Tuesday, August 02, 2016

"Bagaikan setetes air pelepas dahaga"


Matius 10:42
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.


Saya terburu-buru keluar kamar saat anak laki-laki saya sedang menonton televisi. Saya menyapanya sekilas dan segera meninggalkannya. Saat hendak membuka pintu rumah saya mendengar dia bertanya, "Mama mau kemana? Koq seperti terburu-buru.?" Saya menjawab, "Mama mau ke ATM transfer uang untuk teman mama."  Dia kembali  bertanya, "Untuk apa", saya menjawab, "Tadi ada berita dari teman-teman bahwa ada salah satu dari teman mama sedang sakit. Seakan tidak mengerti anak laki2 saya kembali bertanya, "Kenapa mama harus transfer uang?" Kembali saya jawab, "Katanya dia harus pulang dari rumah sakit dan tiidak mampu bayar biaya rumah sakit. Tampak anak laki-laki saya berpikir sejenak dan kembali bertanya, "Bukannya teman-teman mama yang lain uangnya lebih banyak?. Saya menjawab dengan senyum,. "Uang mama memang sedikit tapi dia lebih sulit dari mama karna dia sakit.  "Tapi Mama kan belum gajian,", anak saya seakan memperingatkan, namun saya memcoba memberikannya pengertian, "Mama masih ada sedikit lagi dan besok kita harus berhemat. Saya meninggalkannya, dan saya mendengar ucapannya, "Hati-hati Ma. Semoga teman mama lekas sembuh."

Saya segera pergi ke ATM untuk mentransfer sejumlah uang yang hanya sisa sedikit. Kami dan sahabat-sahabat lainnya bersatu mendoakan teman yang sedang sakit tersebut dan memberikan bantuan uang semampunya masing-masing. Teman kami yang sedang sakit itu akhirnya bisa melewati masa kritis dan sembuh. Kami kembali bersama-sama berkumpul di gereja.

Sukacita yang sangat besar pada saat kita dapat membantu seorang sahabat atau saudara kita yang sangat kesulitan dengan apa yang kita miliki. Seberapapun yang kita berikan itu akan seperti air yang menetes bagi orang yang haus di padang gurun dan itu sangatlah berarti.

Tuhan memberkati