Sunday, June 27, 2010

UKURAN ALLAH MENGENAI TABIAT SAYA

Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengna orang-orang tertentu yang memujikand diri sendir. Mereka mengukur dirinya dnegna ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dnegna diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! 2 Kor 10:12.

Banyak orang yang mengukur diri mereka di antara mereka sendiri, dna membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan orang lain. Hal ini tidak seharusnya terjadi. Tidak ada yang lain kecuali Kristus yang diberikan sebagai teladan. Ia adalah teladan kita yang benar dan setiap orang harus berusaha untuk meniru-Nya. Menjadi orang Kristen tidaklah semata-mata mengambil nama Yesus Kristus, tetapi mengambil pikiran Yesus, menyerahkan diri kepada kehendak Allah dalam segal perkara, banyak orang yang mengaku orang Kristen masih harus mempelajari pelajaran penting dan agung ini. Banyak orang hanya seikit mengetahui apa artinya menyangkali diri demi Kristus. Mereka tidak mempelajari bagaimana sebaiknya mereka memuliakan Allah dan memajukan pekerjaan-Nya. Tetapi yang dipikrkan hanya diri sendiri, bagaimana bisa memuaskannya? Agama yang seperti itu tidak ada gunanya. Pada hari TUHAN mereka akan ditimbang dan terdapat ringan.

Apa yang boleh dikatakan orang, apa pendapat mereka mengenai kita, mungkin tidak banyak artinya. Pertanyaan yang menjadi perhatian kita ialah, apakah ukuran Allah mengenai tabiat saya? Mereka yang memperlakukan seseorang dengan tindakan-tindakan yang salah tidak berada di pihak Allah, tetapi dipihak musuh. Tetapi akau tidak berbuat demikian kata Nehemia, karna takut akan Allah (Neh 5:15). Setiap jiwa harus memeprsiapkan dirinya kepada pertentangan rohani yang ada di hadapan kita. Rencana-rencana duniawi, kebiasaan-kebiasaan dunia, kepura-puraan dunia bukan bagian kita. Kita harus berkata, Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. mementingkan diri sendiri, ketidakjujuran, kelicikan, mencoba menyusup ke dalam hati. Biarlah kita tidak memberikan tempat kepada perkara-perkara tersebut dalam hati kita. Nehemia memusatkan pandangannya kepada kemuliaan Allah, oleh ketetapan tindakannya ia memberikan bukti bahwa ia adalah seorang Kristen yang berani. Hati nuraninya dibersihkan, dimurnikan dan diagungkan oleh penurutan kepada Allah. Ia menolak menyeleweng dari prinsip-prinsip Kekristenan. Kepada semua yang percaya kepada Kristus diletakkan suatu kewajiban untuk berjalan bermanfaat dalam tugas kepada mana mereka dipanggil, untuk menyatkana tabiat Kristus. Salib Kristus akan menghormati orang Kristen yang menghormatinya.