/* Batas bawah slideshow menu di head */

Sabtu, Juni 18, 2011

Kebiasaan Buruk

Yeremia 9:5, “Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.”



”Sulit sekali bersihnya pak”, kata salah satu teman kami. Dia menggosok-gosokkan sikatnya ke lantai dengan cukup kuat. Namun, ternyata kotoran yang melekat sulit sekali dihilangkan. Bahkan kotoran tersebut, sepertinya sudah menyatu dengan lantai. ”Coba gunakan pembersih yang minggu lalu kita beli”, kataku. Setelah diberikan cairan pembersih itu, barulah kekotoran tersebut mulai sedikit-demi sedikit terangkat, sehingga lantai mulai terlihat bersih. Memang sulit sekali membersihkan lantai ini, yang sudah terlanjur menjadi kotor. Perlu waktu, biaya dan tenaga ekstra untuk membersihkan kekotoran tersebut.

Di sisi lain, pada divisi yang lain, terlihat lantai yang bersih. ”Setiap hari, sebelum pulang kerja kami membersihkan lantai ini, sehingga kotoran tidak melekat dan diam di permukaan lantai”, jelas sang supervisor. Rupanya, pada divisi ini, telah diberlakukan suatu kebiasaan untuk melakukan tindakan pemeliharaan kebersihan setiap hari. Ini dilakukan bukan hanya pada saat lantai itu kotor, namun kegiatan ini telah menjadi bagian dari kebiasaan, sehingga baik pada saat lantai kotor, maupun tidak, kegiatan bersih-bersih ini tetap dilaksanakan. Hal yang terpenting yang dapat saya tangkap adalah perkataannya, ”Kita menjaga agar jangan sampai lantai ini kotor, sehingga kita tidak perlu melakukan pekerjaan tambahan untuk membersihkan lantai ini”. Satu kalimat nasihat yang baik yang dapat kita ambil manfaatnya.

Terkadang kita juga seperti orang pada divisi pertama, yang terkadang membiarkan kekotoran menempel pada diri kita, sampai saatnya kita menyadari bahwa kita memerlukan pembersihan. Dan pada saat itu, kita merasa sudah terlalu kotor sehingga pesimis dengan untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, di lain pihak, nasihat dari divisi kedua merupakan nasihat yang dapat kita aplikasikan. Kita dapat menjaga diri kita agar tetap bersih, sehingga kita tidak akan terbebani dengan kekotoran yang ada. Menjadi diri agar tetap bersih atau menjaga dari kekotoran adalah kebiasaan. Bilamana kita sudah terbiasa hidup bersih, bagaimana mungkin kita tahan hidup dalam kekotoran. Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap hidup dalam kebenaran. Tuhan Yesus Memberkati.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.