Thursday, February 25, 2010

KEKUATAN MELALUI PENCOBAAN

Sebab Engkau telah menguji kami ya Allah, telah memurnikan kami seperti orang memurnikan perak. Mazmur 66:10.

Tabiat yang tidak dicobai tidak dapat diandalkan, kita dicobai dengan pencobaan agar kita boleh belajar mencari hikmat dari Allah dan lari ke benteng pertahanan-Nya pada waktu kesusahan. Orang yang akan berhasil melawan pencobaan adalah dia yang mencari pertolongan dan kasih karunia dari Allah, sebab pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan manusia (I Korintus 10:13). Secara individu kita berdiri sebagaimana nenek moyang kita yang pertama – muka dengan muka dengan berbagai pencobaan yang mendesak pikiran dan hati. Seluruh penghuni surga mengamati dengan perhatian yang sangat besar untuk melihata apakah kita akan memandang kepada Yesus dan menyerahkan diri kira kepada kehendak-Nya, atau dalam pencobaan itu kita akan mengikuti kecenderungan hati alamiah kita dan desakan si jahat. Biarlah mereka yang dibingungkan oleh pencobaan pergi kepada Allah dalam doa…Gigih dalam doa dan berjaga tanpa ragu-ragu, Roh Kudus akan bekerja dalam manusia membawa hati dan pikiran tuntuk kepada prinsip-prinsip yang benar.

Mereka yang melalui iman dipelihara oleh kuasa Allah mempelajari perkara-perkara yang baik dan berharga. Mereka mengalami kedamaian Kristus yang melampaui segala pengertian. Dalam melawan pencobaan, Anda menolak bersekongkol dengan Setan dan menempatkan dirimu dibawah panji-panji Yesus Kristus. Dalam pandangan surgawi Anda mengembangkan dirimu sendiri sebagai seorang penakluk. Dinyatakan bahwa Anda adalah anak Allah.
Anda menyatakan Kristus dalam kebaikan tabiat yang benar dan mengerti apa yang diartikan kata-kata ini: “Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran…Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia” (Yoh 1:14-16) Anda menerima kasih karunia, Anda mengembangkan kasih karunia, dan sementara Anda menyatakan kasih karunia dalam kata-katamu, dalam roh dan tindakanmu, Allah mencurahkan ke atasmu kasih karunia yang lebih banyak. Kepadamu akan diberikan kasih karunia surgawi sebanding dengan penyerahan dirimu kepada pekerjaan Roh Kudus. Anda dibentuk menjadi alat kehormatan, dan menjadi saluran melalui mana Allah menyatakan kasih karunia-Nya kepada dunia ini.