/* Batas bawah slideshow menu di head */

Minggu, Desember 28, 2008

Hari Ibu di Gereja Kemang Pratama

Gereja Kemang Pratama dipenuhi oleh ibu-ibu dan pemudi-pemudi yang memakai kain kebaya berwarna warni indah. Sedangkan para bapak-bapak dan kaum pemuda tampak memakai setelan batik yang gagah. Ada apa gerangan ya..? Sabat 20 Desember 2008, adalah sabat khusus untuk para wanita, khususnya kaum ibu-ibu. Mulai dari sekolah sabat sampai jam khotbah, diisi dengan acara peringatan Hari Ibu.

Di depan pintu masuk gereja 6 pasang remaja putra dan putri sudah siap menyambut kedatangan anggota jemaat dan tamu2 serta mengiringi mereka untuk duduk di bangku-bangku yang telah diatur sebelumnya. Senyum manis putra-putri Kemang Pratama tampak hangat menyambut semua yang datang.


Ibu Lies Purnama memimpin jalannya acara Sekolah Sabat dan menyambut semua yang telah datang di hari istimewa. Setelah lagu buka dinyanyikan, Ibu Rindu melayangkan doa pembuka. Acara kali ini dibuat berbeda, ada beberapa ibu-ibu yang dipilih untuk membagikan pengalaman mereka sebagai ibu dalam rumah tangga. Mula-mula ibu Lience Manurung masuk dan dikelilingi oleh Veber, Rodney dan Junior. Mereka menanyakan pengalaman ibu Lience dalam memberikan teladan pemeliharaan sabat dalam keluarganya. Dengan seksama anak2 mendengarkan ibu Lience memberi kesaksian. Setelah itu masuk ibu Etty Suharti didampingi Karen, cucunya. Ibu Etty juga menyampaikan kesaksian sementara Karen menyanyikan lagu pujian dalam bahasa Mandarin. Bagus sekali Karen! Anak-anak beserta ibu Gladys Maringka kemudian mengundang ibu Nursia Manurung untuk berbagi cerita tentang pengalaman mendidik ke 4 anaknya hingga mereka besar. Masing-masing kesaksian menunjukkan peran ibu yang besar dalam membina kerohanian dalam keluarga di samping mendampingi suami dan membesarkan anak-anak. Puji Tuhan untuk ibu-ibu!

Tiga orang Pujangga...uppppsss..maksudnya ...2 orang ibu muda dan 1 orang bapak membawakan puisi yang diciptakan oleh ibu Corry Pelaupessy. Rini Napitupulu membawakan puisi yang mewakili perasaan anak kepada ibunya. Puisi berisikan rasa syukur dan terima kasih atas segala pengorbanan yang diberikan ibu kepada anak-anaknya. Lalu Bapak Ramlan Sormin mewakili suara para bapak-bapak, membawakan puisi yang berisi pujian kepada istri, yang telah bekerja tiada putus mendukung suami dan anak-anak setiap hari.

Di bagian akhir, Imelda Peranginangin menyuarakan suara hati para ibu dalam puisi yang menceritakan komitmen istri dan ibu dalam puisi yang menceritakan komitmen istri dan ibu-ibu dalam mendukung suami dan membesarkan anak-anak, seraya berharap yang terbaik untuk keluarganya. Sungguh puisi-puisi yang menggugah. Terima kasih Oma Corry Pelaupessy untuk hadiah yang indah bagi para ibu-ibu di hari yang bahagia ini !

Menyelingi acara yang berjalan, Paduan Suara Pemuda-Pemudi mengalunkan lagu pujian.


"...tiap kali aku kenang...akan budinya ibuku...datanglah bisik yang senang..mengingatkan doa ibu..." Mereka bersyukur karena Tuhan mengaruniakan ibu-ibu yang mendoakan mereka senantiasa setiap hari, dengan tiada berkeputusan, agar mereka boleh berhasil dalam mengarungi kehidupan.




Memasuki jam pelajaran sekolah sabat, ibu Dahlia Hutauruk, ibu Lamria Simanjuntak, ibu Tina Wira, ibu Shally Tambunan, ibu Ully Tambunan dan Vira memimpin diskusi di kelas-kelas sekolah sabat. Diskusi berjalan menarik karena anggota-anggota turut aktif berpartisipasi dalam

diskusi termasuk membahas beberapa contoh kasus dalam hidup sehari2 untuk bertumbuh dalam Yesus.

Natalia Tampubolon memimpin acara pemberian hadiah kepada para ibu-ibu, termasuk kepada semua tamu-tamu yang hadir. 6 pasang ushers tampak sibuk membagikan hadiah2 di kursi-kursi UKSS yang telah ditentukan. Semua berjalan dengan tertib. Para bapak dan anak-anak tampak memberikan hadiah dan ciuman manis kepada para istri dan ibu mereka. Senyum haru dan sukacita tampak nyata di wajah para ibu-ibu. Setelah itu semua ibu-ibu diundang berdiri di tempat masing2 dan bapak Pdt R.Y. Hutauruk melayangkan doa berkat kepada semua ibu-ibu agar mereka diberikan kekuatan dan berkat yang limpah dalam meneruskan peran mereka di dalam rumah tangga.

Ibu Janeth Siboro, ibu Evelyn Sormin, ibu Meiske Tampubolon, ibu Elly Kountur, dan ibu Annie Simanjuntak memasuki mimbar untuk memberikan pelayanan di acara khotbah. Nampak Vivi dan ibu Melanie melayani sebagai diakones. Ibu Rachel Hasyim membawakan satu cerita anak-anak yang istimewa. Istimewa karena cerita dibawakan dengan dilakoni oleh beberapa orang, bercerita tentang peran ibu mulai dari menikah, mengandung dan melahirkan anak, membesarkan anak hingga mereka sukses dan membentuk rumah tangga. Donna Manurung berperan sebagai ibu didampingi oleh beberapa anak2. Di akhir cerita digambarkan bagaimana ibu selalu melayangkan doa setiap saat kepada anak2nya, walaupun mereka sudah berkeluarga sekalipun. Sungguh satu cerita yang baik untuk anak2 menaruh hormat kepada ibu2 mereka.
Paduan Suara Anak Remaja membawakan sebuah lagu pujian yang memberi haru kepada ibu-ibu yang mendengarkan.
Terlihat beberapa ibu tidak kuasa menahan airmata haru dan juga anak-anak yang menyanyikan sebagian pun larut dalam air mata mengingat akan pengorbanan ibu-ibu mereka. "...Dari kecil aku..tetap ibu jaga...dan membimbing aku...dalam segala suka....Oh ibuku..apa yang kubuat...membalas budimu...ibu..." Itulah cuplikan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Paduan Suara Bapak-bapak. Dinyanyikan dengan penuh perasaan, lagu ini pun mengundang haru bagi ibu-ibu dan anak2 yang mendengarkan. Puji Tuhan untuk lagu2 yang indah !

Ibu Evelyn Sormin membawakan khotbah dengan judul "Pelajaran dari Lidia". Ada beberapa pelajaran dari Lidia, penjual kain ungu di Filipi antara lain : memelihara hari sabat, pergi ke tempat perbaktian, tekun mendengarkan firman Tuhan, hatinya dibukakan, menerima Yesus, teladannya membuat seiisi rumah menerima Yesus, dan memiliki hati yang membara untuk membagikan firman ke semua orang di Filipi. Di akhir khotbah, ibu Evelyn mengajak ibu-ibu dan wanita di jemaat Kemang Pratama untuk belajar dari Lidia, walaupun memiliki kesibukan setiap hari, namun tetap memiliki waktu untuk mendorong pertumbuhan kerohanian pribadi, anggota rumah tangga dan lingkungan sekitar. Doa tutup dilayangkan dan acara perayaan Hari Ibu berakhir dengan baik. Puji Tuhan ! Amin.