yang saat itu saya miliki. Namun sangat disayangkan, perjalanan pulang ke rumah tidak lancar seperti dugaan saya. “Takari, tolong minggir saya turun di sini aja. Kamu langsung aja ke rumah, saya akan naik ojek supaya cepet tiba di rumah”, ungkapku kepada sopir yang mengendarai koasi milik saya. “Bang Ojek, tolong antarkan saya ke rumah donk, saya harus cepat sampai rumah karna saya meninggalkan kompor masak menyala sudah beberapa jam lamanya”, teriak saya kepada bang Ojek dengan nafas sedikit terengah dibarengi rasa stress dan panik yang luar biasa. Setibanya di rumah, garasi segera saya buka dan berlari menuju dapur untuk memastikan tidak ada kobaran api dan rumah saya dalam keadaan selamat. Puji Tuhan, ditengah kepanikan, stress dan rasa takut yang menghantui pikiran saya, ternyata Allah memeliharakan saya dan rumah saya dengan segala isinya. Air rebusan habis tertelan panasnya api, penggorengan bersama dengan kedua butir telur yang saya masak menjadi hangus, namun kompor masak tidak meledak dan kebakaran pun tidak terjadi.

Peristiwa yang terjadi membuktikan ayat roti pagi kita saat ini. Sungguh besar perbuatan tangan-Nya bahkan segala maksud-Nya untuk kita umat-Nya. Selayaknya kita memberitakan dan mengatakannya menjadi kesaksian bagi orang lain walau terlalu besar jumlahnya untuk dihitung. Jika ALLAH berkenan untuk diselamatkan tak seorang pun jua yang dapat mencegahnya demikian sebaliknya jika ALLAH mengijinkan suatu peristiwa harus terjadi untuk membuktikan kebesaran-Nya, maka itu pun pastilah terjadi. Sembah sujudlah dihadapan-Nya, ya segenap makhluk sebab Ia berkuasa di bumi dan di sorga. Allah memberkati saudara dan saya. Amin.


Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini ;

Saturday, July 23, 2011

SEMOGA IKHLAS

2 Korintus 5:19, “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”



Waktu menunjukkan pukul delapan malam, pada awal liburan akhir pekan. Kemacetan yang luar biasa terjadi pada sore hari itu, sehingga perjalanan yang ditempuh sekitar 45 menit saat hari libur, kami tempuh selama dua setengah jam dari pusat bisnis Jakarta menuju ke Bekasi. Telepon genggam berdering ketika saya tiba di rumah saudara yang seperjalanan dengan saya. “Bang, pihak keluarga dari pengendara truk yang menabrak sudah ada bersama Yanto. Sekarang sedang meluncur ke Cibinong menuju ke rumah duka. Yanto berharap abang bisa hadir supaya kita selesaikan upaya perdamaian bagi kedua belah pihak”, demikian Yanto, adik sepupu istri saya memberitahukan perkembangan yang ada.

Walau badan terasa penat, saya pun berniat untuk pergi guna menyelesaikan upaya perdamaian yang telah kami koordinasikan sedemikian rupa sepanjang minggu ini. Saya pun tiba di lokasi rumah duka di Cibinong empat puluh lima menit kemudian. Kedua belah pihak perwakilan keluarga telah berkumpul termasuk Om Ichsan, adik dari Ibu mertua saya dan saya sendiri. Acara untuk berdamai pun dilangsungkan beberapa menit setelah saya tiba di lokasi. Ini adalah kali yang pertama saya mengikuti acara “berdamai” oleh karena terjadinya kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa kakak sepupu istri saya ini. Acara berlangsung hikmat walau harus disertai dengan rasa sedih dan tangisan.

Teringat dalam benak saya bagaimana Allah Bapa menyerahkan Yesus Kristus menjadi korban pendamaian bagi setiap orang di bumi yang telah berdosa ini. Yesus harus merelakan nyawanya demi hidup orang lain, dimana tiada seorang pun manusia yang mau menjadi korban pendamaian namun harus mengorbankan nyawanya seperti Dia di dunia ini. Betapa kita patut bersyukur kepada Yesus, Korban Pendamaian yang mengangkut dosa isi dunia ini. Hanya dengan menerima DIA sebagai korban keselamatan bagi kita, maka kita akan dapat dimenangkan untuk hidup yang kekal kelak. Biarlah Roh Kudus yang memeteraikan pengorbanan Yesus bagi kita, maka kita mengasihi-Nya melalui penurutan kita kepada-Nya. Amin.


Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" dibawah ini ;

Friday, July 22, 2011

KORBAN TEKNOLOGI

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”


Sudah dua minggu anak-anak kami menikmati liburan sekolah. Berbagai kegiatan mereka lakukan selama liburan, mulai dari bermain games, bermain facebook, twitter dan menonton televisi. Pada hari libur, ada satu kebiasaan buruk anak-anak kami yakni lupa untuk makan dan mandi. Hal ini dikarenakan pikiran mereka terfokus kepada permainan-permainan yang membuat mereka terbuai dan tidak merasa lapar. Sudah berkali-kali saya dan istri menegur mereka baik dengan cara lemah lembut maupun dengan nada yang marah sesekali, namun hal itu tidak membuat mereka mengalami banyak perubahan.

“Hi, apa kabar sayang?” Itulah sapaan yang saya lontarkan kepada anak saya tertua yang sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga ketika petang hari saya tiba di rumah. “Malam juga Pa”, jawab anak saya, sementara saya berjalan memasuki kamar tidur kami. “Wow, adik juga lagi nonton toh…..”, komentar saya ketika melihat anak bungsu kami juga sedang menonton televisi di kamar tidur kami. Beberapa menit berlalu, saya pun telah membersihkan diri dan berganti pakaian tidur. “Kakak, adik! Tolong matikan TV, kita sembahyang dulu sebelum tidur”, teriakku kepada anak-anak agar mereka menghentikan semua kegiatan mereka pada pukul Sembilan malam hari itu. “Apa kegiatan hari ini nak?” saya mulai melontarkan pertanyaan kepada anak kami. “Apa kakak dan adik sudah meluangkan waktu untuk baca Alkitab, berapa lama baca Alkitabnya?” tanyaku detail mengenai kegiatan mereka selama libur hari itu. “Oh iya, kakak belum baca Alkitab, Pa”. jawab anak tertua kami disambung dengan anak kami yang bungsu, “Adek juga belum, Pa”.

Malam itu untuk kesekian kalinya saya harus menasihatkan anak kami untuk memiliki waktu untuk membaca Alkitab. Betapa sering kita menjadi hamba setan tanpa kita sadari dan telah melupakan Allah yang memeliharakan dan memberkati kita dalam banyak perkara yang tidak dapat kita uraikan satu per satu. Betapa kita memiliki banyak waktu untuk, bekerja hingga larut malam, banyak waktu untuk berbelanja dan melancong, banyak waktu untuk berbagai kegiatan pribadi yang kita anggap penting, namun tidak memiliki waktu sedetik pun untuk merenung, mengucap syukur dan berkomunikasi dengan Allah melalui membaca Alkitab. Atau mungkin kita membaca Alkitab, namun Alkitab kita jadikan sebagai penghantar tidur kita sementara mata kita sanggup tak terpejam sedikit pun pada saat kita ngobrol hingga larut malam, menonton TV atau film hingga beberapa episode. Pagi ini Allah mengajak saudara dan saya untuk mengikuti rahasia sukses surga yakni dengan mendahulukan Allah dalam hidup kita, berkat tak teruraikan lainnya akan menyertai hidup kita menurut waktu dan ukuran berkat Tuhan. Kiranya Allah menolong kita untuk memeteraikan ayat renungan pagi ini bagi kita. Amin.


Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini ;

Thursday, July 21, 2011

LHO, KOK BISA!

Wahyu 2:10, “Jangan takut terhadap apa yang engkau harus derita! …. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”


Saat itu waktu menunjukkan pukul empat di sore hari, saya dan empat orang teman sepakat untuk berangkat ke Bandung dengan satu agenda yang pasti. Maklum, karna hari itu adalah hari libur akhir pekan, perjalanan ke Bandung kami tempuh tiga puluh menit lebih lambat dari biasanya. Tidak heran, cahaya lampu di lokasi telah menerangi seluruh areal pemukiman para pendidik di tingkat Universitas tersebut. Agenda utama pun akhirnya rampung kami kerjakan, empat puluh lima menit setelah kami tiba di lokasi.

