Wednesday, March 17, 2010

HIKMAT DARI BAPA TERANG

Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Amsal 2:6.

Pengetahuan yang agung dan penting adalah pengetahuan akan Allah dan firman-Nya. Orang Kristen akan bertumbuh dalam kasih karunia sebanding dengan ketergantungannya dan penghargaannya kepada pengajaran firman Allah, dan kebiasaannya merenungkan perkara-perkara Ilahi. Tetapi biarlah jangan seorang pun menyangka bahwa kita mengecilkan arti pendidikan atau menganggap rendah nilai pemupukan mental dan disiplin. Allah menginginkan kita tetap menjadi pelajar selama kita masih tinggal di dunia ini, terus belajar dan memikul tanggung jawab. Tetapi janganlah seorang pun menjadi pengkritik mengukur kegunaan dan pengaruh saudaranya yang mempunyai kemajuan dalam pengetahuan buku. Ia mungkin kaya dalam hikmat yang lebih jarang. Ia mungkin mempunyai pendidikan praktis dalam pengetahuan kebenaran. Pemazmur berkata, “ Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang bodoh” (Maz 119:130). Hikmat yang dibicarakan oleh pemazmur diperoleh bilamana kebenaran dibukakan kepada pikiran dan diterapkan ke dalam hati oleh Roh Allah, bilamana prinsip-prinsipnya menyatu dengan tabiat oleh suatu kehidupan kesalehan yang praktis.
Roh Allahlah yang menghidupkan kemampuan jiwa yang mati untuk menghargai perkara-perkara surgawi, dan menarik kasih sayang kepada Allah dan kebenaran. Tanpa kehadiran Yesus dalam hati, acara-acara keagamaan hanyalah formalitas yang mati dan dingin. Kerinduan persekutuan dengan Allah segera sirna bilamana Roh Allah didukakan dari kita, tetapi bilamana Kristus ada di dalam kita sebagai pengharapan kemuliaan, kita senantiasa diarahkan untuk berpikir dan birtindak ke arah kemuliaan Allah. Pertanyaan akan timbul , “Apakah ini akan menghormati Yesus? Apakah ini akan disetujui_Nya? Akan sanggupkah saya mempertahankan integritas saya jika saya memasuki pekerjaan ini?” Marilah kita buat Allah menjadi penasihat kita, dan kita akan dituntun ke jalan yang aman, dan kehendak Allah akan menjadi penuntun tertinggi dalam hidup kita. Inilah hikmat surgawi, dan itulah yang membuat orang Kristen, betapapun rendahnya, menjadi terang dunia.