Wednesday, August 17, 2016

ALLAH Sumber Kekuatan




Nahum 1 : 7
"TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya."


Tentunya kita  menikah dengan pasangan kita, berharap kehidupan rumah tangga kita  nanti bahagia dan sejahtera. Tetapi bagaimana jika harapan-harapan itu tidak terealisasi bahkan yang terjadi adalah sebaliknya, timbul masalah demi masalah yang melahirkan kekecewaan, kesedihan dan  kepahitan.

“Aku tadinya berharap satu kali kelak suamiku akan sadar,  dan memilih mempertahankan istri dan anak-anaknya  daripada mengikuti pengaruh-pengaruh yang negatif.  Demi anak-anak, aku rela berkorban, walaupun menderita, aku tidak mau diceraikan, karena aku tidak mau anak-anakku mempunyai orang tua yang tidak lengkap oleh karena perceraian,” kata temanku sambil menangis.  “Doa, air mata dan harapan demi harapan adalah hal yang aku lalui setiap hari, tapi nampaknya sia-sia.   Suamiku,  akhirnya memilih meninggalkan kami,” lanjutnya sambil menangis lebih keras.   “Tabah ya, ini ujian,  aku hanya bisa berdoa untukmu,  serahkanlah semua bebanmu kepada Tuhan,” kataku berusaha menghibur, sebagai sahabat karibnya.   “Coba lihat bekas2 sayatan pada lenganku,  ini adalah “silet” terbang di hadapanku yang meninggalkan luka. Kadang-kadang ada asap putih tebal yang tiba-tiba muncul dan hilang begitu saja, aroma wewangian bunga yang tercium.  Semua itu terjadi sepeninggal suamiku.”  Aku mendengarkan kisah kejadian gaib/magic yang dialami temanku dengan  rasa “ngeri” Aku mengajak temanku berdoa, juga menyarankannya untuk berpuasa bersama.

Puji Tuhan, kalau tadinya dia masih coba mencari jalan mengatasi masalahnya dengan cara-cara manusiawi, akhirnya dia mau menyerahkan sepenuhnya pada kekuatan dan kuasa Allah.  Allah kita adalah Allah yang luar biasa.  Kekuatan-kekuatan gaib tersebut hilang dan tidak mengganggunya lagi hingga saat ini.  Dia pun tetap berdoa untuk suaminya yang sudah meninggalkannya, agar Tuhan juga boleh melindungi dan memeliharakannya.  Bersama Tuhan dia dapat menjalani kehidupan dengan lebih tentram bersama anak-anaknya, di tengah tragedi rumah tangga yang dia alami.  Karena Tuhan itu  telah menjadi tempat pengungsiannya pada waktu kesusahan.  Mari kita senantiasa berlindung pada Tuhan yang maha baik.

Selamat berlibur dan menikmati perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 71.
Tuhan Memberkati.