Sunday, September 16, 2012

Selidiki dan Keluarkanlah


Mazmur 139:23 “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku”





Setelah sekian lama kami meninggalkan rumah, kini saatnya kami pulang.   “Adek, ayo temanin abang! Kita keluar sebentar menghirup udara segar tanpa polusi untuk yang terakhir nih, hahaha…!” kata si abang sambil menarik tangan si kecil.   Tersenyum kami melihat tingkah pola mereka berdua di halaman bandar udara.   “Ayo nak, sudah waktunya kita harus masuk ke dalam…,” kata saya memanggil mereka.   Sebenarnya suasana hati saya tidak terlalu nyaman saat ini karena si sulung sedang demam.  “Kak, kuatin badannya ya nak… Nanti kalau mereka lihat kakak sakit kita tidak diperbolehkan berangkat…,” bisik saya memberi semangat.  Kamipun berjalan menuju area pemeriksaan dokumen.  Pertama-tama kami disambut petugas dengan peringatan untuk tidak membawa barang yang bersifat cairan. “Ibu, pastikan di dalam tas tidak ada air, lotion, parfum, lipgloss atau cairan apa saja!” suaranya lumayan terdengar keras.   Sambil terus melakukan tugas, mereka memeriksa tas jinjing semua penumpang.  “Okay, clear!” katanya setelah selesai memeriksa kami berlima. Kami jalan ke ruangan berikut.  Saya pikir semua proses sudah selesai.
 
Ternyata dari kejauhan  saya melihat kira-kira ada tujuh orang petugas berjejer rapi memegang kantong plastik dan kembali berbicara.  “Segala macam bawaan yang berbentuk cairan mohon jangan dimasukkan ke dalam tas.   Jika ada obat gosok, lotion, parfum, lipgloss atau cairan lain silahkan masukkan ke dalam plastik ini!” katanya kali ini sambil memberikan satu persatu plastik kepada semua calon penumpang.  “Waduh pa, gimana ini?  Masih ada minyak telon di dalam tas.  Aku sengaja bawa buat mengurut si kakak, siapa tahu bisa membantu dia…,” bisik saya kepada suami.  “Mama masukkan saja ke dalam plastik itu dan serahkan kepada  mereka.  Minyak telon itu tidak akan disita.  Kalau mereka tahu fungsinya, nanti mereka bisa kasih kelonggoran dan dikembalikan lagi kepada kita.  Alat pemeriksaan mereka ini sensitif dengan benda cair,”  saran suami saya.  Saya keluarkan minyak telon tersebut dan menyerahkannya kepada petugas.    Benar saja apa yang dikatakan suami saya, beberapa orang penumpang kelihatannya mencoba untuk mengabaikan pemberitahuan petugas.  Ketika melewati mesin pemindai, maka alarm berbunyi keras.  Aneka ragam bawaan mereka yang bersifat cairan akhirnya diminta untuk ditinggalkan di tempat.  Yang lebih tidak  mengenakkan hati adalah masing-masing orang yang melanggar peraturan harus menunggu giliran untuk diproses.   Perlu waktu lebih lama sebelum bisa naik ke pesawat. 

Ayat inti Roti Pagi hari ini mengajak kita untuk meminta Tuhan agar menyelidiki dan mengenali hati kita, juga mengenali pikiran kita.  Kita memiliki tujuan untuk tiba di kerajaan surga.  Hidup kita di dunia saat ini sama seperti proses persiapan keberangkatan tadi.  Kita perlu melewati pemeriksaan hati dan pikiran.   agar bisa masuk ke surga.  Pikiran dan hati kita harus selaras dengan kehendak Allah.  Kita tidak tahu apakah hati dan pikiran kita sudah sesuai dengan kehendak Allah.   Untuk itu kita perlu meminta kepada Tuhan untuk menyelidiki hati dan pikiran kita.  Di hati dan pikiran kita boleh jadi ada  hal-hal tersembunyi yang kita cintai atau kesenangan pribadi  yang kita kasihi, yang tidak dapat kita bawa ke dalam surga.  Bisa jadi hal itu tersembunyi dan kita tidak sadari.  Setiap hari, kita minta Tuhan untuk menyelidiki, membukakan kepada kita dan menolong kita untuk mengeluarkan itu semua dari dalam “koper” hati dan pikiran kita, agar tidak ada yang menghalangi perjalanan kita ke surga.  Kita akan tiba di tujuan akhir dengan selamat.  Search me, oh Lord…and know my heart today !  If you find anything that shouldn’t be… take it out and strengthen me.

Bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat anda hari ini.