Friday, March 05, 2010

KASIH YANG SANGAT MENGAGUMKAN

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Yoh 3: 16.
Setelah persetujuan melakukan penebusan bagi manusia, Bapa tidak menyayangkan apa pun, betapa pun harganya yang perlu untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya. Ia memberikan kesempatan kepada manusia; Ia mencurahkan berkat-berkat-Nya kepada mereka; Ia akan melimpahkan kebaikan demi kebaikan, karunia demi karunia, sampai seluruh perbendaharaan surga dibukakan bagi mereka yang diselamatkan. Setelah mengumpulkan seluruh kekayaan semesta alam, dan membukakan segenap sumber daya sifat Ilahi-Nya, Allah memberikan semuanya untuk digunakan manusia. Semuanya itu adalah pemberian tanpa bayar. Bagaikan lautan kasih yang bergelora, bagaikan suasana Ilahi di sekeliling dunia ini. Kasih yang bagaimanakah ini, sehingga Allah yang kekal harus mengambil sifat alamiah manusia dalam pribadi Anak-Nya dan membawanya ke langit yang paling tinggi?.
Seluruh penghuni surga mengamati dengan perhatian yang sangat besar peperangan yang sedang berlangsung di bumi ini, bumi yang dituntut Setan sebagai wilayah kekuasaannya. Setiap saat sangat berarti dengan kenyataan abadi. Bagaimanakah caranya pertentangan ini berakhir? Para malaikat mengharapkan keadilah Allah dinyatakan, murka-Nya ditimpakan kepada raja kegelapan dan para simpatisannya. Tetapi lihatlah, kasih karunia melimpah. Bilamana Anak Allah diharapkan datang untuk menghukum dunia ini, Ia datang dalam kebenaran dan damai untuk menyelamatkan bukan saja keturunan Abraham, Isak dan Yakub, tetapi seluruh dunia, semua anak laki-laki dan perempuan Adam yang mau percaya kepada-Nya, Jalan, Kebenaran dan Hidup itu. Alangkah besarnya pertunjukan kasih Allah, inilah kasih yang tiada bandingannya.
Penebus kita menentukan tiada lain kecuali melalui kebaikan-Nya, kasih Allah harus dipindahkan kedalam jiwa orang yang percaya kepada-Nya. Bagi kehidupan kita, kuasa kasih Allah beredar melalui seluruh sifat alamiah kita, agar bisa tinggal di dalam kita sebagaimana kasih itu tinggal di dalam Kristus Yesus. Dipersatukan dengan Kristus oleh iman yang hidup, Bapa mengasihi kita sebagai anggota tubuh Kristus yang ajaib di mana Kristus adalah kepala.