Tuesday, July 21, 2009

Bersaksi Dimana Kita Berada

Hari Sabat 18 Juli, jemaat tengah mengikuti kebaktian Sekolah Sabat. Usai mendengarkan berita Mission dan sebuah lagu spesial, saatnya untuk mendengarkan Pelayanan Perorangan (PP) yang dibawakan oleh Pendeta R.Y. Hutauruk. “ Berjalankah dua orang bersama – sama, jika mereka belum berjanji? Mengaumkah seekor singa di hutan apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa–apa?”, adalah ayat yang dikutip oleh Pendeta Hutauruk dari Amos 3: 3, 4 untuk memulai dorongan PP kali ini. Ayat ini merupakan pertanyaan buat kita semua. Tidak ada orang yang dapat berjalan bersama–sama jika tidak ada kesepakatan di antara mereka sebelumnya tentang waktu, tempat dan tujuan ke mana mereka akan pergi. Kecuali jika mereka kebetulan bertemu, tetapi sesuatu yang kebetulan ini pun tidak bisa berlangsung terus–menerus.

Seperti halnya pertemuan tadi, demikian juga halnya dengan mengenal kebenaran. Sulit bagi orang untuk mengenal kebenaran Tuhan secara kebetulan, jika tidak ada orang yang menyampaikan kesaksian tentang Yesus Kristus. Menyampaikan kesaksian tentang Yesus adalah tugas kita semua. Kita memiliki banyak kesempatan untuk bersaksi tentang Yesus. Di tempat dimana kita berada dan paling banyak waktu yang dipakai untuk berada di sana, maka itulah tempat yang paling strategis untuk bersaksi. Bagi sebagian orang mereka banyak waktu berada di kantor atau dalam perjalanan pulang-pergi dari dan ke kantor. Bagi yang lain mungkin di lingkungan rumah atau sekolah. Dimana kita sering berada, itulah tempat yang dapat digunakan untuk menyaksikan tentang Yesus. Setiap orang dapat digunakan oleh Allah dalam pekerjaan-Nya. Tuhan akan memberikan kesanggupan bagi kita untuk bersaksi bagi-Nya, bila kita siap dan mau menggunakan waktu kita untuk Tuhan. Seperti seorang penambang emas, untuk emas yang sangat kecil dia harus menyingkirkan tanah atau pasir sampai berkubik–kubik. Demikian juga dengan kita bila kita mau menjadi saksi bagi Yesus. Tanah di sini melambangkan rintangan. Untuk memperkenalkan Yesus, maka kita harus menyingkirkan semua rintangan yang menghalangi usaha kita. Sebagai kesimpulan Pendeta Hutauruk mengajak agar kita semua bergiat menjadi saksi bagi banyak orang untuk mengenal kasih Yesus. Dorongan yang baik buat kita agar lebih bergiat dalam Pelayanan Perorangan.