Saturday, June 19, 2010

PIKULLAH SALIBMU

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang hendak mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Matius 16:24.


Penyaliban adalah model hukuman mati Roma. Namun, warga Negara tidak akan pernah disalibkan. Bentuk hukuman ini disediakan untuk orang-orang yang sama sekali hina. Kematian yang tak kunjung datang di atas salib memang mengerikan, karena para korban biasanya hidup berjam-jam, kadang-kadang beberapa hari. Cara hukuman Yahudi, dirajam sampai mati, bila dibandingkan sedikit lebih berpengasihan. Di sini Yesus memakai bahasa yang jelas untuk menjelaskan penyerahan sukarela, kehinaan yang akan menjadi nasib orang-orang yang mengikut Dia. Penyingkapan itu menyedihkan murid-murid itu. Nampaknya Yesus menyediakan salib pada jalan-Nya, dan mereka tidak dapat pikirkan sesuatu yang dapat dilakukan untuk membuat-Nya menyimpang dari pilihan-Nya. Tidak ada lagi penyerahan diri yang perkataaan Juruselamat dapat gambarkan.

Ia memang mengharapkan untuk menyerahkan segala sesuatu untuk-Nya. Seorang murid haruslah sedia memikul salib demi Injil itu. Bukan hanya harus kita menanggung salib itu dengan sabar; kita harus berjalan mengikut langkah Yesus. Sebab untuk itulah kamu dipanggil karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1 Pet 2:21). Masing-masing murid Kristus harus membuat pilihan yang jelas, kita memilih untuk menerima rencana egois untuk “menyelamatkan” hidup kita sendiri atau rencana Kristus untuuk “meninggalkan” diri kita sendiri. Lukas 9:23 menganjurkan penyerahan setiap hari kepada kehendak Allah. Memang aneh bahwa dalam proses menyerahkan hidup kita, kita memperoleh hidup kekal. “Apa gunanya bagi seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26). Pengikut-pengikut Kristus harus memusatkan keselamatan manusia yang telah hilang. Oleh sebab ini, Yesus datang ke dunia kita dan memberi hidup-Nya. “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:26). Tidak ada mahkota tanpa salib.

Orang Kristen harus selalu menyadari bahwa ia telah mentahbiskan hidupnya bagi Allah, dan bahwa ia harus menyatakan Kristus dalam tabiat kepada dunia. Pengorbanan diri, simpati, kasih, yang dinyatakan di dalam hidup Kristus haruslah nampak kembali di dalam hidup pekerja Allah.