Saturday, April 13, 2013

Kehidupan Di Perkotaan



Kebaktian Vesper
GMAHK Kemandg Pratama
Jumat, 12 April 2013

KEHIDUPAN DI PERKOTAAN “
Pdt. Sonny Kapitan

2 Korintus 6 : 17
 Sebab itu keluarlah kamu dari antara mereka, 
dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, 
dan janganlah menjamah apa yang najis, maka aku 
akan menerima kamu.



Malam kebaktian vesper dimulai tepat pukul 07.30. Acara diawali dengan mengundang hadirat Tuhan melalui Roh Kudus hadir dengan berdoa di dalam hati masing-masing yang dipimpin olehibu Evelyn Sormin. Selanjutnya jemaat menyanyikan lagu sion nomor 242 “ Enam Hari Sudah Lalu “  sebagai lagu pembukaan dan dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh saudara Ridwan Panjaitan.


Sebuah lagu pujian istimewa dibawakan oleh  saudara Ridwan dkk dengan judul  “Ku Kasih PadaMu.”
‘Syalom Sabat' mengawali renungan Firman Tuhan pada malam ini. Firman Tuhan dibawakan oleh Pendeta Sonny Kapitan, yang merupakan bacaan lanjutan yang diambil dari buku Roh Nubuat yang berjudul “ Peristiwa-peristiwa Akhir Zaman “ bagian yang kedelapan. Seorang …bernama Kain, dimana ketika manusia semakin lama semakin bertambah banyak manusia yang menyembah kepada berhala. Dari zaman ke zaman maka ada sebagian orang yang menyembah berhala dan sebagian lagi menyembah kepada Allah. Manusia yang menyembah kepada Allah akan menjadi umat Allah yang akan selalu dilindungi. Perkembangan zaman membuat semakin berkembangnya  perkotaan, dimana banyak kota-kota besar yang muncul yang mana kehidupan yang ada memungkinkan timbulnya kejahatan lebih besar diperkotaan. Sebagai umat-umat Allah penting untuk menjaga diri dari segala bentuk kejahatan, oleh karena semakin lama maka kejahatan akan semakin meningkat.  Kejadian-kejadian yang buruk banyak terjadi di perkotaan yang tidak dapat dihindari. Tidak ada jaminan perlindungan hidup  diperkotaan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada  masa yang lalu,  yang terjadi di perkotaan khususnya negara-negara besar akan terjadi  juga di setiap kota-kota pada masa yang sekarang ini.Banyak peristiwa-peristiwa yang sementara dialami oleh umat-umat Tuhan yang tinggal di kota.

Himbauan, Umat-umat Tuhan dipanggil untuk tetap mengabarkan kebenaran dengan menggarap di kota-kota besar, dan tidak terpengaruh dengan kehidupan keduniawian yang terjadi di perkotaan, dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui membaca firmanNya dan berdoa, malaikat-malaikat Tuhan akan selalu melindungi untuk tetap berada di dalam jalan-jalan Tuhan dan tetap setia kepada Tuhan.

Untuk mengakhiri Firman Tuhan jemaat menyanyikan lagu penutup 95 “Barang Siapa Dengar“ dan diakhiri dengan doa oleh Pendeta Sonny Kapitan. Selanjutnya jemaat keluar dan membentuk lingkaran di halaman gereja sambil menyanyikan “God Is So Good“ dan mengucapkan yel-yel sabat….. Kiranya menjadi berkat…

-Mei-

Thursday, April 11, 2013

Buku 28 Doktrin - Umat Yang Sisa dan TugasNya - Bab 12



Kebaktian Rabu Malam
GMAHK KEMANG PRATAMA
10 April 2013

Buku 28 Doktrin – Bab 12

“  UMAT YANG SISA DAN TUGASNYA “

Bapak Munas Tambunan

Permintaan doa pertengahan minggu  Jemaat Kemang Pratama dimulai pada pukul 19.30. Acara kebaktian dimulai dengan diawali berdoa didalam hati untuk mengundang kehadiran Roh Kudus Tuhan yang dipimpin oleh  bapak Edward Simangungsong.  Selanjutnya Jemaat menyanyikan lagu pembukaan dari lagu Sion nomor 211 “  Kita Hidup Skarang Ini “ dan dilanjutkan dengan doa.
Kesaksian malam ini dibawakan oleh jemaat yang merupakan kesempatan untuk  bersaksi akan penyertaan Tuhan hingga pertengahan minggu ini. Kesaksian disampaikan oleh Pendeta  Sonny Kapitan yang memberikan kesaksian dari bapak Sipahutar yang beryukur kepada Tuhan oleh karena Tuhan telah menyertai dalam perjalanan dari Amerika dan tiba di Jakarta hari ini dengan selamat. Dan topik-topik doa lainnya malam ini, yaitu mendoakan yang sedang sakit yaitu, mendoakan anak Aprilia Syalom yang berulang tahun, dan juga anak Bintang keduanya adalah cucu dari ibu Adeline, mendoakan ibu Ester yaitu ibu dari ibu Sugiarto yang masih dalam perawatan di rumah, juga mendoakan ibu Hotasoit yang masih dalam keadaan sakit, serta  anak-anak kelas enam juga mendoakan anak-anak lainnya yang sedang mengikuti ulangan,  dan ujian try out. Mendoakan family of the month untuk bulan April yaitu keluarga Dikson Simanjuntak, juga mendoakan perjalanan bapak Sontani Purnama ke Negara Jepang dan topik – topik doa lainnya dapat ditambahkan dalam kelompok doa masing-masing. Selanjutnya jemaat berdoa bertelut secara berkelompok  dua atau tiga orang.
Untuk mengawali Firman Tuhan yang akan disampaikan, sebuah lagu pujian disampaikan oleh ibu-ibu Kemang Pratama dengan judul “Aku Tak Ingin Harta”
Firman Tuhan diambil dari buku 28 Doktrin yang menekankan amaran tentang umat umat yang sisa yang memelihara hukum-hukum Allah. Tugas umat-umat yang sisa terdapat didalam kitab Wahyu 12 dan Wahyu 14, yang memberikan pemahaman akan apa yang dilakukan. Lambang-lambang didalam kitab tersebut memiliki arti yang sangat penting. Setan menjadi marah dan melakukan segala upaya untuk mengalahkan umat-umat Tuhan. Banyak kesulitan yang diberikan kepada umat-umat yang Allah didalam menjalani kekristenan, Setan  ingin membawa kepada kemurtadan kepada setiap orang yang ingin mengikuti Allah. Jemaat yang setia kepada Tuhan akan mengalami penderitaan di dalam menjalani iman kekristenannya. Umat-umat Allah akan mengalami pula banyak tekanan-tekanan yang diberikan, bahkan gereja. Peristiwa-peristiwa masa lampau pada zaman Kepausan Katholik menjadi  masalah doktrinal yang sifatnya melenceng menjadikan banyak orang menjadi bingung. Pada suatu waktu maka timbullah suatu reformasi  oleh Marthin Luther akan ajaran-ajaran doktrinal yang telah dipaksakan kepada umat-umat Allah pada zaman itu. Setan yang adalah lambang naga menjadi marah dan pergi memerangi umat-umat Allah dalam bentuk penganiayaan. Sebagai umat Allah yang merupakan umat-umat yang sisa memiliki ciri-ciri yaitu iman kepada Yesus, Yesus yang telah dinubuatkan sebagai anak Allah dan Juruselamat, umat yang sisa juga harus memiliki iman kepada Yesus serta meneladani apa yang Yesus telah lakukan didalam kehidupanNya  dan  taat kepada hukum Taurat, dan sebagai umat-umat yang sisa juga  haruslah memiliki kesaksian Yesus yaitu Roh Nubuat. Petunjuk Alkitab menyatakan bahwa akan ada masa penganiayaan yang hebat bagi umat-umat Allah yang merupakan umat sisa pada waktu yang tidak lama lagi. Tugas umat-umat Allah haruslah menyatakan ketiga pekabaran  dari pekabaran tiga malaikat  sebelum Yesus datang yang kedua kali. Himbauan, ketika umat-umat Allah mempercayai akan Allah dan telah memiliki ciri-ciri umat yang sisa maka hendaklah setiap orang melakukan kehendak Allah serta selalu bergantung sepenuhnya kedalam tangan Allah untuk menghadapi  segala bentuk tipuan setan hingga kehidupan berakhir.
Kebaktian ditutup dengan jemaat menyanyikan lagu penutup nomor 287  “ Apa Kita Hidup Dekat Yesus   dan diakhiri dengan doa oleh bapak Munas Tambunan. Kiranya menjadi berkat…

-Mei-


                                                                                               

Sunday, April 07, 2013

Kristus Yang Hidup Dalam Aku


Kebaktian SABAT  
GMAHK Kemang Pratama
6 April 2013

“KRISTUS  YANG  HIDUP  DALAM  AKU”

Gembala  Jemaat : Pendeta Sonny Kapitan


Kebaktian  khotbah dimulai dengan jemaat menyanyikan lagu sambutan yang dengan korister saudara Robert Rihihina dan pianis oleh Velan Sormin. Lagu pem bukaan LS no 50 ‘Hiduplah Dalam Aku’. Dilanjutkan dengan bacaan bersahutan  oleh bapak Munas Tambunan dalam Kitab Galatia 5 : 22 - 25.Doa syafaat oleh bapak Mulana Simanjuntak mendoakan FOM keluarga bapak Dikson Simanjuntak, Pelmas di Cibadak dan beberapa pokok doa lainnya. Pelayanan bacaan persembahan  dan doa oleh saudara Daniel Tambunan yang dilanjutkan dengan pemungutan persembahan oleh diakon. Sebuah lagu pujian dibawakan oleh “Disciples Woman of Worship“…




Cerita anak-anak disampaikan oleh Yehezkiel Kapitan dengan judul “ Orang Samaria Yang Murah Hati “ yang menghimbau anak-anak untuk mengasihi sesame terlebih kepada Tuhan. Sebelum ayat inti dibacakan maka sebuah lagu pujian kembali di sampaikan oleh "Disciples Woman of Worship".



Bacaan ayat inti khotbah terdapat dalam Galatia 2 : 20 dan Firman Tuhan diiringi oleh lagu setengah suara oleh jemaat "Tuhan bersabda Padaku"

Firman Tuhan pada siang Sabat ini menekankan “KRISTUS  YANG  HIDUP  DALAM  AKU” dengan Adanya  Kristus  yang hidup dalam diri. Adanya  Kristus  yang hidup dalam diri akan menunjukkan rasa cemburu yang sirna ditelan oleh kasih, kepengecutan berganti menjadi keberanian, kepentingan diri menghilang menjadi perhatian seorang saudara, dosa tidak memiliki tempat di dalam hati, diri telah disalibkan sehingga kelakuannya mengenakan manusia baru yang terus menerus  diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya. Darah Yesus di salib  memberikan kepastian pengampunan  dari  dosa  dan  menaburkan  benih bagi pertumbuhan kehidupan Kristiani. Salib tidak membuat perbedaan di antara semua karena Salib itu menghakimi mereka semua sebagai  orang-orang berdosa, salib itu  menawarkan  jalan pendamaian Ilahi,  di kaki salib itu  tanahnya rata, semua orang dikumpulkan  dan  tidak ada lagi yang memisah-misahkan  umat  manusia. Satu persaudaraan baru telah  dimulai yakni, Timur  bergabung  dengan  barat, utara turun ke selatan, putih  berjabat tangan  dengan  hitam yang artinya Salib itu  menawarkan kepada semua orang curahan  darah  itu---untuk merasakan manisnya kehidupan, untuk sama-sama memiliki pengalaman  kasih  karunia,  untuk  memberitakan  pada dunia adanya satu keluarga umat TUHAN. Jadi yang dimaksud Kristus hidup dalam diri adalah  Suatu panggilan kepada salib itu—untuk  senantiasa menyangkal diri  dari  keinginannya yang  kuat untuk  menjadi  penyelamat sendiri  digantikan dengan menuruti Manusia yang tergantung di salib itu, supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan  Allah.


Himbauan,  Kerinduan Segala Zaman, 638 “Mereka  yang Kristus puji di hari pehakiman mungkin saja  memiliki pengenalan yang sedikit tentang teologi,  tetapi  mereka telah menghargai prinsip-prinsipNya.   Melalui pengaruh  dari   Roh  Ilahi  mereka  telah  menjadi  suatu  berkat  bagi  orang-orang  yang  berada di sekeliling  mereka.  Di  antara para  bangsa lain ada orang-orang  yang menghargai roh  keramahtamahan ini;  mereka  telah  mendengar  suaraNya  berbicara kepada  mereka  dalam  alam, dan telah melakukan perkara-perkara yang dituntut  oleh  hukum. Perbuatan  mereka  membuktikan bahwa  Roh  Kudus telah  menjamah hati  mereka  dan  mereka  dikenal  sebagai anak-anak Tuhan.” --kasih karunia murahan tidak menunjukan pertobatan/perubahan—Buku 28 Doktrin, 158. Marilah setiap putra-putri Allah menyatakan melalui kehidupan bahwa Kristus hidup di dalam aku…

Untuk menutup kebaktian khotbah jemaat menyanyikan lagu sion nomor 313
“Hatiku Rindu“ dan dilanjutkan dengan doa berkat oleh Pendeta Sonny Kapitan.

Jemaat keluar dengan teratur dan bersalaman dengan partisipan. Sabat ini merupakan Sabat berpuasa.  Tuhan Memberkati…


-Mei-

Saturday, April 06, 2013

Kehidupan Di Pedesaan

Kebaktian Vesper


GMAHK Kemang Pratama
Jumat,  5 April 2013 
 “KEHIDUPAN DI PEDESAAN“
Oleh : Ibu Sitimey Kapitan
 
Kebaktian vesper dimulai tepatpukul 07.30. Acara diawali dengan mengundang hadirat Tuhan melalui Roh Kudus hadir dengan berdoa di dalam hati masing-masing yang dipimpin oleh ibu Diana Barnabas. Selanjutnya jemaat menyanyikan lagu sion nomor 242 “Enam Hari Sudah Lalu“  sebagai lagu pembuka an dan dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh Pendeta Sonny Kapitan. Mengawali Firman Tuhan sebuah lagu pujian istimewa dibawakan oleh Kaum Pria.

Renungan Firman Tuhan pada malam Sabat ini dibawakan oleh Ibu Sitimey Kapitan, yang diambil dari buku Roh Nubuat yang berjudul “Peristiwa-peristiwa Akhir Zaman“ bagian yang ketujuh yang mengingatkan umat-umat Tuhan yang hidup pada zaman akhir ini untuk memilih akan tempat idaman Ilahi yaitu sebuah tempat yang asri dan alamiah jauh dari kota. Sebuah taman tempat tinggal manusia pertama yaitu Adam dan Hawa merupakan sebuah contoh tempat idaman . Demikian juga tempat tinggal Yesus semasa kanak-kanak dimana merupakan sebuah rumah sederhana di lingkungan terpencil di Galilea, sebuah keluarga dengan pekerjaan jujur dan penuh harga diri, kehidupan yang bersahaja, pelayanan, berhemat, sabar, dan senantiasa belajar akan gulungan kitab-kitab Suci di lembah nan-hijau, serta pelayanan–pelayanan khusus di alam. Dan Kitab Wahyu 11 merupakan himbauan kepada umat-umat Tuhan untuk tinggal jauh dari kota, dengan membacas etiap ayat dan pelajari hal-hal yang terjadi di kota-kota serta kitab Wahyu 18  yang memberikan pemandangan-pemandangan yang dilukiskan akan kehidupan jauh dari kota. Banyak berkat tinggal dilingkungan pedesaan yang alami yaitu dapat berada sendirian dengan Allah untuk mempelajari kehendakNya, menyaksiakan pemandangan alam karya sang pencipta, dan dapat mempelajari pekerjaan tangan Allah dan tak terasa dapat berubah kepada citra yang Allah inginkan. Pembangunan tabiat akan lebih mudah di pedesaan, kesehatan jasmani akan lebih baik pula dilingkungan pedesaan. Prinsip Rohaninya adalah sebagai umat-umatNya hendaklah senantiasa menjaga kemurnian Umat TUHAN, meskipun tinggal di kota tetapi tidak terkontaminasi dengan gaya dunia, bentuk-bentuk secular dunia.


Himbauan kepada umat-umat Tuhan pada malam ini, 2 SM 356 (1903), Keluarlah dari kota-kota sesegera mungkin dan belilah sebidang tanah dimana engkau dapat berkebun, dimana anak-anakmu dapat memperhatikan bunga-bunga yang sedang bertumbuh dan belajarlah daripadanya pelajaran kesederhanaa dan kemurnian.


Untuk mengakhiri Firman Tuhan jemaat menyanyikan lagu penutup “Ada Taman Tempat Yesus Tunggu“ dan diakhiri dengan doa oleh ibu Sitimey Kapitan. Kiranya menjadi berkat…


-Mei-