Tuesday, August 31, 2010

PERLINDUNGAN BAGI YANG PANTAS

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Matius 18 : 23–25



Setelah menyadari keringkihan manusia, bagaimana agar kita memperoleh perlindungan TUHAN? TUHAN memberikan perlindungan-NYA kepada orang-orang yang pantas dilindungi-NYA. IA melindungi orang-orang yang mau hidup dalam rencana dan kehendak-NYA, yaitu orang-orang yang memberi diri untuk dimuridkan dan diproses untuk menuju kesempurnaan yang BAPA inginkan. TUHAN Yesus mengisahkan tentang hamba yang dihapuskan utangnya sebesar 10.000 talenta oleh raja, namun kemudian ia tidak memaafkan temannya yang berutang kepadanya sebesar 100 dinar. Adapun 1 dinar adalah upah rata-rata pekerja dalam sehari pada saat itu, sementara 1 talenta adalah 6000 dinar. Jadi utangnya kepada raja adalah senilai upah pekerja selama 60.000.000 hari, atau lebih dari 164.383 tahun! Namun si hamba yang telah diampuni ini bertindak sewenang-wenang terhadap sesamanya. Ia sombong, menekan sesamanya, dan tidak mau mengampuni sesamanya. Akibatnya, perlindungan dari raja yang sebelumnya telah diperoleh karena kemurahan hati raja dicabut. Si hamba jahat ini akhirnya dijebloskan ke penjara sepanjang hidupnya.


Orang seperti hamba yang jahat ini sudah pasti anak setan yang akan menjadi warga neraka bersama dengan iblis. Tetapi kalau harus jujur, kita dapat melihat bahwa gambaran tentang hamba yang jahat ini masih nyata di dalam diri banyak orang Kristen hari ini. Tidak sedikit orang Kristen yang sudah menerima pengampunan dari TUHAN ternyata tidak hidup sesuai rencana dan kehendak TUHAN. Mereka hanya menyibukkan diri untuk rencananya sendiri. Mereka rela menekan orang lain dan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Yang penting adalah kehendaknya dipuaskan. Sebagaimana si hamba yang jahat, orang-orang seperti ini juga adalah orang-orang bodoh yang akhirnya tidak akan memperoleh perlindungan abadi TUHAN, sebab mereka memang tidak pantas dilindungi. Mereka telah menolak perlindungan TUHAN. Patut kita perhatikan, bahwa janji TUHAN untuk menyertai orang percaya adalah hanya untuk orang percaya yang menjadi saksi atau melakukan kehendak-NYA (Mat. 28:19–20), bukan orang yang sibuk dengan urusan dan kepentingannya sendiri. Karena itu marilah kita selalu belajar untuk mengenal rencana dan kehendak TUHAN dalam hidup kita. Dengan hidup dalam rencana dan kehendak-NYA, tanpa meminta kepada TUHAN pun otomatis kita mendapat perlindungan dari-NYA; bukan hanya selama hidup di bumi ini, tetapi perlindungan abadi. TUHAN melindungi orang-orang yang pantas dilindungi-NYA, yaitu yang mau hidup dalam rencana dan kehendak-NYA.