Wednesday, September 09, 2009

Menikmati Sebuah Perubahan

Roma 5 : 4 “Dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”






Kami baru saja pindah ke rumah yang sudah dipersiapkan sebelum kami menikah. Tentu saja perasaan gembira tak terbendung saat itu, saya mulai bisa menata rumah sesuai dengan selera. Kelihatanya perkara kecil tetapi sangat berarti. Memulai sesuatu yang baru membuat kita ingin mencoba hal-hal yang baru, yang belum pernah dicoba sebelumnya. “Bagaimana kalau kita coba untuk tidak memiliki televisi ?”, kata saya kepada suami saat itu. “Wah seperti apa ya rasanya, pasti bosan sekali dong…”, jawab suami saya ragu-ragu. “Percaya deh…, kita pasti bisa. Lagi pula papa kan tiba dari kantor sudah malam langsung makan dan istrihat, jadi tidak ada waktu lagi untuk menonton tivi. Pagi-pagi sudah harus bangun supaya tidak terlambat tiba di kantor.”, jawab saya setengah berpromosi. “Oke deh kalau mama yakin, ayo kita lakukan saja. Kita belajar hidup apa adanya deh…”, jawabnya tersenyum. “Tanpa televisi dan tanpa koran loh…”, kata saya menambahi. “Hah…?? Yang benar nih ? Seperti hidup di Taman Eden dong!”, tawanya berderai mengisi rumah kami yang relatif masih kosong saat itu. Hari-hari mulai kami lalui. Awalnya memang terasa berat , ditambah lagi saya sedang menghadapi triwulan pertama kehamilan, segala berubah terutama dalam hal makanan. Seringkali suami melalui makan malam sendirian karena saya mengalami mual di malam hari.

“Antara enak dan enggak enak juga ya mam kalau begini. Enaknya, kita tidak pernah mendengar berita-berita yang bikin pusing kepala, rasanya dunia ini aman-aman saja!”, katanya pada saya selesai makan malam. “Kita seperti sedang terdampar di pulau, ceritanya lagi berpetualang ya pa?”, kata saya sambil senyum. “Kok mama ngomongnya sambil tertawa begitu sih…”, tanyanya heran. ”Soalnya ada cerita lucu pa…! Kemarin waktu aku belanja, ada ibu di depan sedang gosipkan berita di koran, sementara aku sama sekali tidak tahu menahu. Akhirnya aku senyum-senyum saja supaya aman…hahaha…”, tawa saya menjelaskan. “Wah seru dong ! Tapi lama kelamaan ketahuan loh…, kok cuma rumah ini yang enggak ada antena televisi-nya…”, kata suami saya menggoda. Seminggu kemudian, saya bangun sedikit agak terlambat. Ketika saya keluar, terlihat semua tetangga di depan dan samping rumah memasang bendera setengah tiang. “Papa…, ada apa ya kok tetangga kita semua memasang bendera setengah tiang ?”, kata saya kepada suami. “Wah kalau begitu kita putar radio saja !”, jawabnya cepat. Tiba-tiba telepon rumah berbunyi. “Dek…sudah tahu belum ? Orang penting di negara kita meninggal loh ! Kita semua diminta memasang bendera setengah tiang…!”, suara mama saya berbicara. “Ooohhh…, itu sebabnya mereka pasang bendera ya…, terima kasih ya mam!”, jawab saya sambil menutup telepon. Kami berdua beradu pandang dan akhirnya tertawa menyadari kondisi kami. Memang tidak mudah memulai sesuatu yang baru, namun akhirnya kami terbiasa untuk menerima keadaan ini karena kami mau mencobanya dengan tekun. Hasilnya, kami merasa lebih tenang menikmati hidup saat itu.

Ayat renungan kita hari ini mengatakan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dalam kesibukan kita setiap hari, kita dihadapkan pada segala macam kesempatan. Diantaranya kesempatan untuk berubah. Mungkin merubah gaya hidup supaya lebih sehat atau meninggalkan kebiasaan lama yang tidak baik dan mencoba sesuatu yang baru. Setiap perubahan memerlukan ketekunan dan kesabaran. Ada banyak tantangan di sekeliling kita yang membuat kita tidak tahan menghadapi perubahan, mudah tergoda lagi kembali kepada kepada kebiasaan yang lama. Kita perlu mencoba dengan tekun setiap perubahan yang baik. Kita minta pertolongan Roh Kudus agar kita diberi ketekunan dalam mencoba. Ketekunan itu akan membuahkan tahan uji terhadap semua godaan yang datang. Bila semua kita jalani dengan tekun, kita akan merasa nyaman dengan perubahan yang terjadi, kita terbiasa dengan perubahan yang baik yang kita jalankan. Akhirnya, kita akan memetik sebuah pengharapan yang baik, menikmati kehidupan yang lebih baik.

Have a good day !

Bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat anda dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.