Monday, July 28, 2014

PERBAKTIAN DAN MUSIK - Voice Of Hope - Jeannie Hutahaean

Kebaktian Sabat
GMAHK Kemang Pratama
Pembicara : Jeannie Hutahaean
Sabat, 26 July 2014 


Acara kebaktian khotbah di mulai dengan menyanyi lagu pendahuluan dari LS No. 515 “Tuhan Ada Dalam Bait Allah” dipimpin oleh chorister Lynda Karman dengan pianist Velan Sormin. Jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 1 “Di Hadapan Hadirat Mu”, dilanjutkan doa buka sekaligus doa khotbah dilayangkan oleh Ibu Jeannie Hutahaean, pemimpin VG Voice of Hope. Bacaan Alkitab dibacakan oleh Sdr. Donny Ham, terdapat dalam Keluaran 19:9-14, pemimpin dan jemaat membacakan ayat bersahutan secara bergantian. Lagu buka menyanyi dari LS No. 464 “Jaminan Berkat Tuhan Janji”, doa syafaat dilayangkan oleh Bp. Chandra Peranginangin, jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS 517 “Dengar Ya Tuhan Kami Berdoa”.

 


Bacaan persembahan di bawakan oleh Bp. Sontani Purnama, menghimbau anggota jemaat untuk menyaksikan kebaikan Allah atas hidup kita melalui persembahan. Kesaksian hidup menjadi persembahan yang indah bagi Allah. Para diakon mengumpulkan persembahan di iringi music instrumentalia, jemaat menyambut dengan menyanyi dari LS No. 21 “Pada Mu Allah Ku Puji”, diakhiri dengan doa persembahan yang dilayangkan oleh Bp. Sontani Purnama.


Sebuah lagu istimewa mengawali cerita anak dibawakan oleh VG Voice Of Hope, dilanjutkan cerita anak dibawakan oleh Jessica Manueke. Cerita mengambil kisah seorang anak yang mengalami cacat di dalah satu kakinya, sehingga dia berjalan pincang. Saat dia pergi ke salah satu "Pet Shop" untuk melihat2 binatang peliharaan yang mungkin menarik hatinya untuk memeliharanya, dia temukan seekor anjing kecil yang cacat. Dia tertarik untuk membeli dan memeliharanya terdorong oleh keadaan yang dialaminya saat ini - kaki yang cacat. Dia kemudian teringat bagaimana pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia, tak terkecuali orang2 yang cacat seperti dirinya. Yohanes 3:16 adalah ayat yang paling tepat untuk mendukung keinginannya memelihara anak anjing yang cacat tsb. Ayat kemudian dibacakan oleh salah satu anak. 

 

Ayat inti terdapat dalam Yehezkiel 44:23 dibacakan oleh Sdr. Donny Ham, jemaat mempersiapkan hati dan pikiran untuk mendengarkan firan yang akan dibagika dengan menyanyi lagu “Tuhan Bersabda Pada Ku” dengan setengah suara. Firman dengan judul “Perbaktian dan Musik” diawali dengan membaca ayat Alkitab yang terdapat dalam 1 Tesalonika 4: 1 “Akhirnya saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus ; Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh2 lagi”.

Perbaktian yang benar VS yang salah. 

Kejadian 4:1-16 menceritakan bagaimana persembahan yang disampaikan oleh Kain dan Habel kepada Allah.  Allah tidak mengindahkan korban bakaran yang mereka persembahkan, tetapi yang Allah inginkan adalah penurutan dari keduanya. Kain tidak mendengarkan suara Tuhan atas korban bakaran yang dia persembahkan, sebalinya Habel melakukan apa yang Allah perintahkan. Allah menerima persembahan Habel. 

Apa yang membuat Allah berkenan kepada manusia? 


Kejadian 1:26-27 “Berfirmanlah Allah : “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan2di laut dan burung2 di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah di ciptakanNya dia, laki2 dan perempuan di ciptakanNya mereka”. 

Allah menciptakan manusia menurut gambar dan peta Allah, baik dalam hal kesempurnaan mental maupun physic. Pada mulanya manusia di ciptakan sempurna adanya. Namun setan menjadikan manusia memiliki penghalang untuk dekat dengan Khalik Pencipta. 

