Friday, September 07, 2012

EMOSI? AWAS JANGAN JADI MALU!


1 Korintus 11:28, “Hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.”



“Tingtong...”, blackberry saya berbunyi menandakan ada sebuah pesan yang masuk. “Busyet!!! Gaji gue di potong lagi...” Seorang karyawan kesal karena tunjangannya kembali dipotong bulan ini. Karyawan ini sangat kesal sekali karena dia merasa tidak dihargai padahal menurut pemandangannya, dia adalah karyawan yang sangat loyal kepada perusahaan. “Hai kawan, aku udah baca smsmu, besok deh kita ketemuan, biar leluasa kita diskusikan mengenai isi smsmu.

Keesokan harinya pun saya menemuinya dan bicara dari hati ke hati. Dari puluhan karyawan yang ada hanya dia yang keberatan akan masalah ini. “Kamu udah baca belum surat edaran yang diterbitkan oleh perusahaan mengenai pemotongan gaji tersebut, bukan hanya kamu yang dipotong tapi semua karyawan”, tanyaku kepadanya untuk memastikan apakah dia mengetahui surat edaran yang telah diterbitkan. Singkat cerita, sang karyawan ternyata tidak membaca Surat Edaran yang dikirimkan kepada semua karyawan mengenai ketentuan baru tersebut secara baik. “Aduh …. Sorry banget kalo gitu. Jujur aku belum baca surat edaran itu. Gua kirain hanya gaji gua doang yang dipotong”, akunya kepadaku. Akhirnya dia pun merasa malu sendiri.

Seringkali dalam kehidupan kita, jika ada sesuatu hal yang tidak baik terjadi dalam kehidupan kita, segera kita terpancing untuk lebih mengedepankan emosi. Mencoba mencari kambing hitam, bahkan kadang kita sering menyalahkan Allah dan menuduh Dia tidak berbuat adil kepada kita. Kita sering mengklaim diri kita sudah berbuat benar dan setia tapi ternyata kalau diteliti dengan baik, kita sering melakukan kecerobohan-kecerobohan yang merugikan diri sendiri. Namun gantinya kita mengintrospeksi diri kita justru mencari kambing hitam untuk membuat diri kita selalu benar. Jadi jika ada hal yang kurang sesuai dalam hidup kita, mari kita instrospeksi diri kita gantinya kita mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain.