Wednesday, May 22, 2013

JANGAN SEPELEKAN

Lukas 16 : 10 ; "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”


Ketika menghadiri reuni sekolah, saya bertemu dengan teman saya yang bernama Titik. Kamipun saling berbagi cerita oleh karena sudah hampir limabelas tahun tidak pernah berjumpa dan berkomunikasi. Saya terkejut ketika dia menceritakan teman dekatnya yang  adalah teman sekolah kami juga yang tiga tahun lalu meninggal. Luky adalah seorang pendaki gunung yang sangat terampil dan  berani, tidak ada yang di takutinya ketika akan pergi mendaki gunung, namun sebuah tragedi terjadi, dia meninggal oleh karena terjatuh dari gunung yang sedang didakinya. Sejak sekolah menengah hingga sekolah perguruan tinggi, apabila libur tiba dia sering mengadakan perjalanan bersama beberapa teman-teman untuk pergi mendaki gunung bahkan sampai gunung-gunung yang berada di luar pulau untuk menaklukkannya. Saya bertanya kepada  Titik mengapa tragedi tersebut bisa terjadi dan dia pun menceritakan “teman saya yang ikut bersama-sama dengan dia ketika  mendaki gunung bercerita kepada saya  setelah saya bertanya tentang mengapa peristiwa itu terjadi”‘ mengapa dia bisa jatuh?, bukankah kalian memiliki peralatan pendakian yang lengkap? dan bukankah dia sangat ahli dan berani dalam mendaki gunung?, bukankah dia juga memiliki pengalaman yang cukup banyak tentang mendaki gunung.?” Banyak pertanyaan yang Titik lontarkan kepada Tony teman Luky tersebut.  
Tony pun menceritakan kepada saya, “ketika saya dan Luky dan beberapa teman lainnya pergi untuk mendaki gunung yang sudah lama ingin didaki, sepatu yang dikenakan Luky kemasukan pasir, dia kemudian mengebaskannya, tetapi tidak memperhatikan apakah masih ada pasir di dalam sepatunya.  Dalam perjalanan Luky merasakan kuku jempol kaki kirinya terasa sedikit sakit dan sebutir pasir kecil masuk ke kuku kakinya. Namun karena keinginannya yang besar untuk menaklukkan gunung tersebut dia tidak memperdulikan pasir kecil yang masuk di kukunya oleh karena mereka hampir mencapai puncak dari gunung tersebut. Namun beberapa jam kemudian kaki kirinya mulai terasa sangat sakit dan ketika melewati daerah yang licin kakinya tidak dapat berpijak dengan baik dan  dia pun terjatuh dan meninggal meskipun dia hampir mencapai puncak gunung tersebut.”  
Sebagai manusia yang memiliki banyak kelemahan seringkali sebutir kecil kelemahan kecil dapat  menghalangi kemajuan kita. Tuhan sanggup menolong kita dalam setiap kelemahan kita.  Oleh karena keinginan yang besar untuk memperoleh jabatan, kedudukan dan harta, maka banyak orang tidak memperdulikan hal yang penting yang kelihatannya sederhana seperti memperhatikan istri dan anak-anak yang merupakan keluarga. Padahal keluarga  yaitu istri dan anak-anak adalah merupakan motivator yang besar untuk mencapai berbagai hal dalam banyak kemajuan. Dan dengan mengandalkan Tuhan banyak perkara yang dapat kita atasi dalam  kelemahan yang kita miliki.