Sunday, October 09, 2011

SALAH PILIH

Bilangan 22:32, “Berfirmanlah Malaikat Tuhan kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandanganKu menuju kepada kebinasaan.”

Kami telah menghabiskan waktu selama satu setengah jam perjalanan dari Bekasi menuju ke lokasi wisata pantai yang terletak di Propinsi Banten. “Kami waktu itu keluar satu pintu tol sebelum pintu tol Cilegon Timur. Jalanannya lebih bagus dan langsung memotong perjalanan ke pantai lebih singkat dibanding jalur yang biasa”, cerita sang navigator mengenai pengalaman perjalanan mereka ke pantai yang sama beberapa bulan yang lalu. “Jadi gimana, kita coba lewat jalur itu aja pagi ini?” tanyaku kepada sang teman-teman seperjalanan. “Iya boleh-boleh aja kalo kita mau coba. Anyway masih pagi ini, mungkin gak macet. Kali aja memang lebih cepat”, tegas yang lain menanggapi pertanyaanku.

Stir mobil yang kami tumpangi pun berbelok satu pintu tol sebelum gerbang tol yang biasanya. Jalanan lurus dengan aspal yang bagus dan terlihat rapi ada dihadapan kami. Roda kendaraan mulai melaju memasuki jalan aspal yang terlihat bagus itu. Suasana pagi itu terlihat lebih hening, kendaraan yang melintas tidak sebanyak waktu siang hari. Kami masih menikmati perjalanan menyenangkan beberapa kilometer setelah keluar dari pintu tol. Namun tiba-tiba saya dan beberapa teman berkomentar, “Wow, jalanan di depan kok kayaknya banyakan jalan berlobangnya dari jalan ratanya. Kami terus melaju dan huuh bener-bener gila deh nih! Jalan atau jalan kok semuanya bergelombang, lobang di kanan kiri jalan, debu dimana-mana”, seruku mengomentari jalanan yang sangat buruk. Yang lain pun saling mengeluarkan komentarnya masing-masing menandakan kekesalan hati mereka atas kondisi jalan yang rusak parah.

Berharap lebih cepat tiba di lokasi, eeh ternyata menghabiskan waktu lebih lama dengan jarak tempuh kilometer yang lebih pendek dari jalur biasa. Kepalang tanggung untuk kembali ke tol dan keluar melalui jalur biasa, akhirnya kami meneruskan perjalanan lewat jalan yang rusak parah dan tiba di lokasi survey dengan waktu lebih lama. Semua pilihan memiliki resiko, berharap lebih baik ternyata lebih buruk dan sebaliknya berharap sesuatu lebih buruk sehingga tidak dikerjakan ternyata ada banyak keberuntungan dan hal-hal baik didalamnya. Berapa sering kita bertindak seperti Bileam, dikuasai oleh roh ketamakan, berharap mendapatkan materi yang banyak sehingga siap mengutuki bangsanya gantinya memberkati bangsa itu. Betapa sering kita tidak melihat Allah berdiri dihadapan kita menghadang rencana perbuatan yang hendak kita lakukan bahkan berbisik untuk menjauhkan tindakan itu, namun kita tidak peka dan mata kita dibutakan materi duniawi yang menanti kita. Pagi ini Allah mau kita selalu berunding dan bertanya kepada Allah untuk memastikan perjalanan, bahkan tindakan yang hendak kita lakukan tidak menuju kepada kebinasaan namun menuju kepada keberuntungan dan sukacita. Mari datang kepada-Nya melalui doa dan penyerahan hidup kita. Amin.

Mari Kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol “Tell A Friend” dibawah ini :