Sunday, January 11, 2009

Perjalanan Hidup Kita

Hari Jumat 9 Januari sudah hampir menunjukkan jam 19:30. Satu per satu keluarga di jemaat Kemang Pratama memasuki gereja untuk mengikuti acara vesper. Renungan vesper dibawakan oleh Ibu Dahlia Hutauruk. Di awal orang muda telah membawakan lagu pujian dengan baik, menyiapkan hati untuk menerima sabda Tuhan. Mengacu kepada Ulangan 2 : 1- 25 yang menceritakan perjalanan bangsa Israel, Ibu Dahlia menyebutkan bahwa perjalanan kehidupan kita mirip dengan kisah itu. Ada banyak peristiwa yang mengisi pejalan hidup dan Tuhan akan selalu menunjukkan kebaikanNya sepanjang perjalanan kita.

Peristiwa pertama yang bisa mengisi kehidupan kita adalah Jalan Buntu. Ketika bangsa Aram menyerang Israel waktu yang lalu, maka bangsa Israel menderia kelaparan. Begitu beratnya keadaan waktu itu, kotoran merpati pun sampai dibeli untuk bisa dimakan oleh anak-anak mereka. Raja Yoram menyalahkan Tuhan atas keadaan ini. Namun ada segelintir orang yang tetap memandang pada Tuhan. Mereka adalah 4 orang kusta yang tidak diperhatikan oleh siapapun. Dalam 2 Raja-raja 7 : 4, mereka memutuskan untuk bertindak mengatasi perut mereka yang lapar. Tindakan inilah yang kemudian digunakan Tuhan. Allah mengadakan mujizat untuk bangsa Israel. Tentara Aram telah dibuat Tuhan lari tunggang langgang. Dan Tuhan menggunakan orang kusta ini untuk memberitahu bahwa musuh telah lari. Namun mendengar kabar ini, Raja Yoram tidak bersyukur kepada Tuhan. Pernahkah kita mendapatkan berkat tapi tidak bersyukur kepada Tuhan atas berkat itu ?

Peristiwa kedua adalah Jalan Berkeliling. Ini yang dialami oleh bangsa Israel saat keluar dari Mesir. Seharusnya perjalanan bisa singkat, namun karena mereka tidak berserah pada Tuhan, jalan itu dibuat menjadi berpuluh-puluh tahun, baru akhirnya sampai di tujuan. Peristiwa yang ketiga adalah Jalan Mundur. Saat pertama kali berperang dengan bangsa Filistin, Daud mundur sejenak agar ia dapat menang. Daud lalu bertanya kepada Tuhan apa yang mesti dia lakukan. Daud mundur untuk mengajak Tuhan memimpin dan akhirnya meang. Dalam hidup ini, kita juga perlu berhenti sejenak dan merenung, bertanya kepada Tuhan, sebelum akhirnya kita maju kembali untuk meraih kemenangan. Di akhir renungan Ibu Dahlia mengingatkan bahwa keindahan hidup ditentukan oleh bagaimana kita bersikap. Kita dianjurkan agar bersyukur dan bersukacita senantiasa gantinya menggerutu dan menyalahkan Tuhan. Lakukan itu setiap hari seperti ini adalah hari yang terakhir dalam hidup kita. Puji Tuhan untuk renungan yang menguatkan kita !