Sunday, January 11, 2009

Penghiburan Untuk Robert Rihi Hina

Pada tanggal 11 Desember 2008 jam 21:30, Robert Rihihina mendapatkan kabar dari Oesao, Kupang, bahwa ayahnya, Bapak Herman Rihi Hina, telah meninggal dunia. Sungguh berita yang menyedihkan karena Robert sebetulnya memiliki rencana yang indah untuk bertemu dengan orang tuanya di bulan Februari 2009. Namun Tuhan memiliki rencana yang lain. Bapak Herman meninggalkan istri Ibu Yustina, serta 9 anak masing-masing: Joblina, Robert, Jonathan, William, Faisal, Yana, Jefri, Jery, dan Edson.
Pada acara penghiburan di hari Sabat 10 Januari di Gereja Kemang Pratama, Robert menyampaikan kesaksian bahwa ayahnya adalah seorang yang sederhana, pekerja rajin dan senantiasa memberikan teladan rohani yang baik bagi anak-anaknya. Seorang yang mengasihi keluarga dan dikasihi oleh semua anggota keluarga.

Bapak Christian Siboro yang memimpin acara mengundang David Tampubolon untuk membawakan lagu penghiburan yang mengangkat harapan bagi yang berduka. Setelah itu Pdt RY Hutauruk menyampaikan firman penghiburan. Pendeta menyampaikan bahwa Pengharapan adalah obat yang ampuh buat kita yang berduka. Pengharapan membuat kita sanggup untuk melalui masa-masa dukacita, karena satu saat akan bertemu kembali dengan orang yang dikasihi. Untuk itu kita diajak untuk setia, agar bisa hadir dalam pertemuan akbar saat Yesus datang kedua kali untuk kembali berjumpa dengan orang-orang yang kita kasihi. Satu renungan yang memberi harapan kepada Robert Rihi Hina dan semua yang hadir.
Setelah Bapak Wilson Tobing memberikan kata-kata penghiburan mewakili jemaat, Ibu Dahlia Hutauruk menyampaikan pemberian kasih dari Jemaat Kemang Pratama kepada Robert Rihi Hina.

Cuplikan video dari acara penghiburan bisa kita lihat di kolom sebelah.