“Kita mampir dulu yuk ke rumah Tante “X””, salah seorang teman seperjalanan menyeletuk. Saya dan beberapa teman lainnya pun menganggukkan kepala menandakan setuju. Kami berangkat menuju ke kediaman Om dan Tante “X” yang berada sekitar 700 meter dari lokasi kunjungan kami yang pertama. “Lho, kok bisa Tante?!” Pertanyaan yang mengherankan dan membingungkan hati saya pun terlontar dari mulut saya ketika kami bertemu dengan pemilik rumah yang saya sangat kenal oleh karena kami berasal dari kampung halaman yang sama dengan sang Tante. “Kok, bisa Om? Tapi waktu kita ketemu sebulan yang lalu, Tante baik-baik saja?” Betapa tidak mengherankan hati saya sebab bulan Mei yang lalu kami bertemu dengan mereka sekeluarga keadaan Tante baik-baik saja, mengapa sekarang tiba-tiba menderita penyakit kebutaan akibat penyakit diabetes yang menggerogoti tubuhnya.

Hidup di dunia ini terlihat seperti misteri, tak seorang pun dapat memastikan kondisi segala sesuatu akan baik selalu, sama seperti Tante yang memiliki anak tunggal putri satu-satunya itu, hari ini dapat terlihat sehat walafiat namun esok hari keadaan bisa saja berubah dengan drastis di luar kendali kita. Ayat pagi ini mengingatkan kita bahwa kondisi dunia ini tidak ada yang dapat menjamin kelanggengannya, suka dan duka, tawa dan tangis, untung dan rugi dapat silih berganti menghampiri kita, namun satu hal yang pasti bahwa upah mahkota kehidupan menjadi milik kita bilamana kita setia dalam iman kepada Yesus Kristus yang adalah Juruselamat kita, tanpa peduli apakah kita buta, tuli, bisu atau sempurna dalam indera kita secara fisik. Semoga kita setia sampai akhir dan Allah akan mengaruniakan mahkota kehidupan kepada kita di surga kelak. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” di bawah ini ;

Keselamatan Bagi Orang Yahudi

Kebaktian Rabu Malam (Malam Permintaan Doa) Tanggal 20 Juli 2011 ini diambil dari buku Alfa & Omega Jild VII (Kisah Para Rasul)Bab 35 dengan judul “Keselamatan Bagi Orang Yahudi”. Sebagai Pembicara oleh Bpk Erhart Tobing dan Protokol oleh sdr Didin Irono. Kebaktian diawali dengan berdoa di dalam hati masing-masing untuk mengundang kehadiran Roh Kudus dan sebagai lagu pembuka kebaktian jemaat bernyanyi bersama-sama dari Lagu Sion No. 172 . Doa buka oleh Ketua Jemaat Bp Munas Tambunan.

Dalam kesempatan kesaksian Gembala Jemaat Pdt Sonny Kapitan, menyampaikan kesaksian, bersyukur karena perlindungan TUHAN dalam perjalanan masa cuti tg 7-17 Juli 2011, dimana walaupun dalam perjalanan menuju pulau Sumatera khususnya ke Jambi, kendala yang dihadapi susahnya bahan bakar premium untuk kendaraan, bisah dihitung sekitar 22 SPBU yang kehabisan premium. Namun karena penjagaan dari TUHAN keluarga Gembala Jemaat bisah tiba kembali dengan selamat, puji TUHAN.

Dalam kesempatan usulan DOA, diusulkan Pdt Saiman Saragih didoakan agar lekas sembuh yang saat ini masih diopname di RS Medirose pulogadung ruang Anggrek 3. Juga Angela Kapitan yang sakit gigi agar lekas sembuh, Family of the Month keluarga sdr Gomgom Tampubolon, serta didoakan untuk keluarga-keluarga di jemaat Kemang Pratama. Doa bertelut dibagi dalam kelompok 2 atau 3 orang. Sebelum renungan sebuah lagu pujian, duet (Pdt Sonny kapitan & Yehezkiel kapitan) di iringi dengan musik guitar, lagu dengan tema Damai dalam Hidupku.

Pembicara renungan Bp Erhard Tobing menekankan, materi renungan ini adalah berdasarkan surat Rasul Paulus ke Roma. Dimana pengalaman missionaris Paulus yang selalu rindu dan rajin untuk mencari ladang penginjilan. Pada awalnya keselamatan dipercayakan pada bangsa Yahudi. Meskipun orang Israel menolak AnakNya, tetapi Allah tidak menolak mereka. Paulus menyamakan umat yang sisa di antara bangsa Israel dengan pohon zaitun yang mulia, beberapa cabangnya telah dikerat. Paulus membandingkan orang-orang kafir dengan cabang dari pohon zaitun liar dicangkokkan pada pokok zaitun sejati.

Aplikasinya adalah pohon zaitun yang liar dicangkokkan dan merasakan getah dari pohon zaitun mulia yang menunjukan adanya pertobatan dari orang-orang kafir untuk mengenal Juruselamat (Yesus Kristus) dan untuk orang-orang Yahudi juga harus menghargai pekabaran keselamatan yang dipercayakan pada mereka. Kegunaan untuk kita sekarang ini harusnya selalu memiliki nilai pertobatan dan pambaharuan hidup selalu dekat Yesus Kristus dan tetap memelihara dan menghargai keselamatan yang sudah TUHAN berikan untuk kita ketahui melalui kebenaran oleh iman sebagaimana tema dari buku Roma di dalam Alkitab demikian Bp Erhart Tobing dalam menguraikan renungan. Tulisan dari Ellen G White ini juga didasari dari ayat Alkitab Yesaya 29:22-24 & Roma 1:17. Kebaktian diakhiri dengan menyanyikan LS no 130 ‘Aku jadi milikMu ya Tuhan’ dan Doa penutup oleh Bp Erhart Tobing. Jemaat pulang dengan sukacita sambil saling bersalaman dan merasakan berkat FirmanNya. Amin

-mei-

Wednesday, July 20, 2011

KEINGINAN TANPA DOA

Yakobus 4:2, “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”


“Halo Pak, dimana posisi? Sudah pulang atau masih di kantor?” Saya terlibat dalam sebuah percakapan dengan teman kantor di perusahaan lama, pada sore hari setelah jam kantor lewat sementara saya dalam perjalanan pulang ke rumah. “Gimana posisi penjualan perusahaan di bulan ini, apa mengalami kenaikan seperti yang diperkirakan dalam pembuatan anggaran perusahaan?” Kembali pertanyaan bertubi-tubi saya tanyakan kepadanya, sebab teman saya ini adalah salah seorang “key person” di perusahaan tempat ia bekerja saat ini. “Wah, apaan Pak yang naik. Penjualan masih belum ada peningkatan, kalau biaya yang semakin meningkat iya”, ujarnya sambil mengeluhkan banyak hal kejadian yang pada dasarnya ia tidak setujui.

“Aku mau dong Pak, kalau ada posisi kosong di perusahaan bapak. Aku sudah makin gak betah aja di sini sekarang. Setiap hari sudah nggak semangat mau kerja, karena kondisi perusahaan bukannya membaik malah memburuk, baik dari segi penjualan, peningkatan biaya apalagi arus kas yang defisit tiap bulannya”, ia pun menceritakan segalanya dengan terperinci. “Saya pengennya pindah kerja setelah dapat THR”, lebih lanjut ia mengungkapkan keinginan hatinya. Saya balik bertanya kepadanya, “Apa bapak sudah kirimkan biodata ke beberapa perusahaan jasa rekruitmen yang saya rekomendasikan, atau udah kirim lamaran ke mana aja?” “Iya sih Pak, aku belum kirim lamaran ke semua rekomendasi yang bapak infoin ke aku, bahkan ke beberapa info yang lain dari temen juga belum saya kirim sih. Nanti aku kirim deh Pak.”

Betapa kita sering melakukan hal yang sama seperti teman saya. Menginginkan hal-hal yang baik, berkat yang lebih besar namun tanpa usaha. Mustahil kita mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa usaha dan ironisnya tanpa doa. Kita harus bermitra dengan Allah dalam setiap rangkaian hidup kita jikalau ingin berhasil, sebab tiada keberhasilan kita peroleh tanpa campur tangan Allah dan segala sesuatu yang kita ukur sebagai keberhasilan namun di luar campur tangan Allah, sesungguhnya itu adalah keberhasilan semu. Selamat bekerja dan bermitra dengan Allah hari ini. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” di bawah ini ;

Tuesday, July 19, 2011

Nasihat-Nasihat Terakhir

Dorongan Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat, 16 Juli 2011 dibawakan oleh bapak David Tampubolon, salah satu Ketua Jemaat Kemang Pratama.

Pak David mengawali dorongan PP dengan menyampaikan kesan di saat beliau menghadiri kongres anak-anak/remaja bi-union di Unai pada 6-9 Juli 2011 yang lalu. Pada khotbah Sabat, Associate Director Pelayanan Anak-anak GC, mengajak semua yang hadir agar gantinya mengidolakan MJ = Michael Jordan, MJ = Michael Jackson, hadirin diajak untuk menjadikan MJ = "Michael Jesus" untuk dijadikan panutan, dipuji dan disembah. Pada saat pembicara menanyakan siapa yang mau menjadi Pendeta di saat mereka dewasa nanti? maka banyak sekali anak-anak/remaja yang datang ke depan. Di saat ditanya siapa yang mau dibaptis? ratusan anak-anak juga datang ke depan memenuhi bagian depan aula. Anak-anak menjadi generasi penerus, mereka mau diajak datang kepada MJ, "Michael Jesus."

Rasul Paulus dalam Filipi 4:2-9 memberi nasihat pada jemaat di Filipi agar sehati sepikir di dalam Tuhan, bersukacita senantiasa di dalam Tuhan, kebaikan hati diketahui semua orang, jangan kuatir tentang apapun juga, menyampaikan segala permohonan dalam doa dan ucapan syukur, damai sejahtera Allah melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus, memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, melakukan apa yang telah kamu pelajari, yang telah kamu terima, yang telah kamu dengar, yang telah kamu lihat padanya, maka Allah damai sejahtera akan menyertai kamu.

Biarlah kiranya dalam pelayanan penginjilan yang kita lakukan kita mengingat nasihat tersebut di atas dan Allah damai sejahtera akan menyertai kita. Kita menjadikan Yesus menjadi pusat dalam penginjilan kita.


::JS::


AYO, KITA PULANG!

Yesaya 55:9, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."





Ma, gimana kalau Sabtu depan kita menginap aja di Bogor, jadi sehabis pelayanan kita langsung check-in ke hotel?” Saya menawarkan ide ini kepada istri disaksikan anak-anak sesaat masing-masing kami hendak beranjak ke tempat tidur. “Lagi pula anak-anak kan sudah mau masuk sekolah Senin besoknya, biarlah kita bersantai sejenak di akhir liburan mereka, toh kita gak ada acara yang mendesak di hari Minggunya, jadi kita bisa berlama-lama di hotel sambil berenang”, lanjutku menjual ide kepada mereka. “Iya, boleh juga?” jawab istri saya dan anak-anak pun menguatkan ide saya. Kami pun akhirnya berlibur di Bogor pada akhir pekan dengan harapan bersantai sejenak dari kepenatan kegiatan sehari-hari.

Baru saja saya dan putri tertua kami selesai makan sementara istri saya menemani anak kami yang bungsu berenang setelah usai makan pagi, betapa kami dikagetkan ketika istri saya mendapatkan berita bahwa kakak sepupu istri saya yang sangat memiliki keakraban dengan istri saya kakak beradik, meninggal dunia karena kecelakaan di Sukabumi. Tidak heran, kami menangis secara spontan di hotel, karena kakak sepupu ini sudah hidup puluhan tahun bersama-sama dengan keluarga mertua saya sejak ia kecil, bahkan ia bagaikan anak dan kakak tertua bagi istri saya kakak beradik. “Ayo, kita harus segera pulang!” ajakku kepada istri dan anak-anak. Rencana awal untuk berlibur dan bersantai di kota sejuta angkot ini, alhasil kami harus meninggalkan hotel pada pukul Sembilan pagi hari Minggu itu, untuk segera menyusul dan membereskan jenazah yang masih ada di Sukabumi dan dibawa pulang ke Cibinong, tempat dimana kakak sepupu kami ini tinggal.

Inilah kenyataan hidup yang harus kita terima dan hadapi dengan kepala dingin. Siapa yang menyangka kalau kami harus berlibur di Bogor untuk bersantai, ternyata Allah mengatur kehadiran kami di Bogor pada hari itu hanya untuk mempermudah dan memperlancar perjalanan kami untuk menyusul jenazah akibat kecelakaan tersebut di Sukabumi. Andaikan saja kami masih berada di Jakarta pada pagi hari yang naas itu, tentunya akan lebih sulit dan lebih lama bagi kami untuk dapat menjangkau kota Sukabumi yang terkenal dengan kemacetannya akibat jalan yang terdiri dari satu lajur dan sempit. Demikianlah Allah mengatur hidup kita, berbeda dengan apa yang kita rencanakan. Semoga kita siap selalu untuk menerima rancangan terbaik Allah bagi kita. Amin.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini ;

Monday, July 18, 2011

PERTANDINGAN IMAN

1 Timotius 6:12, “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”


"Hallo nak, apa kabar?” tanyaku kepada anak kami yang tertua lewat telepon. “Kakak baik-baik aja Pa”, jawabnya dengan nada suara yang tenang dan datar. “Kok kedengaran rame banget, emang kakak lagi dimana sayang?” tanyaku lebih lanjut saat saya mendengar suara hiruk pikuk di sekitar lokasi anak kami menjawab telepon. “Kakak lagi ngantri makan siang di cafeteria”, jawab anak kami yang berbintang Taurus. “Oh, begitu. Hebat donk anak Papa, belajar hidup di asrama, bergaul dengan banyak orang dari berbagai daerah di kepulauan Indonesia, belum lagi untuk makan harus ngantri, semua itu melatih diri untuk bersabar”, lanjutku berkomentar sambil berusaha memberikan pengertian atas kegiatan yang ia sedang ikuti.

Maklum anak kami sedang mengikuti sebuah acara kongres anak-anak untuk mengisi musim liburan sekolah pada musim panas tahun ini. “Gimana rasanya hidup di asrama, Nak? Kakak bisa tidur gak karna kalian harus rame-rame dalam satu kamar? Belum lagi makan harus antri, jadi siapa yang lebih cepat hadir di cafeteria, maka ia akan terlebih dahulu dilayani mendapatkan makan pagi. Nah, semua itu melatih kakak untuk dapat hidup dalam arena pertandingan pembentukan mental dan kematangan dalam menghadapi setiap permasalahan dengan baik”, demikian saya menerangkan panjang lebar tentang makna kegiatan yang ia sedang ikuti. “Ya, enak-enak aja kok Pa tinggal rame-rame di asrama, hanya dingin aja di sini”, jawab anak tertua kami yang hobinya bermain twitter berjam-jam di depan komputer pada setiap hari libur.

Papa doain kita ya, pagi ini kami jadwal pentas menyanyi, semoga kami berhasil menang dan masuk kedalam kategori terbaik”, pintanya kepadaku untuk mendoakan mereka. “Ya Nak, Papa doain, kalian pasti masuk ke kategori terbaik, Papa percaya itu”, saya pun berusaha memberikan dorongan kepadanya. Kita sedang hidup dalam sebuah arena pertandingan iman untuk meraih piala hidup yang kekal. Diperlukan latihan rutin setiap hari untuk mematangkan iman dan mengembangkan kebiasaan hidup rohani setiap hari baik kesabaran, kerjasama dalam kelompok, mengalahkan kepentingan diri sendiri guna mengutamakan orang lain, sebab hanya orang yang menganggap orang lain lebih utama dari diri sendiri yang akan meluluskan pertandingan iman, sebab Allah berkenan bagi orang yang rendah hati. Semoga kita memenangkan pertandingan iman setiap hari, maka kita akan bersama-sama mendapatkan piala hidup kekal bersama Juru Selamat. Allah memeliharakan kita. Amin.

Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” di bawah ini ;