Monday, June 13, 2011

Kita Bisa Menjadi Alat Tuhan

Promosi Pelayanan Perorangan Sabat, 4 Juni 2011 dibawakan oleh bapak Karman. Dalam promosinya bpk. Karman menyampaikan bahwa Tuhan mempercayakan kepada setiap orang talenta. Kita bisa menjadi alat Tuhan yang kecil untuk melakukan pekerjaanNya yang besar. Dikisahkan ada sebuah paduan suara yang sedang melayani di sebuah gereja. Konduktor paduan suara tersebut adalah seorang pria setengah baya yang ternyata harus duduk di atas kursi roda karena kedua kakinya lumpuh. Seluruh hadirin begitu kagum dengan lagu pujian yang dibawakan oleh panduan suara tersebut, terlebih cara pria setengah baya tersebut memimpinnya.

Seusai kebaktian, pemimpin gereja menanyakan kepada konduktor akan pekerjaan utamanya. Ternyata dia adalah seorang penginjil literatur. Ketika ditanya oleh pemimpin gereja, konduktor paduan suara tersebut menceritakan caranya membawakan buku-buku kabar pengharapan dari rumah ke rumah. Setiap pagi dia akan memasukkan buku-buku berisi kabar pengharapan yang ditulis oleh E.G. White ke dalam tasnya, kemudian dengan kursi rodanya dia akan mengunjungi rumah-rumah yang menjadi tujuannya. Pada jarak tertentu dari rumah yang dituju dia akan berhenti, mengeluarkan buku, melemparkan buku tersebut di tanah, kemudian dia turun dari kursi roda, merangkak, mengambil buku tersebut, melemparkannya kembali, lalu merangkak, mengambil, melempar dan seterusnya, sehingga buku itu berada dekat pintu rumah. Suara lemparan buku akan menarik perhatian penghuni rumah, biasanya pintu akan dibukakan sebelum dia mengetuk. Dia akan menawarkan buku kepada penghuni rumah yang membukakan pintu tersebut. Kepada setiap penghuni rumah konduktor tersebut membawakan kabar pengharapan bahwa begitu banyak orang yang hidupnya hanya tertuju pada kesejahteraan hidup, lupa akan kebutuhan rohani, dan dia membawakan buku-buku yang berisi pengharapan rohani. Para penghuni rumah tertarik mengambil buku-bukunya. Pria ini mempunyai iman yang teguh kepada Tuhan.

Ada 3 hal yang dia percaya.
  1. Dia percaya pada Tuhan, dia hanya mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.
  2. Dia percaya, adalah kehendak Tuhan akan apa yang dia kerjakan sekarang.
  3. Dia percaya untuk menyerahkan seluruh hidupnya hanya untuk mengabarkan kabar keselamatan.

Pemimpin Gereja sangat terkesan dengan kesaksian konduktor paduan suara tersebut dan pemimpin gereja mengatakan bahwa kita patut mengambil contoh dari pria tersebut, meskipun dengan keadaan phisik yang tidak sempuna, di atas kursi roda dia bisa melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam memimpin paduan suara bahkan membagikan kabar pengharapan melalui buku-buku yang dibawakan dari rumah ke rumah dengan caranya yang unik.

Menutup promosinya, bpk. Karman mengutip ayat Alkitab yang terdapat dalam Yeremiah 17 : 17, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan“. Dengan pertolongan Tuhan, semoga promosi ini menjadi dorongan bagi kita untuk dapat membawakan kabar baik, kabar keselamatan melalui setiap talenta yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita.


-Yunita-