Thursday, May 31, 2012

Pengennya Sih Banyak!


Yosua 7:20, 21, “Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: “Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap Tuhan, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku: aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu kusembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu dibawah sekali.”

Seperti lazimnya kebanyakan orang, bepergian ke tempat-tempat tertentu pastinya menyenangkan. Apalagi ketika kita memiliki kesempatan mengunjungi Negara lain yang belum pernah kita kunjungi, tentunya menggairahkan semangat dan rasa penasaran untuk mengetahui hal-hal menarik apa saja yang disediakan oleh tempat yang hendak kita kunjungi itu. Perasaan itu juga ada dalam diri saya ketika saya harus mengadakan perjalanan dinas ke salah satu Negara yang belum pernah saya kunjungi. “Kayak apa sih keadaan dan situasi di kota itu”, pikirku dalam hati sebelum saya berangkat.

Kini saya sudah beberapa hari tinggal di kota itu. Bahkan beberapa hari ke depan, saya sudah harus meninggalkan kota itu dan kembali ke kota tempat saya tinggal. Tentu saya ingin membawa oleh-oleh yang istimewa merupakan produk khas Negara itu yang tidak dimiliki oleh Negara-negara lainnya untuk saya berikan kepada istri dan anak-anak saya. “Saya ingin mencari beberapa produk yang merupakan khas kota dan Negara ini sebagai oleh-oleh, bolehkah saya diberikan petunjuk ke mana saya harus mencarinya?” tanyaku kepada salah seorang pramuniaga toko yang menjual seluruh keperluan kaum wanita secara lengkap.

Kaki saya melangkah dan bergerak maju ke lokasi yang ditunjukkan. “Wow … mantap banget nih tempatnya. Semua barang-barang yang disebutin istri dan anak-anakku ada di sini”, pikirku sejenak sambil diliputi rasa senang karena melihat segala sesuatu lengkap dijual di sana. Saya pun mulai berkeliling dari ujung ke ujung pusat perbelanjaan yang luas dan terdiri dari beberapa lantai itu. Semuanya menarik hati dan menimbulkan minat untuk membeli. Beberapa barang pun telah saya asingkan untuk dibeli yang terdiri dari berbagai jenis dan model. Namun, saya terhenti sejenak dan bertanya dalam hati, “Apa iya saya membutuhkan barang-barang sebanyak ini atau semua ini hanya karena keinginan saya semata?” Bisikan ke telinga saya terasa semakin jelas berkata, “Pastikan kamu membutuhkan barang itu bukan karena keinginan semata, kamu berdosa kepada Tuhan karena menjadikan barang-barang ini ilah untukmu sebab bukan karena kebutuhanmu.” Saya pun akhirnya menyeleksi barang-barang yang hendak saya beli. Teringat peristiwa Akhan, karena mengikuti keinginan hatinya membuat ia dan seisi keluarganya menuai kematian sebagai hukuman atas ketamakan diri. Marilah kita belajar mengendalikan diri kita dalam berbagai hal, agar kita dan seisi keluarga kita tidak menuai hukuman dari Tuhan karena menjadikan keinginan diri kita sebagai ilah gantinya kita beriman bahwa Tuhan sebagai penyedia segala keperluan hidup kita.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini: