Sunday, June 28, 2009

Tuhan Beserta Kita

Matius 1: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita."



Banyak hal ajaib yang terjadi ketika saya mengandung anak kami yang bungsu. Ketika itu kandungan saya baru berumur 5 bulan. Malam sudah pukul 00.30 saatnya orang-orang sedang tertidur pulas, sementara saya harus berjuang menentramkan diri dari rasa mulas. Saya mengalami kontraksi luar biasa, janin dalam kandungan betul-betul mendesak untuk keluar. Untung saja suami sedang tidak bertugas ke luar kota. “Papa pikir sebaiknya kita pergi saja ke rumah sakit sekarang agar dokter bisa membantu.”, kata suami kepada saya. Saya menyetujuinya dan kamipun segera berangkat ke rumah sakit. “Ibu harus dirawat karena janin ibu dalam kondisi yang sangat lemah. Ibu perlu istirahat total agar janin bisa dipertahankan.”, kata dokter yang cukup mengejutkan saya.”Apapun akan saya lakukan dokter demi keselamatan anak saya ini.”, kata saya menjawab permintaan dokter.. Selama dua minggu saya dirawat dengan badan terlentang dan perut diganjal bantal serta terus diberikan suntikan agar dapat memperkuat paru-paru anak saya. Semua ini saya jalani dengan hati yang tenang, yang penting anak saya di kandungan selamat. “Nah, sekarang ibu sudah boleh pulang. Tetapi ingat, jika hal seperti ini berulang lagi itu artinya ibu harus segera kembali lagi ke sini”,demikian nasehat dokter setelah selama dua minggu saya dirawat.

Bulan-bulan di depan saya keluar masuk rumah sakit untuk terus diperhatikan oleh dokter hingga kehamilan saya bertahan di usia ke-delapan. Tetapi baru saja lewat satu minggu di bulan ke-delapan saya kembali harus dirawat di rumah sakit, karena kontraksi yang terus menerus serta munculnya flek-flek. Tapi sudah tiga hari saya dirawat, saya belum juga bisa melahirkan. “Kelihatannya ibu harus saya berikan infuse untuk merangsang rasa mulas. Kalau hal ini belum juga berhasil maka terpaksa bayi ibu harus dilahirkan dengan operasi Caesar.”, kata dokter pada kami semua. Saya sebetulnya sangat mengkhawatirkan keadaan ini, karena bayi ini belum cukup usianya. Banyak orang yang mengatakan lebih baik seorang bayi dilahirkan di usia kandungan tujuh bulan daripada di usia kandungan ke-delapan bulan, karena itu membuat janin menjadi muda kembali dan belum siap secara sempurna. Saya hanya terus berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik buat kami. Tidak berapa lama setelah pemberian infuse itu anak kami lahir dengan selamat ! “Anak ibu perempuan, lahir dengan sehat sempurna. Beratnya 3,4 kg…”, bisikan perawat di telinga saya sungguh sangat melegakan hati saya. Puji Tuhan untuk semua keajaiban yang terjadi! Saya melihat bayiku begitu sehat. Rambutnya pirang, pipinya montok sekali. Kami sepakat memberi dia nama Emmanuel yang artinya Tuhan menyertainya sepanjang kehidupannya.

Ayat renungan kita pada hari ini mengatakan bahwa Allah menyertai kita yang diwujudkan melalui kehadiran Yesus ke dunia ini. Kesempatan yang Tuhan berikan bagi seorang ibu untuk mengandung seorang anak adalah karunia yang mulia dan indah. Mengalami dan mengamati setiap tahap pertumbuhan dalam kandungan yang dimulai dari pertemuan benih dalam kandungan, menjadi janin yang masih lemah dan belum lengkap, gerakan-gerakan aktif di dalam perut, hingga akhirnya dapat menjadi seorang bayi yang kuat, sehat dan siap untuk dilahirkan adalah satu keajaiban dari Tuhan. Perjalanan 9 bulan untuk satu kehidupan baru di dunia ini adalah proses yang penuh dengan pimpinan Tuhan bagi ibu dan bayi. Tuhan menunjukkan kasih yang besar dengan menyertai setiap proses hingga lahir seorang bayi yang dinantikan. Tuhan akan terus menyertai setiap manusia dalam melalui kehidupan di dunia ini. Bahkan, kehidupan yang kekal telah dipersiapkan bagi kita semua yang menerima Dia. Tuhan selalu menyertai kita, saat lalu, sekarang dan selamanya.

Have a refreshing holiday !