Wednesday, May 09, 2012

Semua Ada Masanya

Pengkhotbah 3:1, 6, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang.”

“Abang … maaf baru liat HP. Semalam aku bawa mami ke rumah sakit Awal Bros. Lagi kacau Mamiku bang, dia drop sekali”, pesan melalui BBM ini saya terima pada hari Senin pukul delapan lewat lima puluh tujuh menit di pagi hari. Sore hari sebelumnya saya meneleponnya beberapa kali sekiranya mungkin bisa ketemu sore itu juga, namun tidak mendapatkan jawaban. Dia adalah teman bisnis saya sudah kurang lebih dua tahun lamanya. Rupa-rupanya dia sedang mengalami masalah karena ibunya.

“Ada apa yang membuat pikiran mama terganggu? Sakit biasakah? Aku bertanya ingin tahu lebih banyak tentang ibunya. “Mamiku lemparin rumah tetangga sebelah bang, dia semakin phobia dan defensif. Mamiku mengalami depresi sudah 11 tahun sejak papi tidak ada. Sudah segala pengobatan kulakukan … tapi hasilnya nihil”, ia bercerita lebih banyak tentang keadaan ibunya. “Waduh, aku juga nggak ngerti mau beri masukan apa sama kamu. Hanya doa yang dapat kita panjatkan, semoga ada perubahan yang lebih baik untuk Ibu, kamu jangan putus asa dek”, nasehatku seraya mencoba memberi kekuatan kepadanya. “Trima kasih abang. Mamiku itu depresi berat dengan bangkrutnya keluarga aku”, lanjutnya lewat BBM sore harinya.

Memang usaha Papanya sangat maju dan mereka hidup dalam kemewahan semasa Papanya masih hidup. Ajal manusia tidak ada seorang pun manusia yang dapat menentukan. Hal inilah yang menimpa keluarga rekan bisnis saya ini, ia bersama dengan Ibu dan adiknya kini hidup lebih prihatin dibanding sebelumnya, bahkan mereka harus tinggal di rumah kontrakan dari tahun ke tahun karena semua harta benda ludes ditelan bangkrutnya usaha ayah mereka sebelumnya. Bagaikan putaran roda yang siap bergulir ke atas dan ke bawah, demikianlah kehidupan kita di dunia ini. Semua ada masanya. Kita perlu mempersiapkan diri kita untuk menerima kemungkinan terbaik dan kemungkinan terburuk yang mungkin saja menimpa diri kita baik secara pribadi maupun keluarga. Ketergantungan kita yang erat dengan Allah yang tak pernah sanggup diterpa badai besar sekalipun akan membangkitkan motivasi hidup kita, sebab keindahan surga tiada tertandingi oleh keindahan harta dunia ini. Itulah tujuan akhir hidup kita. Majulah terus melangkahkan kaki setapak demi setapak di dalam kepastian perjalanan bersama dengan Juruselamat kita yang Perkasa dan Ajaib itu. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini: