Thursday, February 12, 2009

Tangan Tuhan Menopang

Mazmur 116:8 “Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.”



“Kakak kok belum pulang juga ya pa…?? Sudah lebih dari 1 jam dia belum juga pulang. Padahal sekarang sudah jam 6 sore.. hati mama kok rasanya kurang enak ya…”, kata saya kepada suami yang baru saja pulang dari kantor. “Kita susulin yuk pa…”, lanjut saya mencoba membujuk. “Tunggu saja sebentar lagi siapa tahu dia tadi ngobrol-ngobrol sama temannya jadi sedikit agak terlambat”, jawabnya tenang. Tapi jawaban itu tidak mampu menenangkan hati saya, entah karena hati naluri seorang ibu rasanya memang saya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Si sulung kami memang rutin pergi menggunakan sepeda ke tempat les bahasa Inggris yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah kami. Tapi keterlambatan seperti ini tidaklah biasa dia lakukan. Akhirnya kami pun sepakat untuk segera menyusul ke tempat lesnya. Tiba-tiba telepon berdering, “Hallo ibu…ini saya dari tempat les bahasa Inggris. Saya mau kasih tahu anak ibu terluka tadi sewaktu mau pulang… ada mobil yang ngebut, kemudian dia berusaha menghindar tapi malah dia bersama sepedanya tergelincir masuk ke dalam kali.”, kata suara di seberang sana menjelaskan. ”Ta.ta…tapi anak saya bagaimana keadaannya bu?”, tanya saya dengan gugup. “Ada luka sedikit bu. Ibu jangan khawatir karena tadi sewaktu peristiwa itu terjadi untungnya ada yang melihat jadi bisa cepat ditolong”, sambungnya menjawab. “Baiklah kalau begitu.. terimakasih banyak. Saya segera menuju kesana”, jawab saya menutup pembicaraan.

Tanpa membuang waktu langsung saja kami pergi ke lokasi yang disebutkan oleh pihak sekolah tadi. Disana kami temukan si kakak sedang diguyur air. Badannya basah kuyup kotor sekali karena terkena lumpur sungai. Setelah selesai mengganti pakaian kami pun membawa dia ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan mengobati luka-luka yang ada di badannya. Setelah mendapat penjelasan dari dokter bahwa tidak ada luka yang serius didalam tubuhnya kami pun segera pulang, dan dalam perjalanan pulang dia menceritakan bagaimana kejadian itu begitu cepat terjadi. “Kakak gugup sekali ma, karena tiba-tiba dari arah samping ada mobil yang meluncur dengan kecepatan tinggi… maksudnya mau menghindar dari tabrakan..eh..malah kakak nyemplung ke kali”, jawabnya terkekeh sambil ketakutan karena mengingat lagi kejadian tadi. “Ya.. sudahlah kak…semoga peristiwa ini menjadi pelajaran buat kamu bahwa Tuhan itu sangat sayang kepada kamu. Ingat itu ya kak..”, jelas saya kepada si kakak. Dia pun mengangguk menyetujui pernyataan saya.

Ayat kita pagi ini mengatakan dengan kuasanya Tuhan Allah akan meluputkan kita dari berbagai bahaya,sehingga kaki kita tidak akan tersandung…dan kita luput dari deraian air mata. Allah mengasihi kita dengan tidak berkeputusan. Allah menyayangi kita anak-anakNya. Ia senantiasa siap memelihara dan menjaga kita. Setiap pagi sebelum kita memulai aktifitas kita, mari kita datang kepada Tuhan untuk memohon perlindungan dan penjagaanNya dalam kegiatan kita sepanjang hari. Dan bilamana kita mengakhiri aktifitas kita pada malam hari, biarlah kita juga datang menghampiri Tuhan untuk mensyukuri semua pemeliharaanNya kepada kita sepanjang hari. Semoga kita selalu bisa menyisihkan waktu untuk bertemu dengan Tuhan, sehingga kita bisa merasakan dan melihat kuasa Tuhan di dalam kehidupan kita.

May God be with us every day !

Gunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini untuk bagikan Roti Pagi kepada teman-teman anda.