Thursday, July 14, 2011

Lemparlah Rotimu!

Pengkhotbah 11:1, “Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.”



Halo apa kabar? Sudah sampai kantor atau masih di jalan?” Seorang sahabat saya yang tinggal di salah satu kepulauan Indonesia yang lebih dikenal dengan Bika Ambon-nya menelepon saya. “Hi, apa kabar juga? Aku sih so far baik-baik aja,” jawabku. “Ada kabar apa dari pulau seberang? Ada yang bisa kubantu?” tanyaku kepada seorang Ibu yang usianya 5 tahun lebih tua dari saya. “Iya nih, kebetulan aja elu udah nanya duluan. Aku memang butuh bantuanmu, semoga jadwalku ini tepat juga sama jadwalmu,” lanjut Ibu yang memiliki seorang putri yang sedang duduk di bangku kuliah dan dua orang putra yang masing-masing duduk di bangku SMU dan SD.

Aku jadwal terbang ke Jakarta hari Selasa nanti dalam rangka tugas kantor, rencana pulang ke Medan hari Minggu berikutnya. Saat yang sama, anakku kan baru selesai mengikuti kuliah semester padat, rencana kami mau pulang bareng ke Medan tapi lewat Bandung. Elu ada rencana ke Bandung gak pada saat itu juga?” tanya Ibu yang hobi memasak kue brownies kepadaku. “Oh iya, kebetulan istri sama anak-anak kan lagi di Bandung, jadi aku rencana hari Jumat ke Bandung seusai pulang kantor,” jawabku menegaskan rencana saya. “Aduh, bisa gak sih elu berangkat ke Bandung hari Sabtu pagi, supaya aku bisa numpang sama anakku, kebetulan aku bawa banyak barang,” pintanya kepadaku memohon dengan sungguh.

Akhirnya saya pun berangkat ke Bandung sesuai permintaannya bahkan tidak berhenti sampai di situ, saya pun menemani mereka sepanjang hari itu untuk mencari pemondokan mereka untuk satu malam sebelum keberangkatan mereka kembali ke kampong halaman mereka, mengantarkan mereka membeli beberapa buah tangan dan banyak hal lain di tengah kemacetan kota Kembang saat akhir pekan. Sejam setelah itu saya menerima pesan singkat dari putri sahabat kami berbunyi, “Terima kasih Om buat semua kebaikan dan bantuannya. Tuhan kiranya berikan berkat yang berlimpah buat Om dan keluarga.” Saudaraku, saya pun merasa senang dapat memberikan pertolongan kepada orang lain apalagi sahabat kita. Bahkan lebih berbahagia ketika apa yang kita lakukan itu ternyata sangat menolong bagi orang lain yang kita tolong, sebab keluarga kami memiliki keyakinan seperti ayat kita pagi ini, bahwa suatu saat kelak kita pasti membutuhkan pertolongan orang lain, maka roti yang kita lemparkan sebelumnya akan muncul kelak saat kita membutuhkannya. Allah menolong kita untuk tetap menjadi sahabat yang setia bagi orang yang memerlukan pertolongan. Amin.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini: