Tuesday, June 15, 2010

MENGHIDUPKAN HUKUM ALLAH

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Matius 11:27.


Yesus datang untuk menyatakan tabiat Allah dengan menghidupkan hukum Yahwe yang kududs. Dalam setiap pelajaran yang diberikan-Nya kepada murud-murid-Nya dan kepada orang-orang Ia berusaha menerangkan prinsip-prinsip hukum itu dengan jelas. Oleh penurutan pribadi kepada hukum Ia menyalut tugas-tugas umum kehidupan dengan pentingnya kekudusan. Ia hidup sebagai seseorang di antara banyak orang. Ia hidup diantara orang-orang, Ia ikut menanggung kemiskinan dan kesedihan mereka. Ia mengagungkan hidup dalam segala bentuknya oleh memelihara kemuliaan Allah di hadapan manusia, dan oleh menundukkan segalanya kepada kehendak Bapa-Nya. Hidup-Nya ditandai dengan kasih yang tertinggi kepada Allah, dan kasih yang sungguh-sungguh kepada sesama manusia. Hidup-Nya dari permulaan sampai akhirnya adalah hidup penyangkalan diri dan pengorbanan diri. Di atas kayu salib di Golgota Ia membuat pengobanan paling besar demi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, agar seluruh dunia boleh memiliki keselamatan, kalau mereka mau. Kristus tersembuny didalam Allah, dan Allah dinyatakan kepada dunia ini dalam tabiat Anak-Nya.

Kasih kepada dunia yang hilang ini dinyatakan setiap hari, dalam setiap tindakan kehidupan-Nya. Mereka yang telah diilhami oleh Roh-Nya akan bekerja dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh Kristus. Dalam Kristus terang dan kasih Allah dinyatkaan dalam sifat manusia. Tak seorangpun pernah memiliki sifat yang begitu perasa seperti yang dimiliki oleh yang kudus Allah, yang tidak berdosa, yang berdiri sebagai kepala dan utusan akan apa yang boleh dicapai oleh manusia melalui pemberian sifat Ilahi. Kepada mereka yang percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka, Ia mempertalikan jasa-jasa-Nya dan memberikan kausa-Nya. Kepada mereka yang datang kepada-Nya dengan beban kesedihan, kekecewaan dan pencobaa, Ia akan memberikan perhentian, ketenangan dan damai. Melalui kasih karunia Kristus orang melihat perlunya pertobatan kepada Allah, dan dituntun memandang kepada Kristu oleh iman, menyadari bahwa jasa-jasa-Nya sanggup menyelamatkan semua yang datang kepada Allah oleh Kristus. Marilah kita membuka hati kita untuk menerima kasih yang sangat perlu kita pupuk, agar kita bisa menggenapi perintah-perintah Allah.