Wednesday, May 23, 2012

Ikut Yuk! Biar Cepat Sampai!



Matius 13:30, “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu  dan ikatlah berkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

“Hai nak, pada mandi donk! Udah jam 8 nih, kalian beres-beres mandi trus Papi Mami makan pagi sebentar, habis itu kita biar langsung pulang! Masih banyak acara nih hari ini!” Istri saya telah beberapa kali mengingatkan anak kami agar segera berbenah pada pagi hari Minggu tepatnya di akhir liburan panjang. Kami sedang bepergian ke luar kota dengan menginap di salah satu hotel yang tergolong baru beroperasi. Malam itu adalah kali yang pertama bagi kami sekeluarga menginap di tempat itu.

Waktu terasa demikian cepat berlalu. Saya sekeluarga bersama seorang keponakan kini dalam perjalanan pulang menuju ke Jakarta. Pagi menjelang siang hari itu perjalanan di sepanjang jalan tol cukup ramai namun tidak sampai menyebabkan kemacetan. Berselang sekitar dua puluh menit perjalanan di jalan tol, tiba-tiba kami mendengar bunyi sirene kendaraan polisi yang menghebohkan kendaraan lainnya untuk bergeser tepat di belakang kami. Saya pun segera bergeser ke kiri. Benar! Tidak sampai satu menit kemudian, kendaraan polisi diikuti dengan beberapa kendaraan dikawal dibelakangnya pun melewati kami. “Ikutin mereka yuk! Biar kita cepat sampai.” Aku menawarkan hal ini kepada istri, anak-anak dan keponakan saya sambil saya mengarahkan kendaraan untuk berada tepat dibelakang iring-iringan kendaraan polisi. Ada enam mobil berada di depan kami mengikuti kendaraan polisi, di mana satu diantaranya adalah kendaraan lain yang turut bergabung ke dalam iringan mobil polisi sama seperti kami dan sisanya kami beranggapan merupakan kendaraan rombongan dengan plat nomor polisi berwarna merah. “Wow … dahsyat! Cepat juga kita sampai di sini”, ujarku kepada kami yang berada di mobil menjelang mendekati gerbang tol utama Cikampek menuju Jakarta

Satu hal yang mengejutkan kami ketika kendaraan iringan itu hanya berjarak beberapa meter saja berada di gerbang tol. “Ha ha ha …. Akhirnya ketahuan juga siapa yang rombongan dan bukan”, sambil kami tertawa terbahak-bahak merasa lucu. Ternyata tiga unit kendaraan dengan beberapa plat nomor polisi berwarna merah itu sesungguhnya bukan peserta rombongan yang sebenarnya. Kami mengetahui hal ini karena akhirnya hanya kendaraan kami yang tetap berada di belakang mobil rombongan polisi tersebut sementara kendaraan lainnya berpencar mengambil jalan masing-masing saat membayar tol. Saudaraku, sulit bagi kita saat ini membedakan siapakah sesungguhnya yang patut kita teladani di dunia ini. Kita tidak tahu siapakah orang yang digolongkan sebagai kelompok lalang demikian pula orang-orang yang digolongkan sebagai kelompok gandum dalam Alkitab. Kita hanya memiliki satu teladan yakni Yesus, sang Juruselamat. Ikuti dan teladanilah seluruh perilaku dan perbuatan-Nya, maka saya yakin sepenuhnya kita akan dikumpulkan ke dalam lumbung sorga kelak. Boleh jadi kita merasa diri kita benar saat ini, namun bercerminlah kepada Yesus, sudahkah saya benar-benar bagian dari gandum yang akan dikumpulkan ke dalam lumbung ataukah saya sesungguhnya tidak berbeda dengan lalang yang akan segera hangus karena dibakar?  

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini: