Friday, July 01, 2011

Sabar! Pasti Tiba di Rumah

Yakobus 5:7-8, “Karena itu saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!”


“Kita masuk tol dari sini aja ya?” tanyaku kepada istri dan anak-anak. Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 siang di Jakarta saat kami memasuki tol dalam kota seusai membawa ibu kami therapy ke dokter. Baru masuk beberapa ratus meter di jalan tol dalam kota, tiba-tiba kami melihat ada kemacetan panjang di depan. “Yah, kayaknya macet panjang tuh di depan?” gumamku kepada istri dan anak-anak di mobil. “Ya udah mau diapain, santai ajalah pasti pelan-pelan juga jalan”, istriku mencoba menenangkan hati saya. Kami pun menikmati kemacetan yang terjadi. Perjalanan hari itu kami lalui dengan kondisi lalu lintas yang macet silih berganti dengan jalan yang lancar untuk beberapa saat dan macet kembali untuk waktu yang cukup lama menurut perhitungan saya.

Perjalanan kami telah memakan waktu satu jam, namun jarak kilometer perjalanan yang kami lalui belum berapa jauh. “Wah, kalau dipikir-pikir sadis juga hidup di Jakarta ini, dari sejak kita masuk tol sampe sekarang, muaceetnya gak ketulungan. Mau nyampe jam berapa nih kita di Bandung?” gumamku sambil ngedumel karna kondisi jalanan yang menyebalkan. Kendaraan yang saya kendarai pun mulai zik zak ke kanan dan ke kiri sambil berusaha menyalip beberapa mobil bahkan melalui bahu jalan dengan harapan supaya cepat tiba di tempat tujuan. “Nyetirnya santai aja Pa”, istriku mulai berkomentar. “Nikmati aja perjalanan kita sambil senang hati supaya gak terasa capek bawaan fisik kita, pasti kita nyampe di Bandung dalam waktu yang gak terlalu lama lagi”, lanjutnya berkomentar sambil berusaha menenangkan saya yang sudah sangat tidak sabar menghadapi situasi perjalanan seperti itu.

“Dibutuhkan kesabaran yang berlipat ganda dari kita dalam menghadapi rutinitas kehidupan yang ada di hadapan kita setiap hari, sambil diserta dengan rasa syukur. Tidak akan ada waktu yang dapat kita panjangkan satu sentimeter atau kita dapat pendekkan sebanyak satu centimeter juga, pada saat kita berusaha ingin menggapai sesuatu yang hendak kita jangkau sesuai dengan waktu dan keinginan kita. Sebagaimana petani bersabar menantikan hasil panennya sampai berganti musim dari hujan musim gugur ke hujan musim semi dan ia akan mendapatkan hasil panen-nya kelak, demikian juga kita akan menuai hasil panen yang berlimpah, kita pasti akan tiba di rumah idaman, hanya dan hanya jika kita bersabar dalam iman yang teguh untuk kedatangan Kristus kedua kali kelak. Seluruh beban penderitaan hidup, penderitaan rohani yang kita alami selama di dunia ini, akan membuahkan hasil panen yang sungguh luar biasa, oleh karena ketekunan kita akan digantikan dengan sukacita yang tiada akhir oleh Yesus Kristus, Tuhan kita telah menyediakan istana dan manna surga bagi setiap orang yang bersabar dalam penderitaan dan iman yang teguh. Allah menaungi kita dengan berkat-Nya hari ini sampai Maranatha. Amin.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.