Tuesday, June 23, 2009

Persekutuan Pemimpin Diskusi Sekolah Sabat

Hari Jumat 19 Juni, acara Vesper baru saja usai pukul 20:30 malam. Para pemimpin diskusi pelajaran Sekolah Sabat dari tiap UKSS dan juga peminat diskusi berkumpul untuk mengikuti persekutuan pemimpin diskusi Sekolah Sabat. Bapak Sulasta mengawali diskusi dengan memberikan beberapa poin penting dari pelajaran Sekolah Sabat yang berjudul “Komunitas”. Setelah beberapa poin penting dibahas, tiba saat untuk memberikan tambahan keterangan atau pertanyaan dari sesama pemimpin diskusi. Bapak Munas Tambunan memberi beberapa keterangan tambahan. Pendeta R.Y. Hutauruk menyampaikan bahwa gereja adalah satu komunitas dan kita patut saling memperhatikan kebutuhan anggota komunitas satu dengan yang lainnya. Itu sebabnya penting untuk kita berpartisipasi dalam setiap kegiatan perlawatan. Mereka yang tidak hadir di gereja membutuhkan perhatian dari sesama anggota komunitas gereja.

Bapak Willy Wuisan menyampaikan apa yang dia sudah terapkan selama ini,yaitu mengirim pesan singkat / sms kepada anggota-anggota gereja yang tidak hadir. Kalau tidak bisa bertemu langsung, maka pesan singkat yang diterima ini bisa menjadi bentuk perlawatan kepada anggota-anggota gereja. Bapak Ramlan Sormin menambahkan bahwa dalam satu komunitas, anggota-anggotanya memiliki tujuan yang sama. Mereka senang untuk berbagi kepada anggotanya, semua saling memperhatikan dan berusaha mencukupi keperluan anggota. Dengan memperhatikan kebutuhan dan kelemahan anggotanya, maka komunitas itu akan bergerak dengan dinamis untuk mencapai tujuannya. Dalam sebuah komunitas tidak boleh melakukan pembedaan satu dengan yang lain, hal ini dapat membahayakan persatuan satu komunitas, oleh karenanya hal ini harus dihindarkan. Ibu Shally Tambunan juga memberikan tambahan bahwa kita harus terus belajar menunjukkan sikap kristiani agar orang diluar kita dapat merasakan kasih Yesus bagi mereka. Diskusi pelajaran yang baik berjalan hampir 1 jam. Bapak Sulasta menutup diskusi malam itu dan doa tutup dilayangkan.