Monday, May 14, 2012

CIRI KHAS KRISTIANI

Pelayanan Perorangan, Sabat 05 Mei 2012

Dorongan Pelayanan Perorangan (PP) pada hari Sabat, 05 Mei 2012 dibawakan oleh bapak David Tampubolon, salah seorang Ketua Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Kemang Pratama Bekasi.

Bapak David menyampaikan ilustrasi tentang salah satu taksi nasional yang dipercaya bukan hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga pekerja asing yang bekerja di Indonesia. Orang rela mengantri di bandara menunggu giliran mendapatkan taksi ini, karena kepercayaan para pengguna kepada armada taksi ini. Pak David termasuk orang yang sering menggunakan jasa dari taksi ini. “Suatu ketika, Saya ketinggalan kaca mata di taksi ini” demikian pak David memulai kisah pengalamannya menggunakan taksi ini. Pak David menelepon ke kantor taksi yang ditumpanginya dan mengabarkan bahwa kaca matanya ketinggalan di taksi, tapi pak David sudah tidak ingat nomor taksi dan nama pengemudinya, pihak pelayanan konsumen taksi berjanji akan mencarikan dan menginformasikan secepatnya. Tidak terlalu lama, pak David mendapat telepon dari pihak pelayanan konsumen taksi ini bahwa kaca mata telah ditemukan dan akan di antar ke kantor pak David. “Mengapa hal ini bisa terjadi? Oleh karena para supir taksi tersebut diajarkan perihal pengendalian diri” demikian kata pak David.

Beliau juga mengilustrasikan ada restoran prasmanan di suatu tempat yang percaya sepenuhnya pada konsumen yang makan di restorannya. Restoran ini mempersilahkan konsumen untuk memilih dan mengambil makanan sendiri, kemudian makanan dapat dibayar setelah konsumen selesai makan. Pihak restoran tidak memeriksa piring pelanggan, tidak juga mencatat jenis dan jumlah yang dimakan. Di saat konsumen akan bayar, pihak restoran menanyakan apa saja yang dimakan, kemudian menghitung dan menyampaikan pada konsumen jumlah yang harus dibayar.

Orang Kristen haruslah memiliki pengendalian diri dan dapat dipercaya. Sebelum kita pergi menginjil, kita harus menghidupkan kehidupan Kristiani. Ciri khas orang Kristen seharusnya tetap dijaga, yakni pengendalian diri dan dapat dipercaya, sebagaimana yang dinyatakan dalam Kitab Suci “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi” 1 Korintus 9:25.

”Marilah kita menjadi orang Kristen yang dapat mengendalikan diri, dapat dipercaya, kemudian menginjil kepada sesama manusia dan kiranya kita memperoleh mahkota yang abadi” Demikianlah bapak David Tampubolon mengakhiri dorongan PP kali ini. Semoga dapat menjadi kesaksian dan dorongan bagi Kita untuk lebih giat lagi Menginjil. “Mari Menginjil, Yesus pasti datang segera.” Tuhan Memberkati. Amin.

-JS-