Thursday, February 19, 2009

Doa Waktu Pagi

Mazmur 88:14 “Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.”






Mata ini rasanya masih berat sekali, ketika suara si bungsu membangunkan saya, “Ayo papa bangun.. sudah pagi papa… nanti kita terlambat..”, suaranya pelan hampir berbisik di telinga saya. Saya lirik jam pukul 4.30 pagi. “Waduh masih pagi sayang, papa tidur sedikit lagi yaa…?” kata saya membujuk. ”Jangan papa nanti kita terlambat. Papa kan sudah janji mau antar kami main futsal, tempatnya kan jauh nanti kita kesiangan deh…”, sambungnya memohon kepada saya. Akhirnya saya lompat dari tempat tidur, sengaja untuk mengagetkan diri agar kantuk ini segera hilang. Hari Minggu pagi ini kami memang berencana untuk pergi ke salah satu tempat untuk bermain futsal. Sedari tadi malam anak-anak sudah terlihat tidak sabar mempersiapkan diri,mereka bertiga memang paling suka permainan ini. “Dedek jangan lupa bawa bola ya…?”, kata kakaknya yang sulung. “Jangan lupa juga bawa baju seragam kamu nanti engga sama dengan kakak loh!”, kakaknya yang satu lagi mengingatkan.

Mengingat kejadian malam itu diam-diam saya merasa bangga dengan kekompakan mereka. Saya bangga dengan keperdulian mereka satu dengan yang lain. Tentu saja saya tidak ingin mengecewakan hati mereka. Tetapi kejadian ini tidaklah terjadi setiap hari, karena pada hari-hari biasa pada kenyataannya mereka bertiga sulit sekali untuk bangun pagi. Saya dan istri saya harus hilir mudik ke sana ke mari untuk membangunkan mereka secara bergantian. Memang kejadian ini tidak sampai membuat mereka terlambat tiba di sekolah, hanya saja kegiatan rutin membangunkan mereka ini cukup membuat kami sibuk di pagi hari. Yang menjadi masalah adalah dampaknya terhadap kebaktian pagi. Karena waktunya yang sudah terburu-buru, kamipun melakukan kebaktian hanya sebatas doa rutinitas saja, tidak terlalu diresapi karena waktunya yang sudah mepet semua merasa ingin cepat berangkat. Doa kami mungkin lebih tepat seperti seseorang yang mengucapkan kalimat sekedar saja kepada sahabatnya.

Ayat kita pagi ini mengajak kita untuk berdoa pada waktu pagi. Pemazmur berteriak meminta tolong dalam doa pada waktu pagi hari. Dia khususkan waktu paginya untuk datang memohon pertolongan pada Tuhan. Saat dimana aktifitas kita belum dimulai sebaiknyalah kita datang kepada Tuhan. Kita bisa menceritakan segala yang kita rasakan, kita bisa berteriak memohon Tuhan untuk menolong kita dalam segala rencana hidup kita. Kita diajak untuk menyisihkan waktu kita bertemu dengan Tuhan di pagi hari, agar kita memulai hari kita bersama dengan Tuhan. Pagi ini biarlah kita memulai dan meneruskan kebiasaan kita untuk bertemu dengan Tuhan, karena Tuhan rindu bertemu dengan kita.


May God be with us every day !


Bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat anda. Gunakan tombol ”Tell A Friend” di bawah ini.