Friday, July 22, 2011

KORBAN TEKNOLOGI

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”


Sudah dua minggu anak-anak kami menikmati liburan sekolah. Berbagai kegiatan mereka lakukan selama liburan, mulai dari bermain games, bermain facebook, twitter dan menonton televisi. Pada hari libur, ada satu kebiasaan buruk anak-anak kami yakni lupa untuk makan dan mandi. Hal ini dikarenakan pikiran mereka terfokus kepada permainan-permainan yang membuat mereka terbuai dan tidak merasa lapar. Sudah berkali-kali saya dan istri menegur mereka baik dengan cara lemah lembut maupun dengan nada yang marah sesekali, namun hal itu tidak membuat mereka mengalami banyak perubahan.

“Hi, apa kabar sayang?” Itulah sapaan yang saya lontarkan kepada anak saya tertua yang sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga ketika petang hari saya tiba di rumah. “Malam juga Pa”, jawab anak saya, sementara saya berjalan memasuki kamar tidur kami. “Wow, adik juga lagi nonton toh…..”, komentar saya ketika melihat anak bungsu kami juga sedang menonton televisi di kamar tidur kami. Beberapa menit berlalu, saya pun telah membersihkan diri dan berganti pakaian tidur. “Kakak, adik! Tolong matikan TV, kita sembahyang dulu sebelum tidur”, teriakku kepada anak-anak agar mereka menghentikan semua kegiatan mereka pada pukul Sembilan malam hari itu. “Apa kegiatan hari ini nak?” saya mulai melontarkan pertanyaan kepada anak kami. “Apa kakak dan adik sudah meluangkan waktu untuk baca Alkitab, berapa lama baca Alkitabnya?” tanyaku detail mengenai kegiatan mereka selama libur hari itu. “Oh iya, kakak belum baca Alkitab, Pa”. jawab anak tertua kami disambung dengan anak kami yang bungsu, “Adek juga belum, Pa”.

Malam itu untuk kesekian kalinya saya harus menasihatkan anak kami untuk memiliki waktu untuk membaca Alkitab. Betapa sering kita menjadi hamba setan tanpa kita sadari dan telah melupakan Allah yang memeliharakan dan memberkati kita dalam banyak perkara yang tidak dapat kita uraikan satu per satu. Betapa kita memiliki banyak waktu untuk, bekerja hingga larut malam, banyak waktu untuk berbelanja dan melancong, banyak waktu untuk berbagai kegiatan pribadi yang kita anggap penting, namun tidak memiliki waktu sedetik pun untuk merenung, mengucap syukur dan berkomunikasi dengan Allah melalui membaca Alkitab. Atau mungkin kita membaca Alkitab, namun Alkitab kita jadikan sebagai penghantar tidur kita sementara mata kita sanggup tak terpejam sedikit pun pada saat kita ngobrol hingga larut malam, menonton TV atau film hingga beberapa episode. Pagi ini Allah mengajak saudara dan saya untuk mengikuti rahasia sukses surga yakni dengan mendahulukan Allah dalam hidup kita, berkat tak teruraikan lainnya akan menyertai hidup kita menurut waktu dan ukuran berkat Tuhan. Kiranya Allah menolong kita untuk memeteraikan ayat renungan pagi ini bagi kita. Amin.


Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini ;