Thursday, September 27, 2012

UCAPAN SYUKUR ATAS SUKACITA



I Tesalonika 3 : 9, “Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?”



Hujan turun sangat deras saat kami bangun pagi ini. Kedua anak kami yang bersiap berangkat sekolah tampak enggan membuka mata bahkan beranjak ke kamar mandi. Saya dan suami menuntun dan membantu mereka mempersiapkan diri untuk segala keperluan sekolah mereka. Saat renungan pagi ini, doa yang kami sampaikan adalah doa yang biasa kami ucapkan setiap pagi. Tidak ada yang istimewa. Sampai ketika mereka telah meninggalkan rumah dan saya bersiap berangkat ke kantor. Dalam hati, saya mulai menyesali diri.

Hari ini adalah hari istimewa anak kami yang kedua. Tepat sembilan bulan setelah perjalanan liburan kami ke salah satu Negara tetangga, anak kami ini lahir. Tepatnya tujuh tahun yang lalu.  Nama yang kami berikan kepadanya mengingatkan nama tempat yang pernah kami kunjungi saat itu. Kami tidak sempat menyisipkan dia di dalam doa kami pagi ini.  Saya mencoba menghubungi suami saya, berharap agar dia dapat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada anak kami sebelum dia memasuki halaman sekolah. Harapan saya tidak sepenuhnya terjadi. Suami saya mengatakan bahwa diapun lupa menyampaikan ucapan tersebut, dan pagi saat itu kedua anak kami telah memasuki kelas masing-masing.

Saya tak dapat menahan haru saat suami saya menelepon dan menyarankan saya untuk mendoakan dia di dalam doa pribadi saya sebelum berangkat ke kantor.  Saya bertelut sendirian, menyampaikan doa khusus, ucapan syukur atas sukacita mendapatkan kepercayaan untuk membesarkan, memelihara, dan mendidik anak kami ini untuk menjadi anak Tuhan. Doa saya pagi ini :

Gracious God, from the moment I touched my daughter's newborn toes, my heart exploded with love for her. I was instantly bound to her by the invisible threads that weave the human race together. She was my child, and I was her mother. Through miraculous circumstances, and after great pain, I had been handed a rare and precious treasure, and when she opened her eyes and looked at me for the first time, it was as if You were looking back at me. Only then did I fully understand that You had been working all along, even in the darkest season of my life.
During the years when I had prayed, 'Lord, please give me a child”, You heard and You knew exactly what was best for me. If I could turn back the clock, I wouldn't change a thing. Thank You for blessing our home with Kayla Orchardine. Today, on her 7th birthday, my heart is filled with thanksgiving. I humbly ask for Your Divine protection and guidance in all of her tomorrows.
Lord, thank You for my children and for the blessing of her mother..Amen.

Ayat roti pagi ini mengingatkan kita, apakah kita telah mengucap syukur atas kesempatan yang DIA berikan untuk membesarkan permata-permata indah yang Tuhan titipkan di dalam keluarga kita? Apakah kita bersukacita atas kehadiran mereka di tengah-tengah rumah tangga kita?Apakah ucapan syukur kita telah kita sampaikan kepada DIA di hadapan permata-permata hati kita?  
Mari kita mengucap syukur atas berkat limpah yang tiada taranya yang Tuhan karuniakan kepada kita, sebagai orang tua yang diberkati. Happy Birthday to my dear loving daughter...

Saudara, Selamat menjalankan aktifitas sepanjang hari ini.  Tuhan memberkati. 

Mari Kita bagikan Roti Pagi inikepada sahabat Kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" dibawah ini: