Tuesday, September 28, 2010

BUKAN UNTUK YANG TIDAK PENTING

Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Lukas 12 : 13-15



TUHAN Yesus menolak orang yang datang meminta-NYA untuk membantunya dalam berbagi warisan. Ini bukan berarti TUHAN menolak orang ini, tetapi yang ditolak adalah bisnisnya. Misi TUHAN Yesus adalah menyelamatkan manusia dan membawa mereka ke langit baru dan bumi baru, bukan mengurusi masalah fana yang tidak penting. Ternyata banyak orang seperti orang di kisah ini. Mereka berurusan dengan TUHAN hanya untuk bisnis di bumi ini. Selanjutnya di keabadian mereka tidak akan berurusan dengan TUHAN. Betapa liciknya orang yang melibatkan TUHAN hanya dalam masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani saat masih mengenakan tubuh jasmani di bumi. Mereka tidak mau masuk kepada proses penyempurnaan dari TUHAN, tetapi kalau mati nanti minta dibawa ke Surga. Maunya enaknya saja. TUHAN kita dahsyat. Tentunya dari-NYA kita mengharapkan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia atau kuasa lain. Kalau hanya mengenai kesehatan, rezeki, karier dan lain sebagainya, kita bisa berusaha mencapainya dengan sekuat tenaga, dan TUHAN pasti menegakkan hukum-NYA: apa yang ditabur orang, itu juga yang dituainya. Tetapi untuk menjadi sempurna atau memiliki kehidupan sesuai dengan kehendak TUHAN, harus ada pertolongan TUHAN, sebab manusia tidak bisa melakukannya sendiri maupun dengan bantuan kuasa lain. Manusia hanya perlu memiliki kemauan, kerinduan, dan tekad yang kuat untuk masuk kepada proses penyempurnaan.

Jadi kita perlu berhati-hati dengan ajaran yang menggiring pemikiran orang untuk mengandalkan kuasa TUHAN untuk masalah-masalah hidup di dunia ini, mengalami kuasa TUHAN hari ini di bumi ini, tetapi tidak mempersoalkan dengan serius rencana TUHAN agar manusia kembali kepada rancangan-NYA yang mula-mula. Hal ini menggiring jiwa kepada tujuan yang salah. Banyak orang berpikir ia sedang berurusan dengan TUHAN di bumi, dan ia akan diterima BAPA selamanya. Padahal dengan keinginannya berurusan dengan TUHAN hanya mengenai kehidupan di dunia ini, di keabadian mereka tidak akan dikenal oleh BAPA. TUHAN Yesus berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah,” artinya yang harus diutamakan adalah bagaimana menjadi warga Kerajaan Surga yang baik. Berurusanlah dengan TUHAN dalam rangka mau menjadi warga Kerajaan Surga yang baik. Yang terpenting adalah perjalanan menuju Kerajaan-NYA dan berkat abadi yang TUHAN sediakan. Berkat inilah yang seharusnya menjadi fokus kita. Adapun berkat jasmani sudah TUHAN sediakan, tidak perlu diminta lagi. Dengan bekerja untuk meraihnya, TUHAN pasti menyertai dan membekati kita dengan berkat jasmani. Jangan libatkan TUHAN untuk urusan yang tidak penting; berurusanlah dengan-NYA untuk menuju kesempurnaan