Keluaran 19:1-25 - bagaimana penurutan Musa kepada hukum Allah. Bahkan ayat ini menceritakan bagaimana Musa menuruti perintahNya setiap kali Allah menampakan diri kepadanya di gunung Sinai.  Memasang batas antara bangsa Israel dengan Allah, tidak mendaki gunung tempat dimana Allah menampakan diri kepada Musa, tidak merabanya bahkan jangan sekali2 mengenai kaki gunug itu dan masih banyak lagi lainnya, Musa menuruti perintah Allah. 

Hal sebaliknya yang terjadi dalam kitab Imamat 10:1-2. Ayat ini menceritakan bagaimana anak2 Harun tidak mendengarkan perintah Allah dengan mempersembahkan korban bakaran asing yang mana Allah tidak berkenan atasnya. Anak2 Harun menerima api yang keluar dari hadapan Tuhan lalu menghanguskan keduanya, mereka mati di hadapan Tuhan. 

Lagu selingan VG Voice of Hope : “I am God” dan  “Maha Mulia Nama itu”

 

Siapa yang menentukan cara2 penyucian perbaktian ? 

Tuhan memberikannya melalui orang-orang terdahulu agar cara2 perbaktian yang benar tidak musnah. Suku Lewi adalah salah satu suku yang Allah pilih untuk melayani melalui musik dalam kaabah di zaman bangsa Israel.  Mereka bukan hanya pandai menyanyi, namun mereka juga adalah orang2 yang sangat terlatih memainkan alat musik, serta memiliki pengetahuan sejarah musik peribadatan yang sangat baik. Mereka adalah orang2 pilihan Allah.
1 Tawarikh 9:33 “Dan inilah para penyanyi , kepala2 puak orang Lewi, yang diam di bilik2 dan bebas dari pekerjaan lain, sebab siang dan malam mereka sibuk dengan pekerjaannya”. 

1 Tawarikh 25:1 “Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak2 Asaf, anak2 Heman dan anak2 Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang2 yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut, dari anak2 Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Azarela, anak2 Asaf dibawah pimpinan Asaf yang bernubuat dengan petunjuk raja”. 

2 Tawarikh 5:12 “Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun berserta anak2 dan saudara2nya. Mereka berdiri disebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama2 seratus dua puluh imam peniup nafiri”. 

Pada zaman bangsa Israel, wanita tidak terlibat dalam musik dan kelompok penyanyi lagu pujian dalam kaabah. Wanita identik dengan penyembahan berhala dan kegiatan seksualitas. Dalam buku Mazmur 150, ayat ini  bukan dalam konteks peribadatan atau perbaktian, tetapi bertujuan menyanyikan pujian atas kemenangan perang. Mazmur 150:1-6 “Helaluya! Pujilah Allah dalam tempat kudusNya! Pujilah Dia karena segala keperkasaanNya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaranNya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari2an, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap  yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan! Haleluya!”.

Allah menginginkan segala sesuati tahir dan suci dalam perbaktian. Kita harus dapat melihat perbedaan dalam pemilihan musik peribadatan dan musik sekuler. Allah meminta kita untuk menuruti perintahNya dalam hal perbaktian yang berkenan kepadaNya. Ulangan 13:18 “Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara Tuhan AllahMu untuk berpegang pada segala perintahNya, yang Kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar dimata Tuhan, Allahmu”. 

Sebagai penutup kembali VG Voice of Hope menyanyikan dua buah lagu berturut2 dengan judul “I am Determined” dan ‘Midnight Cry”. Kedua lagu tsb sekaligus menjadi lagu tutup khotbah, dilanjutkan dengan doa tutup yang dilayangkan oleh Ibu Jeannie Hutahaean, diakhiri dengan sambutan jemaat dengan menyanyi dari LS No. 522 “Curahkan berkat Mu Ya Tuhan”. Participant khotbah meninggalkan mimbar, diikuti anggota jemaat keluar baris demi baris yang di pandu oleh diakon yang bertugas, untuk selanjutnya saling bersalaman. Para tamu dan anggota jemaat menikmati hidangan potluck yang telah disiapkan oleh gereja. 

Berkat Hari Sabat menjadi bagian kita semua, Selamat Sabat, Tuhan memberkati ! 

Lynda Karman