Sunday, June 13, 2010

UMAT PILIHAN DAN NUBUATAN-NUBUATAN

Sebab Seorang Anak telah lahir bagi kita, Seorang Putra telah diberikan untuk kita lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya dan nama-Nya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai. Yesaya 9:5.


Adam dan Hawa yang pertama menerima janji tentang Penebus itu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan merekmukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya (Kej 3:15). Allah akan mematahkan kuasa Setan. Abraham mempunyai wahyu tentang Mesias yang akan datang itu. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita, kata Yesus (Yoh 8:56). Musa menyatakan, Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu. Dialah yang harus kamu dengarkan (Ulangan 18:15). Apabila dipanggil untuk mengutuk bangsa Israel, Bileam berbicara tentang penbus itu. Aku melihat Dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang Dia, tetapi bukan dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel (Bil 24:17). Daud meramalkan kedatangan Kristus bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan (2 Sam 23:4).

Orang Yahudi telah mempelajari nubuatan-nubuatan ini tetapi tanpa pengertian rohani. Oleh memperhatikan hal-hal kecil hukum itu, mereka bermaksud membangun nama baik Keallahan, dan dalam menyombongkan diri mereka menunggu waktunya apabila bangsanya akan menang. Matius menulis untuk meyakinkan sesamanya Yahudi bahwa Orang yang mereka salibkan telah menggenapi nubuatan-nubuatan itu dalam dirin-Nya. Mereka gagal menafsirkan dengan tepat nubuatan-nubuatan yang menunjuk pada kehinaan dan kematian pada kedatangan-Nya yang pertama itu karena mereka memilih berpusat pada kemuliaan yang menyertai Dia pada kedatangan-Nya yang kedua. Ada bahaya dalam setiap penafsiran Alkitab yagn melayani keinginan diri sendiri. “Oh, betapa indahnya pelajaran cerita Betlehem itu. Betapa hal itu mengamarkan kita agar sada, supaya jangan oleh keacuhan kita maka kita juga gagal melihat tanda-tanda waktu, sehingga kita tidak mengetahui hari kedatangan TUHAN itu.