Sunday, June 05, 2011

Kekecewaan Berubah Menjadi Kebaikan

Kejadian 50:20, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara satu hidup suatu bangsa yang besar.”


Pekerjaan saya sehari-hari adalah berkunjung dari satu rumah ke rumah untuk berdoa bagi keluarga yang kami kunjungi. Lebih dari itu bahkan kami harus belajar banyak ilmu pengetahuan tidak saja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan yang saya peroleh namun dalam berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Mengapa tidak, sebab sahabat-sahabat saya seiman berlatar belakang yang berbeda-beda dengan saya. Tidak jarang pula kami harus menjadi “Motivator” bagi keluarga atau pribadi yang kami temui. Ada banyak berita sukacita yang sering kami dengar saat kami mengunjungi keluarga-keluarga seiman namun tidak sedikit pula yang menceritakan kesulitan hidup, kehilangan semangat hidup, permasalahan rumah tangga dan lain sebagainya yang menuntut kami harus dapat menjadi tempat curahan hati dan memberi solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi.

Hari itu kami berkunjung ke salah satu rumah dan ngobrol tentang banyak hal hingga pemilik rumah itu berkata, “Pak, saya rasa nggak ada arti hidup ini lagi bagi saya, lebih baik saya mati saja rasanya”, demikian ujarnya ketika kami telah beberapa menit larut dalam pembicaraan. Saya pun berusaha membangkitkan semangat hidupnya ketika secara detail ia menceritakan kesulitan hidup yang dihadapi. “Begini Pak”, demikian saya memulai pembicaraan saya, “Saya mau membagikan cerita yang pernah saya baca dalam sebuah buku yakni alkisah seorang bapak yang berusia 40 tahun, dia adalah seorang pekerja keras dan bertanggung jawab atas pekerjaannya di salah satu perusahaan penggergajian kayu. Namun, naas di satu sore di akhir bulan, pimpinannya memanggil dia dan memberikan sepucuk surat. Dia menyangka kalau surat tersebut adalah SK untuk promosi, namun ternyata surat itu adalah surat PHK. Tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga sangat berat untuk membiayai satu orang istri dan dua orang anak yang sedang duduk di sekolah lanjutan. Sore itu adalah saat yang paling mencekam dan paling mengecewakan bagi bapak tersebut. Dia tidak mengerti mengapa hal itu terjadi sebab dia tidak melakukan kesalahan sekecil apapun di perusahaan tersebut. Dengan hati yang hancur dia meninggalkan pengergajian kayu tersebut dan di dalam perjalanan pulang dia meminta pertolongan Tuhan, apa yang harus dia lakukan kemudian. Setibanya di rumah ia menceritakan hal yang terjadi kepada istrinya, namun semangatnya timbul kembali setelah bercerita dengan istrinya.

Setelah kekecewaan itu, pekerjaannya yang pertama adalah membangun dua rumah kecil untuk menjadi penginapan. Oleh berkat Tuhan atas kegigihan bapak tersebut setelah lima tahun kemudian dia pun memiliki banyak penginapan di negaranya, pada akhirnya dia memiliki lebih dari 100.000 orang karyawan. Pernah ia berkata: jika sekiranya saya dapat menemukan orang yang memberhentikan saya, maka saya akan berterima kasih kepadanya.” Demikian kita bapak dan ibu, saya melanjutkan pembicaraan, “Apabila kita mencari Allah di dalam iman, menyerahkan diri kepada kehendak-Nya, maka Ia sanggup mengubah hal yang paling mengecewakan menjadi kebaikan dan kemuliaan bagi nama Tuhan. Jangan berusaha mengendalikan permasalahan itu dengan diri sendiri, namun undanglah Allah mengelola hidupmu maka kita akan mendapatkan kenyamanan”. Semoga cerita ini juga bermanfaat bagi para pembaca bahwa Allah sanggup mengubah kekecewaan menjadi kebaikan. Selamat pagi, Tuhan memberkati kita semua.

Selamat menikmati hari libur !